
"Tidak ada yang tidak mungkin sayang, kau terima saja dengan ikhlas ya, ini sudah menjadi keputusan kami sayang...ayo kita berangkat sekarang, semua tamu undangan sudah hadir semua, tinggal menunggu kedua mempelai." Kata mama Liana memaksa, dan berusaha menghapus air mata putri kesayangannya, yang terlihat benar-benar sedih, Ameldita berjalan dengan gontai, ini bukan impiannya, apa lagi mengingat suaminya yang etah kemana, dia berharap semoga tidak terjadi apa-apa dengannya dan semoga bisa bertemu lagi.
Mereka sampai dihotel termegah bintang 5, masih milik keluarga Pranata, terdengar alunan musik menggema diruangan wedding party itu, semua tamu undangan nampak menikmatinya ikut bahagia dalam acara tersebut. Berbeda dengan seorang putri yang cantik sebagai mempelai perempuan yang sedang berjalan ditengah karpet merah, digandeng oleh kedua orang tuanya, juga pagar ayu yang menyertainya, dia nampak sendu tak ada rona kebahagiaan diwajahnya.
" Ka Al..." Ucap Ameldita berbinar, ketika dari arah depan nampak sang suami berjalan dengan gagahnya, memakai tuxedo warna silver senada dengan dirinya, wajahnya yang tampan penuh pesona membuat semua orang memperhatikannya. Dia digandeng oleh kedua orang tuanya, ada sang nenek dan juga kerabatnya.
"Apakah ini sebuah mimpi atau halusinasiku saja, karena aku sangat merindukannya?" Guman Ameldita menggisik kedua bola matanya, lalu ia memandang kembali ke arah suaminya yang semakin mendekat dan tersenyum kepadanya.
"Benarkah ini suamiku? Mah...Pah...dia kak Al ku bukan?" Kata Ameldita melirlk ke kiri dan ke kanan, dimana kedua orang tuanya mengandeng tangannya.
Dengan jarak beberapa senti dari tempatnya berjalan, Ameldita melepaskan gandengan kedua orang tuanya dia berlari ke arah Alghi yang tengah merentangkan kedua tangannya
"Ka Al...!"Teriaknya seraya memeluk erat sang suami dan berurai air mata.
"Sayang...maafkan aku, aku sangat merindukanmu..." Kata Alghi memeluk tubuh cantik istrinya.
"Aku juga, bawa aku pergi kak...mama sama papaku su-su-sudah..." Ucap Ameldita terbata.
"Menikahkanmu dengan suamimu sendiri sayang." Kata Alghi sambil menghapus deraian air mata yang terus mengalir membasahi kedua pipi sang istri.
"Maksud ka Al...?" Ameldita bingung.
__ADS_1
"Benar suamimu adalah orang yang papa jodohkan denganmu, bagaimana apakah masih ingin melarikan diri dari jodohmu?" Kata papa Aldhiando tersenyum bahagia, melihat anaknya dalam mood shock dan bingung.
"Iya sayang...suamimu anak sahabat mama dan papa yang mau dijodohkan itu, jadi sekarang kalian sudah bersatu dalam satu ikatan, tidak myngkin kami memaksa lagi..." Kata Mama Liana.
"Jadi papa sama mama kak Al pun ikut merencanakan semua ini?" Kata Amelsita menatap kedua orang tua Alghi yang tersenyum bahagia juga.
"Ya kami sama-sama merencanakan semua ini sayang, jangan bersedih lagi ya..." Kata papa Ghian dan mama Fiandra, seraya mengelus bahu sang menantu kesayangannya.
"Papa, mama...kalian membuatku shock sekaligus terharu, benar-benar sempurna rencana kalian ini, Meldi gak menyangka kalau ka Al orang yang kalian jodohkan, terus apa ka Al tahu semua ini?" Ucap Ameldita menatap suaminya.
"Awalnya tidak tahu sayang, tapi akhirnya papa memberi tahu juga." Jawab Alghi.
"Jadi hanya Meldi yang tidak mengetahuinya, dan terperangkap dalam sandiwara kalian? Benar-benar keterlaluan." Kata Ameldita kesal, nampak cemberut.
"Papa..., aktingmu sempurna membuat anakmu sedih..." Kata Ameldita.
" Sekaligus bahagia kan...?" Sahut mama Liana tersenyum lalu merangkul tubuh putrinya.
"Sayang aku merindukanmu..." Kata Alghi memeluk kembali istri cantiknya.
"Meldi juga kangennn..." Sahut Ameldita mmmbalas pelukan suaminya.
__ADS_1
"Kalian sudah ditakdirkan hidup bersama, meskipun menolak dengan berbagai cara, tak kan bisa menghindari, lucu kalian ini..." Ucap nenek dan kakek kedua belah pihak, tertawa sambil geleng-geleng kepala.
"Berbahagialah sayang, hidup yang rukun..." Ucap mama Fiandra merangkul keduanya.
"Nanti kita lanjutkan acara kangen-kangenannya, ayo kita kedepan, kasian para tamu sudah menunggu dari tadi." Ajak papa Aldhiando dan papa Ghian.
Kedua mempelai itu tersenyum bahagia, mereka berjalan saling bergandengan, bak seorang raja dan ratu, sesekali mereka saling melirik karena merasa kagum dengan keindahan masing-masing, benar-benar pasangan yang serasi dan sempurna sama-sama memiliki kesempurnaan yang luar biasa, membuat para fansnya patah hati, inilah yang dinamakan hari patah hati sedunia, dimana hubungan keduanya dipublikasikan.
"Kamu benar-benar cantik sayang, aku semakin cinta, I Love You..." Ucap Alghi ditengah-tengah langkahnya.
Blush pipi Ameldita merona, dia tersipu malu dengan kata-kata suaminya yang penuh ke romantisan itu, jantungnya berdebar mendengar pujian sang suami.
"Too...ka Al pun sangat sempurna..."
Semua orang memandang ke arahnya, benar-benar kagum dengan kesempurnaan pasangan itu, dan setelah sampai dialtar, mereka duduk di kursi pelaminan yang megah itu, begitu pun dengan kedua orang tua serta nenek kakeknya, mereka duduk dikursi masing-masing.
Kemudian semua tamu undangan memberi ucapan selamat satu-persatu sesuai instruksi sang MC.
Dan selanjutnya mereka menikmati acara berikutnya, seperti berdansa, menyanyi dan menikmati hidangan yang sangat mewah dan lezat.
"Selamat ya Mel, semoga kau berbahagia...akhirnya kau benar-benar meninggalkanku..." Ucap seorang pria yang menyalami Ameldita dengan raut wajah yang sendu.
__ADS_1
Ameldita terkejut bukan main, ternyata dia Ricard Ricardo sang mantan yang masih mengejarnya, hingga detik ini, ya dia datang mewakili kedua orang tuanya yang ada halangan karena mereka sibuk, sebetulnya dia enggan untuk menghadiri undangan ini, dia patah hati, jiwanya benar-benar hancur, di saat orang yang dia cintai kini jadi milik orang, padahal dia sudah mengirimkan bukti bahwa dia tak bersalah atas kejadian kelam waktu itu, namun Ameldita tak membalasnya atau pun mencoba menghubunginya, sungguh menyakitkan.