TERPERANGKAP JODOHKU

TERPERANGKAP JODOHKU
BAB 28


__ADS_3

Dina berusaha menenangkan Jimy, ya walau pun dia hanya memanfaatkan kekayaannya, namun tak rela jika kebersamaan dengan pria beristri itu kacau, hanya karena ngurusin keponakannya, dan dia istri dari mantan kekasihnya. Jujur hatinya teriris melihat kebahagiaan sang mantan tapi apa boleh dikata, semua sudah berakhir.


Hari sudah menunjukkan pukul 08:00 malam, Ameldita merasa perutnya keroncongan, lapar dan meminta diisi, akhirnya sebelum kembali ke hotel mereka makan dulu direstoran Le Jules Vernes, sebuah restoran kelas atas yang berada dilantai dua menara eiffel.


"Sayang aku gak menyangka bisa ketemu sama uncle kamu disini." Ucap Alghi seraya minum juicenya.


"Sama uncle aku apa sama mantan ka Al" Kata Ameldita.


"Dua-duanyalah..."Sahut Alghi.


"Dan bagaimana perasaannya setelah bertemu mantan terindah?" Tanya Ameldita menatap tajam wajah sang suami.


"Mmm...biasa saja tu, gak ada yang istimewa." Ucap Alghi.


"Jangan bohong, jawab dengan jujur." Sahut Ameldita, sambil mengerucutkan bibirnya.


"Benerannn..., karena dihatiku sudah ada yang sangat spesial yaitu dirimu sayang, percayalah..." Ucap Alghi menaruh garpu dan sendok kemudian menyentuh tangan Ameldita lalu mengecup keningnya.


"Tapi kata uncle aku, semua laki-laki kalau jauh dari istrinya akan mencari kehangatan diluar, aku takut hal itu terjadi juga sama ka Al, dan aku gak mau itu terjadi, aku benci penghianatan." Kata Ameldita serius.


"Tidak semua sayang, makanya jangan pernah jauh dariku, jagalah selalu dan berikan kehangatan setiap saat." Ucap Alghi seraya mengerlingkan matanya.


"Iyyy...ogah..." Ameldita mengedikkan bahunya.


"Benarkah...tidak mau, tapi aku mau..." Ujar Alghi genit, seraya menyentuh pipi merahnya.


"Ih jangan nakal ka, malu ditempat umum." Tolak Ameldita menepis tangan Alghi.


"Tapi tak ada orang disini kecuali kita, ini kan ruangan khusus sayang." Ucap Alghi.


"Kaaa...kita pulang saja." Kata Ameldita menginginkan lebih.

__ADS_1


"Oke sayang...kita teruskan dikamar ya..." Ucap Alghi, mencium kening istrinya.


"Dasar mesum..." Kata Ameldita.


"Mesumnya kan sama istri sendiri..." Ucap Alghi tersenyum menggoda.


Setelah selesai makan malam mereka pun beranjak pergi menuju parkiran, dimana disana terdapat beberapa mobil mewah terparkir. Alghi menggandeng sang istri dan membukakan pintunya. Setelah duduk dengan aman Alghi pun menjalankan mobilnya dengan tenang.


Sementara tangan kirinya terus memberi sentuhan hangat kepada sang istri, sudah tak tahan lagi ingin cepat-cepat sampai dihotel dan melahap istri tercintanya, benar-benar dibuat tergila-gila sama istrinya itu, tak tahan bila sedetik pun tak menyentuhnya.


Beberapa saat kemudian mereka sampai diparkiran hotel mewah tersebut. "Sayang sudah sampai kita..." Ucap Alghi seraya membelai rambut sang istri.


"Oke kita turun ka..." Sahut Ameldita.


"Sebentar sayang...ku ingin seperti ini dulu." Kata Alghi memeluk sang istri.


"Sayang kita coba disini ya, please...ku tak tahan lagi." Ucap Alghi dengan suara parau, dia ingin melakukannya dalam mobil.


"Ka kau benar-benar nakal ya." Ucap Ameldita kesal, karena tanpa basa basi lagi Alghi mendaratkan ciumannya hangatnya dibibir seksi Ameldita.


"I love you sayang, berada selalu disampingku, aku tak mau jauh darimu." Kata Alghi menatap sayu manik sang istri. Dan akhirnya terjadilah kegiatan intim mereka, Setelah melakukan kegiatan panasnya, mereka pun turun dari mobil.


"Ka aku ngantuk..."Sahut Ameldita kelelahan, tubuhnya ambruk diatas dada sang suami.


"Kita mandi dulu baru tidur sayang..." Ucap Alghi mengecup kening sang istri.


Alghi menggendong tubuh lelah sang istri setelah dia memakaikan mantelnya, agar Ameldita tidak kedinginan, mereka naik lift untuk menuju ke kamarnya. Ameldita mengalungkan kedua tangannya dileher sang suami, mencium aroma yang menyeruak ke hidungnya, menyusupkan wajah ke dada bidang sang suami.


"Tidurlah sayang..." Ucap Alghi setelah mereka beres melakukan ritual mandi bersamanya.


Setelah memakai baju piyama, mereka segera berbaring diatas ranjang, tak ada jawaban, dilihatnya sang istri sudah terlelap tidur diatas dadanya, Alghi membelai rambutnya, mengecup kembali keningnya penuh dengan rasa kasih sayang dan akhirnya dia pun ikut terlelap seraya memeluk tubuh sang istri.

__ADS_1


Pagi menjelang tiba, mereka baru terjaga dari tidurnya, benar-benar nyenyak dan nyaman tidur berada dipelukan pujaan hati, hari ini adalah hari terakhir mereka bulan madu, setelah seminggu menjelajahi kota Paris.


Dan sudah banyak pesan serta e-mail yang dikirimkan oleh Anton juga sekretarisnya, belum sempat diread, karena jika sudah menyangkut tentang pekerjaan maka akan lupa segalanya, dan Alghi tak mau moment bersama sang istri terganggu.


"Ka the last kita ke Pont des Arts Bridge ya..." Ucap Ameldita seraya menyuapkan sarapannya.


"Ok sayang...nanti honeymoon ke dua kita ke Jepang ya...kalau gak ada pekerjaan, ku masih ingin menghabiskan waktu bersamamu disini." Ujar Alghi seraya menjilat makanan yang menempel dibibir Ameldita, benar-benar suaminya ini sok romantis banget, tiada duanya, dia selalu memanjakan sang istri dengan segala sikap dan sentuhannya, bagaimana Ameldita tak jatuh cinta? Namun pantang bagi Ameldita mengakui atau mengucapkan kata ajaib itu, padahal Alghi sudah berulang kali mengucapkan kata I love you terhadapnya.


"Benarkah kita ke Jepang? Mau banget ka..." Ucap eldita girang dan refleks memeluk sang suami mesumnya.


"Benar sayang...apa sih yang egak buat istriku yang cantik ini..." Jawab Alghi disela-sela pelukannya.


"Terimakasih ka Al..." Sahut Ameldita seraya mengecup pipi sang suami.


"Sebelah lagi belum." Ucap Alghi menunjuk pipi kanannya.


"Ih...ka Al mesum sekali." Kata Ameldita, namun ia mengikuti ke inginan suaminya, mengecup pipi kanannya.


"Dan istriku tertular he he..." Kata Alghi sambil tersenyum bahagia.


Mereka pun kini mengunjungi tempat berbelanja, Ameldita membeli oleh-oleh buat sang mertua, dan buat para pelayan dirumahnya, dia sedih teringat kedua orang tuanya, dia pun membeli sepasang jam tangan cantik untuk mereka, jika suatu saat mereka bertemu maka akan memberikannya, begitu pikir Ameldita.


Dan ditempat terakhir yaitu tempat gembok cinta berada, mereka berkeliling mencari dimana mereka meletakannya dulu, dan akhirnya menemukan gembok cinta yang mereka letakan dulu, ajaib mereka meletakannya ditempat yang berdampingan dengan bertuliskan nama masing-masing, memang mereka sudah ditakdirkan bersama dan berdampingan untuk selamanya mungkin.


"Ka ini punyaku, ni bertuliskan namaku..." Ucap Ameldita bahagia.


"Benarkah, dan ini punya ka Al, lihat ada namaku juga..." Sahut Alghi meneliti gemboknya.


"Ko bisa berdampingan begini kita meletakan gemboknya, padahal kan kita belum saling kenal." Kata Ameldita.


"Iya juga sayang, berarti sudah takdir dari Tuhan kita harus berdampingan untuk selamanya." Ucap Alghi seraya mendaratkan ciumannya dibibir sang istri, kemudian dia memeluknya erat.

__ADS_1


__ADS_2