
Dua puluh menit kemudian mereka sampai dirumah, seperti biasa kedatangan mereka disambut sang nenek dengan senang hati. Setelah bersalaman dengan neneknya, Missya langsung pergi kekamar untuk mandi dan beristirahat sejenak, sebelum makan malam bersamanya. Begitu pun dengan Bisma, cuma bedanya Bisma sudah memiliki janji untuk makan malam bersama Alghi.
"Malam tuan Alghi..." Sapa Bisma ketika mereka bertemu direstoran itu.
"Malam juga tuan Bisma, silahkan duduk..." Ucap Alghi sambil tersenyum ramah.
"Terimakasih...tuan Alghi, sudah lamakah menunggu?" Kata Bisma seraya duduk dikursi yang sudah tersedia.
"Jangan terlalu formal, ini diluar jam kerja panggil saja namaku, kita kan sahabat he he, baru saja ku sampai." Jawab Alghi tersenyum juga.
"Baiklah, ku rasa kita sebaya, kita sama-sama panggil nama saja." Kata Bisma.
"Oke, ku pesankan kopi ya..., sambil ngobrol-ngobrol dan menunggu makanan tiba..." Ucap Alghi santai.
"Boleh juga Al..." Kata Bisma mulai memanggilnya dengan nama.
"Oke..." Alghi pun memesan dua cup kopi kepada pelayan disana.
"Al berapa lama kau tinggal di Swiss?" Tanya Bisma mulai pembicaraan sebagai sahabat.
"Baru juga tiga bulanan, ku sambil berobat disini...dan kau sudah berapa lama tinggal disini?" Jawab Alghi.
"Oh begitu, ku baru empat bulanan...sakit apa gitu Al?" Tanya Bisma penasaran.
"Ku mengalami depresi setelah meninggalnya istriku, dan aku juga mengalami amnesia, jadi setiap saat ku harus meminum obat dari dokter. Jika ku berusaha mengingat sesuatu dimasa lalu, maka rasa sakit itu akan datang." Jelas Alghi jujur.
"Ya Alloh..so sorry Al, saya ikut prihatin mendengarnya, yang sabar, semua adalah ujian dari Alloh." Kata Bisma kaget juga mendengar apa yang dikatakan Alghi, dia tak menyangka dibalik kegagahan dan ketampanannya ternyata dia mengalami penderitaan yang berat.
"Ya sekarang saya sudah terbiasa dengan semua ini, dan Insya Alloh saya jalani semua dengan ikhlas...,thanks Bisma." Ucap Alghi seraya meminum kopinya.
"Sama-sama Al..., lalu apa saat itu istrimu sakit Al?" Tanya Bisma lagi.
"Justru itu, saya lupa apa yang terjadi, orang tua saya pun tidak menceritakan apa yang terjadi, karena takut mengganggu kesehatanku, tapi Alhamdulillah kata dokter kesehatanku semakin membaik." Jawab Alghi.
__ADS_1
"Oh Ya Alloh, sungguh sedih saya mendengarnya Al..." Kata Bisma.
"Lalu bagaimana dengan kisahmu, apa kau sudah beristri?" Alghi balik bertanya.
"He he he belum menemukan yang cocok Al." Jawab Bisma.
"Semoga secepatnya mendapatkan jodoh yang baik." Kata Alghi.
"Amiiin yarobbal 'alamin..., thanks Al do'anya..." Jawab Bisma tersenyum.
"Ngomong-ngomong suami adikmu kemana Bisma? Kata dia tak tahu, pas saya tanya?" Tanya Alghi.
"Ya panjang kisahnya Al, kasian adikku itu, saya tak tega untuk menceritakannya." Ucap Bisma tak ingin ada orang luar mengetahui apa yang terjadi pada Missya.
"Oh sorry..., kalau begitu biarkan saya menjaga adikmu juga, kasian dia sedang hamil besar tapi suaminya tak ada disamping dia, aku ingin menikahinya, bagaimana?" Kata Alghi mengutarakan maksudnya tanpa ragu.
"What...?" Bisma terkejut luar biasa.
"Ta-ta-tapi, itu tidak mungkin Al, dia dia..., maksudku kau baru saja mengenalnya kan, bagaimana bisa langsung mau menikahinya, lagian dia sedang hamil, didalam islam tidak diperkenankan menikahi wanita hamil." Tutur Bisma benar-benar terkejut mendengar maksud dan tujuan Alghi.
"Ya tapi sebentar lagi adikmu akan melahirkan dan setelahnya ku bisa langsung menikahi dia, benarkan?" Kata Alghi menatap wajah Bisma yang nampak shock.
"Sorry Al, saya tidak bisa mengambil keputusan, itu tergantung kesediaan dari Missya, sebaiknya kita tanya dulu apa maunya dia." Ucap Bisma, seakan jantungnya mau terlepas, dia tak rela Missya jadi milik orang lain, jika sudah melahirkan bukankah dirinya yang akan menyatakan cinta padanya? "Tidak, aku tak akan membiarkan Alghi mendekatinya apalagi sampai menikahinya, dia milikku, aku sangat mencintainya." Guman Bisma dalam hatinya, sambil meminum kopi hangat itu.
"Baiklah ku akan menunggu apa yang menjadi keputusan adikmu, tolong sampaikan niatku ini, aku akan datang kerumahmu untuk melamarnya." Ucap Alghi.
"Baiklah Al, nanti saya sampaikan..." Kata Bisma.
"Oke Bisma, thanks...mari kira makan dulu...!" Ajak Alghi.
"Oke..." Ucap Bisma tersenyum.
Mereka pun makan malam bersama, dengan pemikiran masing-masing. Alghi tetap dalam prinsipnya, apa pun yang dia inginkan harus dia dapatkan, tak peduli orang itu setuju atau tidak.
__ADS_1
Sementara Bisma berpikir sebelum orang lain mendapatkan Missya, maka dia dulu yang harus lebih cepat bertindak, apa pun yang terjadi Missya harus jadi miliknya, sama-sama keras bukan?
Hingga makan malam pun berakhir dan mereka pun saling berpamitan karena waktu sudah menunjukkan pukul sembilan lebih. Alghi mengemudi mobilnya perlahan, dia berpikir kenapa Bisma tak mau menceritakan bagaimana kisah adiknya.
"Aku akan mencari tahu sendiri Bisma, aku yakin kau menyembunyikan sesuatu." Guman Alghi bermonolog sendiri.
Alghi teringat Missya, dia langsung mengirim pesan di aplikasi WA-nya, ketika dia sampai dikamar dan duduk disofa.
"Sudah tidurkah?" Kata Alghi.
Missya baru saja dari toilet, karena memang disaat bulan terakhir usia kehamilannya, dia sering bolak-balik ke kamar mandi, tidur sedikit terganggu, tak pernah nyenyak, terkadang dia bersedih harusnya disaat-saat begini ada sang suami yang menemaninya, sang nenek dan kakaknya pun terkadang bangun menemaninya, namun tak seperti kehadiran suami disisinya, mereka punya batas ruang dan waktu.
Missya meraih handphonenya sebelum tidur kembali, dan betapa bahagianya saat dilihat ada chat dari Handsome man, ya dia memberi nama kontak itu dengan "Handsome Man".
Dia membukanya dan membalas chat itu: " Tadi tidur tapi terbangun mau ke toilet he he..., sudah pulangkah?"
"Baru sampai ni...dan langsung teringat kamu😍." Balas Alghi dengan emot yang bermata love dan senyum.
Dia tak bisa bersikap jaim lagi, padahal pertemuannya masih terhitung singkat.
"Jangan bercanda tuan, atas dasar apa kau mengingatku tuan?" Balas Missya.
"Berdasarkan hati dan pikiranku nona Missya..." Balas Alghi.
"Benarkah? Apa tidak melihat bagaimana penampilanku saat ini, aku orang yang paling menyedihkan, tak ada yang menarik dari diriku, jangan membuat harapan palsu tuan, karena suamiku pun tak berusaha mencariku😭." Balas Missya sedih.
"Bagaimana jika aku nekad menikahimu, aku tak peduli dengan penampilan atau pun dengan suamimu yang tak bertanggung jawab itu." Balas Alghi lagi.
"He he bercandamu berlebihan tuan, mana ada yang mau menikahi wanita hamil sepertiku..." Balas Missya.
"Ada kan aku orangnya, besok ku akan melamarmu..." Balas Alghi.
"Sudah tuan sepertinya anda terlalu cape jadi ngomongmu sudah melantur kemana-mana, lebih baik istirahatlah." Balas Missya, dia tak menganggap chat itu serius, walau pun tak dipungkiri hatinya sangat berbunga-bunga, namun tak berharap lebih karena menyadari siapa dirinya.
__ADS_1