TERPERANGKAP JODOHKU

TERPERANGKAP JODOHKU
BAB 33


__ADS_3

Setelah selesai makan mereka tiduran sebentar seraya memberi kabar ke orang tua Alghi bahwa mereka sudah sampai di kota Jakarta, dan sekarang lagi istirahat dulu dihotel.


Sebelum jam meeting tiba, mereka berdua sudah sampai diperusahaan tersebut yaitu AYP Corp.


Ameldita mengerutkan keningnya, dia ingat sewaktu kecil sering menginjakkan kakinya disana, kedua orang tuanya sering mengajaknya, namun sejak sekolah SD sampai sekarang belum pernah lagi dia menginjakkan kakinya disana, dia mulai sibuk dengan kegiatan sekolahnya, maklum sekolah swasta kelas orang-orang kaya.


"Kak ini seperti perusahaan papa aku, lihat saja namanya juga sama AAYP Corp." Ucap Ameldita menunjuk ke depan gedung yang menjulang tinggi nan megah, yang tertera tulisan AA Yusdirja Pranata.


"Benarkah sayang?"


"Benar ini perusahaan papaku."


"Bagus dong sayang, sepertinya kita meeting bersama papamu, jadi bisa sekalian kenal sama aku." Kata Alghi antusias, seraya menggandeng sang istri untuk memasuki lift menuju lantai 11.


"Ta-tapi ka..." Ameldita ragu, hatinya bingung antara kangen dan takut kena marah karena sudah melarikan diri dari rumah, dan lebih takut lagi tentang perjodohan itu.


"Jangan takut sayang kita hadapi bersama, aku yakin papa mu tidak akan marah, malah bahagia bisa bertemu anak kesayangannya." Kata Alghi.


"Tapi kak, ku takut papa tetap menjodohkanku bagaimana, karena papaku itu keras dan pemaksa." Ucap Ameldita khawatir.


"Dan akulah jodohmu yang sebenarnya, aku suamimu lebih berhak atas dirimu, tak ada yang bisa memisahkan kita, percayalah sayang..." Kata Alghi membelai rambut indah sang istri.


Dan mereka pun memasuki ruang meeting, semua staf penting sudah berkumpul disana, Aghi dan Ameldita duduk dikursi yang sudah disediakan yaitu sebagai tamu yang terhormat, tinggal menunggu sang presdir datang.


Beberapa detik kemudian, Presdir yang ditunggu-tunggu pun datang, dengan pakaian formalnya yang rapi dan masih terlihat ke gagahan dan ketampanannya, meskipun usianya sudah tidak muda lagi, tak lupa disampingnya ada seorang perempuan cantik yang selalu mendampinginya.


Ameldita mematung dengan sedikit gemetar, hampir 2 bulan tidak bertemu dengan kedua orang tuanya, karena ke egoisannya untuk meninggalkan mereka yang menyayanginya penuh cinta, karena ingin berpetualang dan ingin belajar hidup mandiri, serta merasa bosan dengan sikap kedua orang tuanya yang otoriter dan posesif.

__ADS_1


"Assalamualaikum, selamat siang semuanya, maaf sedikit terlambat." Ucap Pak Aldiando penuh wibawa seraya tersenyum ramah, begitu pun dengan sang istri.


"Waalaikum salam, selamat siang juga tuan, nyonya..." Jawab semua orang seraya berdiri dan menundukkan kepala.


"Tuan Alghiantara silahkan duduk..."Ucap Pak Aldhiando.


"Papa, mamaaa..." Ameldita tak tahan lagi dia menghampiri kedua orang tuanya seraya menyerbu memeluk keduanya sambil menangis.


"Meldi sayangngng...benarkah ini anak kesayangan mama? Dia kembali, pah Meldi kembali." Ucap Liana memeluk erat sang putri sambil menangis sedih.


"Sayangngng...benarkah ini kau...kenapa baru kembali sayang, kenapa tega meninggalkan kami" Kata Pak Aldhiando memeluk erat putrinya juga, seraya meneteskan air matanya.


"Maafkan Meldi pah, mah, Meldi salah." Ucap Ameldita tersedu-sedu.


"Tidak apa-apa sayang yang penting putri kesayangan mama sama papa baik-baik saja, bisa menjaga diri, kami kangen sekali, mama sama papa hampir tak bernyawa karena kepergianmu." Ucap keduanya.


"Jadi putri papa bekerja dengan tuan Alghiantara, papa senang melihatnya ternyata kamu terjun juga ke dunia bisnis." Ucap Pak Aldhiando tersenyum bahagia.


"Pah, mah sebenarnya kak Al..." Kata Ameldita, ingin memberitahu bahwa Alghi adalah suaminya, namun kata-katanya terpotong.


"Oke sayang, nanti kita bicarakan lagi urusan keluarga kita, sekarang mari kita bahas mengenai proyek yang akan bekerja sama dengan perusahaan tuan Alghiantara, karena waktu sudah hampir terlambat sayang, tuan Alghi silahkan duduk..." Ucap Pak Aldhiando tersenyum ramah.


Alghi yang mau berbicara mengenai pernikahannya, akhirnya ditunda karena jam meeting sudah berlangsung, kedua orang tua Ameldita benar-benar profesional kalau menyangkut perusahaannya.


Dan akhirnya acara meeting pun selesai, semua orang meninggalkan ruangan tersebut kecuali Presdir dan keluarganya, Ameldita memeluk mama dan papanya berulang kali, merasa rindu berat, dan kata maaf pun terus terlontar dari mulutnya.


"Sayang mama sama papa sudah memaafkanmu, jangan lagi tinggalkan kami, tidak usah lagi bekerja ditempat lain, ini adalah perusahaan kamu sayang, kau seorang putri kebanggaan kami, kami menyayangimu sayang, please jangan pergi lagi..." Kata mama Liana penuh harapan.

__ADS_1


Deg hati Alghi merasa tak nyaman dengan apa yang diucapkan oleh mama Ameldita, bagaimana bisa Ameldita tidak boleh pergi lagi, sedangkan dia telah bersuami harus ikut kemana pun suami pergi, heran bukannya mereka sudah tahu hubungan mereka? Bukannya semua rencana sudah disusun oleh mereka?


"Om, tante, maaf sebenarnya saya adalah suaminya Ameldita, bukan atasannya, kami sudah menikah hampir 2 bulan." Sahut Alghi, mau tidak mau dia harus memberi tahunya.


"What...kalian sudah menikah? Benar-benar keterlaluan, kenapa kau tidak memberi tahu kami sayang, kenapa?


"Ucap mama Liana tetkejut sambil menatap kedua bola putri kesayangannya.


"Iya mah kami sudah menikah, mohon restui kami..."Kata Ameldita mengiba.


"Untuk hal ini papa minta maaf sayang, papa tidak bisa menerimanya, kau sudah dijodohkan dengan putra sahabat papa, dan papa tidak mau melanggar perjanjian diantara kami, mohon mengertilah sayang jadilah anak yang penurut." Kata Pak Aldhiando tegas.


"Maksud om?" Ucap Alghi terkejut dengan pernyataan yang dilontarkan mertuanya.


"Kau orang cerdas tuan Alghiantara, pasti paham maksud saya." Kata pak Aldhiando penuh penekanan.


"Papa please Meldi sudah menikah, Meldi tak mau dijodohkan, Kak Al suami Meldi, aku mohon pah biarkan kami bahagia." Ameldita menangis pilu dan menatap Papanya.


"Sayang dengarkan apa kata papamu, kali ini saja...kami tahu yang terbaik untukmu..." Ucap mama Liana tak bisa membela putrinya yang mengiba.


"Om, tante, saya mohon agar merestui hubungan kami, saya sangat mencintai putri anda, maka dari itu saya memutuskan untuk menikahinya, biarkan kami tetap bersama..." Kata Alghi serius dia tak rela kalau harus dipisahkan, butuh perjuangan dan penantian bertahun lamanya untuk bisa bertemu dengan pujaan hatinya, kini sudah bersatu namun mau dipisahkan, tidak dia tak akan menyerah begitu saja.


"Tuan Alghiantara yang terhormat, kami tak ingin berdebat lagi, silahkan tinggalkan tempat kami, biarkan kami bersama putri kesayangan kami, dan secepatnya kami akan mengirimkan surat perpisahan kalian." Kata Pak Aldhiando, menatap wajah Alghi yang memerah dan mengeraskan rahangnya karena emosi.


"Tidaaak...papa sama mama jangan jahat, karena itulah Meldi pergi dari rumah, Meldi benci sifat pemaksa kaliaannn..., Meldi akan ikut bersama suami Meldi, kalian tidak berhak memisahkan kami." Teriak Ameldita histeris.


"Hahhh...papa tak percaya kau mencintai orang yang baru dikenal dalam waktu singkat, apa kau sungguh mencintainya atau hanya karena dipaksa." Ucap Pak Aldhiando sinis.

__ADS_1


"Tentu saja Meldi mencintainya, tidak ada yang tidak mungkin didunia ini, papa tolong jangan pisahkan kami, mama Meldi mohon..." Kata Ameldita seraya mengatupkan kedua tangannya dan berlutut didepan kedua orang tuanya.


"Sorry sayang, mama sama papa sudah memutuskan segalanya untukmu, kau putri kami satu-satunya, jadi menurutlah...!" Seru mama Liana, merasa tak tega sebetulnya melihat kesedihan sang putri yang baru kembali, namun semua demi memberi kejutan dihari ulang tahun putrinya yang ke 21, dan ingin mengetahui sejauh mana anaknya mencintai suaminya, secara pernikahan mereka karena terpaksa, mereka harus berakting dengan baik sesuai rencana.


__ADS_2