TERPERANGKAP JODOHKU

TERPERANGKAP JODOHKU
BAB 43


__ADS_3

Sementara Sari yang dari tadi menguping pembicaraan majikannya, dia tersenyum sinis." Hah ku yakin si Ameldita menangis karena bertengkar dengan tuan muda, yes rencana lumayan berhasil..., selamat menikmati Ameldita..." Gumannya dalam hati.


Tak lama Alghi memasuki kamarnya, dia heran kenapa Ameldita tidak mengangkat telponnya, dari tadi dia menghubungi karena khawatir, tapi Alhamdulillah mamanya bilang Ameldita sudah ada dikamar, sedikit tenang, namun mamanya juga bilang kalau Ameldita nampak bersedih. "Kasian istriku tersayang, sorry sayang semua diluar dugaan" Guman Alghi.


"Sayang...aku pulang..." Ucap Alghi seraya mencari keberadaan istrinya. Alghi tahu Ameldita lagi dikamar mandi, dia pun menunggu disofa sambil membuka sepatu dan baju formal yang melekat ditubuhnya.


Krek...pintu kamar mandi terbuka, nampak disana sang istri keluar dengan memakai baju kimono dan rambut digulung handuk kecilnya, sungguh terlihat seksi dan menarik, namun mukanya nampak tanpa ekspresi, datar dan tak ada semangat.


"Sayang maafkan aku...tadi klaen ku mengajak untuk langsung terjun ke lokasi peninjauan proyek baru kita, so sorry...membuatmu menunggu tanpa kabar, karena tahu sendiri kan handphone ku tertinggal, dan tadi sempat menyuruh Anton ngabarin tapi handphonenya ke buru mati, so sorry sayang..." Kata Alghi menghampiri istrinya yang berlalu dan duduk dikursi depan meja rias.


"Oke...sebaiknya ka Al mandi dulu saja, nanti turun mama sudah menunggu diruang makan" Kata Ameldita dingin.


"Oke sayang...I Love you..." Ucap Alghi dan berlalu ke kamar mandi.


"Heran kenapa kak Al wajah tanpa dosa alias WTD, apakah dia belum membaca chat dihandphonenya...?" Gerutu Ameldita seraya menuruni anak tangga menuju ruang makan.


"Malam mah, pah,..." Ucap Ameldita seraya duduk dikursi .


"Malam sayang...lho Alghi mana?" Kata mereka heran.


"Kak Al sekejap lagi turun, dia masih mandi mah..." Kata Ameldita.

__ADS_1


"Ok sayang..." Kedua orang tua itu saling menatap, tandanya mereka mengerti pasti anak dan istrinya lagi sedikit bermasalah, namun mereka belum tahu masalahnya apa, karena biasanya mereka turun bersama sambil bergandengan tangan.


Dan akhirnya Alghi turun untuk bergabung makan malam, seperti biasa Ameldita menyiapkan apa yang akan dimakan suaminya, tak sepatah pun kata dari mulutnya, setelah piring suami terpenuhi dengan makanannya, dia duduk kembali.


"Terimakasih sayang..., jangan banyak-banyak masih agak kenyang karena tadi habis makan sama klaen." Ucap Alghi seraya menatap wajah sang istri yang sendu.


Tanpa bicara Ameldita membagi makanan tersebut ke piringnya, lalu duduk kembali, dan dia pun seolah enggan untuk makan, hanya sedikit dia suapkan dan selanjutnya diaduk-aduk saja, sampai kedua mertuanya meninggalkan meja makan.


"Sayang kenapa dari tadi aku nelpon tak diangkat?" Kata Alghi.


"Lalu kenapa kak Al pun gak baca chat?" Kata Ameldita ketus.


"Chat apa sayang? Sudah tahukan kalau aku jarang buka chat kecuali yang penting." Kata Alghi sambil minum orange juicenya.


"Tentu saja ku ketemu...kan sudah bilang tadi..." Kata Alghi, yang dia maksud adalah klaennya, tapi lain lagi tanggapan sang istri yang lagi sensitif.


"Ja-jadi benar...? Apa yang ada dichat itu, benarkah kak Al menghianatiku...?" Kata Ameldita berkaca-kaca.


"Jangan menuduhku...kamu salah paham...bersikaplah dewasa jangan ke kanak-kanakkan...!" Bentak Alghi kalap.


Ameldita merasa sakit hati dibentak dan dikatakan ke kanak-kanakkan, tak mau berdebat lagi dia berlari menuju kamarnya sambil menangis menumpahkan rasa kesalnya, pergi ke balkon dan duduk dilantai sambil memegang kedua lututnya.

__ADS_1


"Ternyata semua laki-laki sama saja, harusnya aku tak mencintai siapa pun...!" Teriak Ameldita, dia tak menyangka suaminya sudah berani membentaknya, sedih dan sakit rasanya.


Alghi masih dimeja makan, dia membuka handphonenya, disana ada ratusan chat yang belum dibuka, dia membuka salah satu chat yang berasal dari nomor baru.


Dan Alghi terkejut melihat kata-kata dichat itu, mungkin ini yang dimaksud istrinya, pantas saja istrinya marah dan salah paham.


"Kurang ajar siapa yang berani ngchat seperti ini...!" Geram Alghi.


Alghi dengan cepat lari menyusul istrinya, dia mencari keberadaan sang istri, namun tak menemukannya, ke kamar mandi pun tak ada, deg jantungnya seakan terhenti, dia takut kehilangan sang istri.


"Sayang...dimana? Maafkan aku sayang tadi ku hilaf telah membentakmu, tolong jangan begini...sayang..." teriak Alghi, kemudian dia mencari ke balkon, dan dia mendapati sang istri terduduk dilantai lagi menangis memeluk kedua lututnya.


"Sayang maaf, ku telah membuatmu kecewa, tapi aku bersumpah tidak pernah janjian dengan siapa pun kecuali dengan klaen dari perusahaan, sayang tolong percayalah, jangan meragukan cintaku, aku tak mungkin menghianatimu...ada yang ingin melihat kita hancur sayang, makanya dia menerorku..." Ucap Alghi berusaha menjelaskan yang sebenarnya, dia meraih kedua tangan istrinya, menciumnya penuh kasìh sayang.


"Sebaiknya aku tak mencintai siapa pun kak...setiap kali aku jatuh cinta pasti berakhir sakit hati, aku masih ke kanak-kanakkan kan, mungkin lebih baik kak Al mencari orang yang tidak sepertiku, aku bukan yang terbaik..." Ucap Ameldita masih berurai air mata.


"Jangan pernah katakan itu lagi, aku tak menginginkan siapa pun selain dirimu sayang, aku sangat mencintaimu, percayalah..., maaf tadi membentakmu, aku khilaf, nomor baru yang meneror itu akan ku selidiki, siapa dia sebenarnya, apa maksudnya ingin menghancurkan kebahagiaan kita." Alghi meraih tubuh Ameldita kemudian dia memeluknya erat, mengusap kepala dan membelai rambut panjangnya yang tertiup angin.


"Ayo kita masuk sayang, anginnya kencang, kita bicarakan didalam ya...please..." Kata Alghi menatap wajah sendu sang istri, lalu mengusap air matanya yang masih mengalir dipipi merah itu.


"Apa kak Al benar-benar mencintaiku?" Kata Ameldita menatap tajam suaminya

__ADS_1


"Sayang aku sangat mencintaimu, jangan pernah meragukanku...jika tidak mengapa aku harus menikahimu, mengapa harus menunggu bertahun untuk bertemu denganmu? Jika masih tidak percaya maka aku akan melompat dari sini, agar kau bisa percaya..." Kata Alghi menghampiri pagar balkon, yang posisi mereka berada dilantai 5, tentunya jika terjun ke bawah yawa siapa pun tak kan selamat.


__ADS_2