
"Itu artinya anda...sorry tuan... anda juga mengalami hilang memori dimasa lalu, Benar?" Ujar Missya lanjut bertanya, karena dia pikir ternyata ada banyak orang yang kehilangan memorinya, bukan cuma dirinya, cuma berbeda-beda kisahnya.
"Benar..." Ucap Alghi menganggukkan kepalanya.
"Nasib kita sama, cuma beda dikit doang, iya kan?" Kata Missya tersenyum.
"Bedanya apa coba?" Tanya Alghi masih fokus mengemudi, yang sebentar lagi sampai direstoran, karena sudah nampak bangunan mewahnya.
"Anda tidak hamil tuan..." Ucap Missya sedikit menahan tawa.
"Ya iyalah, saya kan laki-laki, sejak kapan laki-laki bisa hamil, kau ni pandai juga bercanda nona Missya..." Kata Alghi tertawa, seakan mereka saling mengenal sebelumnya, tak ada rasa canggung diantara mereka.
Dan mereka pun tertawa bersama, ada rasa bahagia dalam jiwa mereka, tak berselang lama mereka pun sampai direstoran itu.
"Apa mau ku gendong lagi bumil?"Tanya Alghi seraya membukakan pintu mobilnya untuk Missya.
"Ih geli juga mendengar kata bumil, jangan panggil aku kaya gitu deh, aku tak suka..." Jawab Missya ketus.
"Terus maunya dipanggil apa?" Kata Alghi sengaja membuat Missya kesal.
Alghi mengulurkan tangannya, agar Missya berpegangan saat turun dari mobilnya, dia sangat khawatir dengan keadaan bumil itu, dan mereka memasuki restoran bersama, disama Bisma dan Josep sudah menunggu beberapa detik yang lalu.
"Silahkan duduk tuan Alghiantara..." Kata Bisma tersenyum ramah, walau pun hati kecilnya etah kenapa dia tak menyukai kalau Missya dekat dengannya.
"Terimakasih tuan Bisma." Sebelum duduk Alghi menarik kursi untuk Missya.
"Silahkan nona Missya..." Ucap Alghi menatap wajah cantik itu.
"Thanks..." Jawab Missya seraya tersenyum hingga membuat Alghi terpana dengan senyuman indah itu.
"Missya bagaimana perutmu, sudah membaikkah? Lepas makan kita ke dokter ya..." Tanya Bisma khawatir.
"Sudah ok kak Alhamdulillah...,nanti saja kak kedokter pas jadwalnya, kan kemarin baru periksa." Kata Missya.
"Syukurlah kalau sudah membaik, cuma kan untuk memastikan kenapa perutmu terasa sakit." Ucap Bisma.
"Sudah kak ku baik-baik saja, ku lapar ni, sudah pesan belum?" Kata Missya seraya meraih buku menu.
__ADS_1
"Sudah, sudah, sudah kakak pesankan makanan kesukaanmu, begitu pun dengan makanan tuan Alghi." Ujar Bisma menatap Missya.
"Benarkah...? Thank you kakakku sayang." Kata Missya menatap sang kakak yang duduk disebrangnya.
"Terimakasih doang..." Ucap Bisma bercanda.
"Ya terus maunya apa kak? nanti Missya bagi hadiah deh, kakak ini sukanya hitung-hitungan ih..." Kata Missya mengerucutkan bibirnya, dan membuat kedua pria tampan itu merasa gemas.
"Benar...kakak tunggu ya hadiahnya..." Ujar Bisma.
"Iya kak, iya...tapi gak janji he he..." Ucap Missya menjulurkan lidahnya.
Sementara Alghi merasa tidak suka melihat canda tawa mereka yang mengaku kakak beradik itu, etah kenapa.
"Awas kau ya..." Kata Bisma.
Tak lama kemudian makanan yang sudah dipesan pun datang, para pelayan itu menyajikan makanannya dengan apik. Dan pas dilihat makanan yang dipesan Alghi dan Missya sama menunya, bahkan minuman pun sama, mereka memesan spaghetti bolognese plus spicy chicken dan orange juice hangat.
"Ini punyaku..."kata Missya merebutnya dari hadapan Alghi kebetulan dia duduk berdampingan.
"Hi...jangan merebut pesananku...!" Ucap Alghi melotot karena piringnya sudah berpindah ke tangan Missya.
"Lho kok saaama..." Kata Missya terperangah melihat makanan yang ada didepan Alghi.
"Kalau sama memangnya kenapa Missya, makanlah jangan ribut, katanya adikku ini kelaparan...sorry tuan Aggi, dia memang seperti itu, jangan diambil hati..." Ucap Bisma sedikit merasa malu dengan tingkah Missya didepan klaennya.
"Is ok, no problem tuan Bisma, saya memahaminya, biasa kan kalau bumil..." Sahut Alghi seraya tersenyum.
"Tuan...sudah ku bilang kan aku tidak suka disebut bumil...!" Bentak Missya kesal, sambil melahap spaghettinya dengan rakus, seperti orang yang seminggu tidak makan.
"Pelan-pelan nona makannya..." Ucap Josep menimpali, yang sedari tadi dia hanya jadi penonton atas drama yang terjadi antara mereka.
"Iya Missyaaa...tak kan ada yang mengambil, berbahaya tu..." Kata Bisma geleng-geleng kepala.
"Kalau kurang nanti pesan lagi saja, secara kalian kan bertiga..." Ujar Alghi menatap Missya lagi.
"Sudah ih, kalau makan jangan sambil ngomong kata nenek..." Sahut Missya fokus pada makanannya.
__ADS_1
"Oke tuan putri yang paling cantik..." Kata Bisma seraya menyuapkan makanan ke mulutnya.
Mereka pun menikmati makan siangnya dengan asyik, dan kedua pria tampan itu sama-sama meraih tisue untuk mengelap makanan yang menempel dimulut Missya, hingga membuat si empunya dalam mood kebingungan, sementara Josep tercengang melihat sikap para bos itu.
"Baiklah...terimakasih tuan Bisma atas jamuannya, semoga kerja sama kita berjalan lancar..." Ucap Alghi tersenyum ramah.
"Amiiin yra...sama-sama tuan Alghi...semoga kita sukses." Kata Bisma.
"Amiiin yra..., kalau begitu saya pamit undur diri tuan, nona, tuan josep...sampai jumpa dipertemuan berikutnya." Ucap Alghi mengulurkan tangan untuk berjabatan.
"Baiklah...apakah langsung pulang tuan?" Tanya Bisma seraya menjabat tangan Alghi.
"Tidak...saya ada pertemuan lagi dengan perusahaan Ax Corp, jadi saya langsung pergi kesana tuan." Jawab Alghi seraya melirik Missya yang sedari tadi menikmati ice creamnya, ya tadi setelah habis makanannya bumil ini pesan ice cream sebagai makanan penutup.
Ngomong-ngomong melihat Missya makan ice cream, Alghi teringat sekilas bayangan seseorang dalam pikirannya, kepalanya menjadi sakit berusaha mengingat siapakah dia yang hadir dalam bayangan itu. Dia memejamkan matanya sambil memegang kepala, dan Missya kebetulan menoleh ke arahnya.
"Ada apa tuan Alghi? Apa kau baik-baik saja?" Tanya Missya.
"Iya tuan ada apa?" Tanya Bisma pun.
"Ahhh...kepalaku sedikit pusing...tapi tidak apa-apa nanti saya minum obat, saya permisi dulu." Jawab Alghi jujur.
"Ta-tapi anda lagi sakit kan tuan..., sebaiknya anda istirahat dulu saja dikantor kami, bagaimana?" Ucap Missya, dia merasa khawatir melihat Alghi kesakitan.
"Tidak apa-apa nona, saya sudah terbiasa mengalami hal seperti ini..., bye..." Jawab Alghi seraya melambaikan tangannya dan berjalan keluar restoran.
"Bye..." Ucap mereka bertiga, namun etah kenapa Missya merasa kehilangan dan tak rela ditinggal oleh Alghi yang notabe klaen diperusahaan kakaknya.
Dia menarik nafas dan mengeluarkannya kasar, dia mengingat orang yang selalu hadir dalam mimpinya, etah siapakah itu? Dan setiap memandang wajah Alghi, seakan ada dilubuk hatinya yang terdalam. Lalu mengelus perutnya perlahan.
"Apa sudah kenyang Miss atau mau nambah lagi ice creamnya?" Tanya Bisma memandang wajah Missya yang nampak tak sebahagia tadi.
"No thanks kak, ku sudah kenyang, malah ku ngantuk ni, mau tidur dulu..." Jawab Missya lesu.
"Oke kita kembali ke kantor atau mau pulang ke rumah?" Ucap Bisma.
"Ke kantor saja kak, ku istirahat disana." Kata Missya bangkit dari duduknya.
__ADS_1
"Oke let's go..., perlahan jalannya, jangan terburu-buru Miss!" Kata Bisma khawatir melihat bumil itu, yang terkadang dia ceroboh.