TERPERANGKAP JODOHKU

TERPERANGKAP JODOHKU
BAB 32


__ADS_3

"Cukup kak, jangan lagi beri perhatian lebih, aku tak kan sanggup." Ucap Ameldita ketus, dia mengambil alih pancinya.


Deg jantung Alghi seakan berhenti berdetak, rupanya sang istri benar-benar masih kecewa. Alghi menarik nafas perlahan, berusaha memahami perasaan sang istri, dia benar-benar merasa bersalah, sakit rasanya dikala istrinya merajuk.


"Awww..." Ameldita meringis kesakitan disaat tangannya tak sengaja menyentuh panci yang panas.


"Sayang...kan kata aku juga biarkan ku buat mienya? pasti sakit ni..." Kata Alghi meraih jari sang istri yang memerah lalu di masukan ke mulutnya, untuk memberi rasa sejuk. Dia mendudukkan istrinya dimeja makan yang ada didapur, kemudian mengambil kotak P3K untuk mengobatinya.


Ameldita menangis, air matanya berurai bukan sedih karena tangannya sakit, tetapi ia sedih karena membuat mie saja ia tak bisa, gagal, lalu bagaimana bisa menjadi istri yang baik? Apakah Alghi akan bertahan dengan segala kekurangannya, atau mencari seseorang yang sempurna dan lebih baik?


"Kak Al lihat kan? Ku membuat mie saja tidak bisa, kenapa kak Al harus menikahi ku? Aku orang yang tak bisa apa-apa..." Ucap Ameldita sedih.


"Aku tidak menuntutmu untuk bisa membuat makanan atau apa pun, cukup kau bisa percaya bahwa aku sangat mencintaimu, aku tak ingin kamu terluka, dan aku minta maaf untuk kejadian tadi siang, karena sudah membuatmu kecewa, sungguh tidak ada hubungan apa pun diantara kami, kami hanya sebatas teman tidak lebih, jadi tolong maafkan aku sayang, aku tak sanggup jika kau terus marah dan mengabaikanku, please..." Kata Alghi, mengusap air matanya, kemudian memeluk erat tubuh sang istri.


"Tapi kak Al menikmatinya kan, ketika dia menyentuh dan memelukmu? Aku melihatnya, dan rasanya sakit kak..." Kata Ameldita masih mengurai air matanya.


"Bukan menikmatinya, aku berusaha menolaknya sayang, namun memang sudah biasa bagi dia, setiap bertemu orang dia selalu bersikap seperti itu, dia terbawa pergaulan disana, percayalah ku hanya mencintaimu sayang tak kan pernah bisa tergantikan, maafkan segala kesalahanku, please..." Kata Alghi melepas pelukannya lalu mencium kening sang istri, meraih kedua tangannya dan mengecupnya.


Ameldita masih gamang antara harus percaya pada suaminya atau pada apa yang diucapkan Susan sekretaris Alghi. Dia terdiam memperhatikan Alghi menyajikan mie dalam mangkuk, kemudian menyuapinya perlahan, tak ada kebohongan diraut wajah sang suami, dia begitu tulus, memperhatikannya penuh kasih sayang.


Dan setelah beres drama makan mie, Alghi menggendong sang istri ala bridal style untuk melanjutkan tidurnya, tak berani melakukan kegiatan malam, takut sang istri masih marah, karena belum terucap kata memaafkan darinya, dia lebih baik memberi perhatian dan kasih sayangnya dengan tulus, berharap bisa menyembuhkan rasa kecewa dihati istri tercintanya.

__ADS_1


Pagi menjelang tiba kedua insan itu mulai terjaga, setelah melakukan sholat subuh berjamaah mereka tiduran kembali, Alghi membawa sang istri ke pelukannya berusaha untuk menghangatkannya, walau pun sejuta hasrat menerjang ingin melakukan kegiatan suami istri, namun berusaha menahannya, dia tak ingin memaksa sang istri yang masih merajuk.


"Sayang hari ini kita ada perjalanan bisnis ke Indonesia, papa menyuruhku untuk meeting disana, apa kau siap?"


"What Indonesia?" Kata Ameldita terkejut saraya menatap wajah suaminya.


"Iya, nanti habis meeting kita ke rumah orang tuamu ya..." Kata Alghi mengelus rambut sang istri.


"Ta-tapi aku takut ketemu mereka..." Ucap Ameldita.


"Apa yang ditakutkan, kau datang bersama suamimu sayang." Kata Alghi.


"Hati-hati diperjalanan sayang, jangan lupa berdo'a dulu, dan sampaikan salam kami kepada kedua orang tuamu Mel..." Ucap kedua orang tua Aghi kompak.


"Baik mah, pah, nek, nanti kami sampaikan." Ucap Ameldita dan Alghi seraya menyalami mereka, lalu pamit pergi.


Dua jam berlalu, mereka pun sampai di kota Jakarta, mereka beristirahat dulu dihotel, karena Ameldita kelelahan, rencana meeting pukul 2 siang, jadi masih ada waktu untuk istirahat, etah kenapa akhir-akhir ini Ameldita mudah sekali lelah padahal tidak melakukan pekerjaan apa pun, kecuali menyiapkan segala keperluan suaminya.


Dan etah kenapa juga dia ingin selalu menghirup aroma tubuh sang suami, namun ia genggsi mengakuinya, karena hatinya masih terasa kesal atas kejadian waktu itu, dia masih bersikap dingin tak seperti sebelumnya. Alghi pun nampak berusaha bersabar menghadapi sikap sang istri, dia paham karena semua berawal dari kesalahannya.


Ada rasa bahagia juga Ameldita, kini bisa menginjakkan kaki lagi dikota kelahirannya, yang harusnya 2 tahun baru kembali setelah menyelesaikan kontrak kerjanya.

__ADS_1


"Alhamdulillah akhirnya ku bisa kembali ke negaraku, walau pun mungkin hanya sesaat."


"Tentu saja kita akan sering kesini sayang, jangan khawatir, kita akan selalu mengunjungi kedua orang tuamu." Sahut Alghi, dia ikut bahagia melihat istrinya tersenyum lagi.


"Sayang kau kelihatannya sangat lelah, bagaimana kalau ku cancel saja meetingnya ya, nanti ku telpon papa." Ucap Alghi merasa kasian melihat keadaan sang istri.


"Jangan khawatir aku gak apa-apa, jangan sampai mengecewakan papa kak, kasian..." Jawab Ameldita berusaha untuk terlihat baik-baik saja.


"Beneran...aku tak mau terjadi apa-apa dengan kondisimu sayang." Ucap Alghi.


"Bener don't worry, aku hanya sedikit lelah saja, kalau sudah makan pasti baik-baik saja." Kata Ameldita.


"Baiklah kalau begitu, kita makan dulu ya..." Sahut Alghi, kebetulan tadi sebelum ke hotel sempat membeli makanan dulu.


"Baiklah..." Dengan malas Ameldita menyuapkan nasi ayam kfc itu, padahal itu makanan favoritenya spicy chicken, etah kenapa rasanya kurang nyaman, cuma beberapa suap dia menyudahinya.


"Sayang kenapa cuma sedikit makannya, nanti masuk angin cuaca disini tidak mendukung, ku suapin ya..." Kata Alghi.


"Tidak kak, terimakasih..." Sahut Ameldita, kemudian dia meminum lemon juicenya.


Setelah selesai makan mereka tiduran sebentar seraya memberi kabar ke orang tua Alghi bahwa mereka sudah sampai di kota Jakarta, dan sekarang lagi istirahat dulu dihotel.

__ADS_1


__ADS_2