
"Sayang aku sangat mencintaimu, jangan pernah meragukanku...jika tidak mengapa aku harus menikahimu, mengapa harus menunggu bertahun untuk bertemu denganmu? Jika masih tidak percaya maka aku akan melompat dari sini, agar kau bisa percaya...!" Kata Alghi menghampiri pagar balkon, yang posisi mereka berada dilantai 5, tentunya jika terjun ke bawah yawa siapa pun tak kan selamat.
"Jangan lakukan itu kak...aku percaya..." Kata Ameldita memeluk Alghi dari belakang sambil menangis. Alghi memegang kedua tangan yang melingkar diperutnya, lalu dia membalikkan badan dan memeluk erat tubuh sang istri yang masih berurai air mata.
"Sayang aku mencintaimu lebih dari apa pun, aku akan selalu menjagamu, jangan mempercayai sesuatu yang akan membuat kita hancur, pasti didalam kehidupan kita akan selalu ada kerikil tajam dan musuh yang mengancam, jadi percayalah padaku..." Kata Alghi seraya mengelus rambut sang istri lalu dia mengusap air mata dipipinya. Alghi tahu istrinya masih labil pikirannya mudah terhasut maklum dia masih muda.
"Kau kedinginan sayang...mari kita masuk ya..." Alghi pun menggendong istrinya ala bridal style dan dengan cepat Ameldita mengalungkan kedua tangannya dileher sang suami, menatap wajah tampan itu penuh perasaan, Alghi pun menatap kedua bola mata istrinya dalam, lalu dia melabuhkan kecupannya dibibir sang istri, setelah sampai ke kamar Alghi menurunkan istrinya disofa, dia berjongkok lalu mencium kening sang istri memberi sentuhan disetiap jengkal tubuh sang istri, dia begitu merindukannya dan terjadilah adegan panas sepasang suami istri itu.
"Kriiing...kriiing...kriiing...terdengar alarm berbunyi, Ameldita masih enggan bangun dia tertidur didada sang suami, dia masih ngantuk dan lelah setelah semalaman sang suami menggempur tubuhnya tanpa ampun.
Malah Alghi yang meraih alarm itu dan mematikannya, dia kembali memeluk sang istri memberi kehangatan untuk melengkapi mimpi indahnya. Hari sudah menunjukkan pukul 8 pagi, Alghi membawakan susu coklat hangat kesukaan Ameldita, dia menyentuh tubuh istrinya, menyibakkan selimut lalu mengecup kening, mata, pipi, dan bibir sang istri yang nampak makin cantik meskipun dalam keadaan tertidur, hingga membuat Ameldita terjaga, matanya mengerjap-ngerjap perlahan dan yang dilihatnya muka ganteng sang suami yang sudah rapi dengan pakaian formalnya, juga aroma parfume yang khas maskulin, menyeruak kehidung mancungnya.
"Kak ko sudah rapi...memangnya jam berapa ni...? Kata Ameldita menatap suami tampannya.
"Tu jam segini sayang..., minum dulu susunya lalu tidur lagi, kelihatannya masih lelah istriku tersayang ini..." Sahut Alghi menunjuk jam yang melingkar ditangannya, kemudian menyentuh hidung mancung istrinya dengan jari telunjuk beberapa kali.
"What aku kesiangan rupanya...kak Al kenapa gak bangunin Meldi, jadinya kak Al bersiap sendiri kan? Sorry..." Kata Ameldita seraya menaruh telapak tangan Alghi dipipinya, terasa nyaman rasanya, sementara tangan sebelahnya mengelus puncak kepala sang istri.
"Santai saja sayang...relax jangan dibuat pusing, is ok don't be worry..." Kata Alghi mengecup kembali kening sang istri.
__ADS_1
"Kak Al sudah mau berangkatkah? Jadi Meldi bagaimana belum siap, sementara kak Al ada meeting kan pukul 9?"
Ucap Ameldita cemberut.
"Jangan khawatir sayang, tidur lagi saja, biar ku berangkat sendiri, nanti kalau sudah bangun boleh menyusul, minta diantar supir ya...minum dulu ni susunya sayang..." Kata Alghi seraya mengangkat kepala sang istri lalu meminumkan susunya.
"Thanks kak...tapi kak Al sudah sarapan belum? Kata Ameldita.
"Sudah sayang, tadi sama mama dan papa, kebetulan mereka sudah berangkat ada meeting juga katanya, nanti jangan lupa sarapan ya, biar bi Ani yang bawakan kesini..." Ucap Alghi seraya mengacak-ngacak rambut Ameldita.
"Ok kak nanti siang ku menyusul ke kantor ya..." Kata Ameldita.
Ameldita mengerti yang dimaksud suaminya, dia pun dengan cepat mendaratkan ciuman hangatnya dikedua pipi sang suami, namun Alghi masih menunjuk bibirnya, kemudian Ameldita pun mengecup bibir merah suami mesumnya itu, dan Alghi membalasnya dengan ciuman yang lebih panas, membuat mereka terengah-engah karena kehabisan oksigen.
"Kak sudah...nanti kesiangan meetingnya..." Kata Ameldita menghentikan tangan Alghi yang menjalar kemana-mana.
"Kau begitu menggoda sayang, aku tak bisa menahannya sampai malam..."Kata Alghi sambil mengecup tangan istrinya, kalau saja tak ada meeting pagi ingin rasanya tidur kembali mengulang kenikmatan bersama istrinya.
"Kak waktu sudah telat...nanti kita lanjutkan lagi..."Ucap Ameldita.
__ADS_1
"Beneran ya janji pokonya...ku berangkat dulu sayang, I Love You..." Kata Alghi mengecup kening dan bibir Ameldita, lalu Ameldita pun mengecup punggung tangan suaminya.
"Bye sayang..." Kata Alghi.
"Bye my hubby..." Kata Ameldita
Ameldita terjaga dari tidurnya ternyata sudah pukul 11, dia cepat-cepat mandi lalu mempercantik dirinya dengan memakai dress yang diatas lutut warna maroon dan ikat pinggang kecil melingkar disana, sungguh cantik dan elegan nampak berkelas. Dengan make up flawless dan rambut panjangnya dibiarkan tergerai indah, tak ada tujuan lain selain menemani suami tercintanya.
Perempuan cantik itu turun dari mobil mewahnya, lalu memasuki lift khusus menuju ruangan presdir, dia membawa kotak makan siang untuk sang suami, wajahnya berseri-seri, dia sangat bahagia, hingga pintu lift pun terbuka, dia langsung saja masuk ke ruangan sang suami yang kebetulan tidak terkunci, namun sebelumya dia mengintip dulu, membuka pintu sedikit agar bisa melihat apa yang dilakukan suaminya, dan sedikit terkejut juga ternyata didalam suaminya sedang mengobrol dengan seorang perempuan seksi.
"What dia si Carolin bukan, mau ngapain lagi dia?"Guman Ameldita dalam hatinya.
"Ternyata kau benar-benar sudah menikah Al, haduuuh tak ada lagi harapan buatku Al, tapi aslinya ku ikhlas
biar pun jadi istri kedua." Kata Carolin.
"Kau jangan gila, masih banyak tu laki-laki diluar sana yang masih single, ku tidak mungkin menduakan istriku, ku cinta mati sama dia." Kata Alghi sambil tertawa.
Hati Ameldita memanas dan sedikit tak rela jika suaminya terus ngobrol dengan Carolin yang jelas-jelas punya perasaan terhadap suaminya, dia pun langsung masuk dan menghampiri sang suami.
__ADS_1