TERPERANGKAP JODOHKU

TERPERANGKAP JODOHKU
BAB 80


__ADS_3

"I'm ok, ikutan saja kak..." Kata Missya tanpa menoleh sedikit pun, dia menyentuh perutnya perlahan, baby dalam kandungannya bergerak-gerak terus dari tadi, seakan mereka berbahagia.


"Maaf tuan Bisma apakah dia istrimu?" Ucap Alghi penasaran dengan wanita yang tengah hamil besar itu, etah kenapa sekilas pikirannya selalu terpana dengan kecantikannya.


"Mmm..." Bisma belum sempat menjawab, langsung Missya menyerobot.


"Saya adiknya, apa ada masalah tuan Alghiantara?" Ucap Missya menatap wajah Alghi.


"Iya tuan...dia adik saya..." Kata Bisma, sedikit kecewa ternyata Missya benar-benar hanya menganggapnya sebagai kakak saja, namun tidak apa-apa dia harus ikhlas menerimanya, mungkin belum saatnya rasa itu berbalas.


"Oh so sorry, saya pikir kalian..." Ucap Alghi menggantung.


"Jangan berpikir sembarangan tuan, karena yang anda pikirkan belum tentu sesuai fakta." Jawab Missya, mata mereka bertemu pandang kembali, deg hati mereka berdebar tak karuan, ada rasa yang tak bisa diungkapkan, ada getaran jiwa yang seakan terikat, hingga mereka memutus pandang sambil mengusap dada masing-masing.


"Ayo tuan kita berangkat untuk makan siang, let's go Missya...!" Ajak Bisma membuyarkan angan-angan mereka.


Mereka pun memasuki lift untuk turun ke lantai bawah, Josep selalu setia dibelakang mereka, sedangkan Alghi kali ini dia sendiri tak ingin dikawal siapa pun, Anton sang asisten plus kaki tangannya, disuruh menghandle sebagian pekerjaan yang setumpuk.


"Ah...shshsh..." Ucap Missya meringis, terasa sedikit keram bagian perutnya, hingga membuat ke tiga pria itu menoleh.


"Ada apa Missya, apa perutmu terasa sakit?" Tanya Bisma khawatir, dan menatap wajah Missya, begitu pun dengan Alghi tak kalah khawatir, karena melihat Missya kesakitan.


"Tidak apa-apa kak...cuma sedikit keram perutku..." Jawab Missya berusaha tetap tenang dan menahan rasa sskitnya, dia tak ingin membuat kakaknya cemas berlebihan. Dan pintu lift pun terbuka, Bisma dan Josep dengan cepat keluar pertama, namun Missya baru melangkahkan kakinya perlahan dan keram itu terasa lagi, Alghi yang berada dibelakang Missya tak tega melihatnya, dengan gerakan cepat dan sigap dia langsung menggendong tubuh itu ala bridal style.


"Hi tuan...turunkan...aku masih kuat berjalan." Teriak Missya namun refleks mengalungkan kedua tangan ke lehernya Alghi karena takut terjatuh.


"Tuan Bisma biarkan adikmu ku bawa ke mobilku..." Teriak Alghi seraya berjalan menuju tempat parkiran tanpa menunggu persetujuan Bisma sang kakaknya.


"Tuan Alghi apa tidak merepotkan...?" Teriak Bisma menatap punggung Alghi yang sedang berjalan.

__ADS_1


"Is ok tuan, no problem..." Teriak Alghi sambil mengeratka gendongannya, dan menatap wajah cantik depan matanya, sungguh merasa tidak asing, seolah sudah biasa makukan hal ini.


Missya pun menatap wajah tampan itu, kenapa jiwanya terasa tenang, dia pun melabuhkan kepala didada Alghi tanpa permisi, harum menyeruak kehidungnya, aroma yang tak asing juga baginya.


Alghi mendudukkan Missya di jok mobilnya, seraya menatap kedua bola mata indah itu, lalu menyibakkan anak rambut yang menghalangi diwajah itu dengan jari telunjuknya.


"Apa kita saling mengenal sebelumnya?" Ucap keduanya bersamaan.


"I don't know ( saya tidak tahu)." Kata mereka geleng-geleng kepala.


"So sorry..." Ucap Alghi yang bibirnya menempel dibibir Missya secara tidak sengaja.


"Kenapa anda melakukan ini tuan?" Kata Missya mengusap bibirnya, so tak terima padahal hati kecilnya merasa berbunga-bunga, etah kenapa.


"Saya kan sudah bilang sorry tidak sengaja, tapi jika merasa dirugikan saya akan bertanggung jawab nona Missya." Jawab Alghi seraya duduk dibagian kemudi.


"Tentu saja anda harus bertanggung jawab, karena kita tidak muhrim kan? A- a-aduhhh shshsh..." Missya meringis lagi keram diperutnya kembali datang.


"Iya keram lagi..." Jawab Missya seraya menyentuh punggung tangan Alghi yang masih berada diperutnya.


"Oh my God..., bagaimana kalau kita kerumah sakit saja ya, takutnya ini waktu kau lahiran." Ajak Alghi seraya menatap perut Missya dan merasakan betapa lembutnya sentuhan tangan wanita ini.


"Tidak, kata dokter masih sekitar satu atau dua minggu lagi, ke waktu lahiran." Ucap Missya, perlahan rasa keram itu menghilang setelah Alghi menyentuhnya, Alghi meresapi setiap sentuhan diperut itu, sambil berguman dalam hatinya: "Baby kecil jangan membuat mommymu kesusahan tenang dan berdiamlah.!"


"Kenapa kau masih bekerja sementara ini bulan terakhir kehamilanmu, harusnya mempersiapkan diri untuk lahiran, kemana suamimu, kenapa membiarkan istrinya yang tengah hamil besar masih bekerja?" Tanya Alghi seraya menjalankan mobilnya.


"Jangan bahas tentang suamiku, aku sendiri tidak tahu dia dimana, dan aku pun tak tahu siapa diriku, nenek atau kakakku tidak memberitahu, karena sebenarnya aku kehilangan memori dimasa lalu." Kata Missya bersedih dan berurai air mata.


"So sorry...saya sudah membuat hatimu sedih, sorry..." Kata Alghi merasa bersalah terhadap wanita disampingnya. Dia berpikir kenapa wanita ini bisa sama dengan dirinya tak mengingat kejadian masa lalunya.

__ADS_1


"Ja-jadi kau mengalami hilang ingatan?" Tanya Alghi lagi.


"Iya...makanya ku hanya hidup bersama nenek dan kakakku..." Kata Missya sendu.


"Baiklah sekali lagi sorry...apa kau mau aku membantumu mengingat masa lalumu?" Tanya Alghi, etah kenapa hatinya merasa terikat dengan wanita ini, dia tak tega dan merasa sakit melihatnya bersedih.


"Kalau kau bisa, boleh juga..., terimakasih banyak tuan sudah bersedia menolongku..." Ucap Missya tersenyum.


"Jadi kita kerumah sakit dulu ya...cek kandunganmu..." Kata Alghi tetap ingin membawanya ke dokter karena takut terjagi apa-apa, jujur dia awam dalam urusan ibu hamil.


"Tidak baru juga kemarin ku dari dokter, lain kali saja, sekarang ku lapar, kasian anak-anakku ni..." Sahut Missya mengelus kembali perutnya.


"Hahhh...kembarkah babymu ini?" Tanya Alghi heran.


"Iya babyku kembar laki-laki dan perempuan..."Jawab Missya sedikit tersenyum.


"Amazing, subhanalloh, kau bersyukur memiliki baby kembar, pasti lucu-lucu..." Kata Alghi tersenyum dan ikut mengelus perut Missya kembali.


"Sorry apa tuan punya istri dan anak?" Tanya Missya penasaran, takut nanti istrinya tiba-tiba datang dan mengira dirinya sebagai pelakor.


"Dulu iya, tapi kata kedua orang tuaku dia sudah tiada..." Jawab Alghi menatap lurus kedepan, dengan perasaan sedih juga. Ya semenjak hilangnya Ameldita disungai dan dinyatakan meninggal, karena tidak ditemukan jasadnya, orang tua Alghi menyimpan semua photo Ameldita digudang, mereka tak ingin melihat Alghi terus menerus mengenang istrinya yang telah tiada, cukup sudah Alghi mengalami depresi dan hilang memory masa lalunya, semua berawal dari nol kembali.


"Eh so sorry tuan, saya tidak bermaksud untuk..."Kata Missya menggantung.


"Is ok, tak masalah, memang itu kenyataannya..." Ucap Alghi.


"Sudah berapa lama istri anda tiada?" Tanya Missya lagi.


"Sekitar empat bulan yang lalu, dan saya pun tak ingat seperti apa dia." Jawab Alghi serius.

__ADS_1


"Itu artinya anda...sorry tuan... anda juga mengalami hilang memori dimasa lalu, Benar?" Ujar Missya lanjut bertanya, karena dia pikir ternyata ada banyak orang yang kehilangan memorinya, bukan cuma dirinya, cuma berbeda-beda kisahnya.


__ADS_2