
Mereka pun tertawa bahagia, sedikit melupakan kesedihannya. Alghi tiduran disamping Ameldita, dia memeluk sang istri dan membelainya, berusaha memberi kenyamanan agar sang istri mau beristirahat dengan baik sesuai dengan saran dokter.
Seminggu berlalu Ameldita baru keluar dari rumah sakit, penjagaan makin diperketat oleh kedua orang tuanya, tak ingin kejadian buruk terulang lagi. Setelah pernikahan mereka dipublikasikan, mulai banyak para penjahat yang bermunculan dengan berbagai motif dan tujuan, membuat hidup Ameldita tak tenang. Dan karena pekerjaan yang menanti akhirnya Alghi dan Ameldita kembali ke Brunei, mereka berjanji kepada kedua orang tuanya akan sering datang mengunjunginya.
"Kak kenapa penjahat itu mengincarku? Apa sudah ketahuan siapa dalang dari semuanya?" Kata Ameldita ditengah-tengah memasangkan dasi sang suami.
"Belum tahu alasannya apa sayang, tapi papamu bersama dengan pihak berwajib sudah menanganinya, cuma belum diketahui siapa dalangnya, mereka orng-orang berani mati untuk mempertahankan kepercayaan atasannya, gila bukan?"
"Semoga saja cepat tertangkap, biar hidupku tenang." Kata Ameldita.
"Amiin yra...jangan khawatir dan jangan terlalu dipikirkan ya...Sayang kenapa wajahmu makin cantik? Membuat aku semakin cinta..." Kata Alghi seraya menatap wajah Ameldita lalu ia melabuhkan kecupannya dibibir seksi sang istri.
"Kak mulai deh gombalnya, cepat ih kita kesiangan ni..."
Ucap Ameldita, niat mau pergi keluar duluan, namun tangan Alghi menahan pinggangnya.
"Mau kemana sayang, masih ada waktu juga buat kita, ku kangen sudah seminggu lebih berpuasa, tidak kasian apa?" Goda Alghi seraya merapatkan tubuhnya, memeluk sang istri.
"Aku mengerti ka, tapi kan sudah waktunya ngantor,
nanti malam boleh kak..." Kata Ameldita sambil menyentuh pipi suaminya.
__ADS_1
"Tapi aku mau sekarang, gimana?" Ucap Alghi mengerlingkan matanya.
"Kak udah rapi begini, Meldi gak mau harus mandi lagi, udah ah nanti malam saja..." Kata Ameldita.
"Tapi kiss dulu..." Ucap Alghi mencium pipi, kening dan berakhir dibibir seksi istrinya.
Dan Ameldita pun menikmatinya, dia pun sangat merindukan ke intiman itu, setelah selesai dengan semua drama paginya, akhirnya mereka turun bersama menuju meja sarapan, kedua orang tuanya sudah menunggu dari tadi, namun kedua insan itu baru turun.
"Assalamualaikum...selamat pagi mah...pah..." Kata mereka kompak.
"Waalaikum salam, pagi sayang...ayo sarapan dulu..." Sahut mama Fiandra tersenyum ramah, dia sangat bahagia melihat Ameldita sudah mulai ceria lagi.
"Al lebih hati-hati lagi, jagalah istrimu dengan baik, papa sudah menyiapkan para pengawal untuk kalian, jangan menolak, demi keselamatan kalian..." Ucap Papa Ghian serius.
"Al kini bukan cuma kamu saja tapi keadaan istrimu jadi incaran, berbahaya, jaga gengsi atau pun rasa risih dilihat orang." Kata mama Fiandra dan papa Ghian, tak ingin mereka kecolongan lagi.
"Oke, oke...Al terima, iya kan sayang..." Kata Alghi menatap istrinya.
"Iya pah, mah, kita gak keberatan, terimakasih banyak atas perhatiannya." Ucap Ameldita tersenyum.
Dan mereka pun menyelesaikan sarapannya dengan hikmat. Sementara mereka tak sadar disana ada seseorang yang benar-benar semakin membenci Ameldita, dia masih tidak rela melihat kebahagiaan mereka, ingin rasanya menghancurkan apa yang didapatkan Ameldita.
__ADS_1
"Lihat saja Ameldita, aku akan membuatmu menderita secara perlahan, nikmatilah kehancuran menantimu..." Gerutu Sari dalam hatinya, ya dialah Sari sang pelayan yang menyukai tuannya namun perasaannya hanya bertepuk sebelah tangan.
Setelah mereka selesai sarapan akhirnya pergi kekantor.
"Sayang...jadwalku hari ini agak padat, kalau lelah istirahat ya, jangan ikut meeting." Kata Alghi sambil duduk dikursi kebanggaannya.
"Tapi meeting pagi ini ku ikut ya, kalau yang meeting siang gak akan...bagaimana?" Ucap Ameldita seraya berdiri disamping Alghi.
"Tentu saja boleh sayang...tapi beri aku semangat dulu..." Kata Alghi seraya menarik sang istri untuk duduk di pangkuannya.
"Kak ini kantor jangan mulai deh..." Ucap Smeldita manja, lalu mengalungkan tangan ke leher suami tampannya.
"Siapa bilang ini rumah sayang, aku kangen suasana seperti ini." Kata Alghi, kemudian dia mengecup kening sang istri dan mendaratkan ciuman mesranya dibibir Ameldita yang selalu menjadi candunya.
"Kak sudah, nanti Anton datang sama Susan kan malu kak..." Kata Ameldita.
"Semenit lagi boleh..." Ucap Alghi mengeratkan pelukkannya dipinggang sang istri.
Dan benar saja Anton masuk dengan Susan sang sekretaris. "Eh sorry bos mengganggu, tapi jam meeting sudah mulai dan klaen kita sudah diruangan." Ucap Anton dan Susan.
Susan terlihat geram melihat kemesraan bosnya itu, tidak menyangka, mereka ternyata sepasang suami istri dan Ameldita dari keluarga yang terhormat, setelah hubungan mereka dipublikasikan seminggu yang lalu, banyak orang yang patah hati termasuk Susan yang mengidolakan dan menaruh hati terhadap presdirnya.
__ADS_1
"Oh Oke...ayo sayang nanti kita lanjutkan..." Kata Alghi tak malu-malu seraya mengecup kening istrinya, sementara Ameldita merasa malu bukan main, ketahuan lagi mesra-mesraan dikantor, ya walau pun perusahaan milik suaminya sendiri.