TERPERANGKAP JODOHKU

TERPERANGKAP JODOHKU
BAB 36


__ADS_3

Ameldita terkejut bukan main, ternyata dia Ricard Ricardo sang mantan yang masih mengejarnya, hingga detik ini, ya dia datang mewakili kedua orang tuanya yang ada halangan karena mereka sibuk, sebetulnya dia enggan untuk menghadiri undangan ini, dia patah hati, jiwanya benar-benar hancur, di saat orang yang dia cintai kini jadi milik orang, padahal dia sudah mengirimkan bukti bahwa dia tak bersalah atas kejadian kelam waktu itu, namun Ameldita tak membalasnya atau pun mencoba menghubunginya, sungguh menyakitkan.


"Thanks..." Kata Ameldita, menerima jabatan tangannya, namun belum juga sampai sudah dipegang oleh Alghi. Dan memberikan tangannya untuk Ricard jabat.


"Thanks sudah hadir, semoga kau cepat move on, dan turunkan pandangan anda tuan Ricard." Kata Alghi sinis, apa lagi melihat pandangan matanya terus menatap muka cantik istrinya, bikin hatinya dongkol saja, api cemburu pun berkobar dihatinya, dia gak rela sang istri dipandang pria lain apa lagi sang mantan, dia pun menggerutu juga terhadap kedua orang tuanya: " Keterlaluan papa sama mama ni, kenapa si Ricard diundang juga, begini kan jadinya, istriku ketemu mantannya."


"Tentu saja tuan Alghiantara, jangan khawatir ku sudah ikhlas melepasnya, jagalah dia baik-baik, jika saja kau berani melukainya, maka tak segan-segan ku akan mengambilnya dari sisimu, ingat itu...!" Ucap Ricard mengeraskan jabatan tangannya.


Ameldita terdiam tak bicara sepatah kata pun tak ingin lagi berdebat, dia membiarkan kedua pria itu saling menatap tajam dengan perasaan kesal yang gemuruh dihati masing-masing.


"Dan silahkan anda nikmati pestanya tuan Ricard...!" Ucap Alghi penuh penekanan.


Tak ada jawaban lagi, Ricard langsung pergi dari sana, dengan hati yang hancur tak ada harapan lagi untuk bersama orang yang dia cintai, kini hanya kesedihan mendalam dia rasakan, kalau saja sahabatnya Ameldita tidak menjebaknya untuk mabuk dan tidur bersama malam itu, tidak mungkin dia kehilangan orang yang dia cintai, meskipun hubungan mereka backstreet tetapi mereka saling mencintai saat itu.


Kini semua tinggal kenangan, benar-benar sakit rasanya, mungkin rasa ini juga yang dirasakan Ameldita saat itu ketika melihat dirinya bersama perempuan lain, mungkin ini karma baginya. Ricard pergi dengan luka dihatinya, dia menjalankan mobilnya dengan laju yang cepat, hingga tanpa sadar menyenggol sepeda warna pink yang sedang berjalan perlahan.


"Awww...kurang ajar..." Maki seorang gadis cantik yang terjungkal dari sepedanya, dia pun bangkit dan langsung menggedor pintu mobil yang ada didepannya.


"Woy punya otak gak sih, matamu buta ya, tak nampak orang berjalan disepeda, jangan sombong mentang-mentang orang kaya...,lihat noh sepwdaku rusak..." Teriaknya lagi menggema.


Ricard mau tidak mau dia membuka kaca mobilnya, dan mengeluarkan uang cash sebayak 1 juta rupiah.


"Saya tidak ada waktu untuk menanggapi ocehanmu, ni ganti sepeda rongsokmu..." Kata Ricard dengan muka datar.

__ADS_1


"Apa kau bilang? rongsokan...? Kurang ajar ya...!" "Kata gadis itu menunjuk wajah Ricard dengan kesal dan emosi.


Dan dengan cepat Ricard menjalankan kembali mobilnya tak mempedulikan makian gadis itu. "Benar-benar sial hari ini..." Rutuknya seraya menghempas stir mobilnya, tak tahu tujuannya kemana, yang jelas dia ingin menenangkan diri untuk beberapa saat.


Malam pesta pun berakhir, semua orang sudah meninggalkan tempat itu, begitu pun dengan kedua mempelai, mereka memasuki kamar yang sudah disediakan, seperti para pasangan yang baru melangsungkan akad saja, mereka terlihat romantis, menumpahkan segala kerinduan karena mereka sempat berpisah dalam 2 hari ini.


"Sayang jika tahu sebelumnya bahwa akulah orang yang akan dijodohkan denganmu, apa yang akan kau lakukan?" Ucap Alghi seraya memeluk dan mengecup kening sang istri yang tengah berada didadanya, setelah mereka melakukan kegiatan panasnya.


"Mmm...apa ya kak...?" Sahut Ameldita, memejamkan matanya seraya meresapi kehangatan pelukan sang suami.


"Apa kau tetap akan menolakku, dengan sejuta pesonaku?" Ucap Alghi sombong, dengan senyum mengembang dan mengerlingkan sebelah matanya.


"Kak kau ini percaya diri sekali, tentu saja aku akan menolak..." Kata Ameldita menyentuh batang hidung suaminya.


"What...benarkah?" Alghi mengeratkan pelukannya, karena gemas dengan kata-kata istrinya.


"Sudah pasti kau tak bisa menolakku yang tampan ini, ya kan...?" Ucap Alghi sambil terus menggelitik pinggang istrinya, yang masih berada dalam selimut.


"Kak hentikannn...geli ihhh...aku mau ke toilet..." Teriak Ameldita sambil tertawa kegelian.


"Panggil dulu suamiku sayang, kalau gak katakan I Love You, aku ingin mendengarnya baru akan ku lepaskan." Ucap Alghi memaksa.


"Ih ko maksa sih kak, aku gak tahan lagi ni mau ke kamar mandi..." Kata Ameldita kesal, bener-bener suaminya ini pemaksa dan mesum tingkat tinggi.

__ADS_1


"Terserah ku tak kan melepasmu..." Kata Alghi.


"Oke, oke...suamiku sayang, please lepaskan..." Kata Ameldita seraya mendaratkan ciumannya dipipi kanan Alghi.


"Sebelah lagi belum..." Ucap Alghi menunjuk pipi kirinya.


"Kak...kemesumanmu bener-bener over deh..." Kata Ameldita, lalu ia mengikuti keinginan sang suami, mengecup pipi sebelah kirinya, kemudian ia turun dari ranjang dengan tergesa menuju toilet.


"Sayang jangan lama-lama di kamar mandi nanti masuk angin..." Teriak Alghi.


"Huoek...huoek...huoek..." Terdengar Ameldita memuntahkan isi perutnya.


"Sayang kamu kenapa? Apa ada yang sakit?" Ucap Alghi cemas, dia langsung menghampiri sang istri yang berada diwastafel, dia mengurut-ngurut tengkuk sang istri berharap memberikan kenyaman dan membantu rasa mualnya.


"Sepertinya ku masuk angin kak..." Kata Ameldita meringis dan mencuci mulutnya.


"Ya Tuhan...tadi makan sedikit kan, mari ku beri minyak kayu putih biar sedikit enakan perutnya." Ucap Alghi seraya menggendong tubuh sang istri, menuju ranjangnya, dan dilihatnya jam baru menunjukkan pukul 4 pagi, mereka belum tidur, Alghi terus saja menggempur sang istri tiada henti, mereka benar-benar menikmati malam panjangnya penuh dengan kebahagiaan.


Alghi memberikan kayu putih ke perut istrinya, mengusapnya perlahan berharap reda rasa mual sang istri, kasian istrinya terlihat pucat dan lemas, dia pun memberinya minuman hangat.


" Kita ke dokter ya, aku khawatir sayang..." Kata Alghi mengusap kepala sang istri.


"Meldi tidak apa-apa kak...cuma butuh istirahat saja, don't worry..." Kata Ameldita memejamkan matanya, dan beberapa saat kemudian dia terlelap, begitu pun dengan Alghi dia ikut tertidur memeluknya.

__ADS_1


Pukul 1 siang mereka baru terbangun, disaat Ameldita merasakan perutnya keroncongan minta diisi.


"Kak Meldi lapar..." Sahut Ameldita menyentuh hidung suaminya dengan telunjuk, karena Alghi masih belum terjaga.


__ADS_2