
Hari sudah menunjukkan pukul sembilan malam, namun Alghi belum bisa memejamkan matanya, setelah tadi sempat menelpon Missya, dia pergi ke balkon menikmati sejuknya angin malam, dia gelisah memikirkan kanapa dia jatuh cinta lagi pada wanita lain, padahal kata Anton dia sangat mencintai istrinya, apakah karena dia memiliki wajah yang sama, tapi sebelumnya Alghi lupa bagaimana wajah sang istri, kalau saja tadi Anton tak mengirimkan photonya.
Dia menatap bintang-bintang diatas lagit, lalu memandang jauh gedung-gedung yang ada disekelilingnya, nampak indah dibawah gemerlapnya malam dikota Bern Swis ini, hingga dia menatap ke arah satu rumah yang masih menyala lampu kamarnya, dibalkon sana nampak seseorang yang sedang berdiri, menghirup udara dan membiarkan rambut panjangnya tertiup angin dengan memakai piyama tidurnya.
"Missyaaa..." Ucap Alghi, ternyata dia adalah Missya, dia sangat mengenalnya meskipun dari jarak yang jauh, ya gedung rumah mereka terhalang jalan besar yang membatasi perumahan tersebut.
"Kau sungguh cantik Missya, mungkin Tuhan mengirimkan kau sebagai pengganti istriku." Guman Alghi, dia pun mengambil handphonenya, lalu menekan kontak Missya.
"Kriiing...kriiing...kriiing..." Handphone Missya berbunyi, Missya pun langsung mengangkatnya karena disana terlihat Alghi yang memanggil.
"Halooo...!" Kata Missya.
"Apa kau belum tidur?" Tanya Alghi
"Belum ngantuk, lalu kenapa anda juga belum tidur?" Missya balik nanya.
"Karena aku memikirkanmu, coba kau lihat lurus kedepan, disana ada kamar yang masih menyala lampunya tepat depan kamarmu, namun tehalang jalan dibawah sana." Ucap Alghi melambai-lambaikan tangannya dari sebrang agar terlihat oleh Missya.
"Hahhh...,jadi yang berdiri disana itu anda tuan? Aku gak menyangka kamar kita bersebrangan walau pun jaraknya jauh." Kata Missya terkejut dan sama-sama melambaikan tangannya.
"Andai dekat aku pasti sudah memanjat balkonmu, dan Andai aku spiderman pasti sudah terbang kekamarmu ha ha ha..." Ucap Alghi bercanda dengan tawa yang lepas.
"Ha ha hah...dan sayang sekali tuan disini tak ada laba-laba ysng bersedia menggigitmu untuk dijadikan spiderman." Kata Missya sambil terbahak. Mereka pun tertawa bersama lewat panggilannya.
"Bisa saja kau ini, jujur ku bahagia mengenalmu, Missya apa besok pagi akan joging lagi?" Tanya Alghi.
"Mau..., tapi sekeliling halaman rumah saja, kakak melarangku pergi keluar, katanya takut terjadi apa-apa denganku, dia sangat khawatir." Tutur Missya disebrang telpon.
"Oh my God posesif juga kakakmu itu, kan ada aku yang jagain, jangan khawatir." Kata Alghi.
"Ya begitulah kakakku, wajar aku memahaminya, karena aku lupa segalanya, takut ada orang yang memanfaatkan hal itu." Ucap Missya.
"Tapi perlu digaris bawahi aku tidak memanfaatkanmu, rasa ini hadir dari lubuk hatiku yang terdalam, percaya padaku...!" Kata Alghi serius.
"Jangan menggombal tuan, karena hati seseorang tak bisa ditebak." Ucap Missya masih tertawa.
__ADS_1
"Kalau begitu belahlah dadaku, maka kau akan percaya." Kata Alghi.
"Dibelah kalau itu duren ha ha ha, tapi bener juga kan anda duren, alias duda keren." Ujar Missya makin terbahak.
"Kau ni bener-bener ya...,meledek atau memuji?" Kata Alghi.
"Menurut anda?" Tanya Missya.
"Aku merasa lebih parah dari itu nona..., sudah malam lekas tidur tubuhmu butuh istirahat, kembalilah kw kamar takut masuk angin, kasian juga babymu." Ucap Alghi.
"Iya dia gerak-gerak ni dari tadi..." Kata Missya lagi.
"Kalau begitu biarkan ku bicara padanya, arahkan saja phonenya ke perut." Ucap Alghi tersenyum.
"Oke..., ni..." Kata Missya mengarahkan handphonenya ke perut.
"Halo babies, jangan ribut ya disana, kasian mama kalian, istirahatlah sayang, selamat malam..." Ucap Alghi berbicara pada sang jabang bayi.
"Eh benar-benar mereka diam tuan, oke thanks ya, kita istirahat dulu tuan, bye..." Sahut Missya.
"Mereka menurut sama daddynya, iya kan? Oke bye...semoga bermimpi indah Missya." Kata Alghi, melambai-lambaikan tangannya.
Mereka pun masuk kedalam, lalu membaringkan tubuhnya dikasur sambil senyum-senyum sendiri, hati mereka sangat bahagia setelah melakukan panggilan telponnya.
Pagi menjelang tiba, Missya sudah bangun, seperti biasa dia ingin melakukan joging sebentar, tapi hanya dihalaman rumah saja, karena Bisma melarang pergi keluar, ya terpaksa Missya harus menurut.
Dia membuka pintu sambil memasang headset ditelinganya serta memasukan handphone ke saku celana nya, namun dilorong dekat tangga dia menabrak seseorang, sepertinya dia pelayan baru yang sengaja direkrut sang nenek.
"Eh sorry, soory tidak sengaja nona." Sahut wanita itu.
"Is ok tak apa." Ucap Missya seraya membalikkan badan menghadap ke orang itu.
"Non Ameldita...?" Ujar pelayan itu dengan mood yang shock, karena yang ada didepan matanya adalah Ameldita anak mantu tuan Ghian dan istrinya Alghi.
"Apa yang kau katakan...?" Tanya Missya karena melihat pelayan itu mulutnya menganga serta mata yang membola, seolah melihat hantu.
__ADS_1
"Oh sorry, saya terkejut nona wajah anda mirip dengan kenalan saya." Kata pelayan baru yang bernama Elkam itu, ternyata dia mata-mata yang tugaskan papa Ghian untuk menyelidiki kekasih anaknya.
Dan Elkam tak menyangka bahwa kekasihnya Alghi mirip sekali dengan istrinya, benar-benar mengejutkan, dan yang lebih shock berat ternyata dia sedang hamil besar.
"Is oke, didunia ini ada beberapa orang yang diciptakan dengan mirip wajahnya, benarkan? Kau pegawai baru ya?" Ucap Missya menarap Elkam.
"Iya nona, saya baru datang kemarin." Jawab Elkam, dia sambil berpikir bener juga, jika ini nona Ameldita kenapa tak mengenal dirinya, berarti bukan dan hanya wajahnya saja yang sama, tapi ini harus diselidiki dengan tepat untuk laporannya kepada tuan Ghian dan Alghi.
"Baiklah siapa namamu?" Tanya Missya.
"Aku Elida kamila, panggil saja Elkam nona." Jawab Elkam.
"Oh oke Elkam, dan jangan panggil aku nona, panggil saja namaku Missya." Kata Missya tersenyum.
"Baik nona eh Missya..." Jawab Elkam.
"Oke saya joging dulu sebentar nanti kalau nenek dan kakakku bangun bilang ya..." Ucap Missya lalu dia pergi keluar dan melakukan jalan kaki mengelilingi halaman rumahnya.
"Kriiing, kriiing..." Missya meraih handphonenya, ternyata Alghi yangemanggil.
"Halooo..." Ucap Missya.
"Halo selamat pagi nona..." Kata Alghi.
"Hi pagi juga tuan..." Ucap Missya seraya membenahi headsetnya.
"Rajin sekali nona, jam segini sudah jalan kaki..." Ucap Alghi.
"Kata dokter harus tuan, supaya lancar pas lahiran, tapi kurang puas jalan-jalannya hanya disekitar halaman." Kata Missya.
"Iya juga sih..., apa anda sendirian nona?" Tanya Alghi.
"Iya ku sendiri, tadi kakak belum bangun..." Jawab Missya.
"Kasian...aku akan menemanimu jangan khawatir..." Ucap Alghi.
__ADS_1
"Bagaimana bisa kan..." Ucapannya menggantung ketika didepan matanya ada Alghi yang sedang menebar pesona senyumnya.
"Apakah aku bermimpi atau berhalusinasi?" Sahut Missya menggisik matanya, karena bagaimana bisa Alghi tiba-tiba ada didepannya, bagaimana dia masuk, secara masih pagi juga.