TERPERANGKAP JODOHKU

TERPERANGKAP JODOHKU
BAB 70


__ADS_3

"Jangan disini membicarakannya, mari ikut saya..." Kata Sari, seraya membawa Elkam ke kamarnya, dan karena penasaran Elkam pun mengikutinya.


"Hah...photo siapa itu, yang mukanya penuh dengan coretan, kalau yang ini aku tahu ini photo tuan muda yang tanpan itu kan?" Tanya Elkam merasa heran melihat photo perempuan yang dicoret-coret mukanya.


"Nah itu target kita, aku membenci wanita itu, aku ingin menghancurkannya, kalau bisa ku ingin melenyapkan wanita ini dan kau jangan coba-coba naksir tuan muda, nanti kau patah hati sepertiku." Kata Sari menatap tajam photo tersebut yang ternyata itu photo Ameldita.


"Kenapa begitu, dan apa yang kau lakukan terhadap perempuan itu?" Kata Elkam menatap wajah Sari.


"Banyak hal yang sudah ku perbuat untuk menghancurkannya, tuh semua tertulis dibuku, tapi perempuan itu memiliki seribu nyawa, dia selamat terus, sial...tapi biarkanlah dia selamat, biar ku semakin lama menyiksanya." Ucap Sari geram, dia rinci semua kejahatan yang akan dibuatnya dan dicatat dibuku harian.


"Apa kau melakukan perbuatan itu sendiri?" Tanya Elkam lagi.


"Kalau yang ringan-ringan ku sendiri tapi yang berat ku minta bantuan orang, tu mereka..." Kata Sari seraya menunjuk ke arah 2 laki-laki yang baru masuk, kedua orang itu memberitahukan keadaan Ameldita yang sudah membaik.


"Oh mereka teman-temanmu?" Tanya Elkam.


"Ya mereka adalah teman-temanku yang bekerja menjadi pengawal dirumah ini." Jawab Sari, dia mengajak kedua pengawal itu untuk membantu melakukan kejahatan terhadap Ameldita, dengan diiming-iming uang dan tubuhnya. Memang Sari ini sudah kelewat iri dan dengki, jika kedua pengawal itu berhasil melakukan misinya maka tak ada rasa takut dia menjajakan tubuhnya untuk dijamah mereka. Gila bukan?


"Oh jadi mereka temanmu? Lalu apa tidak takut nanti ketahuan tuan dan nyonya besar...?" Kata Elkam.


"Ya selama rapi melakukannya,tak kan ketahuan buktinya sudah berulang kali misi ini dijalankan, tak ada yang tahu, semua bagaikan sebuah kecelakaan yang murni." Tutur Sari percaya diri sekali.


"Jadi kau ingin menghabisi nona muda istrinya tuan Alghi...?" Tanya Elkam lagi.

__ADS_1


"Ya kamu benar, aku benar-benar membenci wanita itu, jadi kau harus melakukannya untukku, kalau kau berhasil, nanti ku beri uang banyak sebagai imbalannya." Ucap Sari memaksa agar Elkam orang baru itu, bisa diandalkan untuk melakukan kejahatannya.


Ameldita nampak cantik dengan balutan gaun berwarna merah muda, hari ini dia sudah mulai beraktivitas lagi, perutnya sudah nampak membesar karena usia kandungannya menginjak bulan ke 5, sejak kejadian buruk yang menimpanya digudang tua itu, Ameldita tak pernah dibiarkan sendiri, selalu ditemani sang suami, asisten, kaki tangan dan para pengawal disekelilingnya, namun rasa takut akan kegelapan selalu dia rasakan, belum hilang sepenuhnya.


"Kak nanti sore jadwal cek-up kandungan ke dokter...jangan lupa, sebelum jam 4 sore harus beres pekerjaan ya..." Ucap Ameldita disela-sela memeriksa file yang akan dibubuhi tanda tangannya.


"Iya sayang, sudah biar ku periksa filenya, jangan terlalu sibuk, nanti kelelahan sayang..." Ucap Alghi khawatir.


"Gak juga kak, cuma ku mau makan sesuatu ni..." Kata Ameldita pergi ke sofa dan membaringkan tubuh lelahnya.


"Mau makan apa sayang, kita order ya..." Tanya Alghi sambil membubuhkan tanda tangannya difile tersebut.


"Mau makan bakso yang pedas banget..., segar sepertinya..." Jawab Ameldita.


"Istirahatlah sayang sambil nunggu makanan, pasti lelah kan?" Kata Alghi mengelus perut sang istri.


"Tapi mau dipelukkin..." Ucap Ameldita manja.


"Oke sayang, eh lihat baby kita nendang-nendang, gerakkannya banyak juga..." Kata Alghi sambil memeluk istrinya sementara tangan yang satu mengusap gerakan baby dalam perut istrinya.


"Mungkin baby kita lagi main kak..." Ucap Ameldita.


"Subhanalloh...Hallo babynya daddy dan mommy, jangan kuat-kuat ya bermainnya, kasian mommy sayang..." Kata Alghi mengecup perut sang istri, dan gerakan itu pun berhenti seketika.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian bakso yang dipesan pun datang, dengan rakus Ameldita memakan bakso itu, bagaikan orang yang belum makan satu minggu padahal tadi siang pun dia makan, maklum mereka bertiga.


"Pelan-pelan sayang, nanti tersedak berbahaya..." Ucap Alghi khawatir.


"Mmm...ini mantap banget kak rasanya, cobain ni..." Kata Ameldita menyuapkan bakso itu ke mulut Alghi.


"Pedas sekali plus masam sayang..., tapi segar juga menghilangkan rasa kantuk." Ucap Alghi mengerjap-ngerjapkan matanya, sambil mengipas mulutnya dengan tangan, karena kepedasan.


"Lagi kak...?" Tanya Ameldita menatap wajah suaminya yang nampak lucu karena menahan pedas dan minum beberapa gelas air.


"No thanks sayang, ku kenyang..." Tolak Alghi mengangkat tangannya, menyerah seperti yang sedang uji nyali.


"Benarkah...ok ku habiskan ya..." Ucap Ameldita.


"Ok sayang, tapi jangan terburu-buru begitu ih..." Kata Alghi.


"Habis enak kak baksonya, ku ketagihan ni..." Ucap Ameldita seraya memasukan suapan terakhir ke mulutnya.


"Mau order lagi gak?" Kata Alghi.


"Nggak..., lain kali saja kak, kenyang..." Ucap Ameldita nyengir kuda.


"Alhamdulillah kalau sudah kenyang, istirahatlah, tunggu ku bereskan pekerjaan dulu, sedikit lagi ni, kalau sudah selesai kita jalan ke dokter ya..." Ujar Alghi mengelus kepala Ameldita yang merebah kembali disofa.

__ADS_1


"Oke kak..., kak kalau tidak beres pekerjaannya, biar besok saja Meldi kerjakan..." Kata Ameldita, kasian juga suaminya, harus menanggung banyak beban pekerjaan.


__ADS_2