
"Al jangan bertindak gegabah, nyawamu juga dipertaruhkan, papa akan datang bersamamu...!" Kata papa Ghian, dia tak rela anak kesaysngannya
"Pah tidak bisa, kalau Al tidak datang sendiri, maka nyawa istri Al terancam, papa jangan khawatir do'akan kami baik-baik saja, Al ingin tahu sejauh mana kekuatan mereka." Kata Alghi seraya masuk ke dalam mobilnya, lalu dia menutup telponnya.
Ameldita siuman dari pingsan akibat pengaruh obat biusnya, dia membuka matanya, nampak disana sebuah ruangan yang dipenuhi oleh photo Alghi suaminya, ada juga photo dirinya yang dipenuhi dengan coretan tinta merah dan hitam.
"Dimana aku, kak Al...kak...! Teriak Ameldita seraya bangkit dari duduknya, tapi tangannya terikat tak dapat menjangkau apa pun.
"Ya Tuhan kenapa tanganku terikat, siapa yang melakukan ini, anak kecil tadi kemana, siapa dia sebenarnya?" Guman Ameldita berbicara sendiri.
Dia terus memanggil suaminya, namun tetap tak ada jawaban, dia teringat handphonenya tapi etah dimana, hingga seseorang datang membuka pintu, nampak seorang wanita cantik yang memakai kacamata hitam serta masker, Ameldita berdiri karena terkejut.
"Siapa kamu, kenapa kau menawanku dan memperlakukanku seperti ini, apa salahku padamu...?" Teriak Ameldita menatap wanita tajam wanita itu.
"Berisik juga kau ini, diam... saya bilang diam...!" Teriak wanita itu seraya menarik rambut Ameldita kebelakang.
"Awww...lepas...sakittt...kenapa kau menyakitiku...!" Teriak Ameldita meringis kesakitan.
"Hahhh...sakit...ini belum seberapa Ameldita, jika dibandingkan rasa sakit yang ku alami, disaat kau merebut calon suamiku, kau terlalu hidup enak, dan yang harus berada diposisimu adalah aku kekasihnya, bukan kau, mengerti...!" Bentak wanita itu lalu melepas tangannya kasar dari rambut Ameldita.
Ameldita menangis menahan sakit dikepala dan tangannya yang terikat, kenapa nasibnya seperti ini, selalu disiksa dan disakiti orang, siapa orang ini sebenarnya, apakah benar dia calon istri suaminya sebelum ia menikah?
__ADS_1
"Apa kau ingin tahu siapa aku sebenarnya, kau lihat siapa aku?" Kata wanita itu lalu membuka kaca mata hitam dan maskernya, betapa shocknya Ameldita dia tak menyangka kalau wanita ini artis terkenal papan atas, yang sempat jadi simpanan unclenya Ameldita dan mantan kekasih suaminya yaitu Dina Anggraeni.
"Di-Di-Dina..." Ucap Ameldita terbata-bata saking shocknya.
"Ya ini aku Ameldita...apa kau merasa terkejut dengan semua ini?
"Lalu hubungan gelapmu dengan uncle Jimy?" Kata Ameldita, merasa heran bukannya 2 bulan lalu dia masih bersama unclenya.
"Semua gara-gara kau Ameldita, kau kan yang memberi tahu istrinya Jimy tentang hubungan kami? Hingga Jimy pergi lagi ke sisi istrinya dan mencampakkanku, dan apa kau tahu suamimu adalah milikku, dia harus jadi milikku kembali, aku masih mencintainya sampai saat ini, jika kau mau menceraikan suamimu, maka aku tidak akan menggangumu lagi, bagaimana?" Kata Dina menatap tajam Ameldita yang berurai air mata.
"Tidakkk...kenapa kau sejahat ini, aku tidak pernah memberi tahu tanteku tentang hubungan kalian, kenapa kau menuduhku, jika hubungan gelapmu diketahui maka itu sudah Tuhan atur, bukan salah orang lain, dan aku tidak akan pernah menceraikan suamiku, aku mencintainya, apakah sudah tak ada lagi pria single didunia ini, sehingga kau mengincar orang yang beristri?" Teriak Ameldita emosi.
"Kalau begitu siap-siap kau akan kehilangan nyawamu sendiri, dan apa kau tahu kejadian penculikkanmu waktu di Indonesia, itu adalah ulahku, hah...tadinya ku sudah melepas suamimu dengan ikhlas, namun hati terdalamku merasa sakit melihat kemesraan yang kalian pamerkan ke publik, aku tak rela, suamimu harus tetap jadi milikku, mengerti...!" Bentak Dina menunjuk muka Ameldita penuh kebencian.
"Ok bos..." Ucap pria itu.
Alghi berjalan dengan gagahnya menuju ruangan yang pria itu tunjukkan, dia heran siapa yang berani melakukan kejahatan ini.
"Panggil bosmu...aku ingin bertemu dengannya." Ucap Alghi tenang.
Lalu pria itu pun pergi, dan tak lama kemudian datang seorang wanita yang memakai masker serta kaca mata hitam bertengger menutupi kedua matanya.
__ADS_1
"Selamat datang tuan Alghiantara...apa kau masih ingat dengan ku atau kau sudah melupakanku? Karena kehadiran istri tercintamu?" Kata Dina.
"Jangan basa basi, cepat berikan istriku dan apa sebenarnya yang kau inginkan, kenapa melakukan hal yang serendah ini?" Ucap Alghi tegas dan tak ingin tahu siapa wanita itu, yang dia inginkan bertemu dengan istrinya secepat mungkin.
"Jika aku menginginkanmu apa kau siap memenuhinya?" Kata wanita itu sambil tertawa.
"Whattt...apa yang kau harapkan dariku, aku pria yang sudah beristri, dan sangat mencintai istriku sampai kapan pun..." Teriak Alghi menatap tajam wanita gila itu.
"Aku tak peduli, yang ku inginkan kau menikahiku saat ini juga, jika tidak maka nyawa istrimu akan melayang..." Kata Wanita itu.
"Apa kau sudah gila...aku tak ingin menikahi siapa pun karena ku mencintai istriku, mangerti..., siapa kau sebenarnya hah..." Geram Alghi.
Dan wanita itu pun membuka masker serta kacamatanya, betapa terkejutnya Alghi, ternyata wanita itu adalah Dina mantan kekasihnya.
"Dina...?aku tidak percaya kau berbuat hal hina ini? Aku pikir kau orang berpendidikan tinggi dan berwawasan luas, tapi ternyata otakmu sungguh dangkal... " Kata Alghi geleng-geleng kepala.
"Terserah kau mau bicara apa, yang jelas aku menginginkanmu, jika istrimu ingin selamat maka nikahi aku dan ceraikan istrimu...!" Kata Dina serius.
"Kau benar-benar tak tertolong sungguh kasian...jangan harap ku akan mengabulkan keinginanmu, aku malah muak melihat muka wanita iblis sepertimu..." Ucap Alghi kasar.
"Kau lihat monitor itu tuan Alghiantara, rupanya kau memilih istrimu tiada..." Kata Dina sambil memperlihatkan mononitor itu, yang disana nampak mulut Ameldita ditutup lakban hitam serta tangan yang terikat ke belakang, kemudian ada 3 orang pria yang bertubuh besar, memegang pistol dan mengarahkannya ke kepala Ameldita.
__ADS_1
"Berani kau melukai istriku...jangan harap kau bisa hidup lagi, lepaskan dia sekarang juga..." Geram Alghi mencekal leher Dina dengan keras, namun tiba-tiba saja datang 4 orang laki-laki yang bertubuh besar dengan muka yang seram, menodongkan pistolnya ke arah Alghi.
Terpaksa Alghi pun melepaskan cengkramannya dari leher Dina, lalu mengangkat kedua tangannya.