TERPERANGKAP JODOHKU

TERPERANGKAP JODOHKU
BAB 94


__ADS_3

"Baik dok, tapi bolehkah saya melihat kedua anak saya?" Kata Missya.


"Tentu saja boleh, mari saya antar sebentar saya memberitahu dulu tuan Bisma dan nenek anda nyonya." Ucap dokter Hiyuma.


Bisma dan nenek Briska pun masuk, serta langsung menghampiri Missya.


"Missya apa sudah baikkan, nenek senang melihat kau sudah bangun nak, lihatlah kedua bayimu sangat tampan dan cantik, sangat lucu juga." Ucap nenek Briska mengelus rambut Missya.


"Benarkah? Aku ingin menemui mereka nek, kak..." Kata Missya dengan girang.


"Benar bayi-bayimu sangat menggemaskan, mari ku antar menemuinya." Ucap Bisma.


Kemudian mereka membawa Missya keruang khusus bayi, menggunakan kursi roda. Missya menggendong bayi laki-laki itu penuh haru, wajahnya tampan sama percis dengan wajah Alghi, lalu menggendong yang perempuan, sangat cantik wajahnya perpaduan antara dirinya dengan Alghi, dia menangis dan mencium kedua bayi mungil itu.


"Nenek, kakak terimakasih sudah merawat kami, bahkan kalian membawa kami kerumah sakit terbaik disini, lihat wajah mereka sangat identik dengan wajah suamiku." Sahut Missya dalam isak tangisnya.


"Suami, suamimu Missya? Apakah kau sudah mengingat siapa suamimu?" Tanya nenek Briska.


"Iya nek, ku sudah ingat semuanya, kak Alghi adalah suamiku, tapi mengapa dia tidak ikut kesini?" Jawab Missya menatap nenek Briska dan Bisma.


Nenek Briska menatap Bisma, dia meminta Bisma untuk menjelaskannya. Lalu Bisma perlahan menjelaskannya.


"Begini Missya, maaf jika semua tak sesuai kehendakmu, aku tidak tahu kalau Missyaku kini sudah mengingat semuanya, karena perusahaanku yang disini membutuhkan penanganan khusus, dan ku harus turun tangan untuk mengatasinya, jadi terpaksa kalian ku bawa ke sini, aku tak bisa membiarkan kalian tanpa pantauanku, maafkan kakak Missya." Ucap Bisma sendu.

__ADS_1


"Kak jangan minta maaf, kakak tak bersalah dalam hal ini, justru ku sangat berhutang budi dalam segala hal terhadap kalian, kalian telah ikhlas merawatku sampai detik ini, kalian akan selalu menjadi bagian terpenting dalam hidupku kak." Kata Missya mengelus kedua tangan nenek Briska serta menatap wajah sendu Bisma.


"Tidak ada hutang budi diantara kita Missya, aku tulus menyayangimu, Missya jika kita sudah keluar dari rumah sakit aku ingin membicarakan hal pribadi denganmu, apa boleh?" Ucap Bisma.


"Tentu saja boleh kak, sejak kapan ada larangan untukmu." Kata Missya.


"Thanks Missya, ku keruangan dokter dulu ya, nanti kita bicarakan hal lainnya." Ucap Bisma.


"Missya maafkan ku egois ingin memilikimu, aku tak sanggup kalau harus berpisah denganmu, aku sudah terbiasa denganmu, kau kebahagiaanku Missya, bisakah kau hidup selamanya denganku?" Guman Bisma dalam hatinya, seraya berjalan menuju ruang dokter.


Sementara Alghi dan kedua orang tuanya tengah sibuk mencari keberadaan Missya yang menghilang begitu saja, mereka mengerahkan orang-orang yang terpercaya untuk melacak keberadaannya, begitu pun dengan Ricard dia berusaha untuk menemukan Ameldita.


"Pah, Bisma benar-benar licik bukan, dia ingin memiliki istriku." Ucap Alghi ditengah kebingungannya. Dia menyesal saat itu meninggalkannya sebentar, hanya untuk meeting dengan klaennya, setelah dia kembali kerumah sakit, ruangan Missya sudah kosong, begitu pun dengan kedua bayi itu.


"Tenangkan dirimu sayang, pasti kita akan menemukan mereka, sabar kita menunggu laporan dari orang-orang kepercayaan papa." Kata mama Fiandra.


Dan Anton pun datang menghampiri mereka, dia mendapat laporan tentang keberadaan Ameldita. "Tuan menurut laporan penyelidikan, mereka terbang ke Jepang menggunakan pesawat pribadi dan mereka tinggal dikota Kanazawa."


"Kalau begitu kita terbang kesana juga pah, mah, ku ingin cepat-cepat bertemu dengan mereka." Ucap Alghi girang.


"Pulihkan dulu kondisimu Al, mereka aman, alasan Bisma membawanya karena ada urusan pekerjaan disana, jadi dia membawa mereka." Kata papa Ghian menenangkan Alghi.


"Tapi feeling Al lain pah, dia ingin menjauhkan mereka dari Alghi, pasti itu maksud Bisma, karena dia tidak menyukai Al, dia belum tahu kalau Missya istrinya Al, iya kan?" Ujar Alghi menatap kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Secepatnya kita kesana, kondisimu juga penting bagi kami, ku mohon mengertilah Al..." Sahut mama Fiandra meyakinkan anak sang putra.


"Iya Al tunggu keterangan dokter dulu, bagaimana kondisi kesehatanmu, jangan nekad dan tidak mempedulikan kesehatanmu." Ucap papa Ghian.


"Mah, pah, kondisi Al akan membaik jika Al bertemu dengan anak-anak dan istri Al, kenapa kalian tidak memahaminya?" Kata Alghi tetap dengan pendiriannya.


Seminggu berlalu, kondisi Missya sudah mulai pulih, Bisma sudah membawanya ke rumah, dia sangat senang dengan kehadiran kedua bayinya yang sangat lucu dan menggemaskan, namun jika Missya mengingat Alghi dia merasa sedih, sering melamun mengingat banyak hal bersamanya.


"Kak Al, Meldi kangen, ingin bertemu denganmu, tapi sepertinya takdir selalu memisahkan kita, akankah kita hidup bersama lagi?" Guman Ameldita seraya menggendong bayi laki-lakinya yang diberi nama Alzeo Ghiandra Pratama, sedangkan yang perempuan diberi nama Alzea Ghiandra Pratama, sesuai rencana mereka dulu, untuk nama sudah mereka siapkan jauh-jauh hari, sebelum tragedi dalam keluarganya menimpa.


Ameldita menangis dan memeluk kedua bayinya, hingga Bisma datang membawakan makanan untuknya.


"Hi kenapa menangis? Ini ku bawakan makan siang untukmu? Seorang ibu harus kuat demi anak-anakmu." Kata Bisma, hatinya sakit juga melihat Missya menangis sedih.


"Aku sedih kak, bolehkah ku bertemu suamiku? Dan juga keluagaku?" Ucap Ameldita memberanikan diri.


"Apakah kau merindukannya?" Tanya Bisma, pertanyaan yang konyol bukan.


"Iya kak, ku merindukan mereka, bisakah kakak mengantarkanku kepada mereka?" Jawab Ameldita.


"Tentu saja boleh Missya, tapi tunggu dulu pekerjaanku selesai, baru kita bisa menemui mereka." Kata Bisma.


"Sampai kapan kak, dan ya namaku Ameldita bukan Missya kak." Ucap Ameldita.

__ADS_1


"Secepatnya, ku hanya ingin merawatmu dulu sampai kau benar-benar sehat, aku tak ingin mereka berpikir aku tak bisa merawatmu dengan baik, tolong mengertilah Missya..." Kata Bisma meyakinkan Ameldita, ya setidaknya dia bisa bersama untuk sesaat, meskipun dia tahu cinta tak mungkin berbalas.


__ADS_2