TERPERANGKAP JODOHKU

TERPERANGKAP JODOHKU
Draft


__ADS_3

BAB 22


Setelah beres makan malam, mereka pun beristirahat dikamar masing-masing, kecuali Aghi dia masih sibuk diruang kerjanya, ada sedikit pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum besok pergi ke Paris untuk berbulan madu. Sementara Ameldita sedikit boring menungggu sang suami, dia pun pergi melihat-lihat ruangan perpustakaan sebentar, namun ketika dia didalam tiba-tiba lampu mati, dia ketakutan.


"Eh kenapa lampunya mati, aku takut..." Ucap Ameldita, dia pun meraba-raba jalan menuju pintu namun sebelum menggapai pintu tiba-tiba banyak tikus, menghampirinya seolah kelaparan dan ingin memakan kakinya, dia berteriak histeris berlari ke arah pintu, namun terkunci, mengedor-gedor pintu dengan sekuat tenaganya, namun tak ada yang mendengar.


"Ka Al tolong Meldi...tolongngng...tolongngng..." Teriaknya histeris sambil menangis, dia berusaha naik ke sofa menghindari tikus-tikus got itu, begitu banyak dan bergerombol, biar pun dalam keadaan gelap dia masih bisa melihat betapa besar-besarnya tikus itu.


"Kenapa aku terkurung disini, kenapa tak ada yang menolongku, ka Al...mama...papa...tolongin Meldi...awww..." Teriaknya ketika tikut itu berhasil menggigit kakinya, Ameldita makin histeris bersama dengan terbukanya pintu, dan datang Alghi berusaha menggendong Ameldita dan berlari dari ruangan itu


"Ka...aku takut sekali...kenapa tikus-tikus itu ada disana."


"Tenang sayang, kau sudah aman, aku juga tidak tahu kenapa bisa tikus-tikus itu ada disana padahal ruangan itu sangat bersih." Ucap Alghi panik seraya menutup ruangan itu dengan kakinya,sesekali dia mengecup keningnya, mengelus rambut yang berantakan dan mengusap air matanya, dia memeluk erat istrinya yang menangis ketakutan, dia memeriksa seluruh tubuhnya takut ada luka yang parah, dan kaki Ameldita terluka kena gigitan tikus itu.


"Ya Alloh kakimu terluka sayang..." Ucap Alghi seraya memegang betis Ameldita, dan dengan cepat dia mengambil kotak P3K.


"Tahan sayang sedikit perih..." Ucap Alghi seraya mencucinya dengan Alkohol biar tidak infeksi, lalu ia mengoleskan betadin dan salep, kemudian dibalut dengan plester, lukanya tidak besar cuma dalam sepertinya.


"Iyyy...mengerikan sekali, aku gak mau lihat lagi ka..." Sahut Ameldita meringis seraya memegang tangan Alghi.


"Iya, iya sayang, nanti suruh orang mengusir dan membersihkannya, tapi baru kali ini ada tikus disitu, biasanya juga bersih." Ujar Alghi seraya mengusap-ngusap kaki Ameldita, lalu ia membenamkan tubuh sang ustri ke dadanya untuk memberi kenyamanan.


Alghi pun langsung menghubungi mamanya siapa tahu belum tidur. "Halooo...mah sudah tidurkah? Sorry menggangu..."


"Belum Al ada apa?" Jawab mamanya, sedikit heran dikira sudah pada tidur sebab waktu sudah menunjukkan pukul setengah 10, terus mereka kan besok pagi berangkat ke Paris.


"Mah kenapa diperpustakaan ada tikus, bukan cuma satu atau dua tapi banyak mah, dan tadi Ameldita digigitnya, nih dia masih shock..." Jelas Alghi.

__ADS_1


"Ya Alloh yang bener Al, ko bisa? Sebentar mama sama papa kesana ya..." Ucap Fiandra khawatir.


"Tok...tok...tokkk..."


"Masuk mah gak dikunci..." Ucap Alghi dari dalam.


"Sayang gimana keadaan kamu?" Ucap mama Fiandra dan papa Ghian, mereka khawatir sekali, dan mereka bahagia melihat ke intiman sang anak yang lagi memeluk istrinya penuh kasih sayang.


"Meldi takut mah pah, tadi Meldi terkunci disana..."


Sahut Ameldita menoleh ke arah mama Fiandra yang duduk disamping Alghi dan berpindah memeluk mama Fiandra tanpa canggung, mama Fiandra pun memeluknya dan mengelus puncak kepala Ameldita.


"Al apa sudah diobati kakinya? Kalau gak kita panggil dokter saja." Ucap papa Ghian khawatir juga.


"Sudah pah, mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa." Jawab Alghi serius.


"Ok pergilah, ada-ada saja, kenapa bisa ada tikus disana, padahal tiap hari dibersihkan, heran mama..." Rutuk mama Fiandra geleng-geleng kepala, seraya mengusap kepala Ameldita.


Mereka pun pergi ke perpus itu, namun heran juga tikus-tikus itu sudah hilang tanpa jejak, etah kemana.


Karena penasaran mereka pun memeriksa cctv, namun karena mati lampu jadi tak kelihatan bagaimana tikus-tikus itu datang.


Sementara di salah satu kamar pelayan, ada seseorang yang lagi tersenyum bahagia, karena misinya berhasil.


"Ini belum seberapa Ameldita, lihat selanjutnya banyak sekali kejutan-kejutan yang akan kau hadapi, aku tak akan membuat hidupmu tenang, karena kau telah merebut orang yang ku cintai." Ucap Sari seraya tertawa puas, ternyata dia yang sengaja memasukan tikus-tikus got itu.


Pagi menyapa, setelah melakukan sholat subuh Ameldita tak tidur lagi dia menyiapkan segala keperluan yang akan dibawa pergi, semalaman terasa nyenyak tidurnya Alghi hanya memeluknya tidak melakukan kegiatan malam karena merasa kasian dengan keadaan istrinya, yang masih ketakutan dan merasakan sakit dibetisnya akibat kejadian diperpus itu.

__ADS_1


Setelah semua siap dia pun turun dan pergi kedapur dengan maksud mau ikut menyiapkan sarapan, padahal para koki handal dan para pelayan sudah ada disana untuk menyiapkan sarapan yang dibutuhkan para majikannya.


"Pagi non..." Sapa Bu Ani dan para pelayan lainnya seraya menganggukan kepala, merasa sungkan tak menyangka Ameldita yang dulu pertama datang sangat jelek dan culun ternyata aslinya begitu cantik hingga bernasib baik menjadi istri tuan mudanya.


"Ada yang dibutuhkan nona, biar ibu bantu?" Ucap bu Ani sopan.


"Ibu jangan sungkan, biasa saja kita adalah teman, tak ada bu, saya ingin ikut menyiapkan sarapan." Sahut Ameldita ramah.


"Eh jangan nona, semua sudah disiapkan oleh para koki, nanti saya kena marah sama nyonya dan tuan." Ujar bu Ani ketakutan.


"Tidak akan bu, saya hanya ingin membuat omlet saja." Ucap ameldita seraya memakai apron dan memulai acara memasaknya, setelah beberapa saat omlet pun siap, dia menyajikannya dipiring yang lonjong dan mau dibawa ke meja makan, namun etah kenapa dia terpeleset dilantai dan melayang sudah piring ditangannya itu, tubuh dia melayang ke belakang kalau saja tak ada yang menangkapnya sudah pasti jatuh ke belakang dan mengenai ujung meja.


"Awww..." Teriaknya menggema.


"Sayang hati-hati..." Teriak Alghi seraya menangkap tubuh ramping sang istri yang hampir terjatuh ke belakang.


Dan piring omlet itu jatuh mengenai mukanya Sari yang berada didekat meja. Ops senjata makan tuan rupanya, ya tadi dia sengaja menumpahkan sedikit minyak dilantai, karena dia ingin ngerjain Ameldita, itu sudah menjadi sebagian rencana jahatnya, namun naas omlet yang masih panas itu mengenai wajahnya, sementara Ameldita diselamatkan sang suaminya. Semua mata memandang ke arah mereka, yang lain memburu ke arah Ameldita karena kaget dan takut terjadi apa-apa, Bersama datangnya mama Fiandra.


"Apa yang terjadi sayang...?"Seru mamah Fiandra seraya menghampiri Alghi yang menggendong Ameldita.


"Ini mah Ameldita terjatuh, lantainya licin, untung Alghi datang, kalau tidak etah apa yang terjadi." Ujar Alghi seraya mendudukan Ameldita dikursi.


"Ya ampun, kamu gak apa-apa sayang..." Ucap mamah Fiandra mengelus bahu Ameldita yang terlihat masih shock, dia berpikir tadi juga dia lewat situ tapi lantainya tidak licin dan kenapa setelah dia berkutat didapur lantainya menjadi licin.


"Gak apa-apa mah, ada ka Al yang menyelamatkanku, cuma sarapan yang Meldi buat jadi berantakan, dan tu jatuh ke mukanya Sari, so sorry..." Sahut Ameldita sedih, seraya menundukkan kepalanya.


"Is ok sayang, yang penting Meldi tidak kenapa-kenapa, jangan repot-repot sayang, biar para koki yang menyiapkan makanan, mama tidak mengizinkan Meldi berkutat didapur." Kata mama Fiandra.

__ADS_1


__ADS_2