TERPERANGKAP JODOHKU

TERPERANGKAP JODOHKU
BAB 64


__ADS_3

Alghi pun memberikan minum dan juga vitamin yang harus dikonsumsi ibu hamil, karena hari sudah malam, mereka pun melanjutkan tidurnya saling memeluk dan memberi kehangatan masing-masing.


Suara adzan subuh menggema memenuhi kota tersebut, Ameldita sudah terjaga dari tidurnya, seperti biasa dia mengalami morning sickness, Alghi pun ikut terbangun dan berusaha memijit tengkuk sang istri membantu meringankan rasa mual yang dialaminya, setelah membersihkan muka Ameldita, Alghi dengan sigap memberikan air hangat dan mengoles kayu putih diperut istrinya.


"Sayang apakah kuat untuk sholat subuh?" Ucap Alghi menatap wajah lesu sang istri.


"Insya Alloh kuat kak, mari kita ambil wudhu dulu..." Kata Ameldita memegang tangan suaminya.


"Baiklah sayang, pelan-pelan takut licin dikamar mandinya..." Sahut Alghi sambil meraih tangan sang istri untuk ke kamar mandi.


"Iya kak, iya aku bisa sendiri..." Ucap Ameldita, sedikit kesal, karena suaminya benar-benar overprotektif, sampai-sampai mau toilet pun dia ikut.


Setelah berwudhu mereka pun melakukan sholat berjamaah dan berakhir dengan Ameldita mencium punggung tangan sang suami, begitu pun dengan Alghi dia mencium kening istrinya penuh dengan kasih sayang, lalu memeluknya mesra.


"Kak ku lapar..." Kata Ameldita menengadah menatap wajah tampan suaminya, apa lagi saat ini Alghi mengenakan peralatan sembahyangnya, sungguh sangat agamis, membuat Ameldita semakin cinta dengan jerat pesonanya.


"Laparkah sayang...mau makan apa? Dady akan membuatkannya ya..."Ucap Alghi sambil mengelus perut sang istri, sebetulnya masih pukul 5 juga untuk sarapan, tapi bumil ini lagi ngidam jadi wajar saja subuh-subuh sudah lapar apa lagi dengan dua baby dikandungnya.


"Meldi mau makan roti bakar panas, bolehkah...?" Ucap Ameldita memegang tangan suaminya.

__ADS_1


"Tentu saja boleh sayang, mari kita turun..." Ajak Alghi melepas pelukkannya, lalu membuka peralatan sembahyangnya. Begitu juga dengan Ameldita dia melepas kain yang dia pakai untuk sembahyang tadi.


"Kak ku mau lewat tangga, bosan lewat lift terus..." Ucap Ameldita seraya membetulkan baju tidurnya yang tanpa lengan, lalu ia memakai cardigan.


"What tangga? Jawabannya no no no..., itu berbahaya sayang, kita lewat lift saja ya..." Bujuk Alghi, ya semenjak istrinya hamil, dia tak mengizinkannya untuk naik turun tangga, karena takut akan resikonya, lebih ke paranoid sih Alghi ini.


"Tapi kak, lama sudah ku tidak turun naik tangga, iya kan?" Kata Ameldita keukeuh.


Alghi geleng-geleng kepala dengan kemauan istrinya dia cuma bisa berguman dalam hatinya: "Haduh apakah ini sebagian dari ngidam juga? Kenapa harus yang berbahaya seperti ini? Anak dedy ada-ada sajaaa..."


"Kenapa...? Ka Al menatapku sambil geleng-geleng kepala seperti itu, apakah ka Al menggerutuku dalam hati, hah..." Ameldita sedikit bagaikan cenayang, dia membaca pikiran sang suami sambil mengerucutkan bibir seksinya, tandanya ia kesal.


"Tidak juga sayang...,rupanya istriku ini sudah pandai membaca pikiran orang, belajar darimana sayang?" Ucap Alghi sambil mengecup bibir manyun Ameldita, benar-benar sangat lucu menurutnya.


"Biar sombong dan angkuh tapi suka kan...?" Ucap Alghi memeluk istrinya dari belakang seraya mengendus tengkuknya.


"Kak hentikannn..., ku lapar lagi tidak minat untuk bermesraan pagi hari..." Kata Ameldita melepas pelukkan sang suami mesumnya, padahal hati paling dalamnya gak tahan kalau sudah diperlakukan seperti ini, dia selalu menginginkan hal yang lebih.


"Kruuuk...kriuuukkk...kuk" Benar saja terdengar perutnya berbunyi, Alghi pun memegang perut sang istri lalu menciumnya sambil berbicara: " Aduh kasian babynya dady ternyata benar-benar lapar ya sayang, ayo dady buatkan roti bakar yang harum dan penuh cinta..."

__ADS_1


"Iya kak, ku lapar...emangnya boong apa?" Ucap Ameldita ketus, lalu berjalan ke arah tangga.


"Hi...perlahan sayang...be careful..." Seru Alghi khawatir, lalu ia menuntun tangannya karena sang istri lagi berbadan dua, dia tak ingin sesuatu terjadi padanya, harus lebih overprotek.


"Anjir...subuh-subuh sudah pamer kemesraan, sial tak tahu apa jiwa kejombloanku meronta, hehhh dasar, bagaimana caranya untuk menghancurkan si Ameldita itu, aku harus mencari cara...lihat saja semua akan berakhir Ameldita, nikmatilah kebahagiaanmu untuk sementara waktu..." Gerutu Sari dalam hatinya yang berada bawah, tak sengaja dia melihat mereka sedang menuruni anak tangga.


Setelah sampai didapur Alghi meraih roti tawar lalu mengolesinya deng keju dan coklat kesukaan Ameldita, kemudian dia memanggangnya menggunakan toaster, sementara Ameldita membuka kulkas dan menemukan mangga muda yang memang sudah disiapkan mama Fiandra untuknya, dia berbinar bahagia, dia mengambilnya untuk dikupas, lalu mengambil 3 buah cabe dan menyatukannya dengan bumbu, kemudian menguleknya menjadi bumbu rujak.


"Sayang what are you doing?" Kata Alghi menghampirinya karena mencium bau cabe yang diulek.


"Meldi membuat rujak, ada mangga muda ni, emmm...segar sepertinya..." Ucap Ameldita tersenyum bahagia.


"Masih pagi juga ni...masa sudah makan rujak? Jangan terlalu pedas, nanti sakit perut, berapa cabe yang diulek?" Tanya Alghi penasaran.


"30..." Jawab Ameldita sembarang.


"What 30 buah cabe...?" Alghi shock banget mendengarnya.


"Tapi angka nolnya hilang ha ha ha..." Tawa Ameldita memenuhi dapur.

__ADS_1


"Sayang kau pandai bercanda juga rupanya, dikira serius sayang..., aku kaget ih...istriku jadi pemangsa cabe..." Ucap Alghi terbahak juga, seraya mencium kepala istrinya.


Dan mereka pun tertawa bahagia, sesekali Alghi jahil memberi coklat pada hidung Amedita dengan telunjuknya, Ameldita pun membalasnya, mereka benar-benar nampak bahagia membuat orang yang melihatnya menjadi iri.


__ADS_2