
Dan mereka pun sampai dihalaman rumah mewah itu, Alghi langsung menggendong istrinya kembali, tiada lelah baginya, apa pun akan dilakukan untuk membahagiakan dan menjaga sang istri, apa lagi kini sedang berbadan dua.
Namun baru saja masuk sudah ada beberapa pertanyaan dari mama dan neneknya yang sedang duduk diruang keluarga.
"Apa yang terjadi dengan istrimu Al, kenapa sayang?" Tanya mereka hampir bersamaan, karena khawatir terjadi sesuatu lagi terhadap menantu kesayangannya.
"Tidak apa-apa mah, nek, istri Al cuma sedikit lelah..." Ucap Alghi seraya menurunkan Ameldita dan mendudukkannya dikursi dekat sang nenek duduk.
"Kasian sayang, pasti lelah karena seharian sibuk bekerja, istirahatlah dan kalau tidak kuat jangan pergi ke acara nanti, kalian istirahat saja ya, mama gak mau kalian nanti jadi sakit..." Kata mama Fiandra khawatir.
"Iya mah nanti dilihat dulu kondisinya, kalau kami ok, berarti kita datang, kalian berangkat saja duluan..." Kata Alghi.
"Ok sayang, jaga istrimu baik-baik...sana istirahat dulu..." Ucap nenek Elisa.
"Baik nek mah kita ke kamar dulu ya..."Ucap Ameldita dan Alghi.
"Sayang naik lift saja, jangan naik tangga..." Ajak Alghi, menarik tangan istrinya, maksud mau menggendongnya lagi, namun Ameldita pergi duluan ke lift. Ampun suaminya ini benar-benar overprotektif, kan malu dilihat mama sama nenek mertuanya, belum lagi para pelayan menyaksikan haduuuh.
"Iya kak...iya..." Kata Ameldita seraya bersandar ke dinding lift.
"Kenapa sayang, ada sesuatu yang dirasakan, katakan saja, jangan diam..." Ucap Alghi meraih tubuh sang istri ke pelukkannya.
"Gak ada tapi Meldi pengen begini terus..." Kata Meldi sambil mengendus dada sang suami, terasa nyaman dihidungnya, biar pun belum mandi tetap harum.
__ADS_1
"Sayang kau membangunkan yang disana..." Ucap Alghi membawa tangan sang istri ke bagian intinya yang mengeras.
"Kak...jangan nakal ih, kita masih dilift ni..." Kata Ameldita, namun tangannya malah sengaja mengelus didaerah sana, hingga Alghi memejamkan matanya karena merasakan nikmat.
"Kau benar-benar menggodaku sayang, aku tak tahan lagi ni..." Ucap Alghi dan mereka pun keluar dari lift, disertai mulut mereka yang saling bertautan mesra, dengan tangan Alghi menjalar ke bagian dada sang istri yang nampak menyembul dibalik blouse yang sedikit terbuka, begitu pun dengan kemeja Alghi kancing atasnya sudah terbuka, karena kenakalan sang istri.
Mereka tak menyadari disana ada Sari yang kebetulan lewat lorong lift tersebut, dan membuat hati Sari semakin teriris melihat kemesraan pasangan itu.
"Sial mereka tak tahu tempat, awas ya Ameldita, harusnya tuan muda milikku bukan kau, aku masih tak rela, heueuehhh..." Gerutu Sari seraya memegang dadanya yang sakit, lalu dia bersembunyi takut ketahuan.
Sementara pasangan itu semakin mesra, Alghi membuka pintu kamarnya lalu menutupnya kembali, kemudian membopong tubuh sang istri dan membaringkannya ditempat tidur, setelah semua kain ditubuh mereka terlepas, mereka pun melakukan penyatuannya dengan perlahan, karena Ameldita sedang hamil muda.
"I love you sayang..." Ucap Alghi seraya mengusap peluh diwajah istrinya disaat mereka selesai dengan kepuasannya. Alghi membawa sang istri kepelukkannya, dan mereka pun tertidur sesaat.
Hari sudah menunjukkan pukul 8 malam, acara ultahnya mama Fiandra pun dimulai, disana hadir para kolega bisnis dan kerabat, disana juga hadir kedua orang tua Ameldita, mereka sengaja datang untuk memberikan selamat kepada sahabatnya, serta untuk menemui sang putri tercintanya, namun tadi pas kerumahnya ternyata mereka masih istirahat dan yang dijumpainya hanya besan juga sang nenek.
Dan Ameldita pun terkejut ternyata disana hadir juga kedua orang tuanya, dia langsung menghambur pelukkan melepas kerinduan terhadap papa dan mamanya, padahal seminggu sekali paling lambat sebulan dua kali mereka selalu bertemu.
Betapa bahagianya mama Fiandra, dihari ulang tahunnya kali ini sudah ada kehadiran sang mantu kesayangannya yang akan selalu menjaga sang putra, dan dalam do'anya dia panjatkan semoga dia secepatnya dikaruniakan seorang cucu, untuk saat ini dia bersabar menanti, karena usia mereka pun masih muda, masih banyak kesempatan untuk menata kehidupannya.
Kejutan demi kejutan Mama Fiandra dapatkan, mulai dari suami, kerabat, para sahabat juga anak menantunya, dan terakhir bunga-bunga berhamburan bersama nyalanya layar besar didinding, ada ucapan Happy Birthday disana dan beberapa photo keluarga yang diputar, lalu berikutnya ada video USG yang tayang.
Semua menoleh kesana, betapa girangnya mamah Fiandra, suami dan nenek Elisha, begitu pun dengan kedua orang tua Ameldita. Mereka serempak menoleh ke arah Ameldita dan Alghi yang sedang duduk disamping mereka dengan senyuman yang mengembang.
__ADS_1
"Sayang apakah kau sedang berbadan dua?" Tanya mamah Fiandra menghampiri Ameldita.
"Iya mah..." Jawab Ameldita menganggukkan kepalanya.
"Alhamdulillah do'aku terkabul, terimakasih sayang kau membuat ultah mama begitu sempurna...kita akan menjadi nenek pah..." Ucap Mama Fiandra menangis bahagia, akhirnya akan ada penerus keluarga besarnya.
"Sayang...berapa usia kandungannya? Mama sama papa sangat bahagia sayang..." Kata mama Liana dan papa Aldhiando, memeluk sang putri setelah kedua orang tua Alghi melepas pelukkannya.
"Baru menginjak 3 minggu pah, mah..."Sahut Ameldita seraya mengelus perut ratanya.
"Selamat sayang, semoga disehatkan dan dilancarkan segalanya..." Ucap papa Ghian dan papa Aldhiando.
"Akhirnya sebelum ku pergi, bisa menimang cicit dulu Al..." Kata nenek Elisha tersenyum bahagia sambil memeluk Ameldita.
"Terimakasih nek, tapi nenek harus ikut menyaksikan tumbuhnya anak-anakku nanti, harus janji." Ucap Ameldita menatap perempuan yang nampak sedikit keriput itu, namun aura kecantikkannya masih terpancar diwajahnya.
"Insya Alloh sayang, semoga saja usiaku panjang." Kata nenek Elisha.
"Amiiin yra..." Ucap semuanya.
"Apa kalian tahu anakku kembar..." Kata Alghi bangga karena akan memiliki buah hati kembar.
"Alhamdulillah...benarkah sayang?" Ucap mereka bersamaan.
__ADS_1
Ameldita menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, "Iya..."
Semua bersorak gembira, papa Ghian langsung naik ke mimbar memberikan pengumuman, tentang anak menantunya yang sedang berbadan dua, serta dilanjutkan pesta sampai besok, sebagai penyambutan kehamilan istri putra kesayangannya.