TERPERANGKAP JODOHKU

TERPERANGKAP JODOHKU
BAB 46


__ADS_3

Dan ketika keluar dari toilet Ameldita hampir saja terpeleset, kalau saja tidak ada seseorang yang menahan tubuhnya.


"Aduhhh...awww..." Teriak Ameldita.


"Hi...hati-hati..., masih saja ceroboh kalau jalan." Kata seorang pemuda yang tampan itu.


"Ricard...." Kata Ameldita terkejut sambil melepaskan diri dari pegangan Ricard.


"Hi...apa kabar? Lama tak jumpa Mel?" Ucap Ricard menatap wanita yang selalu ada dihatinya meskipun wanita itu sudah milik orang lain.


"Seperti yang kau lihat aku baik-baik saja." Kata Ameldita sekilas menatap Ricard juga.


"Lagi ngapain? Sendirian atau sama suami tercintamu itu?" Kata Ricard, berharap sih dia sendiri jadi bisa ngobrol dulu.


Namun belum sempat Ameldita menjawab, ada suara bariton menggema sambil melingkarkan tangan ke pinggang Ameldita, nampak sangat posesif: "Tentu saja tuan Ricard, kami datang bersama untuk berjalan-jalan, dan anda sendiri datang bersama siapa?"


"Oh syukur kalau kalian datang bersama, jangan biarkan istrimu sendirian, sangat berbahaya, kalau tidak maka aku siap menemaninya kemana pun dia mau." Kata Ricard, sedikit mengancam.


"Anda sebaiknya tahu diri tuan Ricard, jangan berharap dan jangan coba-coba membuatku hilang kendali, aku akan selalu bersamanya, sampai kapan pun, permisi..." Ucap Alghi seraya menggandeng istrinya lalu pergi dari hadapan Ricard.


"Sial hampir kecolongan, si Ricard itu masih saja berharap pada istriku, awas saja kau Ricard...!" Gerutu Alghi dalam hatinya.


"Kak apa kau baik-baik saja?" Tanya Ameldita melirik dan memegang tangan suaminya, dia melihat wajah Alghi ditekuk dengan rahangnya yang mengeras.


"Aku baik-baik saja sayang, dan apa istriku baik-baik saja setelah bertemu mantan terindahnya?" Selidik Alghi mengeratkan rangkulan dipinggangnya.


"Ka jangan khawatir ku sudah tidak punya perasaan apa pun terhadapnya, hanya ada suami tercinta dihatiku tak ada yang lain lagi, kak Al jangan cemburu begitu..." Sahut Ameldita menyentuh muka suaminya dengan tatapan mata yang dalam.


"Benarkah? Terimakasih sayang..., I love you more..." Kata Alghi mencium kening istrinya. "Tapi ku yakin si Ricard belum move on sayang, dia sangat berbahaya." Gerutunya dalam hati.


"Ka bagaimana kalau kita makan dulu, boleh?" Ajak Ameldita.

__ADS_1


"Boleh sayang, ayo disana ada tempat makanan yang enak..." Kata Alghi menautkan jari-jemarinya ke tangan Ameldita sambil tersenyum.


Mereka pun berjalan ke restoran mewah disana, mereka duduk dikursi saling berhadapan, melihat menu lalu memesan makanannya.


"Sebentar sayang ku cuci tangan dulu ya..." Kata Alghi.


"Ok kak..." Ucap Ameldita lalu ia ngecek handphonenya.


Tapi tiba-tiba ada anak kecil menghampirinya.


"Kakak cantik bisa menolongku?" Kata anak itu.


"Boleh ada apa sayang...?" Jawab Ameldita memasukkan kembali handphone lalu menoleh ke anak kecil itu.


"Kak disana mainanku terjatuh bisakah mengambilkannya untukku?" Ucap gadis kecil itu menunjuk ke arah eskalator.


"Tentu saja boleh...ayo kita ambil..." Jawab Ameldita, kemudian ia berjalan mengikuti anak kecil itu, namun etah kenapa anak itu turun kelantai bawah, dan Ameldita pun mengikutinya karena dia pikir kasian anak itu, dia harus membantunya untuk mengambilkan mainannya yang terjatuh.


"Sayang...sorry ku ke toilet dulu, jadi sedikit lama...sayang...sayang dimana? Lho ko tidak ada?" Kata Alghi matanya mencari-cari ke seluruh ruangan, namun tak kelihatan istrinya berada, dan para pengawal pun tak menampakkan batang hidungnya, etah kemana mereka.


"Mbak maaf apa melihat seorang wanita cantik yang tadi bersama saya, dia duduk disini tadi?" Tanya Alghi kepada para pelayan disitu.


"Tadi saya melihatnya tuan, tapi tadi dia pergi ke arah sana bersama seorang anak kecil tuan." Jawab salah satu pelayan itu.


"What anak kecil...? Siapa dia?" Kata Alghi.


"Saya tidak tahu tuan..." Kata pelayan itu.


Alghi merogoh handphonenya lalu menghubungi nomor istrinya, berulang kali dia melakukan panggilan namun tak ada jawaban, etah kemana istrinya itu. Alghi sangat panik dan khawatir saat itu.


"Oh my God...kamu dimana sayang...?"

__ADS_1


"Anton tolong cari tahu dimana istriku berada, periksa seluruh cctv di mall dan direstoran ini...!" Kata Alghi menghubungi Anton yang masih berada dikantor, tadi Anton tidak ikut karena masih ada pekerjaan yang belum beres.


"Bos bukannya non Ameldita bersama bos ya..." Jawab Anton heran.


"Tadi bersama Tooon... tapi sekarang kami berpisah dan etah kemana, jadi tolong bantu cari istriku...!" Teriak Alghi dalam panggilan telponnya.


Dia berjalan kesana kemari mencari keberadaan istrinya, Alghi teringat tadi sempat bertemu dengan Ricard, pikirannya pun buruk terhadapnya : "Apa kau berani bermain-main denganku Ricard...!" Geram Alghi kesal.


Kali ini penjahat itu sangat rapi dalam melakukan aksinya, ada 4 orang pengawal bersama Alghi dan Ameldita, namun mereka berhasil mengalahkannya semua kena obat bius yang dibekapkan ke mulutnya.


"Kriiing...kriiing...kriiing...!" Telpon Alghi berbunyi dari nomor istrinya, dengan cepat dia mengangkat telpon itu.


"Haloooo...sayang dimana, aku sangat khawatir dari tadi mencarimu sayang, katakan dimana?"Tanya Alghi ada sedikit bahagia karena istrinya menghubungi


"Dengar tuan Alghiantara, jika kau menginginkan istrimu selamat maka datanglah sendiri kegedung Akori Blok B, ingat sendiri...!" Kata seseorang ditelpon.


"Hi...hallooo...halooo...siapa kau...? Jangan berani macam-macam dengan istriku, kalau saja dia terluka sedikit pun maka nyawamu akan melayang saat itu juga, mengerti..." Teriak Alghi yang masih berada depan restoran itu.


"Kau begitu mencintai istrimu tuan, maka selamatkanlah dia sesuai apa yang ku perintahkan, ingat datanglah sendiri...!" Ancam seseorang. Dan sambungan telpon pun terputus, membuat Alghi semakin geram, mengeraskan rahangnya dan mengepalkan tangan dengan kuat.


"Sial...siapa kau sebenarnya...?" Teriak Alghi.


"Kriiing...kriiing...kriiiing..." Alghi langsung mengangkat telpon dari papanya.


"Halo pah, istriku pah...dia diculik dan disandera orang pah...!" Kata Alghi mengacak rambutnya sendiri.


"Tenang dulu Al, papa sudah tahu dari Anton...lalu kemana para pengawal yang bersamamu?" Kata papa Ghian ikut cemas sebetulnya.


"Mereka menghilang juga pah...dan tadi ada orang yang nelpon lewat handphonenya Meldi, menyuruh Al sendiri yang kesana pah, ke gedung Akori blok B, Alghi harus kesana pah, takut terjadi apa-apa dengan istri Al...jika tidak nyawa istri Al terancam pah...!" Ucap Alghi seraya berjalan menuju area parkir.


"Al jangan bertindak gegabah, nyawamu juga dipertaruhkan, papa akan datang bersamamu...!" Kata papa Ghian, dia tak rela anak kesaysngannya berada dalam bahaya.

__ADS_1


__ADS_2