TERPERANGKAP JODOHKU

TERPERANGKAP JODOHKU
BAB 69


__ADS_3

"Sayang anak-anak daddy baik-baik ya disana, bantu mommy untuk bangun dari tidurnya, supaya kita bisa bermain lagi." Cup Alghi pun mendaratkan ciuman hangatnya diperut sang istri.


Karena lelah Alghi pun tertidur sambil duduk dikursi disamping sang istri dengan kepala yang berlabuh diperutnya.


Ameldita membuka matanya perlahan, nampak seseorang yang tertidur menunduk diperutnya, dia pun meraba kepala itu perlahan, dan membuat Alghi terjaga.


"Sayang sudah bangun...." Ucap Alghi bahagia, lalu menyentuh pipinya, dan mencium punggung tangannya.


"Kak Al..." Sahut Ameldita menatap wajah suaminya.


"Terimakasih sayang, kau sudah bangun, ku merindukanmu sayang..." Kata Alghi memeluk tubuh istrinya perlahan.


"Tidak...kak Meldi takuttt...tolongin Meldi kak..."Ameldita memeluk tubuh Alghi dengan erat, dia ketakutan.


"Jangan takut ku ada disini sayang...tenang...jangan takut lagi ya." Alghi mengelus kepala dan punggung sang istri, dia paham mungkin istrinya mengingat kejadian digudang tua itu.


"Ta-tapi Meldi terjebak dikegelapan kak, kaki Meldi terluka...baby, baby Meldi selamat kan...? Ucap Ameldita meraba-raba perutnya.


"Kalian selamat, Alhamdulillah semua dilindungi oleh kuasanya Alloh sayang..." Kata Alghi seraya menitikkan air mata, dia sedih plus bahagia karena istrinya sudah bangun dari tidur panjangnya.


"Alhamdulillah ya Alloh, Meldi pikir kehidupan Meldi akan berakhir disana, ditempat gelap itu kak..." Ameldita menangis meratapi kejadian yang menimpanya, hingga punggung suaminya basah.


"Sayang kau baru bangun dari tidur panjangmu, tenang jangan memaksa berpikir dulu ya..., Dokter...dokter... dok...!" Teriak Alghi memanggil dokter yang diluar ruangan.


"Iya tuan..." Jawab dokter yang bernama Merlin itu, dia menghampiri Alghi dan dia terkejut plus bahagia melihat Ameldita yang dirawatnya selama seminggu lebih, sudah siuman.

__ADS_1


"Dok istri saya sudah bangun, coba chek kondisinya..." Ucap Alghi seraya membenahi sang istri untuk bebaring dengan baik.


"Alhamdulillah...mari saya chek dulu ya..." Kata dokter Merlin seraya tersenyum, lalu memeriksa kondisi Ameldita dengan detail, dan Alhamdulillah semua sudah membaik, begitu pun dengan kondisi kandungannya, semua dalam keadaan sehat, merasa bahagia dokter itu karena tidak sia-sia merawat pasiennya, jika tidak maka nyawa menjadi taruhannya.


Ya Alghi mengancam jika tak berhasil menyembuhkan istrinya dalam satu minggu, maka jangan pernah berharap bisa melihat matahari bersinar lagi. Sadis dan kejam bukan?


"Semua sudah baik, begitu pun dengan kandungannya, namun rasa traumanya masih ada dan belum sembuh total, jadi harus sering diajak bebicara dan jangan dibiarkan sendiri tuan, serta jangan lupa untuk melakukan chek-up setiap minggu tuan, untuk melihat kondisinya." Tutur dokter sambil memberikan resep obat yang harus dikonsumsi bumil itu.


"Alhamdulillah...sudah pulih sayang, sehat terus ya..." Ucap Alghi seraya mencium kening sang istri.


"Baiklah kalau begitu saya akan melepas semua peralatan medis ini ya..." Kata dokter Merlin.


Pagi menyapa, semua orang dirumah itu sudah terbangun karena membaca chat dari Alghi bahwa Ameldita sudah siuman dan kondisinya sudah membaik, semalam saat Ameldita siuman Alghi tak tega kalau harus memberitahu orang-orang rumah, takutnya mengganggu istirahat mereka, terpaksa subuh-subuh Alghi ngechat di grup keluarga besarnya.


Kedua orang tua mereka plus neneknya sangat bahagia mengetahui kondisi Ameldita yang sudah pulih, pagi-pagi sekali mereka sudah datang ke kamar Alghi, menjenguk Ameldita yang baru bangun, semalam setelah minum obat dia tidur kembali.


Lanjut dengan kedua mertua dan juga nenek serta adik-adik papa Ghian dan mama Fiandra, mereka memeluk Ameldita dengan penuh kasih sayang, mereka sangat bahagia dengan kesembuhan Ameldita.


"Hi...kenapa kalian membuat istriku sesak, mundur-mundur istriku baru bangun dia butuh ruang." Ucap Alghi ketika para sepupu laki-lakinya hampir memeluk sang istri, padahal mereka hanya ingin mengucapkan selamat atas kesembuhannya, dasar suami posesif.


"Woy Al, biasa saja kali, posesif banget sih jadi suami, kita hanya menjenguknya juga..." Kata Marsel sepupunya Alghi.


"Iya tapi gak ada acara peluk-peluk, biasa saja gitu..., dasar playboy kelas teri...!" Ucap Alghi kesal.


"Itu dulu, sekarang sudah insyaf..." Jawab Marsel tertawa.

__ADS_1


Mereka pun tertawa bahagia, dan setelah selesai menjenguk Ameldita dengan penuh drama, mereka semua keluar dari kamar itu, dan mereka akan lanjut dengan acara breakfast bersama.


Sementara digazebo, ada seorang pelayan lagi menyapu, dia cantik namun sedehana, dia juga baru datang seminggu yang lalu, namun aktivitasnya terganggu oleh tindasan pelayan yang sudah lama yaitu si Sari.


"Hi...kamu pelayan baru ya? Kalau menyapu yang bersih, jangan asal, noh masih bersampah..." Kata Sari menunjuk kearah lantai, padahal dia sendiri yang membuang bekas kuwaci disana.


"I-iya saya baru disini, perasaan tadi dah disapu bersih ta-tapi kenapa banyak sampah lagi ya?" Jawab Elkam.


"Jangan banyak mengeluh kalau bekerja, sapu saja lagi, memang tugas kamu kan?" Ucap Sari.


"Oh ok, jangan khawatir saya pasti sapu lagi..." Kata Elkam, sedikit geram hatinya.


"Kamu kenapa kerja disini? Siapa yang membawa kamu?" Tanya Sari mengintrogasi pelayan baru itu.


"Karena saya butuh uang, dan saya kesini melalui yayasan..." Jawab Elkam serius.


"Oh begitu, kamu mau uang banyak gak?" Tawar Sari kepada Elkam.


"Tentu saja mau, siapa yang tak butuh uang banyak..." Jawab Elkam menatap Sari.


"Nah tepat sekali, kalau begitu mau tidak bekerja sama denganku?" Ajak Sari menaik turunkan alisnya, seraya melipat kedua tangan dibawah dadanya.


"Tapi kerja sama apa dulu? Saya takut soalnya masih baru disini..." Ucap Elkam.


"Kamu gak percaya sama saya, tu udah beberapa orang yang kerja sama denganku, semua baik-baik saja, asalkan menuruti perintah dengan benar." Kata Sari serius.

__ADS_1


"Memangnya kerja apaan? Ku ingin tahu dulu." Tanya Elkam penasaran.


"Jangan disini membicarakannya, mari ikut saya..." Kata Sari, seraya membawa Elkam ke kamarnya, dan karena penasaran Elkam pun mengikutinya.


__ADS_2