
"Siapa yang akan tergoda sayang, para pria tak ada yang mau sama dia, apa lagi aku yang hanya mencintaimu, buktinya sampai saat ini dia masih sendiri." Kata Alghi tersenyum dan menyentuh hidung mancung sang istri.
"Benarkah...lalu dari mana kak Al tahu, kalau dia masih sendiri?" Ucap Ameldita penasaran.
"Tadi sempat dengar papanya dia bercerita sama relasi bisnis yang lain sayang, mungkin lagi mencarikan dia jodoh..., jangan khawatir sayang ku tak tertarik lagi dengan wanita lain, karena dihatiku hanya ada istriku seorang, percayalah..." Tutur Alghi, berusaha membuat suasana hati sang istri untuk relax.
Malam pesta pun berakhir, semua tamu undangan sudah meninggalkan lokasi, begitu pun dengan kedua orang tua mereka, semua sudah kembali ke rumah.
Juga dengan sepasang suami istri itu, mereka sudah berada dikamarnya, untuk beristirahat karena besok mereka sudah harus beraktivitas lagi, pekerjaan kantor tak bisa ditinggalkan.
Pagi menyapa, seperti biasa Ameldita mengalami morning sickness, dengan berbagai dramanya Ameldita selalu manja, dan Alghi siap siaga melayani sang istri tercintanya.
"Sayang hari ini ku ada meeting pukul 10, jadi mungkin terlambat datang ke kantormu, nanti jangan lupa makan ya, sudah ku sediakan cemilanmu dibag sayang." Ucap Alghi seraya masuk ke dalam mobil, dan duduk disamping istrinya.
"Ok kak, tapi jangan terlalu lama, nanti ku gak bisa tidur siang..." Kata Ameldita, seraya bersandar ke bahu suaminya, ya semenjak dia ngidam dia tak dapat tidur kalau belum dipeluk dan menghirup aroma tubuh sang suami, etah kenapa, mungkin bawaan jabang bayi atau memang demen kali.
"Ok sayang, akan ku usahakan secepatnya ya...jangan cemberut karena itu semakin menggoda sayang." Ucap Alghi menyentuh bibir sang istri dengan telunjuknya.
Anton pun menjalankan mobilnya dan beberapa menit kemudian sampai dikantor, setelah memastikan sang istri sampai diruangan kerjanya, Alghi langsung pergi ke kantor, jadwalnya sangat padat hari ini.
Kali ini klaennya mengajak meeting diluar, Alghi pun terpaksa mengikutinya, dia berjalan bersama Anton menuju hotel yang diinginkan klaen dari jepang untuk meeting disana yaitu Mr.Yukito relasi bisnis papanya.
Dan setelah sampai disana Alghi merasa heran kenapa yang ada anaknya, lalu dimana Mr.Yukito yang sudah membuat janji meeting dengannya.
__ADS_1
"Selamat siang tuan Alghiantara...silahkan duduk." Kata Royko tersenyum ramah.
"Siang...ok...dimana Mr.Yukito?" Kata Alghi mengambil posisi duduknya.
"Dia ada keperluan mendadak jadi saya yang menggantikannya, tak apa-apa kan Al?
" Ucap Royko seraya meraih file yang ada disampingnya.
"Ta-tapi dia tak memberitahu hal ini ya..." Kata Alghi, sedikit malas kalau harus berhadapan dengan wanita ini, karena dia sudah tahu seperti apa kelakuannya dari dulu.
"Iya...dady menyuruh saya memberitahukan langsung pada anda tuan, Al formal banget sih, kita kan teman, relax sedikitlah Al." Ucap Royco berusaha membuat Alghi mencair.
Alghi tak ingin berlama-lama dengan wanita ini, dia langsung membahas proyek yang akan dijalankan bersama perusahaan Mr.Yukito, namun sebelumnya Alghi membuka handphone dulu, dia memberikan kabar pada sang istri bahwa dia meeting dihotel xx, dia tak ingin membuat istrinya salah paham lagi dan ngechat Anton supaya lebih berhati-hati terhadap wanita ini. Sesekali Alghi minum karena kering tenggorokkan, dia kesal ada saja hal sepele yang dibuat perempuan itu, hingga membuat pembahasan yang ingin cepat beres menjadi terulur.
Anton heran kenapa menyuruhnya, kan kiri kanan ada pengawal dan sekretarisnya, dasar wanita aneh, namun mau tidak mau Anton pergi mengambilnya.
"Miss Royko sepertinya pembahasan kita hampir selesai, nanti saya lanjutkan bersama Mr.Yukito, saya permisi dulu ke belakang." Sahut Alghi, berusaha mengakhiri meeting yang tiada ujung itu.
"Kenapa harus terburu-buru tuan Al, bagaimana kalau kita lanjut makan siang bersama, aku ingin ngobrol-ngobrol dulu...sudah lama kita tak berjumpa Al, tahu-tahu kini kau sudah menikah, padahal ku berharap padamu Al." Tutur Royko menatap wajah datar Alghi yang mulai kesal, kenapa pembahasannya jadi urusan pribadi, sungguh diluar dugaan.
"Sorry miss Royko, saya sudah ada janji bersama istri, jadi mungkin bisa lain kali ketika istri saya ikut..." Ucap Alghi sambil berdiri, namun etah kenapa kepalanya menjadi pusing, dia pun mengambil minumannya kembali lalu meneguknya, dia pikir kurang minum kali makanya terasa pusing.
Royko mengedipkan matanya ke arah para pengikutnya, memberi kode supaya mereka keluar dari ruangan itu, dan Royko menuju pintu, ternyata dia mengunci pintu itu dari dalam, kini tinggalah Alghi dan juga dirinya yang berada disana.
__ADS_1
Alghi masih sadar dan melihat Royko mengunci pintu, dia pun merasa geram, sudah tahu ada udang dibalik batu rupanya. Kepalanya semakin pusing dan etah kemana Anton ko keluar lama sekali, sialnya para pengawal dia tak ikut ke atas tadi.
"Kenapa kau mengunci pintunya..., biarkan saya keluar..." Teriak Alghi sambil memegang kepalanya yang semakin berat, lalu dia pun melangkah bermaksud mau menuju arah pintu, namun tubuhnya tiba-tiba limbung dan hampir terjatuh, dan dengan sigap perempuan itu menahan tubuh Alghi lalu membawanya ke kamar.
"Tenang Al, aku bersamamu...please biarkan ku memilikimu meskipun hanya sesaat..." Kata Royko, menyentuh dada Alghi dengan gaya sensualnya, Alghi berusaha menepis tangan wanita itu dengan kasar, namun bruk tiba-tiba tubuhnya ambruk dan tak sadarkan diri, rupanya si Royko ini mencampurkan obat perangsang ke minuman Alghi untuk memenuhi hasrat gilanya.
"Deg deg deg..." Jantung Ameldita merasa sakit, dia gelisah dari tadi dan pikiranya tak fokus bekerja, dia mengingat sang suami yang sedang meeting di hotel xx dengan Mr.Yukito, tapi kenapa jiwanya tak tenang seakan tersakiti.
Dia pun beranjak dari duduknya dan meminta supir mengantarkannya ke hotel xx, setelah sampai diparkiran mereka melihat para pengawal Alghi ada disana.
"Kenapa kalian ada disini, kenapa tidak ikut bersama suamiku...dimana dia sekarang? Seru Ameldita panik, hatinya benar-benar tak tenang.
"Ada dua orang yang ikut nyonya, kami disuruh nunggu disini..." Kata 4 pengawal itu.
"Ok...ayo ikut saya ke lantai 5, suami saya masih meeting mungkin." Ajak Ameldita.
Dan akhirnya mereka pun naik menggunakan lift menuju lantai 5 ruangan nomor 8, ketika sampai depan pintu tiba-tiba ada 2 orang bodyguard yang menghadang mereka, namun bukan orang-orang pengikutnya, dan dia terkejut melihat Anton dan dua pengawal bawahannya pingsan dilobi.
"Om..." Teriak Ameldita menggoyangkan bahu Anton, namun Anton lemas dan pingsan.
"Oh my God...dia pingsan, dan juga yang lainnya, lalu suamiku dimana? Ini tidak beres... "Ameldita panik bukan main.
"Nyonya sepertinya tuan masih didalam, apa yang harus kita lakukan, para bodyguard itu menghalangi kita...?"Kata 4 pengawalnya.
__ADS_1
"Hajar mereka dan minta kunci cadangan ke petugas hotel, saya sudah menghubungi polisi, ini termasuk tindak kriminal..." Ucap Ameldita geram.