
Alghi pun meraih jari itu perlahan, dan ternyata memang benar adanya tanda lahir itu disana, sungguh Alghi belum bisa mengingat kenangan bersamanya, yang dia tahu saat ini Missya kekasih hatinya, dan betapa terngiang-ngiang dikepala saat tadi proses bersalin Missya, benar-benar membuat jiwa dan raganya ikut sakit, menyaksikan bagaimana pejuangan seorang ibu dalam melahirkan buah hatinya. Dia mengelus kepala Missya lalu mencium keningnya serta menggenggam tangan yang masih lemah.
"Missya terimakasih atas perjuanganmu, so sorry aku tidak bisa menjagamu dengan baik, kau ternyata istriku Missya, aku sangat bahagia bisa bertemu denganmu lagi, walau pun semua kenangan yang lalu kita belum bisa mengingatnya, tapi tidak apa-apa yang penting kita akan hidup dimasa depan, Amelditaaa..." Ucap Alghi berlinangan air mata.
"Al sabar..., semua sudah diatur oleh yang Maha Kuasa, semoga kalian hidup bahagia." Kata Ricard menepuk-nepuk bahu Alghi, dia pun tak ayal meneteskan air mata, ingin rasanya egois dengan membawa Ameldita bersamanya, namun apakah bisa menjamin kebahagiaannya, cukup dia hanya mencintai dan berusaha melindunginya, walau pun sejuta sakit menghantam jiwa dan raganya, demi kebahagiaan Ameldita bersama keluarganya, biarlah dia mengalah. Ada kalanya cinta sejati tak harus memiliki bukan?
Sementara diruangan bayi, Bisma dan sang nenek sedang melihat bagaimana lucu dan mungilnya kedua bayi kembar itu, yang satu tampan dan yang satu cantik, betapa bahagianya nenek Briska, walau pun itu bukan cicit kandungnya. Lain lagi dengan Bisma, dia bahagia dengan kelahiran bayi itu, namun hatinya sangat geram juga, karena kedua bayi itu, mirip sekali dengan wajah Alghi.
"Apa benar Alghi adalah ayah dari kedua bayi ini?" Guman Bisma dalam hati.
"Tidak, jika memang benar maka aku akan kehilangan Missya, dan itu tidak boleh terjadi, aku tidak rela, karena aku sangat mencintainya, aku harus membawa Missya pergi jauh dari mereka." Guman Bisma lagi.
"Bisma mereka lucu bukan?" Kata nenek Briska membuyarkan lamunannya.
"I-iya nek mereka sangat lucu dan menggemaskan." Ucap Bisma sedikit tegang.
"Nek kita harus secepatnya pergi ke Jepang, cabang perusahaan kita yang disana butuh penanganan khusus." Kata Bisma.
"Kenapa mendadak Bisma, lalu bagaimana dengan Missya dan bayinya, Missya belum pulih dan belum sadar juga, bagaimana jika kau saja yang pergi, biarkan nenek merawat mereka dulu." Ucap nenek Briska.
"Kita bawa mereka nek, Bisma tak bisa jauh dari Missya, nenek tahu bukan antara aku dan Missya bukan saudara kandung, dan aku sangat menyukai Missya, aku akan menikahinya disana." Jelas Bisma serius.
"Apaaaa? Yang benar Bisma, jangan konyol, ini bukan lelucon, Missya kekasihnya Alghi atau mungkin saja dia suaminya, namun kita belum menceritakan bagaimana Missya bisa berada diantara keluarga kita, jadi kita harus memberitahu mereka secepatnya." Kata nenek Briska terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh cucu kesayangannya.
"Tidak nek, Bisma mencintainya, kita akan berangkat sekarang juga semua sudah diatur nek." Ucap Bisma keukeuh dengan pendiriannya.
"Bisma ku pikir kau menyayanginya seperti adikmu sendiri, nenek tak habis pikir dengan caramu berpikir nak..." Kata nenek Briska sedih.
__ADS_1
"Nek aku pria normal, dan aku tak bisa menyayanginya sebagai adik, semua orang pasti akan menaruh hati padanya nek, Missya sangat cantik dan menarik, aku harus memilikinya." Ucap Bisma penuh harapan.
"Bisma tapi, tapi, nenek khawatir nak..." Kata nenek Briska.
"Jika nenek menyayangiku, maka dukunglah apa keinginan Bisma, Bisma baru menemukan orang yang dicintai nek, jadi tolong minta do'anya please...." Kata Bisma.
Dua hari kemudian, Missya terbangun dari pingsannya, dia membuka matanya, disana nampak Bisma sedang duduk disampingnya dan sedang menggenggam tangannya.
"Kak..." Ucap Missya perlahan.
"Missya..., sudah bangun?" Kata Bisma.
"Ta-tapi ku dimana, kedua babyku dimana kak?" Tanya Missya.
"Ada diruang khusus baby, tunggu jangan banyak bicara dulu, kakak panggil dokter dulu ya..." Kata Bisma seraya menekan tombol untuk memanggil dokter.
"Sial kenapa Missya masih menanyakan dia, tapi tak apa setidaknya mereka sudah jauh, kesempatan untukku maju." Guman Bisma dalam hatinya.
"Kak..." Kata Missya membuyarkan pikiran Bisma.
"Eh iya Missya, nenek ada lagi keluar sebentar." Ucap Bisma seraya keluar ruangan dan membiarkan dokter itu memeriksa keadaan Missya.
Dan dokter Hiyuma pun datang untuk memeriksa keadaan Missya, namun Missya heran mengapa dokternya beda dengan waktu ia peoses malahirkan, wajahnya percis orang Jepang.
"Good afternoon Missya, apa yang kau rasakan saat ini, apakah lebih baik?" Ucap dokter Hiyuma seraya menghampiri Missya dengan senyuman ramahnya.
"Afternoon dok, Alhamdulillah saya merasa lebih baik." Jawab Missya menatap ke arah dokter itu.
__ADS_1
"Syukurlah, baik saya periksa anda dulu ya..." Kata dokter Hiyuma.
Missya menganggukkan kepalanya, seraya tersenyum.
"Dok apakah kau orang Jepang?" Tanya Missya menatap dokter Hiyuma.
"Benar Nyonya Missya, saya orang Jepang, dan kau sekarang berada dirumah sakit Jepang Internasional." Jawab Dokter itu.
"What...Jepang? Kapan saya tiba disini?" Tanya Missya lagi, merasa heran, bukannya waktu dia melahirkan berada dirumah sakit Bern Swiss, tapi mengapa sekarang berada di Jepang.
"Anda tiba dua hari yang lalu nyonya, saat itu anda baru saja melahirkan dan dalam keadaan koma ringan, karena anda kelelahan melahirkan dua bayi kembar secara normal." Jawab dokter Hiyuma.
"Benarkah?" Missya mengingat-ngingat semua yang terjadi, masih ingat betul Alghi menggenggam tangannya saat dia melahirkan, ya dia ingat Alghi suaminya, semua kenangan masa lalu kini bermunculan dipikirannya.
"Kak Al, mama, papa, dimana kalian? Aku ingat semuanya, namaku Ameldita Pranata, suamiku Alghiantara Putra Pratama, lalu aku harus bagaimana? Kak Bisma dan nenek yang selalu merawatku selama ku hilang ingatan." Guman Missya, sambil memegang kepalanya.
"Nyonya Missya apa kau baik-baik saja?" Apa kepala anda terasa sakit?" Tanya dokter Hiyuma khawatir.
"Sedikit dok, tapi saya baik-baik saja kok, dok apakah melahirkan bisa berpengaruh bagi orang yang hilang memorinya?" Tanya Missya.
"Tentu saja nyonya sebagian ada pengaruhnya, faktor melahirkan kadang-kadang bisa membuat orang amnesia menjadi sembuh, dan bisa mengingat segala yang sudah terlupakan, karena ada sel-sel otak yang beroprasi disaat mengeluarkan tenaga yang kuat, apakah anda mengalami hal yang sama?" Jelas dokter Hiyuma.
"Iya dokter kemarin-kemarin saya tak mengingat masa lalu saya, tapi sekarang saya bisa mengingat segalanya." Kata Missya.
"Perkembangan yang sangat bagus itu nyonya, tapi tetap hati-hati jangan terlalu dipaksakan biarkan semua berjalan sesuai alurnya, saatnya anda minum obat." Ucap dokter itu.
"Baik dok, tapi bolehkah saya melihat kedua anak saya?" Kata Missya.
__ADS_1
"Tentu saja boleh, mari saya antar sebentar saya memberitahu dulu tuan Bisma dan nenek anda nyonya." Ucap dokter Hiyuma.