
"Oke kak..., kak kalau tidak beres pekerjaannya, biar besok saja Meldi kerjakan..." Kata Ameldita kasian juga suaminya, harus menanggung banyak beban pekerjaan.
"Is ok sayang...don't worry...relax saja ya..." Ucap Alghi masih fokus pada pekerjaannya.
Hari sudah menunjukkan pukul 3 sore, Alhamdulillah pekerjaannya sudah beres, sepasang suami istri itu siap-siap untuk pergi ke dokter.
"Kak Al, apakah merasa lelah?" Tanya Ameldita ketika sudah duduk dikursi mobil, menoleh ke arah suaminya yang masih fokus dengan handphone, dan terlihat serius serta mengeraskan rahangnya.
"Tidak juga sayang, ku baik-baik saja..." Jawab Alghi seraya memasukan handphone ke saku celana, lalu meraih tubuh sang istri untuk merebahkan kepala diatas pahanya, mengelus dan mengecup bibir seksinya.
Barusan dia mendapat text dari sang papa, bahwa mata-mata dirumahnya sudah menemukan pelaku kejahatan terhadap Ameldita, dan nanti malam siap ditangkap, setelah Ameldita beristirahat. Karena kalau dia tahu betapa banyak pengampunan darinya, hati Ameldita begitu lembut, dia tak kan tega melihat orang-orang tak berdaya meskipun dia orang yang telah mendzoliminya.
"Meldi harap kak Al selalu baik-baik saja, dan tak pernah lelah menemani Meldi." Ucap Ameldita.
"Tak kan pernah ada rasa lelah sayang, aku mencintaimu dan akan selalu menjaga kalian..." Kata Alghi mencium seluruh wajah sang istri, lalu mengelus perutnya serta mendaratkan ciuman juga disana.
Ameldita bangkit dari rebahannya sedikit merapikan penampilannya, karena sudah sampai dirumah sakit.
"Kak sudah rapi kah rambut Meldi?" Tanya Ameldita
Seraya mengusap-ngusap perut buncitnya.
"Sudah semuanya rapi, kau nampak semakin cantik sayang..." Jawab Alghi sambil menyisir rambut istrinya.
"Kak Al jangan menggombal, sudah tidak musim tahu..." Ucap Ameldita seraya meraih tas kecil untuk dibawanya.
__ADS_1
"Sayang kuat untuk berjalan atau aku gendong ya..." Kata Alghi ketika turun dari mobil, merasa kasian terhadap istrinya takut kelahan.
"Kuat ko kak, Meldi kan tidak sakit he he..." Jawab Ameldita menatap suaminya.
"Baiklah perlahan jalannya..." Ucap Alghi sambil menggandeng sang istri, dan berjalan menuju ke ruang khusus kandungan.
"Ok susmiku yang paling baik..." Kata Ameldita, sedikit sebal karena suaminya semakin protek dan posesif.
"Dan paling ganteng tentunya..."Ucap Alghi tertawa.
Mereka pun memasuki ruang chek-up, semua peralatan USG sudah lengkap, begitu pun dengan dokter khusus kandungan, dia sudah menunggu disana.
"Silahkan tuan dan nyonya..."Ucap dokter itu ramah.
Dokter Merlin pun bertanya beberapa pertanyaan kepada Ameldita, setelah itu kemudian menyuruhnya berbaring, untuk melakukan pemeriksaan dan USG.
"Nah lihat tuan, nyonya pergerakan baby kalian, mereka sangat sehat dan tumbuh dengan baik, semua sudah nampak jenis kelaminnya, yang satu perempuan dan yang satu lagi laki-laki..." Tutur dokter Merlin.
"Alhamdulillah..., sayang lihat mereka so cute, kita akan punya sepasang baby, terimakasih ya Alloh..." Ucap Alghi mengangkat kedua tangannya sebagai rasa syukur yang tidak terhingga, lalu mengecup kening sang istri, tak peduli dokter itu melihat.
"Alhamdulillah..., mereka menggemaskan kak, Meldi tak sabar ingin menggendongnya..." Kata Ameldita memegang tangan Alghi dan melihat ke monitor.
"Sabar nyonya, tinggal menunggu 4 bulan lagi...jaga kesehatan, jangan terlalu cape, istirahat yang cukup dan selalu konsumsi makanan yang bernutrisi tinggi." Jelas dokter Merlin.
"Baik dok, terimakasih..." Ucap Ameldita dan Alghi, seraya merapikan bajunya kembali, Alghi membantu sang istri untuk bangun dari ranjang tersebut.
__ADS_1
Setelah semua pemeriksaan selesai mereka pun langsung pulang namun ditengah perjalanan Ameldita menginginkan sesuatu untuk dimakannya, dia merasa lapar, padahal baru pukul 6 sore.
"Kak..." Ucap Ameldita yang tengah menyandar dibahu suaminya.
"Iya sayang, ada apa, apa menginginkan sesuatu?" Tanya Alghi mengelus bahu sang istri dan menatap muka manjanya.
Ameldita pun menganggukkan kepala, dan balik menatap kedua bola mata sang suami: "Iya ka...Meldi lapar..."
"Oke sayang...mau makan apa?" Tanya Alghi menangkup wajah cantik sang istri.
"Mau memakan suamiku..." Jawab Ameldita bercanda sambil tertawa.
"Mau banget..." Ucap Alghi girang, lalu mengerlingkan matanya sebelah dan cup mendaratkan ciuman hangatnya dibibir seksi sang istri.
"Gak kak...Meldi bercanda ihhh...jangan gini kak malu sama Anton tu...Meldi benar-benar lapar ni...mau makan ice cream sama pizza..." Kata Ameldita sedikit memberontak karena Alghi mulai kambuh mesumnya, dia memeluk tubuhnya lalu kedua tangannya bergerilya menyentuh pinggang dan bagian dada yang menjadi favoritenya.
"Kau sudah menggodaku sayang, makanannya order lagi saja ya, dan sambil menunggu makanan kita olah raga dulu sebentar bagaimana?" Ucap Alghi mengendus leher sang istri perlahan.
"Tidak kak...Meldi mau makan ditempat tidak mau delivery lagi..., olah raganya nanti saja dirumah, kasian My baby lapar kak..." Ucap Ameldita berusaha menolak, dia cemberut kesal.
"Sayang...jangan cemberut begitu, karena itu semakin membuatku ingin melahapmu, oke kita lanjut dirumah janji ya..., Anton ke pizza dulu...,kita makan disana...! Kata Alghi, seraya memeluk istrinya, ya mau tidak mau Alghi harus mengikuti kemauan sang istri dan menunda hasratnya yang sudah menggebu, Alghi itu memang tak bisa diajak bercanda kalau urusan kegiatan suami istri, jika dikasih hati pasti menginginkan jantung, namun Ameldita sangat suka menggoda suami mesumnya itu.
"Siap bos..." Jawab Anton yang sedari tadi menonton drama live itu.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di restoran pizza terkenal itu, mereka disambut dengan hormat disana karena mereka tahu siapa tuan Alghiantara yang sangat tampan dan terkenal kaya raya. Alghi pun langsung memesan menu yang diinginkan belahan jiwanya.
__ADS_1