
Lucu bukan Ameldita melarikan diri dari rumah menghindari perjodohannya, namun dia malah datang ke rumah orang yang dijodohkannya dan kini menjadi suaminya, benar-benar takdir Tuhan tak bisa dihindari, sungguh luar biasa.
"Ok Al jagalah istrimu dengan baik, sayangi dia sepenuh hatimu dan jangan pernah menyakitinya, ingat hati perempuan itu halus Al..." Saran papa Ghian dan mamanya.
"Ok pah, mah, Al janji...karena dia orang yang Al cintai."
Ucap Alghi berjanji.
Setelah mereka menjelaskan semua, akhirnya telpon pun diakhiri, dan nampak sudah Ameldita keluar dari kamar mandi, kelihatan segar dengan rambut yang masih basah dan memakai baju kimononya, Alghi tertegun melihatnya dia tak menyangka bahwa istrinya adalah gadis yang dijodohkan orang tuanya, kalau tahu gadis itu gadis pujaannya sudah pasti tak kan menolak perjodohan itu, jiwa kelelakiannya pun meronta, tiba-tiba juniornya mengeras, hasratnya mulai menggelora tak tahan lagi.
"Sayang sudah selesai mandinya..." Sahut Aghi menghampiri sang istri yang masih mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"Iya ka sudah, ka Al sana mandi dulu..." Ucap Meldi.
"Baiklah...tunggu ya... nanti ku bantu mengeringkan rambut." Sahut Alghi sambil menutup pintu kamar mandi.
"Ok ka..."Jawab Ameldita.
Beberapa menit kemudian Alghi keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk menutupi bagian auratnya, rambutnya masih basah juga dan sedikit menetes air ke wajahnya, sementara dadanya yang berbentuk roti sobek itu, dibiarkannya terbuka, sangat seksi dan menggoda, siapa pun akan meleleh melihatnya, begitu pun dengan sang istri dia terpesona dengan pemandangan yang nampak dari pantulan cermin meja rias, dimana dia sedang duduk dan berusaha mengeringkan rambutnya dengan hair dryer.
__ADS_1
"Mari ku bantu sayang..." Ucap Alghi menghampiri sang istri dan mengambil alih hair dryer dari tangannya.
"Gak usah padahal ka, biar aku saja..." Sahut Ameldita sedikit gugup, etah kenapa jantungnya selalu tidak normal kalau berdekatan dengan suaminya.
"Tidak apa-apa sayang, aku suka melakukannya." Kata Alghi lalu menyentuh rambut sang istri dari belakang, membelainya dan menatap mata indahnya dari arah cermin, memang sangat indah makhluk ciptaan-Nya ini.
Alghi menempelkan wajahnya diceruk leher Ameldita, yang harum dan wangi memanjakan indra penciumannya. Mengendusnya perlahan, membuat Ameldita memejamkan matanya merasakan desiran halus yang merambat ke seluruh nadinya.
"Ka...geli ih, ahhh..." Ameldita mendesah disaat Alghi menggigit lehernya dan meninggalkan jejak kepemilikannya.
"Ahhhh...ka Al..." Sahut Ameldita di sela-sela ciumannya terlepas, tangan Ameldita pun meraih leher sang suami, yang berusaha menciumnya kembali.
"Ahhhh ka..."Ucap Ameldita ketika Alghi memasukinya, mereka saling memeluk, mereguk segala kenikmatan berulang kali, karena benar-benar merasakan surga dunia.
Pagi menjelang siang, sepasang pengantin itu baru terjaga dari tidurnya, maklum mereka baru tidur dini hari setelah menyelesaikan pertempuran sengitnya.
Alghi membuka matanya dan dia menatap wajah sang istti yang masih terlelap didada bidangnya, kemudian dia mengecup keningnya.
"Terimakasih sayang, I Love You." Ucapnya seraya membelai rambut sang istri penuh rasa cinta, hingga sang istri terusik dan membuka matanya.
__ADS_1
"Ka sudah bangun..." Sahut Ameldita seraya menyentuh dada bidang sang suami.
"Belum..."Jawab Alghi bercanda.
"Kalau belum kenapa menjawab, ih...menyebalkan." Ucap Ameldita seraya mengendus bagian dada sang suami.
"Sayang...jangan menggodaku...kau membangunkan sesuatu, coba lihat." Ujar Alghi seraya membawa tangan Ameldita ke area sana.
"Ka jangan mesum terus, aku lapar..." Ucap Ameldita yang tengah duduk disofa, sambil memainkan handphonenya, sudah waktunya makan siang lewat, secara jam sudah menunjukkan pukul 02:00 bagian Paris.
"Iya sayang, sebentar lagi makanan datang." Sahut Alghi seraya menyisir rambutnya.
"Sayang setelah makan kita jalan ya, mau ke mana ni?"
Sahut Alghi lagi.
"Ke menara eiffel saja dulu, nanti ke museum Louvre ya, sudah lama ku gak kesana ka..." Ucap Ameldita girang, dia merasa senang karena kini dia jalan-jalan bersama sang suami, kalau dulu jalan-jalan sama kedua orang tuanya yang posesif, dimana tak membiarkan satu nyamuk pun menyapanya, apa lagi menggigitnya.
"Oke sayang..." Ucap Alghi lalu mencium bibir istrinya, benar-benar tiada bosan mereguk rasa manis dari bibir istrinya itu, kemudian dia membuka pintu, karena makanan datang.
__ADS_1
Dan setelah beres makan siang, mereka pun segera turun dengan bergandengan tangan, seakan tak mau lepas, saling memiliki satu sama lain, Alghi mulai menunjukkan sikap posesifnya.