TERPERANGKAP JODOHKU

TERPERANGKAP JODOHKU
BAB 74


__ADS_3

"Pagi bu Ani..., lho kenapa bu Ani sendiri mengerjakannya, kemana Sari?" Tanya Ameldita heran, kan biasanya Sari dan bu Ani yang menyiapkan hidangan diatas meja, lagian Ameldita merasa kasian melihat bu Ani mengerjakannya sendiri, karena bu Ani sudah nampak tidak muda lagi.


"Pagi non..., Sari, Sa-Sari..." Ucap Bu Ani terbata-bata, bingung harus menjawab apa, rupanya belum ada yang memberitahu kejadian semalam, Alghi lupa sepertinya.


"Sayang...so sorry ku lupa memberitahu kejadian semalam." Ucap Alghi menatap sang istri.


"Lho ada apa gitu kak...?" Kata Ameldita penasaran.


"Jadi begini sayang...bla bla bla." Kata Alghi, dan dia lansung menjelaskan semuanya dari awal hingga akhir.


"Ya Alloh benarkah? Segitu bencinya dia sama Meldi kak, Meldi jadi merasa bersalah karena telah membuat hati orang menjadi dengki." Ucap Ameldita sedih, benar kan kalau Ameldita tahu acara panangkapan Sari pasti dia memaafkan dan mempertahannya untuk tetap tinggal disana.


"Sayang semua bukan kesalahanmu, jangan dipikirkan, dia orang yang berhati kotor, jadi mudah dimasuki godaan syaiton, jadi seperti itu sayang." Kata mama Fiandra.


"Iya sayang sudah jangan merasa bersalah, semua sudah aman, tak kan ada yang mengganggumu lagi, tenangkan pikiranmu, kasian cucu-cucu papa, nanti mereka ikut sedih." Ucap papa Ghian menatap wajah sendu Ameldita.


"Iya pah, mah..." Ujar Ameldita seraya menyuapkan roti bakar kesukaannya.


Setelah selasai sarapan, semua berangkat ke kantor masing-masing, kalau Alghi tentunya selalu bersama sang istri tercinta, setia mendampinginya apa lagi Ameldita dalam keadaan hamil yang mulai membesar.


Dia menjadi suami yang siap siaga dan super protektif.


"Kak kasian juga tu si Sari, dia berbuat jahat karena dia mencintai kak Al, iya kan?" Kata Ameldita seraya menatap lurus ke jalan raya.


"Bukan cinta tu sayang, itu kegilaan seseorang yang mempunyai penyakit mental, sudah jangan dipikirkan lagi, biarkan semua berlalu...yang penting sekarang kehidupanmu aman, terhindar dari orang yang jahat, fokus pada keadaan baby kita sayang." Ucap Alghi menyentuh bahu dan mengelus perut sang istri tercintanya.


"Iya juga sih kak, cuma sedikit kepikiran saja kak, kenapa aku membuat orang jadi seperti itu, sebelum kehadiranku dirumah kak Al, dia baik-baik saja kan?" Kata Ameldita menatap suaminya.


"Sudah sayang jangan memikirkan hal yang tak ada manfaatnya, aku rasa itu tidak penting, sudah lupakan semuanya..."Suara Alghi meninggi, karena tak ingin istrinya berlarut-larut merasa bersalah, atas sesuatu hal yang tak seharusnya, hiangga membuat Ameldita terkejut dan bersedih, dia pikir Alghi membentaknya.

__ADS_1


Tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya, tapi air matanya keluar tak bisa dihentikan, dan terjatuh mengenai tangan Alghi yang masih berada diperut sang istri.


"Sayang...kenapa menangis? Oh my God...so sorry..." Ucap Alghi membalikkan bahu sang istri saat menyadari dia ngomong setengah membentaknya, menatapnya dan mengusap air mata yang membasahi kedua pipi cantik itu, Ameldita memang lebih sensitif.


"Kak..., Meldi, Meldi memang salah..." Kata Ameldita terisak-isak dalam tangisnya.


"Tidak sayang...so sorry ku tidak bermaksud membentakmu, jangan menangis lagi ya, hatiku sakit melihatmu meneteskan air mata sayang, sorry..." Ucap Alghi seraya memeluknya dan mengusap kepala serta punggung sang istri.


Mereka pun sampai dikantor, Alghi langsung menuju lift dan membawa sang istri menuju ruangannya, Alghi berusaha menenangkan sang istri yang lagi bersedih.


"Sayang minum dulu ya...mau berbaring atau bagaimana?" Kata Alghi dengan hati-hati takut salah bicara lagi.


"Tidak Meldi mau duduk saja, sudah kak Al jangan khawatir, Meldi tidak apa-apa ko..." Ucap Ameldita seraya duduk disofa. Hari ini mereka pergi ke kantor Alghi dulu, nanti setelah istirahat baru ke kantornya Ameldita.


"Sayang ku sambil kerja ya..." Kata Alghi mengecup kening istrinya, lalu dia menuju meja kerja dan membuka laptop.


"Ok thanks Ren..." Kata Alghi tanpa menoleh dan masih fokus pada laptop didepannya.


"Tuan ini jadwal untuk hari ini, ada meeting nanti pukul 9 dengan klaen dari Korea tuan." Sahut Reno.


"Ok...siapkan semuanya...!" Kata Alghi.


"Baik tuan..." Ucap Reno sigap, lalu dia keluar menuju ruangannya.


"Sayang ikut meeting atau menunggu disini?" Kata Alghi menghampiri sang istri yang lagi fokus pada handphonenya.


"Meldi nunggu saja kak...nanti boring disana..., tapi klaennya pria apa wanita?" Kata Ameldita penasaran.


"Pria sayang, Mr.Bruno dari Korea..." Jawab Alghi, istrinya ini benar-benar pencemburu juga, bagaimana tidak cemburu, suaminya ini kan banyak fansnya.

__ADS_1


"Ok kak...Meldi tenang kalau pria he he..." Ucap Ameldita sudah bisa tersenyum lagi.


"Memang kalau wanita kenapa sayang? Cemburu ya...?" Kata Alghi menatap istrinya seraya tersenyum juga.


"Gak juga...jangan geer ih, cuman kak Al kan suka tebar pesona, nyebelin..., Meldi tidak suka..." Ujar Ameldita mengerucutkan bibirnya.


"Bukan aku yang tebar pesona sayang, tapi mereka yang mnyukai pesonaku yang tampan ini...iya kan?" Ucap Alghi bercanda.


"Kakkk...jangan membuatku kesal, kalau tidak kak Al akan menyesal..." Kata Ameldita menghentakkan kakinya ke lantai, dengan kedua tangan dilipat dibawah dada.


"Oke, oke sayang...give up..." Ucap Alghi memeluknya, dia ketakutan sang istri tambah marah.


"Kak sudah ih,sudah pukul 9 ni, waktunya meeting..." Kata Ameldita melepas pelukkan suaminya.


"Tapi jangan marah lagi ya...kalau masih marah ku cancel saja meetingnya..." Ujar Alghi menatap wajah sang istri sementara tangannya masih melingkar dipinggang sang pujaan hati, dan makin mengeratkan pelukkannya hingga tak ada jarak diantara mereka.


"Kak Meldi tidak marah, cuma kesal saja, makanya kak Al jangan macam-macam, sudah ayo meeting dulu kak, kasian tu orang nungguin..." Ucap Ameldita.


"Oke sayang, ditinggal dulu ya...I love you..." Kata Alghi melepas pelukkannya, seraya mencium bibir sang istri lalu dia pergi ke ruang meeting.


"Bye..." Ucap Ameldita.


Setelah suaminya pergi meeting, Ameldita berkeliling diruangan itu, menatap satu persatu lukisan yang terpajang didinding sungguh sangat unik dan barang mahal, dia pun menoleh ke guci keramik besar, yang terdapat photo seorang wanita yang nampak samar, dia memandangnya lekat dan teliti, sedikit tercengang karena gambar wanita itu sangat mirip dengan wajahnya.


"Eh ko photo ini mirip denganku, apakah benar ini gambaran wajahku? Tapi kan kak Al belum mengenalku, bagaimana bisa?" Ameldita bermonolog sendiri seraya mengusap-ngusap guci tersebut.


"Ah sudahlah nanti ku tanyakan, jadi penasaran..." Ucap Ameldita lagi.


Dia pun melihat ke arah buku-buku tentang management dan bisnis, dia mengambil satu buku tebal lalu membukanya perlahan dan dia merasa shock, karena disana terdapat photo seorang perempuan cantik, dia pun masih ingat itu adalah photonya Dina mantan pacar suaminya. Deg hatinya merasa tercubit, apakah suaminya masih mengenang perempuan itu? Begitu yang ada dipikirannya.

__ADS_1


__ADS_2