TERPERANGKAP JODOHKU

TERPERANGKAP JODOHKU
BAB 53


__ADS_3

Namun Ricard mencekalnya kuat dan membalikkan tubuh gadis itu hingga menghadapnya, dan betapa geramnya dia ketika menatap wajah cantik itu, mirip dengan seseorang yang selalu menjadi saingannya bahkan seperti musuh bubuyutannya, dan sekilas bayangan terlintas ternyata gadis itu pernah dijumpainya beberapa bulan yang lalu, ketika dia tak sengaja menabrak sepedanya karena tidak fokus menjalankan mobil, maklum saat itu dia lagi patah hati sepatah-patahnya.


"Kauuu...!" Teriak keduanya secara bersamaan.


"Om yang menabrak sepedaku waktu itu kan?" Kata gadis yang selalu dipanggil Rere itu.


"Whattt...Om...? Memangnya aku om kamu apa? Dan saya sudah memberikan uang untuk memperbaiki sepeda rongsokkanmu itu, apa kau masih ingat, atau hilang ingatan, dan ingin minta ganti rugi lagi hah...!" Geram Ricard mengeratkan cekalannya.


Tetapi dengan sekuat tenaga gadis itu memberontak dan menginjak kaki Ricard dengan sepatu ketsnya, hingga membuat Ricard berteriak kesakitan dan spontan melepaskan cengkramannya. Lalu dengan cepat gadis itu melarikan diri dari hadapan Ricard.


Sementara Ameldita kini disibukkan dengan pekerjaannya, semenjak dia memegang perusahaan yang diberikan sang papa, dia benar- benar merasakan bagaimana mengemban tugas menjadi pemimpin perusahaan itu, ternyata lumayan menguras otak dan pikiran walau pun dengan bantuan suami tercintanya.


"Kak kenapa tidak membangunkanku? Aku kesiangan ni...dan aku jadi berangkat sendiri..." Ucap Ameldita disambungan telponnya. Ya dia berangkat pukul 10 lebih, karena telat bangun, bagaimana tidak semalaman sang suami melakukan aktivitas malamnya tiada henti hampir sampai dini hari baru bisa memejamkan mata.


Dan Alghi merasa tak tega kalau harus mengganggu tidur sang istri yang nampak kelelahan, sementara dia harus meeting pukul 9, jadi terpaksa dia berangkat duluan. Namun Ameldita begitu sensitif akhir-akhir ini, jadi tanggapannya lain.


"So sorry sayang, relax saja toh kamu bosnya, kali-kali kesiangan tak apa sayang, tadi ku tak tega membangunkanmu, karena ada meeting pagi kan, jadi berangkat duluan, nanti kalau sudah beres meeting ku ke kantormu ya..." Jawab Alghi, was-was juga, pasti istrinya merajuk lagi.


"Sudahlah kak lanjut meetingnya...Meldi tahu kak Al pasti bosan kan berangkat bareng...!" Ameldita menutup telponnya dengan marah serta muka yang tidak bersahabat dia langsung turun dari mobil bersama para pengawal yang selalu mengekor dibelakangnya.


Setelah keluar dari lift dia langsung mendudukkan dirinya dikursi, terlihat sekretarisnya memasuki ruangan dan membawa setumpuk berkas yang harus dia tanda tangani.


"Maaf Mrs Ameldita, ini berkas yang harus ditanda tangani..." Kata Reni yang menjabat sebagai sekretarisnya, kebetulan semua staf karyawan disana terdiri dari perempuan semua, yang memiliki skill diatas rata-rata dan berpendidikan yang tinggi, tentunya itu semua sudah diatur oleh sang suami yang sangat posesif.


"Oke, terimakasih...sudahkah diperiksa semua?" Tanya Ameldita.

__ADS_1


"Kebetulan sudah..." Ucap Reni.


"Oke..." Kata Ameldita.


Tampa pikir panjang Ameldita langsung memulai pekerjaannya, dan Reni membantunya membuka file-file yang dibutuhkan tanda tangan itu.


"Krukkk..., krukkk..." Suara perut Ameldita berbunyi, meminta isi, karena sudah waktunya makan siang, namun sang suami belum juga datang.


"Ren bisa suruh orang membelikan mie pedas, ku ingin membuat mie..." Kata Ameldita menoleh ke arah Reni yang menutup file tersebut.


"Hahhhh mie...? Sahut Reni heran, seorang presdir makan siang dengan menu mie, masih ada kah?


"Iya Ren, memang kenapa? Apa kau tak menyukai mie?" Kata Ameldita.


"Kalau begitu beli juga untukmu sekalian, dan belikan juga semua staf atau tanya mereka mau makan apa, lalu belikan mereka..." Kata Ameldita, memang selama ngantor Ameldita selalu memberikan makanan gratis terhadap semua karyawannya, membuat semua karyawan betah dan bahagia karena mendapatkan makanan gratis, bisa menghemat pengeluaran.


"Oke Mrs...saya akan menyuruh Dodo membelinya." Kata Reni seraya tersenyum.


"Ok..." Sahut Ameldita sambil merebahkan tubuhnya ke sandaran kursi.


"Ting, ting..." Bunyi handphonenya berbunyi, terlihat ada pesan dari suaminya, ada juga beberapa panggilan disana, namun malas untuk membuka handphone itu.


Beberapa saat kemudian datang Reni membawakan mie korean spicy pesanannya.


"Mrs ini pesanannya..., mari saya buatkan mienya ya..." Kata Reni seraya meraih mie dari plastik tersebut.

__ADS_1


"Tidak usah Ren, biar saya saja yang membuatnya..." Ucap Ameldita seraya berdiri dan beranjak menuju pantry.


"Ta-ta-tapi Mrs itu akan bahaya, jangan...biar saya yang membuatnya...!" Kata Reni berusaha untuk membuatkannya, karena dia sudah diamatkan oleh Alghi agar apa yang diinginkan Ameldita harus dipenuhi dan dibantu, jangan sampai lengah.


"Kau jangan khawatir Ren, relax saja dan makan dulu, ini sudah waktunya istirahat..." Kata Ameldita memaksa mau membuat mie sendiri.


Reni terpaksa mengikuti kemauan bosnya, walau pun takut juga Alghi suami bosnya akan marah, jika mengetahui hal ini, karena kalau ada suaminya pasti dia yang membuat apa pun yang bersangkutan dengan keinginan bosnya.


"Hi...mengapa kalian mengikutiku...aku hanya pergi ke pantry bukan ke luar, istirahat dan makanlah, jangan mengikutiku terus, apa kalian tidak cape apa?" Suara Ameldita meninggi, merasa kesal dengan 4 orang pengawal itu, biasanya juga begitu sih tapi kali ini Ameldita ingin menikmati waktunya sendiri, dan etah kenapa ingin terus marah-marah.


Reni yang tidak mau terjadi apa pun dengan bosnya itu, tetap juga mengikutinya ke pantry, dia tak mau nanti jadi masalah dengan suami bosnya kalau ada hal yang membahayakan.


Ameldita menyalakan kompor dan memasukan mie itu ke wajan yang sudah tersedia, sambil menunggu matang dia pun menambahkan potongan cabe dan sayuran, supaya lebih enak katanya, padahal bumbu mie itu pun sudah pedas.


Namun ketika dia mau menuangkan mie ke mangkuk,, tiba-tiba perut bagian bawahnya terasa keram, dia berusaha menahannya sambil mengelus perut ratanya.


"Ahhh...kenapa sakit sekali..." Ameldita meringis kesakitan.


"Ada apa Mrs...? Biar saya bantu menuangkan mienya, duduklah dulu..." Sahut Reni, dia melihat bosnya itu meringis seperti menahan sakit.


"Tak apa-apa Ren, sedikit keram perutku ni, karena lapar kali ya..." Kata Ameldita, namun etah kenapa makin terasa sakitnya, Reni membantu agar Ameldita duduk dulu dikursi yang ada disana, namun sebelum duduk tiba-tiba ada suara yang membuat mereka menoleh ke arah pintu.


"What are you doing sayang? Kenapa ada disini?" Tanya Alghi yang baru saja datang dan langsung ke pantry setelah Anton memberitahunya, bahwa sangistri ada di pantry.


Ameldita malas menjawab, dia hanya menoleh dengan muka yang masam, dia melangkah mendekati kursi disana, tapi perutnya keram lagi.

__ADS_1


__ADS_2