TERPERANGKAP JODOHKU

TERPERANGKAP JODOHKU
BAB 52


__ADS_3

"Ternyata sampai detik ini kau masih belum move on, apa tidak ada lagi wanita yang menginginkanmu tuan Ricard...jauhi kami mulai saat ini, jangan pernah muncul lagi dihadapan kami...mengerti...!" Ucap Alghi mengeraskan rahangnya sementara tangannya merangkul bahu sang istri dengan posesif.


"Aku akan menjauhinya jika dia benar-benar sudah aman...!" Kata Ricard menyunggingkan bibirnya dan menatap sinis ke arah Alghi.


"Maksudmu...kau menganggapku lemah hah...!" Alghi tersulut emosi, dia merangsek maju dan mencekal kerah baju Ricard dengan kasar.


"Apa kalian belum selesai bertengkarnya? Kalian membuat kepalaku pusing, teruskan sampai kalian puas...!" Teriak Ameldita menatap kedua pria yang sedang sama-sama terbakar emosi itu, dia pergi dari sana dengan rasa dongkolnya. "Kenapa mereka seperti anak kecil yang memperebutkan mainannya, apa aku ini seperti mainan bagi mereka, huhhh menyebalkan...! Gerutu Ameldita seraya berjalan ke tempat yang sunyi.


Dia duduk dilobi sambil minum juice yang sempat dia ambil tadi ketika berjalan.


"Sendirian saja nyonya Al, apa boleh ku duduk disana? Kenalkan saya Edward dari Inggris, sudah lama saya menjalin kerja sama dengan perusahaan papa Anda, dan sekarang saya ingin kerjasama juga dengan perusahaan anda nyonya?" Sahut Edward tersenyum ke arah Ameldita yang dalam bad mood.


"Oh...baiklah, tapi urusan pekerjaan sebaiknya kita bahas besok saja tuan dikantor, sekarang nikmatilah pestanya...bagaimana?" Jawab Ameldita tak ingin membahas pekerjaan dalam keadaan hati kesal.


"Oke nyonya...tapi bolehkah membicarakan hal lain?" Kata Edward memaksa sambil duduk disamping Ameldita, tentu saja Ameldita sedikit bergeser, karena dia tidak terbiasa duduk dengan laki-laki yang bukan muhrim.

__ADS_1


"Sorry maksud anda?" Ameldita merasa heran.


"Anda jarang nampak dilayar publik saat itu, dan saya tak tahu kalau tuan Aldhiando memiliki putri secantik anda nyonya Al, setelah saya mengetahuinya maka saya menyesal tidak mengenal anda dari awal, saya sangat tertarik dengan anda nyonya Al, apa boleh saya menjadikan anda bagian hidupku?" Tutur Edward menatap Ameldita dari atas hingga ke bawah, sungguh sangat cantik luar biasa dan sangat menggetarkan jiwa kelelakiannya.


"What...sorry tuan seperti yang anda tahu saya sudah menikah, dan suami sayalah yang menjadi bagian dari hidup saya, saya harap anda jangan bercanda yang berlebihan tuan..." Jawab Ameldita tegas, dia tak habis pikir kenapa pria ini ngomong seperti itu? Apakah dia mabuk karena terlalu banyak minum atau dia memang gila?


"Saya tak peduli dengan hal itu, yang jelas saya sangat menginginkan anda, saya bisa membuat anda bahagia, kekayaan saya jauh lebih besar dibanding tuan Alghiantara, percayalah saya sangat mencintaimu..." Ucap Edward seraya menyentuh tangan Ameldita, namun Ameldita berusaha menepisnya karena takut dengan pria bule yang tinggi, gagah juga tampan ini, dihati Ameldita sudah ada suami yang paling tampan dan membuatnya bahagia, kenapa harus tertarik dengan pria lain, no no no...!


"Tuan apa yang anda lakukan, tolong jaga sikap anda, disini bukan negara anda yang memiliki kebebasan untuk bersentuhan dengan lawan jenis, tolong anda pahami tuan...!" Kata Ameldita mengeraskan suaranya sambil bangkit dari duduknya, dia mundur beberapa langkah hingga tubuhnya membentur dinding.


Edward terus maju dan tampa memberi jeda untuk menghindar, kedua tangan Ameldita dicekalnya lalu dia melabuhkan bibirnya ke arah bibir Ameldita yang ketakutan, namun sebelum sampai bibir Edward tiba-tiba beberapa pukulan menghantam punggung dan kepalanya bersama dengan teriakan Ameldita.


"Berani kau menyentuh istriku hah...dasar tak punya otak, stupid...!" Teriak Alghi menggema, dia menghantam pria itu dengan membabi buta, ingin rasanya dia membunuh pria asing itu, namun Ricard menghadangnya.


"Selamatkan istrimu tuan Alghi..., jaga dia baik-baik..., apa ingin kau meninggalkan istrimu dan mendekam dipenjara karena membunuh pria ini?" Ucap Ricard, berusaha menahan tangan Alghi yang mencekik leher pria itu dengan sekuat tenaganya, karena terbakar emosi melihat wanita miliknya disentuh dan hampir dilecehkan.

__ADS_1


Alghi tersadar dia melepaskan cengkramannya, lalu menghampiri Ameldita yang berurai air mata dan gemetaran. "Sayang tenang, ada aku...kau akan baik-baik saja." Alghi memeluk istrinya dengan erat, membelai rambutnya penuh kasih sesekali mencium keningnya.


Dan buk...buk...bukkk..., Ricard pun menghantamkan pukulannya terhadap Edward si pria kurang ajar itu yang berusaha bangkit untuk menghajar Alghi yang sedang memeluk istrinya, dia pun melampiaskan kemarahannya, karena merasa tak rela orang yang dicintainya disentuh dengan semena-mena oleh orang lain, dia tak peduli meskipun harus berakhir dipenjara, dia sendiri belum memiliki beban tanggung jawab keluarga.


Hingga beberapa menit kemudian datang para pengawal untuk membekuk pria itu, Ricard memandang Ameldita yang berada dipelukkan Alghi, sakit rasanya benar-benar tak tahan lagi, dia pun berjalan keluar dari gedung itu sambil memegang dadanya, sanggupkah dia menjalani hidup dalam bayang-bayang cinta Ameldita?


Ricard langsung terbang ke Indonesia, dia harus menenangkan diri ditempat yang sejuk nan nyaman, untuk melupakan segala hal yang membuatnya penat, walau pun hidup dalam bayangan masa lalu yang tak bisa terlupakan.


"Awww...!"Ricard berteriak ketika ada kaleng coca-cola yang melayang dan mengenai kepalanya, dia berdiri dan menoleh ke arah datangnya kaleng tersebut, disana nampak seorang gadis cantik yang seakan mau lari karena telah melempar kaleng bekas minumnya.


"Wah gawat...mengenai orang, kabuuurrr..." Kata gadis itu langsung membalikkan badan lalu berlari. Ricard tak tinggal diam dia mengejar gadis itu, karena dianggapnya tidak sopan dan tidak bertanggung jawab, setidaknya mengucapkan kata maaf karena kesalahannya.


"Hi...jangan lari...tunggu..." Teriak Ricard, sambil berusaha mengejar gadis itu, dan akhirnya dia berhasil menangkap gadis itu. "Cepat juga gadis nakal ini larinya" Guman Ricard disela-sela meringkus bahu gadis tersebut dari belakang dengan kedua tangannya.


"Woy mau lari kemana...? Kau begitu tidak sopan membuang sampah kena kepala orang, apa mau saya laporkan, bahwa warga disini tak mematuhi peraturan yang berlaku, baca tu posternya sangat besar, atau kau itu buta huruf ya...hah...!" Teriak Alghi merasa kesal.

__ADS_1


"Lepaaas...Om, saya tidak sengaja, seriusannn...!" Kata gadis itu memberontak.


Namun Ricard mencekalnya kuat dan membalikkan tubuh gadis itu hingga menghadapnya, dan betapa geramnya dia ketika mnatap wajah cantik itu, yang mirip dengan seseorang yang selalu menjadi saingannya bahkan seperti musuh bubuyutannya, dan sekilas bayangan terlintas ternyata gadis itu pernah dijumpainya beberapa bulan yang lalu, ketika dia tak sengaja menabrak sepedanya karena tidak fokus menjalankan mobil, maklum saat itu dia lagi patah hati sepatah-patahnya.


__ADS_2