THE HIDDEN QUEEN

THE HIDDEN QUEEN
JAWABAN SOSOK BERTOPENG ( Bag.2 )


__ADS_3

" hmm jadi kamu penasaran dengan namaku ??" ucap Mingmei dengan nada menggoda.


"su - suara itu jangan - jangan kamu ini seorang gadis ??" jawabnya dengan nada terkejut karena baru memperhatikan dengan jelas suara sosok di hadapannya.


semua orang di sekitarnya arena seketika bengong bukan karena suara Mingmei tetapi karena lambatnya reaksi dari Jhu Hi Xu. dan bahkan karena hal itu para penonton yang mampu mendengar percakapan keduanya ikut bereaksi demikian.


" memangnya kenapa kalau aku seorang gadis, jangan bilang kamu memegang prinsip tidak memukul wanita !!" jawab Mingmei.


" tidak !! bukan itu maksudku, tapi tapi suaramu - suaramu sungguh indah " ucap tuan muda Jhu dengan nada grogi dengan wajah memerah.


" puffft ahahaha ya ampun tuan muda Jhu, pasti anda sangat terkenal di kalangan wanita karena memiliki mulut manis seperti itu !!" ucap Mingmei.


sementara itu sang wasit yang sedari tadi berdiri hanya menatap dengan tatapan.


' aku ini wasitnya kan ?? kenapa aku seperti burung kecil yang tengah memandang dua orang yang sedang pdkt sih !! ' pikirnya lalu ia pun memutuskan untuk merusak suasana " ehem " berharap di situasi tersebut berakhir namun sayangnya.


" ti-tidak tentu saja tidak, aku hanya berkata jujur !! " ucapnya salah tingkah" ja- jadi nama nona siapa ??" tanyanya sekali lagi terburu - buru dengan nada penasaran.


" hmm begini saja, jika kamu berhasil mengalahkan ku, aku akan memberikan jawaban atas pertanyaan tuan muda bagaimana ??" tanyanya.


" baiklah karena nona berkata demikian aku yakin namamu pasti sangat indah !! " jawab tuan muda Jhu lalu mengeluarkan pedang giok dari cincin penyimpanan miliknya.


mingmei hanya tersenyum di balik topengnya menanggapi ucapan pemuda yang ada di hadapannya.


' ahhh akhirnya ' pikir sang wasit yang sedari tadi hanya di anggap angin " baiklah kedua pese- tunggu dulu nona apa nona tidak memiliki senjata ?? jika ia saya akan.." tanyanya panik takut pertandingan harus di undur kembali namun belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya Mingmei berkata.


" tidak apa kurasa ini sudah cukup !" ucapnya sambil menunjukan tinjunya.


sang wasit terkejut lalu sekilas ia mengingat kejadian yang di lakukan Mingmei sebelumnya lalu paham dan sekali lagi ia menatap sang pemuda dengan tatapan duka.


' haaa nak semoga kamu selamat !! ' ucapnya dalam batin.

__ADS_1


" baiklah jika demikian pertandingan di mulai " ucapnya lalu dengan cepat berlari turun dari arena namun ia terkejut melihat tingkah rekanya yang masih berdiri.


" hei apa yang kau lakukan cepat bakar dupanya " ucap sang wasit kepada panitia yang bertugas membakar dupa yang tengah berdiri bengong.


" ohh, apa sudah di mulai oke !!" dan dengan tergesa-gesa ia membakar ujung dupa yang ia pegang.


" hmmm seperti yang di harapkan dari wanita yang penuh misteri anda bahkan tidak berniat menggunakan senjata menghadapiku, tetapi meskipun demikiannmaaf aku tidak akan meremehkanmu " ucapnya lalu maju dengan kecepatan tinggi.


mingmei kemudian menghilang dari tempatnya berdiri semua orag terkejut akan hal tersebut hanya sedikit orang yang dapat melihat pergerakan dari mingmei sementara yang lain tak melihat apapun bahkan para kultivator tingkat saint tahap awal.


lalu dalam sepersekian detik sebuah bayangan hitam meluncur dari arena dan meluncur dengan kecepatan tinggi ke arah tembok pembatas, awan debu kemudian menutupi pandangan semua orang.


semua penonton dan bahkan para peserta lain tertegung melihat hal itu, tiba - tiba sosok pemuda yang menjadi lawan dari mingmei terlihat dengan pakaian yang koyak di beberapa bagian tengah di gendong oleh sosok misterius.


semua orang semakin terkejut akan apa yang mereka tangah saksikan atau lebih tepatnya apa yang baru saja mereka saksikan, karena tak ada yang dapat merespon hal tersebut jangankan bergerak tetapi melihat saja kebanyakan dari mereka masih kesulitan.


sosok misterius itu mulai mendaratkan kakinya di tanah lalu meletakan pemuda tersebut ke tanah. sosok misterius itu lalu menatap Mingmei lalu menggelengkan kepala.


" AHH KAKAK APA DIA BAIK - BAIK SAJA ??" teriak Mingmei dari atas arena, mendengar itu semua orang kembali tersadar namun masih banyak yang belum bisa berkomentar.


" ANAKU APA KAMU BAIK BAIK SAJA ?? SEHARUSNYA KAMU BERTAHAN SAAT ITU LIHAT DIRIMU SEKARANG YA " ucapnya histeris.


Jiangying yang menyadari itu pun mundur beberapa langkah dari tubuh sang pemuda yang belum sadarkan diri. dan dengan cepat sosok pria paruh baya yang mengenakan baju berwana hijau itu lalu memeluk putranya.


sementara itu di bangku penonton..


" tehnik pukulan bertopeng itu !!" ucap sosok berpakaian putih berpadu kan warna silver di bagian kerah.


" a-apa tadi tuan melihat jurus dari sosok bertopeng itu ??" tanya pria yang berdiri di sampingnya.


" aku kurang pasti, tetapi meskipun sekilas tetapi aku sempat melihat perpaduan element antara Angin dan petir dalam jurusnya, dan bukan hanya itu perpaduan element itu dalam tehniknya sangat halus seolah-olah ke 2 element itu bagaikan bagian dari dirinya sendiri !!" ucapnya masih menatap Mingmei yang masih berdiri di atas arena.

__ADS_1


" benarkah master ?? dalam usia semuda ini ia mampu menguasai 2 element pada tingkat setinggi itu ?? dia pasti jenius dalam 100 tahun !!" ucapnya sambil menatap penuh kagum.


" tidak menurutku sosok bertopeng ini pasti masih menyembunyikan kemampuan lain !! jadi menurut firasatku ia kemungkinan besar merupakan jenius yang muncul dalam 1000 tahun !!" ucapnya sambil menggosok jenggotnya.


" Be-benarkah, ji- jika seperti itu kita harus bisa memasukannya ke dalam sekte kita master !!" ucapnya dengan tatapan senang.


" hmm tetapi yang membuatku penasaran adalah sosok bertopeng yang satunya aku bahkan tak melihat sedikitpun gerakannya " ucapnya sambil menatap Jiangying yang masih berdiri tak jauh dari pasangan ayah dan anak itu.


" DE- DENGAN INI PEMENANG DARI PERTARUNGAN KALI INI IALAH NONA BERTOPENG !!" ucapnya semangat setelah tersadar karena tak mengetahui namanya maka itulah kini sebutannya.


meskipun telah mendapatkan beberapa julukan namun ia tak berani mengatakan hal itu terutama kini iya mengetahui bahwa Mingmei adalah seorang gadis


mingmei Lalu dengan cepat turun dari arena dan berjalan tergesa - gesa mendekati ke duanya, namun saat melewati Jiangying.


" Diam saja !!" ucapnya. mingmei melewatinya lalu mengangguk memahami maksud Jiangying.


Jiangying lalu berbalik mengikuti adiknya yang kini telah berdiri di dekat ke 2 pasangan ayah dan anak itu. setelah berhasil menyusul, Jiangying pun meminta maaf.


" Tuan Jhu mohon maafkan adik saya dia masih kurang mampu memperhitungkan kekuatan yang harus di letakan di dalam sebuah tehnik sehingga tolong di maafkan !!"


ucapnya sembari memberi hormat, melihat itu tuan Jhu tersenyum melihat sikap sopan dari ke 2 sosok bertopeng di hadapannya.


karena bukanya sombong lawanya malah datang dan meminta maaf ia paham mengapa sosok bertopeng yang menjadi lawan anaknya diam mungkin karena takut telah melukai lawanya atau karena ia takut dengan sosok gadis bertopeng yang kini berbicara.


sehingga ia menyimpulkan bahwa gadis yang tengah berbicara memiliki kemampuan yang jauh lebih mengerikan di bandingkan lawan dari putranya.


" ahh tidak mengapa, lagi pula ini sebuah turnamen jadi sudah biasa Jika hal sepeti ini terjadi, lagi pula sepertinya anak ini hanya pingsang karena sesuatu yang lain !!" ucapnya sambil melihat anaknya yang masih terbaring.


" terimakasih tuan karena sudah mau memaafkan sikap dari adik saya yang sembrono ini !!" tambah Jiangying.


" hahah iya ah dan juga terimakasih sudah menyelamatkan anak saya tadi jika tidak saya sudah tidak tahu anak saya kini jadi apa " ucapnya lalu tersenyum.

__ADS_1


" jika seperti itu kami berdua permisi !!" ucap Jiangying pamit.


" hmm sekali lagi terimakasih !!" tambah tuan Jhu.


__ADS_2