THE HIDDEN QUEEN

THE HIDDEN QUEEN
PERTARUNGAN YANG INTENS


__ADS_3

semua orang kembali di kejutkan dengan sikap kedua sosok bertopeng tersebut dan tak berapa lama kemudian suara sorakan terdengar menandakan bahwa mereka bersemangat karena keduanya.


mereka terus menyoraki ke duanya hingga mereka tiba di tempat duduk yang di sediakan untuk para peserta.


" nah itu yang namanya pendekar, meskipun memiliki kekuatan yang hebat namun tetap bijak dalam bertindak!! " ucap seorang pria yang duduk di tempat paling depan.


" benar , benar untuk pertama kalinya aku melihat seorang pemenang seperti itu, bukanya menyombong tetapi ia justru mengkhawatirkan lawanya, sungguh sikap yang terpuji " balas seorang wanita.


" meskipun demikian bukankah kekuatannya sangat mengerikan bisa membuat lawanya terpental sedemikian rupa ??" ucap pria sebelum-nya.


" aku tak perduli selama ia bertanding Tampa kecurangan aku pasti akan mendukungnya terlepas dari menang atau kalahnya ia, oh iya apa kamu mengetahui siapa nama dari pendekar muda itu ??" balasnya.


" aaahhh aku pun juga bertanya - tanya siapa gerangan sosok bertopeng itu!! " dengan suara kecewa.


" hmm begitu yah itu cukup di sayangkan, tapi tak mengapa karena dengan hal itu akan menambah kesan misterius miliknya !! " ucapnya dengan ekspresi kagum sambil menatap ke 2 gadis itu hingga keduanya menghilang dari pandangan keduanya.


dan demikian pembicaraan mengenai penampilan keduanya kembali menjadi topik menarik dan Tampa di sangka sangka ke duanya mulai memiliki penggemar terutama Mingmei, namun itu untuk cerita lain waktu.


sementara itu di balkon tempat duduk kaisar.


sang kaisar menyandarkan tubuhnya kekursi miliknya dan sosok di belakangnya yang merupakan sang pelayan setia dengan pakaian berwarna merah atau lebih tepatnya pemimpin para Kasim menyadari sikap tersebut. lelu mencondongkan badanya ke depan.


" iya yang mulia ?? apa ada yang bisa hamba lakukan untuk yang mulia kaisar !!" tanyanya dengan nada penuh hormat.


" begitu pertandingan untuk hari usai aku ingin kamu pergi untuk mengundang ke dua kultivator bertopeng itu untuk bertemu denganku !!" ucapnya.


" sesuai perintah yang mulia !!" ucapnya lalu berjalan mundur pelan sambil mempertahankan postur tubuhnya beberapa saat lalu kembali berdiri tegak seperti semula.


bukan hanya sang kaisar yang tertarik, orang orang berpengaruh lainya ikut melakukan hal yang sama mereka berniat mengirim utusan kepercayaan mereka untuk bertemu Jiangying dan Mingmei dan mengundang keduanya.


bahkan para sekte lain juga ikut menaruh minat akan keduanya karena semuanya mengetahui bahwa Jiangying dan Mingmei merupakan peserta Tampa latar belakang yang jelas, sehingga mereka mencoba merekrut keduanya.


***

__ADS_1


Jiangying begitu ia duduk di kursinya dengan tangan kirinya menjuntai kebawah ia mulai menggerakan jari membentuk sebuah pola yang sederhana, bersamaan dengan itu sebuah Aray dengan diameter 4 meter² persegi muncul dan mengelilingi keduanya.


Aray tersebut berfungsi untuk memblokir suara dari dalam untuk keluar namun tidak berlaku sebaliknya. sehingga ke duanya dapat berbicara dengan bebas Tampa harus khawatir pembicaraan mereka di dengarkan oleh orang lain.


dan juga keduanya dapat mendengarkan apa yang di bicarakan oleh orang sekitarnya.


" adik bukanya tadi itu berlebihan ??" tanya Jiangying .


" berlebihan ?? kakak bukanya aku yang berlebihan tetapi pemuda itu yang berlebihan lemahnya, aku tak berpikir bahwa pukulan ringanku dapat ..." namun ucapanya di potong oleh Jiangying.


" bukan itu yang kakak maksud !!" ucapnya singkat.


" eh bukan ?!? lalu apa yang kakak maksudkan ??" tanya dengan nada sedikit terkejut dan bingung, karena menurutnya tehnik yang ia gunakan tadi untuk menghadapi lawannya.


memang terlihat berlebihan meskipun ia yakin tak mengenai tubuh lawanya 100% dan telah menggunakan element angin untuk meredam dampak dari pukulannya.


tetapi ia terkejut bahwa reaksi yang di harapkan olehnya sungguh di luar ekspektasinya, karena mampu menerbangkan lawanya hingga sejauh itu. namun yang membuatnya terkejut adalah ucapan saudarinya Jiangying.


" jika maksud Kakak adalah itu kupikir itu sudah selesai, bukankah aku telah mengalahkannya !?" ucapnya penuh keyakinan


" apa kamu lupa apa yang di katakan master bahwa pria begitu mereka penasaran mereka tak akan bisa tenang !!" jawabnya.


" baiklah aku paham akan kesalahanku aku minta maaf kak. jadi... apa kakak mau aku perlu pergi dan membunuhnya ??" ucapnya santai.


" haaa itu tidak perlu jika kita adik melakukannya. kita malah akan membuat riak di air, jadi berharap lah bahwa pemikiranmu benar dan masalah ini sampai di sini !!" ucapnya tenang.


keduanya kembali memperhatikan pertarungan yang masih tersisah dan tak berapa lama pertandingan putaran ke 3 pun berakhir.


dan kini memasuki putaran ke 4 yang mana di putaran kali ini ke 2 pasangan sebelumnya yang menarik bagi Jiangying yakni pemuda dengan tombak dan seorang gadis dengan pedangnya berdiri dari kursi mereka lalu menaiki arena.


bersamaan dengan berdirinya keduanya 12 peserta lain juga berdiri dari tempat duduk sementara itu 6 orang dari kursi peserta yang merupakan perwakilan juga ikut naik ke atas arena.


pertandingan kembali berlanjut namun kali ini pertandingan sangat seru karena pihak Tampa wakil melakukan pertarungan yang sangat intens dengan jurus - jurus andalan mereka.

__ADS_1


berbeda dengan pihak lawan yang masih berusaha menyembunyikan kartu truf mereka karena yakin bisa lolos.


sementara itu di arena 9


sang pemuda bertombak berhadapan dengan pihak yang bukan perwakilan sehingga ia tak segang - segang dalam menyerang.


begitupun dengan lawanya yang memiliki pemikiran yang sama sehingga mereka berdua dengan leluasa dapat melancarkan serangan.


pertarungan begitu sengit pedang dan tombak saling beradu, percikan - percikan api terus terlihat tak kala kedua senjata itu bertemu, pria dengan pedang mulai merasa tertekan sehingga mulai meningkatkan kecepatan seranganya.


menyadari hal itu pemuda dengan tombak mulai mencoba untuk membuat jarak untuk meminimalisir serangan fatal yang bisa ia dapatkan. dan bukan hanya itu alasanya ia juga berniat untuk menggunakan kelebihan senjatanya yang unggul dalam jangkauan serangan di bandingkan dengan pedang yang tak terlalu jauh.


namun sayang musuhnya menyadari itu memutuskan untuk maju dan terus maju berusaha agar jarak di antara ke duanya tidak terlalu besar. karena tak bisa membuat jarak sang pemuda berusaha menunggu kesempatan.


tak berapa lama senjata keduanya kembali beradu namun karena kekuatan yang diguanakan terlalu kuat dan berkahir imbang sehingga ke dua senjata itu terpental kebelakang, tombak terlontar Ke kanan dan pedang terlontar ke kiri.


keduanya terkejut akan hal itu namun sang pemuda dengan tombak melihat kesempatan ia pun melonggarkan pegangannya sehingga senjatanya meluncur dari tanganya, namun begitu tanganya dan ujung belakang bertemu ia dengan cepat kembali memegang erat ujung belakang tombaknya.


begitu merasa telah sesuai dengan pegangannya ia mengalirkan kekuatan qi ke kekakinya untuk menguatkan kuda - kuda miliknya sehingga ia dapat melancarkan serangan kejutan.


ia mengayungkan tombaknya seperti menggunakan pedang dengan menggunakan energi qi untuk melapisi senjatanya sehingga kerusakan dapat di minimalisir dan kekuatan akan meningkat sehingga dampak dari serangan tersebut sudah pasti akan fatal.


meskipun dapat di tahan tetapi dampaknya akan tetap dan bisa mengakibatkan lawan terluka sehingga jalan satu satunya adalah menghindar dari serangan tersebut.


musuhnya terkejut akan serangan yang tak ia sangka - sangka akan datang, iapun berusaha untuk menghindar tetapi karena waktu yang singkat ia pun tak bisa menghindari serangan itu tetapi dengan reflek ia menggunakan pedangnya untuk menahan serangan tersebut.


namun karena senjatanya tak memiliki energi qi di dalamnya karena sang pemilik Panik sehingga ia lupa melakukan hal itu sudah pasti dalam adu senjata itu ia akan kalah dan bukan hanya itu pedangnya juga mengalami retak, dan akibat tak mengaliri energi qi untuk meredam kekuatan dari benturan pemuda dengan pedang termundur dan berlutut sambil memegang dadanya.


tak lama kemudian ia memuntahkan darah segar dari mulutnya. menyadari semua yang terjadi padanya ia akhirnya mengaku menyerah. sang wasit kembali naik ke atas arena dan mengumumkan sang pemenang.


* karena kondisi dah membaik aku jadi bisa up setiap 2 chapter dalam 2 hari jika bisa akan ku udahan lebih jadi jangan lupa likenya yah *


__ADS_1


__ADS_2