THE HIDDEN QUEEN

THE HIDDEN QUEEN
KEJUTAN DI MALAM YANG GELAP


__ADS_3

πŸ€— Hay semua sebelum membaca πŸ€—


Tolong klik tombol πŸ‘, Eiitttss jangan lupa juga dengan komentarnya yang positif dan membangun πŸ™.


Dan saya akan sangat senang jika para pembaca sekalian mau memberikan VOTE kepada saya, jadi saya tunggu nih vote dari kalian heheh πŸ˜‹!! ... πŸ˜‰πŸ˜‰


πŸŽ‰HAPPY READING ALLπŸ₯°


Langit berbintang bagaikan permata yang bertaburan di atas sebuah permadani hitam, semilir angin membelai ribuan dedaunan sehingga suara dari gesekan dedaunan memenuhi setiap sudut pepohonan.


Malam ini sang rembulan tak muncul dengan keindahan dan pancaran cahayanya yang membuat siapa saja akan merasa tenang gak kala menikmati pancaran sang rembulan, sehingga kini di dalam hutan tersebut hanya ada kegelapan di setiap jengkalnya.


Bola - bola indah yang memancarkan cahaya berwarna putih kebiruan beterbangan dengan pelan dan lembut ketika terbang dan di belai oleh sang angin layaknya daun yang bergerak mengikuti aliran sungai yang tenang membuat siapa saja akan dapat tehanyut dalam ketenangan.


Tetapi malam ini bukan hanya cahaya indah tersebut yang ada di hutan tersebut terlihat juga beberapa cahaya lain berwarna orange kemerahan dari kejauhan lambat laun jumlahnya bertambah. cahaya tersebut berasal dari obor yang di bawah oleh sekelompok orang - orang yang tengah berjalan membelah hutan.


Cahaya dari obor yang samar - samar memperlihatkan kain kotor nang kusam yang melekat di tubuh mereka yang terlihat seperti tulang dan kulit saja, sementara yang memimpin jalan dari kelompok tersebut ialah sosok gadis kecil yang mengenakan pakaian sederhana yang bersih.


" Pandora tolong berikan laporan mengenai perkembangan pergerakan para jendral yang menangani Benteng Giok Hitam dan yang perbatasan Kekaisaran HΔ“ishΓ­ ( Batu Hitam ) !!" Tanyanya menggunakan telepati.


[ MENGENAI BENTENG GIOK HITAM DAPAT DI PASTIKAN BAHWA PASUKAN YANG DI PIMPIN LANGSUNG OLEH JENDRAL BESAR NING LI BEI AKAN TIBA PADA SIANG BESOK. ]


[ SEMENTARA YANG DI TUGASKAN UNTUK MENANGANI PERBATASAN MEMBUTUHKAN WAKTU LEBIH LAMA UNTUK MENCAPAI LOKASI TERSEBUT TEPATNYA MEMBUTUHKAN WAKTU 23 JAM 15 MENIT DARI SEKARANG. ]


" Ternyata memakan waktu cukup lama. " gumamnya tiba tiba.


" Iya nona pendekar ada apa ? apa cahayanya kurang terang ?" tanya pria yang datang menghampirinya menyebabkan Ling Xia sedikit terkejut akan hal itu.


" Tidak ada tolong lanjutkan dan awasi sekitar saja, dan untuk cahayanya sudah bagus seperti ini !!" jawab Ling Xia, pria tersebut mengangguk paham lalu kembali mundur kebelakang.


" Pandora tolong buka shop aku ingin melihat - lihat prefound ark !!"


[ APA MASTER INGIN MEMBELI SEBUAH PREFOUND ARK ?? ]


" Tidak aku hanya ingin melihat - lihat saja. " jawab Ling Xia.


Tetapi tiba - tiba ada sebuah getaran yang cukup kuat terjadi sehingga membuat semua orang menjadi terkejut termasuk Ling Xia sendiri. Ling Xia lalu menyebarkan kesadarannya untuk memeriksa apa yang sebenarnya terjadi.


Tiba - tiba dari samping kirinya sebuah mulut besar dengan ribuan gigi muncul dan berniat menerkamnya, sebelum Ling Xia masuk ke dalam mulut sang ular Ling Xia menyadari bahwa tidak hanya dirinya saja yang akan termakan oleh mulut tersebut sehingga dengan cepat Ling Xia berbalik dan mendorong pria yang hanya berjarak 2 langkah dari dirinya.


Semua orang terkejut dengan apa yang terjadi terutama ketika melihat sosok penyelamat mereka langsung di makan oleh ular raksasa tersebut tepat di hadapan mereka.


Ling Xia tidak langsung begitu saja mau masuk kedalam perut reptil melata tersebut ia berhasil menahan mulut dari sang ular saat ia akan di makan, Ling Xia berusaha menahan mulut ular tersebut agar tidak menutup karena jika ia maka dirinya akan langsung tergigit.


Sang ular langsung mengayunkan kepalanya agar Ling Xia mau melepas pegangannya dari rahangnya atau lebih tepatnya tepian mulutnya.

__ADS_1


Ular tersebut memanfaatkan kecerdasannya yang telah ia dapatkan setelah berkultivasi selama beberapa ratus tahun sang ular berniat untuk mengangkat kepalanya ke udara lalu membuka mulutnya sehingga Ling Xia terpaksa jatuh ke dalam mulut sang ular, mengingat bahwa ular memiliki rahan yang fleksibel dan elastis sehingga dapat terbuka seluas yang ia mau.


Ling Xia menyadari niat sang ular untuk menelan Ling Xia memanfaatkan dari gaya gravitasi. sehingga membuatnya tersenyum sesaat.


" Dasar reptil yang tak bisa merangkak, ayo lakukan dan aku pastikan kau akan mati setelahnya." Pikir Ling Xia.


sesuai dengan prediksi dari Ling Xia ular tersebut mulai mengangkat kepalanya ke udara dan juga terasa tekanan pada rahan ular tersebut mulai berkurang, Ling Xia kemudian mulai fokus menunggu waktu yang tepat untuk melompat keluar dari rahang sang ular dan menjauh seketika itu sang ular mengibaskan kepalanya ke arah depan layaknya cambuk sehingga Ling Xia terlempar terlempar dengan kecepatan tinggi.


Ling Xia terkejut karena ular tersebut tidak melakukan seperti yang Ling Xia prediksi tubuhnya meluncur dengan kecepatan tinggi dan menghantam batang pohon 1, 2, 3 batang pohong hancur tak kala tubuh Ling Xia yang mungil menabrak batang pohon tersebut. Dan tepat ketika saat itu Ling Xia menyadari sebuah batu besar yang akan menjadi tempat pendaratan selanjutnya, Ling Xia dengan cepat melirik ke atas langit dalam sepersekian detik sebelum menabrak batu kabut darah muncul dan langsung menelan tubuhnya.


Ular raksasa terkejut melihat hal yang di lakukan oleh Ling Xia karena dapat menghilang, dengan cepat sang ular menghampiri tempat di mana Ling Xia menghilang tetapi semua panca inderanya tak dapat menemuka hawa keberadaannya, sang ular menjadi bingung kemana Ling Xia menghilang sesaat sebelum menabrak batu besar sang ular lalu menoleh ke kanan dan ke kiri mencari sosok Ling Xia.


Menggunakan matanya yang dapat melihat suhu tubuh dari mahluk hidup lainnya tatapi tetap saja ular itu tidak dapat menemukan keberadaan dari Ling Xia, sementara itu beberapa ratus meter di atas langit kumpulan kabut darah muncul begitu keluar Ling Xia keluar dengan kecepatan tinggi akibat kekuatan hempasan dari sang ular sebelumnnya sehingga kecepatan jatuhnya belum berkurang sedikit pun meskipun telah menabrak beberapa pohon. Ling Xia lalu memutar otak seketika ia mendapat sebuah ide .


dan Ling Xia memutuskan untuk memanfaatkan kondisinya saat ini ia lalu meluncur ke arah ular tersebut sambil menyeringai licik menghiasi wajahnya.


" Saatnya pengujian bagian ke dua. " Ucapnya lalu sebuah hologram memanjang muncul di hadapan Ling Xia seketika hologram tersebut berubah menjadi senjata yang ia gunakan untuk membantai para bandit sebelumnnya.


Sehingga membuat seringai yang Ling Xia tunjukan memperlihatkan sosoknya seperti seorang antagonis ketika melihat sang protagonis jatuh kedalam cengkramannya, dengan cepat Ling Xia menarik pelatuknya tanpa membidik karena ia yakin pasti akan mengenai tubuh sang ular mengingat ukuran dari mahluk tersebut sangat besar, dentuman keras terdengar dari atas langit sehingga menarik perhatian sang ular peluruoun melesat menuju sang ular.


bersamaan dengan itu kecepatan jatuh Ling Xia menjadi berkurang akibat hentakan yang di hasilkan oleh senjata yang ia tembakan akan tetapi karena bobot dari senjata yang lumayan berat sehingga membuat Ling Xia kembali meluncur meskipun tak secepat sebelumnnya.


Ling Xia yang melihat saat - saat peluru menabrak tubuh sang ular menjadi terkejut karena melihat peluru dari senjata yang baru saja membuatnya bangga dapat pantul kan oleh sisik sang ular, meskipun sang ular sempat terkejut akibat melihat panas dari peluru yang melesat kearahnya tetapi setelah berhasil di pantul kan sang ular menjadi lebih percaya diri dari sebelumnya.


Sang ular kemudian bersiap menangkap jatuhnya Ling Xia dengan membuka mulutnya, melihat itu Ling Xia menemukan ide baru lalu berniat menembak tapi kali ini ia membidik menggunakan teropong dan karena Ling Xia sedang jatuh sehingga membuat Ling Xia menjadi sedikit kesulitan untuk menemukan posisi yang pas untuk menembak.


Ling Xia tersentak sesaat lalu dengan cepat menstabilkan senjatanya serta posisinya kemudian kembali membidik ke arah sang ular namun kali ini Ling Xia menggeser moncong senjatanya ke arah kiri 2 inci lebih jauh dari sebelumnnya setelah itu Ling Xia kembali menembak


Kedua peluru tersebut meluncur dengan cepat ke arah mulut ular tersebut, instingnya memperingatkan sang ular ia dengan cepat berniat menutup mulutnya namun sayang peluru sudah masuk ke dalam mulutnya dan mengenai langit - langit mulut sang ular peluru tersebut berhasil menembus bagian bagian atas dari sang ular tetapi sayang peluru tersebut tidak dapat mencapai sasaran yang Ling Xia rencanakan tetapi peluru ke dua kembali masuk dan mungkin karena Ling Xia yang beruntung atau sang ular yang sedang sial peluru kedua melesat masuk dan mendorong peluru sebelumnnya.


Dari atas kepala sang ular 2 benda asing meluncur keluar beserta darah dan beberapa potong daging kecil, seketika itu juga sang ular meregang nyawa. Ling Xia tersenyum senang melihat hal itu lalu dengan cepat ia menghilang ke dalam kabutnya lalu muncul di samping tubuh sang ular tetapi karena kecepatan jatuhnya masih ada sehingga membuatnya meluncur keluar dan terhenti ketika menabrak tubuh sang ular terjatuh kebelakang lalu tersenyum.


" Yeah Victory !!! " teriak Ling Xia senang sambil mengangkat ke dua tanganya ke udara.


Ling Xia pun beristirahat sejenak untuk menenangkan diri karena adrenalin saat melawan ular sungguh membuat Ling Xia berdebar. Ling Xia Tampa sadar mengingat kenangan ketika Ling Xia terlibat dalam pertempuran antar geng di kehidupan sebelumnya Ling Xia merasakan perasaan nostalgia akan hal tersebut, tiba - tiba Ling Xia mendengar banyak langkah kaki yang mendekatinya meskipun masih jauh di dalam barisan pepohonan tapi tetap saja dengan kemampuan miliknya bukan hal yang sulit untuk mendeteksi suara tersebut.


Ling Xia lalu berdiri dan bersiaga takut orang - orang yang mendekat ke arah Ling Xia adalah orang yang juga berniat memburu sang ular, karena sudah pasti bahwa setiap bagian tubuh dari ular yang memiliki tingkat kultivasi seperti ini, dapat di olah menjadi berbagai macam hal mulai dari senjata artefak obat dan terutama intinya yang dapat membantu meningkatkan kultibmvasi seseorang.


Dan jika mereka bertemu besar kemungkinan pertarungan akan sulit di hindari sehingga satu satunya pilihan adalah melarikan diri dari tempat tersebut, tiba - tiba Ling Xia mengingat orang - orang yang sebelumnya ia selamatkan dan jika ia melarikan diri besar kemungkinannya mereka akan celaka dengan demikian Ling Xia pun mengabaikan pilihan untuk melarikan diri.


" Pandora cepat temukan posisi dari ora..." belum sempat Ling Xia menyelesaikan ucapnya, suara yang tak asing mencapai telinganya


" NONA PENDEKAR DIMANA ANDA ... !! " Ling Xia tiba - tiba mengingat sosok pria yang sebelumnya yang menjadi perwakilan dari para budak sebelumnnya yang memanggil dirinya dengan sebutan tersebut.


Ling Xia menjadi lega setelah mengetahui bahwa suara langkah yang mendekat ternyata milik para budak yang Ling Xia selamatkan sebelumnya. tetapi ia kembali tersadar ketika menyadari mayat dari ular raksasa yang berada di belakangnya dengan cepat Ling Xia lalu memasukkannya bangkai ular tersebut ke dalam cincin dimensinya.

__ADS_1


Karena Ling Xia tak ingin menjelaskan mulai dari cara ia selamat dari terkaman sang ular maupun cara ia mengalahkan ular tersebut serta dapat di pastikan bahwa akan ada pertanyaan merepotkan yang akan mengekor di belakangnya. setelah selesai mengurus bangkai ular Ling Xia lalu berniat untuk pergi menuju orang - orang tersebut yang sudah mulai membuat keributan yang di takutkan dapat menarik perhatian beast lainya.


" Pandora tolong awasi wilayah sekitar dengan seksama aku tak ingin kejadian seperti tadi terulang kembali !!" Ucapnya lalu melangkah pergi.


[ BAIK MASTER. ]


Tak berapa lama Ling Xie dapat melihat cahaya dari balik pepohonan Ling Xia pun berjalan mendekati sumbernya, di sana terlihat kelompok sebelumnya meskipun jumlahnya tak sebanyak sebelumnya dan semuanya orang dalam kelompok tersebut adalah pria.


Orang - orang tersebut terkejut dan waspada ketika melihat Ling Xia berjalan keluar dari rimbunan semak belukar, tetapi ketika mengenali Ling Xia dengan cepat isemuanya mendekati dirinya dengan wajah lega.


" Nona pendekar bagaimana keadaan nona, apa semuanya baik baik saja !?!" Tanya pria perwakilan begitupun yang lainya yang mulai mengajukan pertanyaan karena semuanya terlihat khawatir.


" Apa yang membuat kalian berada di sini ??" tanya balik Ling Xia, seketika ia melihat senjata yang di pegang oleh orang - orang tersebut " Dan dari mana kalian mendapatkan senjata senjata itu ??" tambahnya.


" Kami datang kemari untuk menyelamatkan nona, dan untuk senjata ini kami ambil dari mayat para bandit sebelumnnya !!" Mendengar itu Ling Xia sedikit terkejut dan sebuah ingatan masuk ke dalam kepalanya yang berasal dari kehidupan sebelumnya.


Flash Back On


Ling Xia mengingat saat ketika di sergap oleh geng yang jauh lebih kuat di bandingkan dengan geng yang ia pimpin, seketika karena kalah jumlah Ling Xia pun berhasil di pojokan di dalam sebuah gang sempit Ling Xia pun merasa putus asa melihat tidak ada cara lain untuk melarikan diri dan bahwa dirinya akan mati di tempat itu.


"Ahahah Sepertinya hanya bisa sampai di sini saja !! " ucapnya tetapi seketika itu juga ia mengingat dendamnya untuk membalas ayah angkatnya sehingga ia pun kembali mendapat energi untuk tetap berjuang, sementara geng lawan yang melihat kondisi Ling Xia yang tengah kelelahan setelah bertarung dan lari para musuh Ling Xia tidak tinggal diam, memanfaatkan kesempatan yang ada merekapun maju tuk menyerang.


Ling Xia hanya bisa tersenyum melihat hal itu dan mengepalkan tinjunya tepat ketika ia akan di serang terdengar suara pertarungan dari arah belakang dari kelompok tersebut sehingga membuat geng tersebut panik, melihat itu Ling Xia tidak menyia-nyiakan kesempatan lalu langsung maju menyerang sehingga kelompok geng tersebut terjepit setelah di serang dari 2 arah.


Ketika semua orang dari geng tersebut berhasil di kalahkan Ling Xia kini dapat melihat kelompok yang datang menyerang Ling Xia dapat mengenali bahwa mereka adalah bawahanya, setelah itu mereka pun terus menyerang hingga kurang lebih 40 menit kemudian akhirnya pria terakhir dari geng yang terjepit itu berhasil di kalahkan.


Bawahan Ling Xia kemudian mendekati.


" Bagaimana keadaanmu Bos ?? " Tanya pria dengan tubuh besar dan kepala plontos.


" Apakah kau tak bisa melihat sendiri kondisiku ??" Tanyanya balik.


" Ahh maaf boss saya tidak. " jawab pria besar tersebut.


" Terus kenapa kalian disini ??"


" Kami datang untuk membantu bos setelah berhasil mengalahkan orang - orang yang datang menyerang markas !!" Jawabnya Ling Xia hanya tersenyum menanggapi jawaban dari bawahanya itu.


Flash Back off


Ling Xia hanya berdiri mematung sesaat sebelum di sadarkan oleh panggilan dari sosok pria yang ada di depannya.


Terimakasih atas kunjungannya dan jangan lupa sebelum membaca kelanjutannya tolong klik tombol πŸ‘ yaahh !!....


kalau bisa tolong di berikan komentar serta sarang dalam mengembangkan cara penulisan untuk karya saya, tetapi jika semuanya merasa sudah puas akan karya saya ini tolong berikan vote-nya. πŸ˜‰πŸ˜‰

__ADS_1



__ADS_2