
π€ Hay semua sebelum membaca π€
Tolong klik tombol π, Eiitttss jangan lupa juga dengan komentarnya yang positif dan membangun π.
Dan saya akan sangat senang jika para pembaca sekalian mau memberikan VOTE kepada saya, jadi saya tunggu nih vote dari kalian heheh π!! ... ππ
πHAPPY READING ALLπ€
Setelah Ling Xia sampai di tempat tujuan utamanya yakni klinik milik keluarganya, dari kejauhan terlihat bangunan besar dengan beberapa pohon mangga yang berdiri tegak di sampingnya dan terlihat juga seorang wanita muda dengan pakaian berwarna hijau sedang menyapu halaman.
Ling Xia mengenali sosok tersebut dan mulai mempercepat langkahnya mendekati sosok tersebut.
" Kak Yu " Sapa Ling Xia dari kejauhan.
Sementara itu sang wanita muda tersebut lalu sontak menoleh setelah mendengar suara yang sangat ia kenali, yang merupakan sosok masternya yang mengajarinya dan memfasilitasinya dalam belajar membuat obat.
" Ah master !! " Ucapnya, lalu buru - buru mendekati Ling Xia yang juga berjalan mendekatinya.
" Salam murid kepada master !! " Ucapnya sambil memberi hormat.
" Kakaaaak.. sudah cuku tak perlu terlalu formal seperti itu !! " Ucap Ling Xia.
" Bukanya tak sopanyah jika seorang murid tak memberi hormat kepada masternya ?? " Jawabnya spontan.
__ADS_1
Sementara itu orang - orang yang berada di belakang Ling Xia terkejut setelah mendengar ucapan dari Hong Yu, karena gadis kecil di hadapanya ternyata juga memiliki seorang murid yang bisa di bilang jauh lebih dewasa
" Haa baiklah - baiklah Kakak yang menang !! " Jawabnya, sebetulnya percakapan ini sudah sering terjadi sehingga Ling Xia dapat dengan mudah menerka ke arah mana pembicaraan ini akan berlanjut dan bagaimanapun Ling Xia mengelak tetap saja sosok wanita muda yang secara fisik di hadapannya tetap menang.
Jadi untuk mempersingkat waktu Ling Xia dengan cepat mengakhiri pembicaraan tersebut lalu menaiki anak tangga yang sebelum memasuki pintu dari klinik milik keluarga kecilnya tapi sebelum masuk ia menoleh menatap puluhan orang orang yang Ling Xia bawah dari luar desa.
" Untuk semuanya tolong ikuti instruksi dari kak yu.. dan untuk kak yu tolong bawa mereka semua ke ruang tengah bisa ?? " Mendengar itu perempuan bernama Hong yu yang tengah menatap penasaran ke arah orang orang yang berada di belakang Ling Xia terkejut lalu memberi hormat menerima perintah dari master alkimianya.
" Baik master !!" Jawabnya.
" Dan untuk anak anak ikuti saya sebentar !! " Ucapnya lalu berbalik semua anak anak tersebut awalnya ragu ragu namun setelah di berikan isyarat dari anak laki - laki yang lebih tua akhirnya mereka berani masuk dan mengikuti Ling Xia.
" Baiklah semuanya silahkan ikuti saya menuju pintu lain !! " Ucapnya memberikan instruksi, semua orang kemudian mengikuti Hong yu menuju tempat yang di maksudkan Ling Xia.
" Baiklah untuk kalian berempat pergi dan beristirahat di ranjang sebelah sana !! " Ucap Ling Xia sambil menunjuk ke arah tempat tidur dengan sepray berwarna putih berjejar rapi di dalam ruangan tersebut, namun ke empat anak tersebut sedikit ragu untuk mengikuti permintaan dari Ling Xia karena menurut mereka jika ke empatnya berbaring di Sana seprey tersebut akan kotor oleh tubuh mereka yang masih di lumuri tanah kering atau debu.
" Dan untuk sisahnya silahkan duduk dan jika aku mengatakan selanjutnya kalian bergantianlah duduk disini !! " Ucap Ling Xia sambil menunjuk ke kursi pemeriksaan yang biasanya ia gunakan untuk memeriksa penduduk desa.
ke 15 anak lainya mengangguk paham sementara ke 4 anak lainya yang sebelumnya di minta untuk berbaring di tempat tidur masih berdiri kebingungan karena ke adaan yang saat ini mereka alami, Ling Xia menoleh dan mendapati ke empatnya masih berdiri dan belum bergerak sedikitpun.
Sehingga pada akhirnya Ling Xia menghampiri mereka untuk bertanya penyebab mereka belum melakukan apa yang Ling Xia minta sebelumnya.
" Mengapa kalian masih berdiri di sini saja ?? apa ada sesuatu yang mengganggu kalian ?? " Tanya Ling Xia penasaran, sementara ke empat anak tersebut masih berdiri bingung tak tahu menjawab hingga akhirnya salah satu anak laki - laki menjawab.
__ADS_1
" Ka,kami sedikit takut nona !! " Jawabnya dengan nada sedikit ragu.
" Takut ?? takut kenapa, memangnya akan ada yang memakan kalian jika beristirahat disana ?? " Jawabnya sambil bercanda untuk mengurangi tekanan di ruangan tersebut karena dapat di lihat bahwa semua anak anak masih merasa takut akan Ling Xia yang pada malam sebelumnya baik saat membebaskan mereka maupun saat ia dengan beraninya menghadapi ular raksasa yang menyergap mereka sebelumnya di hutan dan bahkan berhasil mengusirnya ( yah itulah yang Ling Xia katakan kepada semua orang agar tidak terlalu banyak membuat mereka ketakutan, dan curiga kepada mereka ).
Meskipun usia mereka terpaut hanya beberapa bulan saja dan bahkan ada di antara mereka yang lebih tua di bandingkan dengan Ling Xia namun karena faktor gizi sehingga mereka terlihat jauh lebih kecil di bandingkan dengan Ling Xia.
" Bu - bukan seperti itu nona, kami hanya takut bahwa tubuh kami akan mengotori seprey yang bersih itu " Jawabnya dengan jujur, Ling Xia sedikit terkejut saat mendengar ucapan sosok anak lelaki yang ada di hadapannya ternyata leluconnya tidak berefek sama sekali malahan menambah ketegangan di ruangan tersebut.
" Tidak mengapa kalian beristirahatlah di sana, lagi pula lihat wajah kalian sudah pucat seperti itu apa kalian yakin kalian ingin tetap berdiri di sini ?? " Tanyanya dengan nada sedikit risau karena wajah pucat ke empatnya mulai terlihat kembali.
" Ta - tapi nona ... ka - Kam " Namun belum sempat ia melanjutkan ucapanya Ling Xia lalu memotong kalimatnya.
" Sudah Cukup dengar kalian beristirahatlah di tempat tidur di sana dan jangan banyak alasan
" ke empatnya membeku sesaat setelah mendengar ucapan gadis cilik di hadapan mereka dan dengan perlahan anak laki laki pertama berjalan terlebih dahulu, setelah itu di ikuti ke tiganya.
Ling Xia tersenyum melihat ke empatnya kini pergi melakukan sesuai yang di katakan Ling Xia meskipun dalam hatinya sedikit menyesal karena tidak memandikan semua anak itu terlebih dahulu tetapi melihat kondisi mereka yang belum mendapatkan pemeriksaan keseluruhan membuat Ling Xia sedikit tidak tenang sehingga ia menepis niat awalnya tersebut.
Ling Xia kemudian berbalik dan pergi menuju kursi yang ia gunakan untuk memeriksa anak - anak yang lainya, namun tiba tiba ia mendengar suara di kepalanya.
[ MASTER TOLONG LIHAT INI ]
ucap Pandora Ling Xia terhenti sesaat sebelum sebuah layar hitam muncul di kepalanya... Ling Xia sedikit terkejut sosok pertama yang ia lihat.
__ADS_1
TERIMAKASIH KARENA MASIH MAU MEMBACA KARYA SAYA INI DAN MAAF KARENA LAMA BANGET BARU UPLOAD INI KARENA HP SAYA SEDANG BERMASALAH SEBELUMNNYA DAN BARU ADA REJEKI UNTUK MEMPERBAIKI LAYARNYA JADI SEKALI LAGI MAAF