
Seorang wanita berpakain merah muda keluar menuju taman yang berada di tengah klinik ia menatap seorag gadis kecil lalu tersenyum sesaat lalu melangkah mendekati sosok gadis yang masih serius memeriksa kertas - kertas di tanganya.
"Ohh lihat keponakan Lucuku ini masih sibuk memeriksa kertas sampai sampai tak menyadari kedatanganku di sini " ucapnya lalu tiba tiba mencubit pipi Ling Xia.
Ling Xia memang terlihat sedang memeriksa kertas namun faktanya ia sedang serius membuat rencana dengan assistennya di tambah lagi ketika ia serius maka ia tak akan menyadari apapun di sekelilingnya.
" ahhh bibi Shi aku bukan anak kecil lagi, jadi berhentiiiii" protesnya.
melihat wajah Ling Xia wanita tersebut memang mengehentikan perbuatannya sehingga Ling Xia dapat mengusap kedua pipinya yang memerah akibat cubitan sebelumnya, namun tiba tiba wanita tersebut mengangkat Ling Xia lalu memeluknya dengan cukup erat.
2 MENIT KEMUDIAN
" bibi Shi bisa turunkan saya ??" tanyanya manja kepada wanita yang sedang memangku nya saat ini.
" Ada apa ?? apa Xi er tak senang dengan bibi... ternyata keponakanku yang lucu ini sudah membenci bibi " ucapnya sambil menutupi wajahnya, seolah - olah tengah menangis.
" aduh bibi mana mungkin Ling Xia membenci bibi " mendengar itu dengan spontan nyonya Hong memeluk Ling Xia dari belakang.
" jadi Xie er tidak kebaratan kalau bibi memangku Xie er seperti ini kan ??" ucapnya manja, mendengar itu Ling Xia hanya mengangguk karena malu wajahnyapun merona karena rasa malu yang ia tahan, karena meskipun dari luar ia terlihat seperti gadis kecil tetapi di dalamnya terdapat wanita berusia 100 tahun.
Sehingga tentu saja ia akan merasa malu terhadap perlakuan yang ia dapatkan ini, tetapi sejujurnya meskipun ia merasa malu namun tetap saja ada kebahagiaan yang tak terkira dari dalam hatinya, apalagi mengingat masa lalunya yang keras, tiba tiba ia mengingat wajah seorang wanita dari kehidupan masa lalunya.
__ADS_1
tiba tiba kebahagiaan di dalam hatinya tergantikan dengan rasa rindu serta sedih di saat yang bersamaan meskipun singkat namun kebersamaan itulah yang dapat ia anggap sebagai kasih sayang yang dapat Ling Xia dari seorang ibu yang bahkan menurutnya mustahil ia dapatkan, mata Ling Xia mulai berkaca-kaca setelah mengingat kenangannya bersama dengan pemilik wajah tersebut. sementara itu nyonya Hong yang menyadari sikap Ling Xia yang tiba - tiba terdiam membuatnya sedikit khawatir terhadap perubahan sikap tersebut.
" Ada apa Xi er ??" mendengar ucapan nyonya Hong Ling Xia kembali tersadar dengan cepat ia menyeka wajahnya menggunakan lengan bajunya.
" tidak ... tidak apa bi Xi er baik - baik saja ! " ucapnya lalu mengambil kertas di atas meja. lalu menunduk agar tak ada yang menyadari wajahnya saat ini sambil berusaha menekan perasaannya namun tiba - tiba bulir air mata menetes ke atas kertas.
" a-ada apa ini... air mata ini... tak ingin berhenti !!" ucapnya sambil berusaha menyeka semua air mata yang keluar dari matanya, tiba - tiba dari belakang nyonya hong memeluk Ling Xia seolah - olah menyadari apa yang dirasakan Ling Xia saat ini. mata Ling Xia terbelalak sesaat karena terkejut sehingga dengan spontan air matanya terhenti namun hanya untuk sesaat.
" Tak apa menangislah " Ucap nyonya Hong lembut sambil menempelkan wajahnya di atas kepala Ling Xia.
akhirnya Ling Xia pun dapat melepaskan air mata yang ia tahan selama ini, entah sudah berapa lama kesedihan karena kenangan tersebut dapat ia tahan namun akhirnya dapat ia lepaskan.
DI WAKTU YANG BERSAMAAN.
Terlihat jejaran bangunan terjajar rapi memenuhi hampir 10 hektar dari luas keseluruhan dari kediaman megah tersebut. para pelayan serta penjaga berlalu lalang terkadang terlihat juga beberapa selir yang di ikuti oleh dayang dayang mereka sedang berjalan menelusuri lorong dengan pemandangan indah di sekitarnya.
Tiba - tiba dari sebuah bangunan megah yang lebih mencolok di bandingkan bangunan lainya terdengar suara bentakan yang cukup keras sehingga mengejutkan semua orang yang berada di sekelilingnya.
" APA MAKSUDMU MENDORANG NONA JHI LI HINGGA TERJATUH SEPERTI INI !! " bentak seorang pria dengan brewok rapi di wajahnya yang kini berdiri sambil menahan emosinya.
" Saudaraku tolong tenanglah, Wang er mungkin tidak sengaja melakukan hal tersebut !!" ucap wanita yang saat ini berusaha menenangkan suasananya.
__ADS_1
" Tidak.... jelas jelas banyak orang yang melihatnya mendorong nona Jhi dan juga saudari bukankah kau sendiri di sana ??" jelasnya.
" iya memang saya ada di sana tapi .. ini ..!!" berusaha mencari alasan.
" Ibunda sudah cukup tidak perlu di jelaskan lagi dan juga yang di katakan paman benar aku memang mendorongnya dengan sengaja tapi saya melakukan hal itu karena dia sungguh bersikap berlebihan !!" jelasnya singkat.
" ANAK INI APAKAH KAMU TAHU INI SUDAH YANG KE 3 KALINYA KAMU MEMPERLAKUKAN CALON TUNANGANMU SENDIRI SEPERTI INI !!" marahnya setelah ia mengingat kejadian yang lainya.
" Saudaraku tolong tenang jangan memarahinya seperti ini pasti ada alasan di balik semua ini benarkan Wang er ?!" ucapnya.
" Paman ibu aku sudah mengatakannya berkali kali bahwa aku sudah memiliki wanita di dalam hatiku, jadi ku mohon paman dan ibu berhenti melakukan mencarikanku calon istri lagi !!" mintanya.
" Jadi keponakanku ini masih berharap kepada wanita yang tak jelas asal usulnya itu ??" tanya pamannya dengan sedikit emosi di dalamnya.
" Wang er bukankah kita sudah mencari informasi dirinya selama ini tapi bahkan sampai sekarang kita belum menemukan satu petunjuk pun mengenai keberadaannya saat ini, dan mengingat kemampuannya bukankah dia pasti akan terkenal meskipun dia kultivator yang tersembunyi dan juga mengingat paras cantiknya seperti yang Wang er di sebutkan pasti akan ada titik petunjuk mengenai keberadaannya, bahkan kita sudah mencarinya kekaisaran lain namun tetap saja hasilnya nihil jadi Wang er tolong mengerti bahwa ada juga pertemuan yang mungkin tak akan tejadi untuk ke 2 kalinya " jelas ibunda dari Gu Wang.
" Benar apa yang di katakan Ibuku jadi tolong menyerah lah mencarinya dan terima saja pertunangan ini !! " ucapnya setelah hampir 3 tahun mencari keberadaan wanita misterius itu yang berhasil mencuri hati dari seorang jendral besar muda yang terkenal seantero kekaisaran Langit agung, baik itu karena ketampanan, pembawaannya yang bersikap dingin, posisi yang tak perlu di ragukan lagi, kekuatan, pengaruh namun yang paling terkenal ia lah ketampanannya yang di gadang gadang dapat menjatuhkan seorang Dewi sekalipun.
" Haa paman ini seperti hati ibu yang di curi oleh ayah hanya terjadi sekali jadi ku mohon berhenti melakukan hal yang sia - sia seperti mencarikanku tunangan !! " mebela diri, mendengar itu keduanya terdiam karena fakta yang di sebutkan oleh Gu Wang memanglah fakta yang tak terbantahkan sehingga keduanya bingung terutama pamannya.
Melihat keduanya terdiam ia mengambil kesempatan untuk kabur dari ruangan tersebut.
__ADS_1
" Ibu, Paman jika tak ada lagi yang harus di bahas Wang er akan pergi karena masih ada urusan penting yang harus Wang er lakukan !!" ucapnya lalu memberi hormat lalu melangkah pergi membawa kemenangannya.