
Sekitar 8 km dari pinggiran hutan Bayangan Kematian terlihat sekumpulan atap dari berbagai jenis melihat hal tersebut membuat kita paham bahwa di sana tak ada yang bisa di sebut kaya hanya sebatas mampu dengan sebagian besar penduduk berprofesi sebagai Patani di ladang meskipun demikian mereka tak memiliki beras untuk di makan karna sudah 2 tahun mereka terus mengalami gagal paneng yang di sebabkan oleh entah itu karna hujan yang jarang turung beberapa tahun terakhir, serangan hama berupa tikus yang keluar dari hutan di sekitar desa tersebut. banyak dari penduduk yang meregang nyawa di akibatkan musim paceklik yang tak tahu kapan berakhirnya.
di sebuah bangunan tua terlihat 3 orang sedang berbicara dari reaksi orang yang melihatnya terlihat bahwa mereka sedang membahas sesuatu yang cukup berat, dan benar di antara mereka terlihat wajah tak asing yakni kakek Ling Xia, Ling jingmi dan dua sosok lain yaitu kepala desa Hong Du dan penjaga desa Yu rang mereka membahas mengenai terbunuhnya 2 orang bandit di kediaman Ling jingmi.
" seperti itulah kisahnya !!! " kata kakek Ling jingmi.
mendengar cerita dari kakek Ling jingmi spontan mata mereka terbuka lebar karna terkejut.
" jadi mereka sudah mulai mengincar desa kita ini berbahaya ! " timpal kepala desa terhadap cerita Ling jingmi.
sebelumnya para bandit Rusa Hitam smereka terkenal akan kebrutalannya dalam merampok korban mereka sering kali korbannya di bunuh, di perkosa untuk korban wanita dan menjual korbannya yang masih anak anak ke kota besar namun berbeda dengan desa Hong Nang karna berada dalam jarak 3 hari jalan kaki dari lokasi mereka sehingga mereka pasti enggan untuk melakukan perjalanan panjang tersebut hanya untuk merampok desa yang terkenal miskin ini, meskipun demikian sulit bukan berarti tidak mungkin, resiko kedatangan mereka membuat kepala desa serta penjaga dan warga desa Hong nang menjadi was was akan hal tersebut.
" jadi apa yang akan kita lakukan ?? dengan keadaan saat ini jika mereka datang merampok desa kita, aku jamin meskipun desa ini tetap berdiri namun warga desa ini tidak akan mampu bertahan Melawati musim paceklik ini yang akan tiba tepat setelah 2 bulan dari sekarang !! kata Hong Du dengan kekhawatiran yang terlihat jelas di wajahnya.
wajah mereka semakin semrawut mendengar pendapat dari tuan Hong du, tuan Hong Du terlihat seperti orang biasa saja namun dia adalah salah satu dari 4 orang yang memiliki kemampuan kultivasi selain pasangan kakek dan nenek Ling dan kepala desa, meskipun mereka memiliki kemapuan kultivasi pada tingkat pembentukan dasar namun jika menghadapi banyak lawan mereka juga akan mengalami kesulitan bahkan menjaga nyawa mereka sendiri sulit terutama bis bandit Hwan gong yang rumornya telah berada pada tingkatan pengembangan roh.
" tenang dulu tuan Hong Du, aku juga tahu akan kondisi kita saat ini tapi meskipun demikian kita harus tenang dan mencari solusi dari masalah ini " kepala desa mencoba menenangkan tuan Hong Du yang semakin terlihat sulit untuk di jelaskan.
" jika saja tuan pendekar yang yang menyelamatkan kami masih ada pasti akan berbeda " kata kakek Ling jingmi membuat atmosfir di ruangan tersebut semakin putus asa dan kesunyian pun muncul di antara ketiga pria tersebut.
__ADS_1
" bagaimana jika kita mengungsi ke desa sebelah !?! " gagasan dari tuan Hong Du membuat kedua pihak lain menatap kearah mereka dengan tatapan yang campur aduk.
" tuang Hong, meskipun kata kata anda barusan cukup masuk akal akan tetapi dengan kondisi kita saat ini kita akan kesulitan untuk bertahan apalagi jaraknya dan Medan yang harus kita lewati untuk kesana itu sangat sulit " timpal kepala desa.
" apalagi menurut kabar yang kudengar desa itu juga mengalami hal yang sama dengan kita " tambah kakek Ling membuat hal yang di ucapkan tuan Hong semakin sulit di wujudkan.
" jika seperti ini kita akan menjadi penyu yang mati dalam cangkang ?? " ketus tuan Hong Du
" baiklah jika seperti itu bagaimana jika kita meminta bantuan kepada kota mungkin mereka dapat membantu kita dalam mengirimkan sedikit bantuan !!" saran kepala desa.
"hmmm seperti itu, aku hanya bisa setuju !! " timpal penjaga desa.
' semoga ini benar benar cara agar semua lekas teratasi ' dalam batin mereka bertiga.
" kalau begitu aku akan pergi ke pasar !! " kata tabib Ling sambil memberi hormat dengan cara orang China kepada kedua pria yang sedang duduk di hadapannya.
" kalau begitu hati hati tabib Ling !?! " sambil berdiri mereka berdua membalas salam , meskipun kemampuan kakek Ling dalam pengobatan seperti pada umumnya namun menurut mereka keberadaan tabib Ling sudah sangat membantu di desa tersebut.
belum sempat keluar pintu tiba tiba seorang masuk secara terburu buru Tampa mengucapkan apapun sontak ke 3 pria paruh baya tersebut sontak terkejut dengan kedatangan nya
__ADS_1
" kepala desa saya ingin.... melaporkan sesuatu...bandit " dengan terdengar suara tarikan nafas, menandakan bahwa dia berlari sekuat tenaga.
" ada apa bandit datang ??" lanjut kepala desa dengan sedikit panik sementara tuan Hong Du langsung memegang senjata nya sementa tabib Ling tak kalah terkejutnya akan reaksi ke 2 teman bincanya sebelumnya.
" bukan ... tuan bukan itu... !!" lanjutnya sambil menyesuaikan asupan oksigen ketubuhnya.
" lalu ada apa !! " bentak kepala desa yang sudah mulai geram.
" bandit yang berada di jalan sudah tertangkap semua !! " lanjutnya dengan sedikit kesulitan akibat nafasnya yangb belum kunjung stabil.
mendengar hal itu ketiga pria yang sebelumnya khawatir kini berubah menjadi senang namun juga penasaran.
" dari mana kamu mendapatkan informasi tersebut ??" teriak tuan Hong Du.
" dari para anggota karavan yang barusan, katanya para bandit itu sudah di tangkap pada 4 hari yang lalu oleh jendral muda yang di tugaskan oleh kaisar menangkap mereka !! "lanjutnya dengan nafas yang masih belum juga stabil ( nih orang asma yah ).
mendengar hal tersebut membuat mereka menjadi tenang. tak lama kemudian Hong Du menghampiri bawahannya tersebut dan memberikannya air putih yang sebelumnya berada di atas meja, karna masalah telah selesai mereka akhirnya berpamitan dan kembali melanjutkan kegiatan yang sebelumnya tertunda.
sesampainya kakek Ling di pasar yang di buka oleh pedagang karavan. dia langsung pergi membeli beras sesuai dengan rencananya namun sayang harga beras melonjak tinggi sehingga dia hanya mampu membeli 10 kg beras senilai 1 koin emas dan 4 koin tembaga padahal harga sebelumnya hanya 1 koin emas dan dia bisa mendapatkan setengah karung dan setelah melihat hal tersebut akhirnya dia berjalan pulang dengan kaki lemas ' 10 kg apakah ini cukup hingga 2 bulan kedepan ?? ' lirihnya dalam hati dia bingung dengan nasip istri dan cucunya di rumah.
__ADS_1