THE HIDDEN QUEEN

THE HIDDEN QUEEN
GELORA CINTA DALAM KEMATIAN


__ADS_3

" Ada perintah apa dari yang mulia permaisuri ??" tanya sosok lain dengan sorot mata berwarna abu abu.


" hmmm yang mulia permaisuri meminta kita untuk meningkatkan pengawasan di perbatasan ini " jawabnya sekilas bersamaan dengan itu kertas tersebut mulai terbakar menjadi abu." untuk para jendral, perintahkan 500 prajurit dari jajaran kalian untuk menjaga perbatasan dan tangkap siapa saja manusia atau apapun itu jika memasuki wilayah kekaisaran kita !!" Jawabnya


" Baik tuan " ucap ke duanya lalu berdiri pergi untuk menjalankan perintah yang mereka dapatkan, meskipun mereka memiliki jabatan yang sama tetapi Jendral Jin Shung memiliki otoritas yang lebih tinggi karena di tunjuk langsung oleh Ratu Ciyi untuk memimpin pengaman di perbatasan ini.


"Hmm Permaisuri sepertinya engkau masih memiliki hati manusiamu " gumamnya sambil mengingat isi perintah terakhir yang ia baca sebelumnya yang mana bertuliskan.


' KIRIM UNIT INTEL KEDALAM KEKAISARAN BATU HITAM UNTUK MENYELIDIKI PENYEBAB SEHINGGA BANYAK MAYAT DI PERBATASAN INI, DAN UNTUK MEMPERMUDAH HAL INI MAKA DARI ITU SAYA MENGIZINKAN SEMUA CARA DAPAT DI LAKUKAN DALAM MENJALANKAN PERINTAH INI '


Ia tak mengungkapkan perintah tersebut ke pada ke 2 jendral lainya mengingat bahwa ke duanya pasti akan bertindak agresif jika mereka mendengar isi perintah tersebut " Tolong panggilkan Komandan Deri devisi intel untuk kemari !!" Perintahnya kepada sosok hitam yang berdiri di belakangnya.


" Baik tuan " Ucapnya sembari memberi hormat lalu melangkah pergi.


Tak berapa lama sesosok hitam yang di balut kain hitam yang melayang di sekujur tubuhnya memasuki tenda tersebut.


" Salam tuan, saya komandan Lao Zhong dari devisi intel siap menerima perintah !!" ucapnya sembari membungkuk memberi hormat.


" Baiklah silahkan duduk " ucapnya sembari menunjuk ke arah kursi di sebrang mejanya


" Terimakasih tuan !!" setelah duduk " Jadi tuan perintah apa yang harus ku jalankan ?" tanyanya penasaran.


" hmm.. aku ingin tuan komandan bisa memimpin untuk menyusup kekaisaran batu Hitam dalam penyelidikan kasus mayat di wilayah kita, kalian bisa memulai dari wilayah ini !!" ucapnya sambil menunjuk ke arah peta digital yang berada di antara keduanya, bersamaan dengan itu peta tersebut memperbesar sebuah gambar kota yang cukup luas.


" Hmm ini cukup mudah lagi pula jika di bandingkan dengan ibukota kerajaan Baizeng di masa ini 11x lebih kecil singga mudah untuk mengorek isinya, jadi ini pasti cukup mudah untuk di lakukan ( Pembantaian ) !!" jawabnya percaya diri.


" Usahakan hal tersebut tidak di lakukan mengingat bahwa kita akan menggunakan kota tersebut sebagai titik awal dalam invasi kita di masa depan, haaa.. aku paham keadaanmu mengingat spesialisasi kalian adalah membunuh tetapi ini akan jauh lebih di utamakan agar yang mulia permaisuri lebih mudah menjalankan rencananya di masa depan "


" Jadi yang mulia sudah menargetkan wilayah kecil ini " ucapnya, merujuk kepada kekaisaran Batu Hitam.


" Yang mulia masih belia sehingga ini dapat di anggap sebagai langkah besar untuknya !"


" Tuan Jin bukankah menurutmu cara yang mulia terlalu bertele-tele padahal jika Ia menginginkan benua ini ia dapat memerintahkan kita dalam melakukannya, dan itu sangatlah mudah bagi kita yang abadi !!" sementara tuan jin mulai berdiri berjalan ke arah dinding yang memperlihatkan sebuah bendera dari kekaisaran blood moon.


" Aku paham maksudmu, tetapi apakah kau tak mengingat apa yang terjadi terhadap alam yang telah kita kuasai dengan cara agresif itu " Ucapnya merujuk kepada invasi yang mereka lakukan di masa lalu terhadap alam lain ketika masih di bawah kuasa Kaisar kematian, Lao Zhong terkejut mendengar itu terlihat dari matanya mengeluarkan pancaran cahaya sesaat.


" iya semuanya menjadi gurun tandus dengan aura kematian di mana - mana !!" ucapnya sesal.

__ADS_1


" Itu benar jadi di masa depan berhenti meragukan perintah yang mulia permaisuri , cukup lakukan itu tugas kita sebagai bawahnya " ucapnya dengan nada amarah sambil menoleh dengan cahaya mata semerah darah.


" Maafkan atas ke bodohan saya jendral !!" ucapnya menyesali apa yang baru saja ia lontarkan


" Bagus kau menyadari kesalahnmu tetapi aku tak akan mentolerir untuk yang ke dua kalinya, paham ??" ucapnya Lao Zhong mengangguk pelan " Sekarang lekas jalankan perintah ini pergi ke Devisi logistik untuk perlengkapan kalian !!" perintahnya.


" Baik jendral " Ucapnya lalu menghilang tenggelam kedalam kabut hitam. bersamaan dengan itu seorang masuk, yang sebelumnya di tunjuk untuk pergi memanggil Komandan Lao.


" Hai apa menurutmu lambang ini terlihat Hebat ??" tanyanya kepada sang wakilnya yang berada di belakangnya.


" Benar tuan seperti yang jendral maksudkan !!"


" hmm benarkah, yaahhh seperti biasa kau seperti ilusi " ucapnya sarkas


" Maksud jendral ??" ucapnya dengan nada aneh.


"haaa sudah lupakan... Jadi apa kegiatan selanjutnya ??" ucapnya sang wakil kemudian berbalik menuju meja dan kemudian menjulurkan tangannya dan setumpuk kertas muncul.


" Memeriksa berkas " ucapnya bersamaan dengan kertas terkahir yang jatuh melambai kemudian mendarat mulus di atas tumpukan kertas lainya.


" Haaaa Nona Bai kau sungguh wanita yang mudah tersinggung !!" Ucapnya sesal telah menyinggung wakilnya itu sambil berjalan menuju mejanya dan kemudian duduk.


Tiba - tiba suara menulis berhenti di gantikan dengan suara pena yang di letakan di atas meja , Nona Bai yang sedang membaca kertas yang telah di periksa oleh jendral Jin menoleh dan menatap ke arah sang jendral.


" ada apa jendral apakah tintanya habis ??" tanyanya, namun sang jendral hanya diam " Tuan ??" tanyanya sekali lagi


" Nona Bai, andai kita bukan prajurit kematian apakah kau mau menerimaku jika aku melamarmu ??" Ucapnya dengan nada datar.


Waktu pun Solah - olah berhenti di antara keduanya dan tiba - tiba.


" Jendral tau sendiri faktanya... jadi cukup hentikan candaan ini dan lanjutkan tugas anda " dengan nada sedih " saya harus pergi memeriksa beberapa hal jadi saya harap anda menyelesaikan ini sebelum malam " Ucapnya lalu pergi meninggalkan sang jendral seorang diri dengan tumpukan kertas.


" Saya tak bercanda nona Bai " Gumamnya bersamaan dengan cahaya di matanya meredup.


( Thanks untuk kalian yang sudah men support saya.


• Lyel

__ADS_1


• Aldi Warior


• Simchong


• Ak_Wiechan16


• Husky Baby


• Saiful Hidayat


• Mati Saja


• Nona Seram Neite Tanine


• Imahza


• Udah Gitu Doang ??


• Oliv


• Mama Rara


• Ita Jawisa


• (*)😑Oppa Gambut 😁😐


• Britama


• Vivi Karen


• Banzai


• Putri Lathifah


Makasih buat kalian yang dah dukung saya bagi yang namanya belum di tulis maaf karena ndag sempet, di up selanjutnya aku bakal sebutin jadi makasih dan tetap support yah !!


Semoga HARI KALIAN MENYENANGKAN

__ADS_1


Salam saya author THE HIDDEN QUEEN )


__ADS_2