
setelah menahan serangan tersebut ia menoleh melihat asal serangan tersebut, seketika matanya melihat sosok dengan pakaian yang terbilang aneh menurutnya.
ia memindahkan pedangnya ke tangan kiri akibat tangan kanannya tak mampu ia gunakan akibat tulang lenganya mengalami retak dari serangan yang ia berhasil tahan, menyadari bahwa sosok yang ada di depanya bukan tandingan nya ia pun mencoba mengulur waktu berharap akan ada yang datang membantunya.
ketika ia hendak mengulur waktu sambil menurunkan pedangnya seketika itu juga sosok berpakaian hitam kembali menyerang dengan kecepatan yang luar biasa, ia berhasil menahan serangan tersebut akibat pengalaman sering bertarung yang ia miliki sehingga secara reflek ia kembali berhasil menahan serangan tersebut.
serangan tersebut berhasil ia hentikan namun sayang kekuatan dari serangan tersebut 2 x lebih kuat di bandingka serangan sebelumnya.
ia terpental cukup kuat sehingga melewati beberapa bilik dan terkapar di lantai, hal itu tak berakhir sampai di situ saja akibat serangan sebelumnya kini ia memuntahkan darah segar sambil tertelungkup di lantai.
ia menyadari bahwa dirinya tak mampu berbuat apa - apa karena ke dua tanganya kini tak mungkin untuk dapat ia gunakan, apalagi dengan luka dalam yang kini ia derita membuat nya semakin putus asa.
seketika ia berpikir untuk melakukan negosiasi namun sebelum ia tersadar sepenuhnya bau darah yang menyengat menyentuh penciumannya, seketika ia melihat sekelilingnya yang di penuhi potongan tubuh, jeroang, kepala, mata, tangan dan potongan lainya yang berserakan hampir memenuhi ruangan tersebut.
seketika ia menyadari satu hal bahwa lawannya bukan hanya satu orang saja terdengar suara langkah kaki lain mendekatinya dan berdiri di samping tubuhnya.
ia mencoba membalikan tubuhnya namun sayang sebuah bilah pedang yang terbentuk dari energi qi menembus punggungnya hingga kelantai darahnya mulai mengalir dan menetes kelantai yang berada di bawahnya.
belum sampai di situ kini di depan wajahnya terlihat sepasang sepatu berwarna hitam ia mencoba melirik ke atas namun dari mulut pria tersebut kembali memuntahkan darah segar, dengan seluruh kekuatanya ia ingin mengucapkan sesuatu.
namun sebelum ia berbicara sebuah ingatan mulai masuk ke dalam kepalanya di mana ketika ia membunuh, memperkosa, membantai, merampok serta bahkan menculik anak kecil demi kesenangan dirinya.
hingga pada akhirnya ia mengingat sosok yang ia pernah bunuh mengutuk dirinya.
" KARMAMU AKAN TIBA DAN SEMOGA DEWA MEMBALASNYA JAUH LEBIH KEJAM DI BANDINGKAN DENGAN APA YANG TELAH KAU PERBUAT "
__ADS_1
suara tersebut terngiang - ngiang di kepalanya tetapi karena ia tak percaya akan hal itu ia mengabaikannya. bersamaan dengan itu penglihatannya pun menjadi gelap.
namun sebelum ia menutup mata sekali lagi sebuah sabetan pedang qi menyerang lehernya membuat kepalanya menggelinding bersamaan dengan itu darah mulai merembes dari tubuhnya.
sosok tersebut mengangkat kepalanya lalu meletakannya di atas meja, setelah itu para prajurit kematian memeriksa sekeliling memastikan tak ada yang hidup, setelah yakin tak ada yang hidup mereka pun meninggalkan tempat itu di gantikan oleh Para anggota dari team 3 yang mulai melakukan tugasnya.
setelah mengambil semua potongan tubuh dari korban mereka sekali lagi kembali memeriksa sekeliling sambil menyebarkan kesadaran mereka, namun setelah beberapa saat mereka lalu meninggalkan tempat tersebut tampa membawa potongan kepala tersebut.
dengan noda darah yang menghiasi ruangan di sana sebagai saksi bisu bagaimana kejamnya pembantaian yang baru saja terjadi di lantai tersebut.
lantai 3 ( 5 menit sebelum penyerangan di lantai 1 dan 2 )
di ruangan tersebut terlihat beberapa orang yang sedang bolak - balik sambil membawa gulungan di tangan mereka terlihat juga rak - rak dalam berbagai ukuran berbaris dengan rapi di ruangan tersebut yang semuanya di penuhi oleh gulungan informasi dari seluruh penjuru kekaisaran langit Wěidà de tiānkōng ( langit agung ).
sementara itu Ling Xia yang sedang mengamati penyerangan tersebut dari ruangannya atau lebih tepatnya di kamarnya berekspresi sedikit terkejut akan seluruh gulungan yang ada di sana.
" hmmm mereka ternyata bukan sekedar kelompok pembunuh rupanya ini menarik, Pandora berikan perintah kepada beberapa prajurit kematian untuk mengamankan seluruh gulungan yang ada di sana dan juga periksa sekitar tempat itu mungkin ada sebuah ruang rahasia yang menyimpan gulungan yang jauh lebih penting di tempat itu " setelah mengucapkan demikian ia lalu kembali melihat layar yang di mana semua prajurit kematian telah memulai penyerang.
beberapa orang dari kelompok topeng darah sempat melakukan perlawanan hingga pada akhirnya mereka juga harus berkahir seperti yang berada di lantai satu dan dua.
akibat pertarungan di ruangan itu membuat beberapa rak rusak akibat dari pertarungan itu beberapa gulungan juga ikut rusak akibat tertimpa tubuh orang lain, rusak karena serangan nyasar, adapun yang rusak karena terkena cipratan darah ataupun terendam genangan darah Ling Xia sedikit kecewa akan hal itu namun ia tak ambil pusing.
karena menurutnya gulungan lainya pasti juga memuat informasi penting karena di jaga oleh hampir 20 orang yang memiliki kemampuan bertarung yang cukup hebat meskipun mereka bukan tandingan dari para prajurit kematian namun tetap saja mereka sempat melakukan perlawanan sehingga mereka pantas menerima pengakuan dari Ling Xia.
meskipun kenyataannya para prajurit kematian telah menekan kemampuan kultivasi mereka namun tetap saja pengalaman mereka tak sebanding sama sekali.
__ADS_1
setelah itu beberapa prajurit dari team tiga memulai membersihkan potongan maupun mayat di lantai tersebut, sementara gulungan lainya sudah di amankan terlebih dahulu oleh team 2 yang telah di instruksikan oleh pandora atas perintah Ling Xia sendiri.
sebelum team 3 pergi mereka mengedarkan kesadaran mereka untuk memeriksa apakah ada ruang rahasia atau semacamnya namun sayangnya tidak ada ruangan tersembunyi di lantai tersebut, akhirnya seluruh prajurit kematian mundur setelah menyelesaikan tugas mereka.
lantai 4 ( 5 menit sebelum penyerangan di lantai 1,2 dan 3 )
ruangan tersebut tercium aroma herbal yang memenuhi ruangan tersebut, terlihat juga orang - orang yang berdiri di depan tungku yang tengah sedang menjaga dan mengendalikan nyala api selama proses pembuatan obat namun setelah melihat orang yang berdiri disana sedang mengenakan kain sebagai masker.
tentu satu hal yang mereka ketahui bahwa mereka tidak sedang membuat obat herbal malainkan sebuah racun. dan mereka yang membuat racun tersebut mengenakan penutup kain karena selama proses pembuatan racun bahkan hawa maupun uap air dari proses pembuatan tersebut dapat membahayakan orang yang menghirupnya.
mereka membuatnya untuk di gunakan dalam rencana pembunuhan maupun sebagai penunjang kemenangan dalam pertarungan dengan melumuri senjata mereka atau membuat target meminumnya baik itu dengan cara halus maupun dengan cara kasar.
meskipun kadar racunnya di dalam uap air tak sekuat racun itu sendiri, sekali lagi Ling Xia tertarik melihat semua yang ada di sana termasuk beberapa rak yang telah di penuhi oleh botol - botol yang ia yakini berisi racun.
meskipun Ling Xia dapat membelinya di shop dengan kualitas yang jauh lebih bagus namun seperti kata pepatah [ untuk apa mengambil yang jauh kalau ada yang dekat ] Dengan demikian Ling Xia pun mengeluarkan perintah.
" Pandora minta beberapa prajurit kematian untuk mengamankan botol - botol itu "
〚 BAIK MASTER 〛
bersamaan dengan itu sebuah suara dari alat yang terdapat di telinga para prajurit kematian pun terdengar, bersamaan dengan itu merekapun Langsung maju menjalankan tugas mereka.
terlihat seorang pria yang tengah membaca buku dengan serius, tiba tiba mengehentikan bacaanya lalu meletakan buku di atas meja dengan cukup keras sehingga suara yang di hasilkan menarik perhatian dari orang - orang yang berada di lantai tersebut.
" SEMUANYA BERSIAP "
__ADS_1