THE HIDDEN QUEEN

THE HIDDEN QUEEN
KESENANGAN MINGMEI


__ADS_3

mendengar ucapan dari Jiangying Mingmei mulai memegang erat palu yang kini di tangannya.bersamaan dengan itu peserta lain masih belum melakukan pergerakan.


" APA YANG KALIAN LAKUKAN CEPAT SERANG !!" teriak pemuda sebelumnnya yang menyarankan pembentukan aliansi untuk menyingkirkan Mingmei dari turnamen.


" kamu pikir kami bodoh, jika kamu berniat menyerang terlabih dahulu maka lakukan saja !!" balas peserta lain.


" hai apa yang kalian lakukan aku datang untuk melihat pertarungan yang hebat bukan pertarungan mebosankan seperti ini !!" teriak penonton.


" cepat singkirkan orang itu dan mulai bertarung !!" tambah yang lain, arena menjadi penuh keributan karena tak ada peserta yang melancarakan serangan.


sementara itu peserta lainya mulai mewaspadai pihak di sekitar mereka untuk di jadikan target setelah menyingkirkan Mingmei. namun Mingmei tak tinggal diam saja terutama setelah mendengar ucapan Jiangying malahan kini iya sangat bersemangat dan berniat mengeluarkan tehnik miliknya.


orang orang yang berada di luar tempat turnamen mulai menatap ka atas langit setelah menyadari bahwa sinar matahari mulai tertutupi oleh awan gelap yang mulai berkumpul terutama di atas arena.


sementara di dalam arena yang menjadi tempat pertandingan semua yang hadir kecuali Mingmei dan Jiangying belum menyadari hal itu karena terlalu fokus mengutarakan protes mereka.


hingga seorang kultivator yang mengenakan jubah hitam menyadari aliran qi yang tidak normal dan angin yang mulai bertiup cepat sehingga ia menyadari bahwa langit mulai gelap iapun menatap ke angkasa yang mana awan gelap telah berkumpul.


Mingmei yang telah menyelesaikan persiapan mulai mengangkat palunya raksasa miliknya ke atas bersamaan dengan itu sebuah gemuruh terdengar semua orang di sekitar dan di dalam stadion itu mulai menatap langit.


yang mana gemuruh sudah mulai saling bersahut - sahutan.


" AHAHAHA JIKA KALIAN TIDAK INGIN MEMULAI MAKA BIAR AKU YANG MEMULAINYA " setelah itu sebuah petir menyambar tepat ke arah palu yang mingmei pegang.


para penonton terkejut akan hal yang mereka saksikan terutama para peserta yang langsung menyadari firasat buruk sehingga Tampa sadar mereka mulai mengeluarkan tehnik bertahan dan tak sedikit juga peserta yang mulai melarikan diri keluar dari arena dengan panik.

__ADS_1


dan dengan cepat Mingmei menghantamkan palu miliknya yang telah di penuhi oleh aliran petir ke permukaan arena, tepat setelah itu dentuman keras di ikuti gelombang kejut akibat hantaman mulai menghancurkan arena cambuk cambuk petir mulai menggeliat dari sumber hantaman.


sementara para peserta yang bertahan terpental jauh keluar arena hingga ada beberapa yang terpental hingga menabrak tembok pembatas penonton. sementara itu yang paling dekat dengan sumber tumbukan mengalami luka akibat gelombang kejut maupun karena aliran listrik.


aliran listrik trus melebar menuju pinggiran arena akibat kuatnya hantaman palu sehingga menyebabkan gempa kecil di tempat itu semua penonton dengan cepat mulai melindungi diri mereka dari kerikil dan debu yang meluncur dari arah arena.


debu awan mulai terlihat mengudara keluar dari atas stadion para penduduk ibukota kekaisaran bisa melihat itu terutama setelah mendengar suara dentuman yang sangat keras yang dapat didengar hingga beberapa km dari stadion sementara bagi orang - orang yang berada di sekitar stadion bisa merasakan gempa kecil sehingga banyak orang orang yang menunduk akibat guncangan.


banyak kultivator kuat yang berada jauh dari stadion bisa merasakan keanehan energi qi dari arah asal dentuman tersebut, sementara itu terlihat di dalam stadion para penonton mulai berusaha melihat hasil dari tehnik mengerikan yang baru saja mereka saksikan.


awan debu mulai menipis memperlihatkan arena yang kini terlihat lubang yang cukup dalam yang mana di dasarnya terlihat besi penahan arena yang juga mengalami kerusakan.


peserta yang kini tersisah hanya Jiangying Mingmei beserta 3 peserta lain yang berdiri dia atas puing - puing arena.


Mingmei yang melihat itu merasa tidak senang akan hasilnya karena masih menyisakan 3 peserta lain yang kini berdiri dengan wajah pucat pasi.


" kakak ...!! kenapa kakak melindungi mereka ??" ucapnya mengabaikan tatapan dari peserta lain dan penonton yang kini menatap ke arah keduanya dengan tatapan penuh ketakutan.


" sst adik jangan seperti itu mereka tak berniat bertarung dengan kita jadi apa salahnya menyelamatkan mereka !!" jawab Jianying.


" haaa terserah kakak sajalah !!" ucapnya cemberut lalu melempar gagang palu dari genggamannya.


" Tuan apakah hasilnya bisa di umumkan !!" ucap jiangying ke pada panitia yang kini menungging sambil memegang kepalannya.


" eh a-apa ??" ucapnya bingung namun setelah berdiri dan melihat arena atau sisah Diah arena wajahnya berubah menjadi terkejut lebih tepatnya syok.

__ADS_1


' a..a-apa ini, ba-bagaimana aku menjalaskan hal ini kepada atasanku ??' karena atas persetujuannya lah sehingga hal yang di depanya dapat terjadi.


ia kembali terkejut setelah mendengar Jiangying memanggil dirinya.


" tuan ... tuan apa anda baik baik saja ??" tanya Jianying.


" ahahah iya aku sepertinya baik baik saja hahah " sambil tertawa frustasi.


" senang mendengarnya kalau tuan baik baik saja !! " ucapnya


' haaa iya aku baik baik saja haa sepertinya aku harus bersiap mencari pekerjaan baru ' sambil tertunduk lesuh karena yakin akan di pecat


" tuan bisakah anda mengumumkan hasilnya ??" tanya Jiangying, yang menyadarkan wasit tersebut.


" ah ah iya dengan ini pertandingan berakhir dengan kemenangan kalian berlima " ucapnya sembari menatap arena tak ada lagi semangat yang terpancar di wajahnya yang kini di gantikan degan ekspresi rumit.


para penonton tidak ada yang berani bersorak berbeda dari sebelumnya yang memperlihatkan penonton bersorak penuh semangat saat pengumuman pemenang, kini karena rasa takut setelah mengolok - olok pertandingan terutama Mingmei sehingga tak ada yang berani bersuara.


" jika seperti itu apakah kami bisa undur diri ??" tanya Jiangying kepada wasit.


"tidak, kalian berlima harus melaporkan terlebih dahulu ke panitia untuk menuju ke babak selanjutnya " ucapnya sembari menunjuk ke arah tempat yang mana terlihat pria lain yang mengenakan baju yang sama dengan sang wasit.


" terimakasih tuan.. Adik Mei mari !!" ucapnya tenang, Mingmei pun melangkah dengan wajah cemberut. sementara sang wasit tidak berani berkata apa - apa ketika Mingmei berjalan melewatinya.


sementara ke 3 peserta lain yang ikut lolos kini berjalan cukup jauh di belakang Mingmei karena takut menyinggung dirinya terutama setelah yang baru saja terjadi.

__ADS_1


' haa sebaiknya aku memanggil para perawat dan tabib dulu ' pikirnya setelah melihat begitu banyak orang yang kini terbaring di sekitar arena dan di tembok pembatas sambil merintih dan ada juga yang terlihat trauma sambil berjongkok ke dinding sambil tersenyum.


__ADS_2