
Angin bertiup meniup tanah dan Pasir ke udara terlihat beberapa tanaman serta pepohonan yang mulai mengering, sungai yang tak mengalirkan air menjadi pemandangan umum di tempat tersebut, bahkan terkadang mereka menemukan bangkai hewan yang tak sedikit jumlahnya,
Di atas tanah terlihat sekelabat bayangan yang melintas dengan kecepatan tinggi bukan hanya satu atau dua melainkan jumlah mereka sebanyak 15 orang yang mengenakan jubah bertudung.
" Semua bersiap kita akan tiba kurang dari 6 menit dari sekarang, jadi pertahankan kecepatan kita saat ini !!" Ucap sosok yang terbang paling depan.
" Kapten ada manusia !!" Mendengar ucapan bawahnya sang pemimpin pun menoleh.
" Dimana !?" Bersamaan dengan itu mereka mendarat.
" Di sana kapten !!" Ucapnya dengan suara lembut sambil menunjuk ke arah sebuah pohon dengan daun berwarna kuning yang mana di bawahnya terlibat sosok yang ia maksud " Bagaimana kapten ?? apakah kita perlu memeriksanya " Tanyanya.
" Melihat dari sini sepertinya dia hanya seorang anak kecil dengan orang sekarat terbaring sampingnya, dan tidak ada tanda - tanda orang lain di sekitar mereka !!" Ucap pria yang berada di belakang yang sedari tadi memperhatikan 2 sosok asing tersebut, sang pemimpi berpikir sejenak lalu beberapa saat kemudian ia mengeluarkan perintah baru.
" Baiklah nona Lei kamu pergi dan periksa mereka dan cari tahu apakah ada informasi yang bermanfaat untuk di laporkan !!" Ucap sang kapten.
" Terimakasih kapten !! " Ucapnya sembari memberi hormat.
" Sementara yang lainya, kita lanjutkan ke titik tujuan kita sebelumnya !!" Bersamaan dengan itu mereka pun pergi meninggalkan nona Lei sendiri.
Mereka pun terbang hingga menghilang dari pandangan Lei Rou.
" Kapten apa tidak apa meninggalkan nona Lei hanya sendiri di sana ??" Tanya salah satu dari mereka karena sedikit khawatir.
" Apakah menurutmu dia akan mengabaikan mereka, kau tau sendiri bagaimana sifat yang di miliki olehnya lagi pula dengan tingkat kultivasinya apakah menurutmu dia akan dalam bahaya jika itu memang sebuah jebakan ??" mendengar itu pria sebelumnya bertanya menggelengkan kepala. " Bagus sekarang fokuslah dan kita cepat menyelesaikan misi ini kemudian kita kembali kekaisaran !!" Ucapnya sang kapten, semua anggota saling memandang dan paham akan maksud dari kapten mereka.
__ADS_1
Merekapun terbang melewati hamparan ilalang yang mulai mengering terdengar suara semak ilalang yang saling bergesekan.
Sementara itu..
Lei Rou mulai mengubah wajahnya layaknya manusia normal, wajahnya yang pucat berubah nampak normal dengan tekstur wajahnya seperti saat ia hidup, untuk memastikan tidak ada yang aneh ia memeriksa kembali wajahnya menggunakan cermin yang ia dapatkan saat berada di ibukota Kekaisaran Blood Moon.
" Baiklah sepertinya tak ada yang aneh, mata terlihat normal, hidung tidak mengeluarkan hawa kematian oke ini sudah bagus !!" Sambil melihat wajahnya di cermin dengan cermat, ia kemudian kembali memasukkan cermin miliknya ke dalam cincin dimensi.
Ia pun mulai berjalan melewati rerumputan yang kering menuju ke pada sepasang sosok yang sebelumnya di lihat oleh mereka, tepat setelah ia berjalan beberapa saat ia menemukan bahwa umur dari wanita yang berbaring di dekat anak kecil itu sudah tidak lama lagi, terlihat darah yang sudah kering di sekitar mulutnya dan bahkan wajahnya sudah pucat pasi dengan tubuh yang kurus akibat malnutrisi.
Dan bahkan anak yang berada di dekatnya juga dalam kondisi yang sama memprihatinkannya, baju koyak memperlihatkan bagian perutnya dan bahkan ada pula lebam di tangan maupun di wajahnya, rambut yang berantakan serta debu serta kotoran yang menyelimuti tubuhnya membuatnya nampak lebih menyedihkan lagi.
" Hai Gadis kecil apa yang kau lakukan di sini ??" Tanya nona Lei basa - basi, anak kecil tersebut terkejut sesaat ia menoleh melihat sumber suara tersebut, anak kecil tersebut menadahkan ke dua tanganya ke arah nona Lei.
" De, dermawan tolong berikan saya beserta ibu saya sedikit air..bahkan setegukpun tak apa.. ibuku dia dia... ku,kumohon dermawan sedikit pun ta... !!" Ia tak kuasa melanjutkan Ucapnya matanya mulai memerah dan air matanya mulai menetes ia kemudian mula menangis tak kuasa merasakan semua kesedihan di hatinya.
Mata gadis itu berbinar-binar melihat botol tersebut namun reaksinya hanya sebentar dan di gantikan dengan wajah kebingungan karena ia merasa asing dengan bentuk botol tersebut, tetapi ia tak berpikir lama ia kemudian mengambil botol tersebut dengan tangan gemetaran, nona Lei juga mengeluarkan sebuah pill dari cincin miliknya dengan pola berwarna yang mengindikasikan bahwa pil tersebut adalah Pill tingkat 5 dengan ukuran yang lebih kecil, itulah keunggulan lain dari pill tingkat 5 tetapi tentu saja harga dan usaha dalam membentuknya tidak main - main.
Meski nona Lei dan kelompoknya adalah pasukan kematian, yang tak membutuhkan hal - hal seperti itu tetapi mereka di bekali beberapa hal agar tidak terlalu mencurigakan seperti air maupun makanan di dalam cincin mereka, selain untuk menjauhkan kecurigaan dari pihak lain hal ini juga dapat di gunakan untuk keadaan darurat maupun untuk menolong orang lain.
Ketika nona Lei berbalik ia melihat anak kecil tersebut sedang berusaha membuka tutup botol menggunakan mulutnya.
" Hei hentikan itu, jika kau melakukannya seperti itu kau hanya akan menyakiti dirimu sendiri !!" Ucapnya sambil mengambil botol tersebut,Lei Rou kemudian menunjukkan cara membuka botol tersebut " Lihat begini cara melakukannya, nah sekarang berikan air ini serta Pill ini kepada ibumu !!" Ucapnya sambil memberikan botol beserta obat yang ia keluarkan sebelumnya.
" Te, terimakasih nona dermawan !!" Ucapnya dengan nada malu - malu.
__ADS_1
Ia kemudian meminumkan air dari botol tersebut terlihat bahwa air tersebut bukan air biasa karena dari dalam botol tersebut menyeruak hawa sejuk, dan bahkan wajah dari wanita tersebut mulai nampak lebih hidup setelah meminumnya.
" Nah sekarang suapi ibumu dengan obat itu !!" Instruksi nya kepada anak kecil tersebut. ia hanya mengangguk terhadap ucapan nona Lei.
" Ta,tapi nona dermawan bukankah ini obat yang berharga !!" Ucapnya dengan suara kecil sedikit ragu karena baru memperhatikan pil yang ada di tanganya.
" Sudah tidak apa, pill obat memang ada untuk digunakan seperti ini jadi berhenti ragu dan lekas berikan kepada ibumu !!" meyakinkan anak kecil tersebut.
Anak kecil itu kemudian melakukan seperti yang di katakan nona Lei, ia menyuapi ibunya dengan pill tersebut lalu kembali memberikan air minum dari botol.
Tak berapa lama wajah wanita itu mulai membaik sudah dan tidak pucat seperti sebelumnya.
" Te,terimakasih nona dermawan telah menyelamatkan ibu saya !!" Ucapnya dengan suara bergetar karena senang tetapi kebahagiaan itu hanya berlangsung sebentar, karena tiba tiba wanita itu mengeluarkan darah hitam dari mulutnya, anak kecil tersebut terkejut dan panik bukan kepalang.
Ia dengan cepat memapah ibunya.
" Nona dermawan ada apa dengan ibu saya !?!" Tanyanya dengan wajah panik.
" Tenanglah adik kecil reaksi dari pill pemurnian tubuh memang seperti itu dan juga lihat darah yang di keluarkan ibumu !!" Ucapnya sambil menunjuk ke arah gumpalan darah terlihat ada belatung yang menggeliat di sana bukan hanya satu melainkan ada banyak dan bahkan terlihat juga beberapa cacing berukuran cukup besar di sana.
Ekspresi dari anak kecil tersebut menjadi lebih terkejut lagi dan bahkan ia pun kehilangan kesadaran karena hal yang ia lihat, nona Lei hanya menggelengkan kepalanya melihat reaksi anak kecil itu.
Terimakasih atas kunjungannya dan jangan lupa sebelum membaca kelanjutannya tolong klik tombol 👍 yaahh !!....
Kalau bisa tolong di berikan komentar serta sarang dalam mengembangkan cara penulisan untuk karya saya, tetapi jika semuanya merasa sudah puas akan karya saya ini tolong berikan vote-nya. 😉😉
__ADS_1
Sekedar tambahan chapter selanjutnya akan di upluad 3 hari dari sekarang tepatnya tanggal 22 bulan ini jadi yang sabar yah