
Di sebuah ruangan terlihat beberapa wanita sedang duduk di sekeliling meja yang di atasnya terdapat kudapan berupa kue kering serta beberapa teko berisi teh.
" Haaa aku tak habis pikir mengapa kakak membawa yang mulia putri bersamamu ??" Tanya Mingmei.
" Ini semua adalah salahmu kau pikir kenapa semua berakhir seperti ini ?? adik dengan kurang bijaknya malah menggunakan senjata itu, jika adik tidak menggunakannya bukankah semua ini tak akan terjadi !!" Dengan nada tidak senang.
" Jadi maksud kakak, ini semua salahku begitu ??" Ucapnya lalu menyambar kue kemudian memakannya dengan suasana hati kurang senang.
" Memang itu salah adik, bukankah begitu ibu ??" Tanyanya kepada nyonya Han yang mencoba menikmati teh yang ada di cangkirnya.
" Berhenti meminta bantuan kepada ibu kak, lagi pula siapa yang menyangka kalau ternyata senjata itu mala lepas kendali ini semua tak di sengaja.. tak di S E N G A J A " Mencoba berdalih.
" Tapi ibu ju.." Alis nyonya Han berkedut akibat menahan emosi yang ia coba tahan dan akhirnya.
" SUDAH KALIAN BERDUA CUKUP BERHENTI SALING MENYALAHKAN " Teriaknya dengan nada mata " Lagi pula nasi sudah jadi bubur, dan bahkan nona Ling tidak mempermasalahkannya jadi berhenti melakukan perdebatan yang tak ada pangkal ujungnya ini.. ibu hanya ingin menikmati secangkir teh ini setelah merawat tuan putri apa kalian paham ??" Tanyanya kemudian menyeruput teh miliknya, keduanya hanya mengangguk tanda paham.
" Bagus sekarang jiang pergi dan lihat apakah yang mulia putri sudah sadarkan atau belum, dan Mei mari pergi temani ibu siapkan makan malam !!" Ucapnya sebelum Akhirnya ia meletakkan cangkirnya yang telah kosong.
" Baik ibu !!" Ucap keduanya sebelum akhirnya mereka meninggalkan tempat tersebut.
Jiangying berjalan keluar meninggalkan tempat tinggalnya atau lebih tepatnya ruangan pribadi miliknya, ia menelusuri lobi dengan warna putih sebagai warna dasar dari lobi tersebut di ujung lorong lobi tersebut terlihat sebuah pintu yang merupakan pintu dari sebuah lift, setelah itu ia kemudian akhirnya tiba di lantai lainya yang terdapat ruang perawatan yang mana kini tengah merawat putri ke 3.
Setelah melewati beberapa belokan akhirnya Jiangying berhenti di depan sebuah pintu, Jiangying kemudian mengenakan topeng yang menutupi bagian matanya kemudian menekan sebuah tombol di samping pintu, tepat setelah itu pintu tersebut terbuka secara automatis, ruangan tersebut nyaris sama dengan ruangan milik Ling Xia sebelumnya tetapi perbedaannya ruangannya kali ini memiliki sebuah jendela yang cukup lebar, dengan pemandangan ribuan titik - titik cahaya yang terdapat di luar jendela atau lebih tepatnya di bawah jendela tersebut.
__ADS_1
Karena fakta bahwa tempat tersebut merupakan salah satu ruangan di dalam prefound ark yang kini berada di atas ibukota Kekaisaran, terlihat siluet sesosok wanita tengah berdiri di depan jendela yang tengah menatap keluar jendela.
" Yang mulia bagaimana keadaan anda ?? " Ucap Jiangying sopan.
" Seperti yang kau lihat tubuhku saat sudah pulih, dan juga terimakasih telah menyelamatkan saya " Jawabnya.
" Yang mulia tak perlu berkata demikian lagi pula itu juga sudah kewajiban saya menyelamatkan orang yang membutuhkan " Ucapnya sambil berjalan lalu duduk di salah satu sofa yang ada di ruangan tersebut " Oh iya yang mulia apa rencana yang mulia untuk saat ini, melihat kondisi saat ini itu cukup" Ucapnya sambil mengambil beberapa biji anggur yang ada di atas meja.
" Saya pun tak tahu apapun mengenai rencana masa depan atau apa yang menanti saya, lagi pula saya hanya... saya hanya seora.. seorang putri yang bahkan ayahnya sendiri hendak menyingkirkan ku hu hu " Lalu terduduk sambil menangis cukup keras.
Melihat hal itu Jiangying dengan cepat mendekati gadis tersebut.
" Yang mulia tolong tenanglah, pasti ada alasan mengapa semua hak ini bisa terjadi, jadi tolong yah mulia tenanglah " Sambil menahan ke dua bahu putri ke 3.
Jiangying yang menyadari betapa sakitnya kenyataan di mana orang yang kau harap akan melindungi mu tetapi mereka malah mencelakai dirimu, Jiangying merasa cukup beruntung meskipun pernah mengalami hal serupa tetapi dirinya memiliki Mingmei sebagai pendamping ketika masa - masa kelam tersebut, sementara putri ke 3 ia hanya seorang diri menghadapai kejamnya dunia perebutan kekuasaan di dalam istana yang dingin tak tahan melihat itu ia kemudian memeluk gadis yang tengah mengeluarkan semua kesaktiannya saat ini.
" Tak apa yang mulia menangislah, keluarkan semua kesedihanmu !!" Ucapnya, mendengar itu putri ke 3 hanya menangis sejadi jadinya.
15 menit kemudian.
" Jadi bagaimana yang mulia sudah lebih baik ??" Tanya Jiangying yang masih merangkul putri ke 3 yang mulai tenang.
" I - iya " Ucapnya dengan wajah merah akibat menahan rasa malu dirinya.
__ADS_1
Tiba tiba pintu di ruangan tersebut terbuka.
" Aku pikir kenapa kakak lama sekali ternyata ada kejadian seperti ini yah !!" Ucap mingmei sambil berdiri di pintu masuk.
" A- adik kenapa kamu tak mengenakan topengmu !!" Ucap Jiangying terkejut.
" Ahh kakak tak perlu khawatir, lagi pula yang mulia juga tak mengenali kita jadi untuk apa mengenakannya topeng kan ??" Mendengar itu Jiangying sempat terkejut mengetahui kenyataan tersebut.
" Su- suara itu apa jangan - jangan anda ??" Ucapnya dengan wajah terkejut.
" Ahh iya salam kenal yang mulia ini saya lawan anda di pertandingan tadi siang, dan dan juga maaf karena telah melukaimu sampai seperti itu !!" Meminta maaf karena sempat membuat gadis di hadapannya terluka saat ia tak sadarkan diri.
" Ti- tidak i- tu bukan masalah, la- lagi pula i- itu pertadingan ja- jadi .hyaaa." Tiba tiba kalimatnya terhenti karena terkejut setelah Jiangying menepuk pundak gadis itu.
" Yang mulia tidak perlu menjelaskannya mari !!" Ucap Jiangying mengajak.
" Ehh ke - kemana ??" Tanyanya.
" Tidak perlu bertanya silahkan ikuti saja kami !!" Ucap Mingmei lalu berbalik melangkah pergi lebih dulu.
Terimakasih atas kunjungannya dan jangan lupa sebelum membaca kelanjutannya tolong klik tombol 👍 yaahh !!....
Kalau bisa tolong di berikan komentar serta sarang dalam mengembangkan cara penulisan untuk karya saya, tetapi jika semuanya merasa sudah puas akan karya saya ini tolong berikan vote-nya. 😉😉
__ADS_1