
π€ Hay semua sebelum membaca π€
Tolong klik tombol π, Eiitttss jangan lupa juga dengan komentarnya yang positif dan membangun π.
Dan saya akan sangat senang jika para pembaca sekalian mau memberikan VOTE kepada saya, jadi saya tunggu nih vote dari kalian heheh π!! ... ππ
πHAPPY READING ALLπ₯°
" Hmmm kalau begitu di mana yang lainya ??"
" mereka berada di tempat sebelumnya nona. " mendengar itu Ling Xia menjadi terkejut.
" Bagaimana bisa kalian meninggalkan yang lain, bagaimana jika ada yang menyerang mereka ??" Tanya Ling Xia dengan khawatir.
" Ma - maafkan kami nona."
" Tak perlu meminta maaf, sebaiknya kita lekas kembali aku khawatir akan terjadi hal buruk kepada yang lain jadi ayo cepat !!" Tcap Ling Xia lalu berjalan dengan tergesa-gesa di ikuti oleh 20 orang pria yang sebelumnya datang menyusul.
" Ingat awasi sekitar kalian jika kalian mendengar sesuatu yang mencurigakan lekas beritahu saya !!"
" Baik nona." Balas semuanya.
Ling Xia terus berjalan sambil mengikuti jejak yang di tinggalkan sang ular dengan ke waspadaan yang tinggi di mana setiap 15 detik Ling Xia akan melirik peta kecil yang memperlihatkan di sekitarnya beserta rombongan yang ia pimpin, sekitar 40 menit berjalan Ling Xia akhirnya dapat melihat samar - samar cahaya dari kejauhan.
Ling Xia tak menyangka bahwa dirinya akan di seret sejauh hampir 3 Km dari lokasi sebelumnnya setelah tiba di tempat itu terlihat sekumpulan orang - orang yang tengah beristirahat sambil mengelilingi sebuah api unggun, yang kebanyakan adalah perempuan dan beberapa anak kecil hanya ada 3 orang pria yang menjaga kelompok itu bermodalkan tongkat dari kayu yang ujungnya di runcingkan.
Ling Xia sedikit terkejut melihat jumlah pria yang ada di sana yang mana seharusnya ada sekitar 19 orang pria yang tersisah di tempat itu, bersamaan dengan itu ada beberapa orang yang menyadari kemunculan Ling Xia dari balik semak - semak yang di susul oleh sekelompok pria dari belakang.
Semua orang yang beristirahat berniat untuk bangun dan menyambut rombongan Ling Xia tetapi.
" Kalian tak perlu berdiri, cukup beristirahat saja!! " ucap Ling Xia kepada semua orang yang berniat bangkit dari posisinya.
" Beberapa dari kalian lekas pergi dan awasi sekitar, sementara yang lain pergilah untuk beristirahat !!"
" Baik Nona pendekar."
Pria yang mengikuti Ling Xia juga ikut terkejut ketika melihat sejumlah pria yang berjaga hanya 3 orang, beberapa pria berjalan menuju ke arah arah orang penjaga terdekat berniat menanyakan perihal yang terjadi. Ling Xia juga penasaran dengan apa yang terjadi ketika ia tengah di bawa pergi oleh ular raksasa dan 20 pria lain pergi untuk menyelamatkan Ling Xia.
Tetapi Ling Xia tak terlalu perduli karena ada prioritas yang lebih penting yakni menyiapkan makanan untuk mereka semua yang awalnya akan ia bagikan ketika mencapai lokasi yang Pandora sebutkan sebelumnya, tetapi karena malam semakin larut dan kondisi dari orang - orang di sana sudah sangat menghawatirkan sehingga Ling Xia harus mengubah rencanaya.
terdengar suara adu mulut dari arah lain mendengar itu Ling Xia lalu menghampiri mereka yang tengah cek-cok mulut yang mana terlihat 4 orang tengah menanyai pria dengan tongkat kayu di tanganya.
" Jadi mereka pergi meninggalkan kalian begitu saja ?? " ucap pria dengan kapak di tanganya.
" I-iya, mereka juga pergi tak berapa lama setelah kalian pergi."
" Dasar Brengsek jika aku..."
" Sudah cukup kalian tak perlu membahas masalah yang telah berlalu, yang penting sekarang semuanya baik - baik saja itu yang utama !" ucap Ling Xia.
Orang - orang itu terkejut menanggapi ucapan Ling Xia karena ucapan dan penampilannya tidak sesuai, tetapi mengingat kemapuan Ling Xia sudah kelas dia adalah gadis yang jenius.
" Baik nona pendekar !!" jawab mereka.
" Oh dan juga minta kepada beberapa perempuan untuk membantuku menyiapkan makan malam !!" mendengar itu senyap orang terdiam sesaat karena terkejut akan ucapan Ling Xia.
" Apa yang kalian tunggu cepat pergi !!" Desak Ling Xia.
" Ahh baik - baik nona " Balas yang lain.
Ling Xia lalu meninggalkan tempat itu sembari meminta Pandora menyiapkan beberapa alat masak serta bahan untuk makan malam.
[ PEMBELIAN TELAH DI LAKUKAN :
β’ 15 GALON AIR UKURAN 4 LITER
β’ 3 BUAH PANCI UKURAN 10 KG.
β’ 2 UNIT WAJAN BERUKURAN BESAR.
β’ 1 WAJAN BERUKURAN SEDANG.
__ADS_1
β’ 1 KARUNG BERAS 20 KG.
β’ 4 KG SAWI PUTIH.
β’ 5 KG KOL.
β’ 3 LUSIN TELUR AYAM.
β’ 50 BUNGKUS BUMBU PENYEDAP MAKANAN.
β’ 10 BOTOL KECAP ASIN.
β’ 80 SET ALAT MAKAN.
β’ 2 BUAH TABUNG 12 KG.
β’ 2 BUAH KOMPOR BERMATA 2.
β’ 3 SET PISAU ALAT MASAK.
β’ 15 KG BAWANG PUTIH.
β’ 15 KG BAWANG MERAH.
β’ 3 BUAH MEJA.
β’ 20 LITER MINYAK GORENG.
UANG YANG DI AMBIL DARI AKUN MASTER SEBANYAK :
β’ 1 TEL EMAS.
β’ 300 KOIN EMAS.
β’ 10 KOIN PERAK. ]
Tak berapa lama beberapa perempuan datang menghampiri Ling Xia.
" Nona kami datang untuk membantu nona untuk menyiapkan makan malam !!" ucap wanita sebelumnya yang nyaris membunuh Ling Xia.
Ling Xia lalu melambaikan tangan ke arah lapangannya, semua yang sebelumnnya ia beli dari shop muncul dengan tertata rapi, wajah semua perempuan dan bahkan mereka yang berada cukup jauh menjadi terkejut dan beberapa orang menatap penuh kagum ke arah Ling Xia.
" Nah sekarang mari kita memasak " Ucap Ling Xia lalu berjalan menuju meja dengan bahan seperti sayur di atasnya, mendengar ucapan Ling Xia semua perempuan itu dengan cepat mulai menuju tempat yang menurut mereka tahu cara untuk di gunakan.
Karena hal itu ada tempat yang tak ada seseorang pun yang mengurus, Ling Xia yang menyadari bahwa tak semua alat masak serta beberapa lainya tidak mereka kuasai bahkan tidak tahu cara kegunaannya, sehingga Ling Xia pun mulai menjelaskan semua alat yang ada di sana.
Semua orang memperhatikan ucapan Ling Xia dengan penuh perhatian, dan tak lupa pula Ling Xia menjelaskan apa yang akan mereka masak serta membagikan tugas sederhana kepada yang lainya.
Setelah itu semua perempuan mulai melakukan tugas mereka untuk membantu menyiapkan makan malam, Ling Xia juga memantau dan memberi instruksi kepada yang lainnya dalam menyiapkan makan malam tidak hanya itu Ling Xia juga sesekali memeriksa wilayah sekitar melalui peta hologram miliknya takut ada serangan dadakan yang tidak terduga.
Waktu terus berjalan tak terasa 40 menit pun berlalu bau harum dari makanan yang di tumis mulai menyeruak dan menyebar ke sekitar dengan cepat, sehingga merangsang rasa lapar semua orang yang sudah cukup lama beberapa menahan rasa lapar mereka.
Setelah memastikan semua perempuan sudah memahami tugas mereka Ling Xia kemudian pergi menyiapkan meja dan menata piring serta sumpit yang saat masakan sudah siap di santap akan di bagikan kepada semua orang yang ad, hal ini di lakukan agar tidak terjadi keributan saat masakan telah selesai di sajikan karena menurut Ling Xia orang paling berbahaya setelah pengecut yang licik adalah orang - orang yang kelaparan.
Tak berapa lama setelah Ling Xia menyiapkan meja seorang perempuan yang memiliki tampilan berusia 25 tahunan menghampiri dirinya.
" Nona masakannya sudah siap." Ucapnya.
" Kalau begitu yang bertugas memasak aku ingin kalian pergi dan pisahkan jatah untuk diri kalian sendiri " Ucap Ling Xia sambil mengambil beberapa mangkuk serta alat makan yang lainya sesuai dengan jumlah perempuan yang memasak dan meletakannya di tangan wanita tersebut.
" Ta- tapi apakah nona tidak membutuhkan bantuan kami untuk membagikan makanan ??" tanyanya.
" Tidak !! tugas kalian hanya memasak mengenai pembagiannya nanti serahkan saja padaku kalian pergilah makan dan juga pisahkan 2 porsi makanan nanti dan jika masih kurang baik itu makanan atau alat makan kalian katakan saja padaku, bisa ??" Ucap Ling Xia sambil menyerahkan 2 mangkuk tambahan beberapa alat makan.
" Ta-tapi nona" Jawabnya ragu tetapi perutnya sudah tidak bisa di ajak negosiasi karena terus mengeluarkan bunyi sehingga membuatnya menjadi sedikit malu.
" Tidak ada tapi - tapian pergilah makan, apakah bibi tidak kasihan dengan perut bibi ??" Jawab Ling Xia sambil menyinggung perihal suara yang di hasilkan oleh perut mereka.
" Ba- baik nona dan juga ..."
" Eeet sudah cukup jika ada hal yang ingin bibi sampaikan katakan setelah selesai makan !!" Desak Ling Xia sehingga sang perempuan tersebut meskipun masih ada yang mau dia ucapkan tetapi hal itu harus ia urungkan karena ucapan Ling Xia.
__ADS_1
Ling Xia lalu berbalik ternyata sudah ada banyak orang yang berdiri di depan meja yang menyediakan alat makan, Ling Xia sedikit terkejut melihat hal itu bahkan terlihat perempuan dan anak yang berdesak - desakan untuk segera mendapatkan piring.
" Paman perwakilan tolong maju !!" teriak Ling Xia memanggil pria yang sebelumnya sering mengerjakan tugas menyangkut urusan orang - orang yang ada di sana.
Tak berapa lama sosok pria maju.
" Iya nona apa ada yang bisa saya lakukan !!" ucapnya sambil sesekali melirik ke arah meja yang telah di penuhi oleh makanan.
" Tolong panggil 1 orang lagi untuk membantu paman nanti saat membagikan piring dan alat makan ke yang lainya, apakah bisa ??" Tanya Ling Xia.
" Ee - ee tapi nona. " jawabnya sedikit ragu dengan ekpresi cemas.
" Tenang saja kami sudah memasak cukup banyak jadi kami saya yakin kalian akan kenyang !!" Jawab Ling Xia terhadap ke kecemasan pria tersebut
" Baik nona." Jawabnya penuh semangat.
" Bagus kalau begitu ku serahkan tugas ini kepada paman " Ucap Ling Xia.
" Serahkan ini padaku nona pendekar !!" jawabnya lalu memanggil salah satu orang untuk membantunya.
" Baiklah kalau begitu perempuan dan laki - laki buat barisan secara terpisah dan sebelum kalian makan, cuci tangan kalian di sana !!" Sambil menunjuk ke arah meja yang terdapat beberapa galon air yang memang di siapkan untuk mencuci tangan, mungkin karena telah menahan kelaparan dan menghormati sosok Ling Xia sehingga dengan cepat semuanya melakukan hal yang di minta oleh Ling Xia.
" Dan untuk anak - anak dan pria yang sakit tolong ikut denganku !!" Tambahnya. tak berapa lama sekolompok anak kecil berjalan menuju Ling Xia meskipun terlihat nyaris seumuran tetapi perbedaan mereka sungguh dapat terlihat jelas terutama karena aura yang Ling Xia keluarkan.
Melihat anak - anak yang mulai berbaris Ling Xia sedikit bingung karena menurut sang wakil para budak katanya ada satu orang pria dewasa yang juga sakit, salah satu anak anak yang melihat Ling Xia memberanikan diri untuk bertanya.
" No- nona pendekar apa nona mencari sesuatu ?" mendengar itu Ling Xia sedikit terkejut.
" ahh benar aku mencari seorang pria yang katanya sakit, apakah adik melihatnya ??" tanya Ling Xia, tiba - tiba anak perempuan berusia 11 tahun maju kedepan.
" Pria itu pergi bersama kelompok yang lainya jadi nona tak perlu memperdulikannya !!" Ucap gadis kecil itu dengan nada sedikit kurang senang.
" Hmm jika seperti itu, kalian kemarilah dan ambil bungkusan ini, isinya adalah obat untuk kalian minum ini setelah kalian makan nanti." ucapnya sambil memberikan sebungkus bening yang memuat 3 butir obat di dalamnya.
Anak kecil sedikit kagum terhadap bungkusan yang ada di tanganya ia menggesek gesek bungkusan tersebut menggunakan jarinya sensasi halus yang unik terasa di jaringnya membuatnya heran dan penasaran.
" Jika kamu sudah mendapatkan obat kalian segera kesana dan ambil mangkuk lalu pergilah ambil makanan tapi ingat cuci tangan kalian sebelum makan meskipun kalian menggunakan alat makan tetap cuci tangan harus kalian lakukan, paham?? " Tanya Ling Xia.
Semua anak mengangguk paham akan apa yang di maksud oleh Ling Xia, satu persatu mereka maju dan mengambil bungkusan yang di bagikan oleh Ling Xia. Setelah itu semua anak kecil yang sakit telah mendapat semua obat mereka. Mereka lalu pergi untuk makan.
" Sungguh anak - anak yang tangguh !!" gumamnya setelah melihat wajah semua anak - anak tersebut memiliki wajah pucat.
Ling Xia lalu melangkah pergi untuk menyelesaikan hal terakhir ia pergi untuk menghampiri pria yang bertugas mengawasi sekitar sambil membawa senjata dari para bandit sebelumnnya.
" Nona ada apa nona kemari ??"
" Saya kemari untuk mengatakan kepada paman untuk istrahat dan makanan sudah di siapkan jadi saya mau paman pergi dan mengajak pria lain yang berjaga untuk pergi makan. " Menjalaskan maksudnya.
" tapi jika kami pergi bagaimana dengan yang mengawasi sekeliling ??" Tanyanya dengan nada sedikit terkejut.
" Ah mengenai hal itu serahkan saja kepadaku kalian pergilah makan dan istirahat !!" jawab Ling Xia.
" Ta - tapi .. "
" Tolong jangan buat alasan lagi saya tahu anda sudah melakukan tugas yang cukup berat jadi pergilah makan " Ucapnya mendesak.
" Ba- baiklah nona pendekar " Jawabnya.
Pria itu pun beranjak pergi menuruti ucapannya, Ling Xia lalu menggerakan tanganya untuk membuat segel setelah menyelesaikan segelnya Ling Xia lalu menunjuk ke atas tempat itu, tepat seketika itu juga sebuah cahaya emas keluar dari ujung jarinya dan meluncur beberapa meter ke udara lalu pecah ke sekitar dan membentuk kubah dengan warna emas.
Layaknya kelambu berbentuk kubah berukuran raksasa yang melindungi semuanya yang ada di dalamnya semua orang terkagum-kagum melihat hal tersebut dan sesaat kemudian mereka semua menatap ke arah Xia yang melangkah mendekati mereka dengan santai seolah - olah tak melakukan apapun.
" No-nona pendekar apa anda seorang ahli Aray ?? " tanya pria sebelumnya yang menjadi perwakilan.
" Ahli Aray apa itu ?" Tanya Ling Xia polos.
" Kalau begitu biar saya jelaskan kepada nona pendekar apa itu ahli Aray, hmm Ahli Aray adalah seorang kultivator yang dapat mengaktifkan Aray menggunakan tenaga dalamnya baik untuk bertarung maupun bertahan, tetapi meskipun terdengar sederhana tetapi sebenarnya hal ini sangat sulit karena seorang ahli aray harus bisa menguasai dan memahami maksud dari satu huruf yang akan di gunakan dalam mengaktifkan Aray dan semakin paham dan mengerti seseorang mengenai huruf tersebut maka Aray yang akan semakin kuat Aray itu, dan menurut kabar yang pernah kudengar Ahli Aray adalah tingkatan pertama tingkat kedua adalah Master Aray tingkat selanjutnya Grand master Aray dan selanjutnya God Aray meskipun masih ada di atasnya tetapi saya kurang mengetahuinya lagi !!" Jelasnya.
" Tak apa jika paman tidak mengetahuinya, jadi apakah paman masih lama untuk mengambil lauknya ??" Tanya Ling Xia.
" Ahahah maaf nona !!" ucapnya dan lekas mengambil lauk.
__ADS_1
Terimakasih atas kunjungannya dan jangan lupa sebelum membaca kelanjutannya tolong klik tombol π yaahh !!....
kalau bisa tolong di berikan komentar serta sarang dalam mengembangkan cara penulisan untuk karya saya, tetapi jika semuanya merasa sudah puas akan karya saya ini tolong berikan vote-nya. ππ