THE HIDDEN QUEEN

THE HIDDEN QUEEN
MEMBERI HUKUMAN


__ADS_3

di ibukota kekaisaran terlihat begitu banyak orang - orang berlalu lalang kebanyakan adalah kultivator serta pedagang yang datang dari berbagai kerajaan maupun daerah sekitar ibukota kekaisaran.


di antara para pejalan kaki terlihat berbagai jenis individu baik itu perorangan maupun kelompok yang memancarkan aura intimidasi milik mereka memamerkan kekuatan mereka, di antara mereka terlihat juga para prajurit yang sedang berpatroli di beberapa jalan yang ramai.


di sebuah penginapan keluar dua sosok berjubah putih dan bertopeng giok putih yang sangat mewah yang membuat siapa saja akan merasa segang hanya dari melihat mereka.


ke duanya berjalan melewati jalan yang sangat ramai namun tak ada yang berani menghalangi keduanya, di karenakan selain aura mereka sendiri topeng dan jubah yang mereka kenakan juga merupakan artefak yang meningkatkan aura kewibawaan milik pemakainya Jiangying dan Mingmei mendapatkannya dari menara evil monastery.


berbeda dengan topeng dan jubah sebelum-nya yang mereka dapatkan dari Ling Xia yang merupakan topeng biasa saja meskipun terlihat lebih halus dan baik dari topeng yang kini mereka kenakan.


di sepanjang jalan menuju tempat pendaftaran tak ada yang berani mendekati ataupun menghadang ke 2nya, Jianying dan Mingmei terus berjalan mengabaikan apa yang terjadi hingga pada saat ke duanya melihat dari jauh orang - orang sedang berkumpul.


dari kelompok tersebut terlihat kelompok terpancar aura kultivasi tingkat pembentukan tubuh dan jiwa yang cukup kuat sehingga menarik perhatian Mingmei. sesaat ia ingin melangkah mendekati kelompok tersebut Jiangying berdehem dari belakang.


" ehem sebaiknya kita cepat selesaikan urusan kita sebelum matahari semakin tinggi " ucapnya lalu melanjutkan langkahnya.


" tapi kak Ying bukanya kakak juga tertarik dengan itu !!" ucapnya lalu menunjuk ke arah orang - orang yang tengah berkumpul.


" kita tak punya waktu secepatnya kita selesaikan dan kita pergi dari sini, lagi pula apakah adik Mei tidak ingin makan es krim ??" mendengar itu Mingmei menjadi bersemangat.


" baiklah ayo cepat kak jiang !!" ucapnya lalu mempercepat langkahnya. Jiangying hanya membuang nafas melihat perubahan sikap yang di tunjukan Mingmei.


" apalagi yang kakak tunggu cepatlah !!" ucap Mingmei yang telah melangkah deluan, Jiangying pun melangkah dan menyusul Mingmei.


namun tiba - tiba dari samping melayang tubuh sosok pria yang cukup besar meluncur menuju Mingmei, dengan sigap Mingmei menahanya menggunakan satu tanganya.


sosok pria tersebut berhenti lalu terjatuh berlutut sambil memuntahkan darah segar dari mulutnya, semua orang terdiam membisu menatap kejadian yang baru saja terjadi.


Mingmei lalu mengelap tanganya yang telah ia gunakan untuk menahan tubuh dari pria tersebut, mengetahui ke duanya menjadi pusat perhatian Jiangying melangkah dan memberikan isyarat ke pada Mingmei untuk melanjutkan perjalanan.


mengetahui hal itu Mingmei membuang sapu tangan yang ia gunakan sebelumnya lalu melangkah pergi, namun belum sempat mereka melangkah sosok lain yang menggunakan pakaian berwarna merah berjalan menghalangi ke duanya.

__ADS_1


" oh tunggu sebentar kalian berdua tidak bisa pergi begitu saja setelah apa yang kalian lakukan !! " ucapnya sambil tersenyum angkuh, lalu melirik anggotanya yang lain.


sekelompok pria dan 3 wanita berjalan mendekati posisi Jiangying dan Mingmei, sambil tersenyum penuh ke angkuhan. Jiangying melihat mereka semua lalu tersenyum di balik topengnya.


" benar kalian telah membantu pria itu jadi setidaknya kalian harus ganti rugi karena anjink itu telah menabrak tubuh adik mu yi kami yang cantik " mendengar itu Mingmei tersenyum di balik topengnya.


" benar setidaknya kalian harus menggantinya dengan seribu koin emas karena bajuku ini sangat mahal " ucap gadis bernama Mu yi yang bersikap centil.


terdengar bisikan dari orang di sekitar mereka


" bukanya tadi itu tidak di sengaja !!" suara pria.


" sungguh keterlaluan orang dari sekte pedang merah " suara wanita


" benar - benar tadi jika sosok bertopeng tidak menahan pria itu bisa - bisa ia akan menghantam pedagang di sana " ucap wanita lainya.


" lagi pula bukanya pria tadi sudah meminta maaf ??" ucap yang lain.


" iya aku juga melihatnya !! " timpal pria lain.


" APA YANG KALIAN TUNGGU CEPAT BERIKAN UANGMU " bentaknya ke arah Mingmei.


" ahh kakak ah long sungguh hebat !!" teriak wanita lain.


" hahahah demi adik Mu yang cantik itu bukan masalah " ucapnya tersenyum hangat ke arah wanita yang mengenakan pakaian berwarna merah.


Jiangying yang melihat itu menggelengkan kepalanya, ia merasakan hawa membunuh yang cukup tipis dari mingmei.


" kak Ying apakah aku boleh mengurus mereka ??" ucap Mingmei.


" terserah adik selama tidak membunuh mereka kurasa itu bisa " ucapnya lalu mundur beberapa langkah.

__ADS_1


semua orang pun ikut mundur mengetahui akan terjadi pertarungan, murid dari sekte pedang merah terkejut akan percakapan yang barusan mereka dengar.


" Ha apa yang ka..." tiba - tiba semua murid dari sekte pedang merah terjatuh berlutut dan nyaris mencium tanah akibat tekanan yang luar biasa yang menekan tubuh mereka.


kelompok dari kultivator lain terkejut akan aura mengerikan yang tiba - tiba mereka rasakan, semua kultivator yang merasakan aura membunuh yang sangat intens dengan cepat melihat ke arah aura itu berasal.


sebuah bangunan berlantai 4 mulai di penuhi oleh orang - orang yang merupakan kultivator mulai melihat dari jendela mereka melihat sekelompok pemuda dan wanita muda berbaju merah sedang bertekuk lutut di hadapan sosok berjubah putih dengan topeng giok.


suasana menjadi lebih ramai dari sebelumnya. menyadari itu Jiangying melangkah mendekati Mingmei yang kini melepas sekitar 30% niat membunuh miliknya.


" cepat urus mereka " ucapnya lalu melangkah pergi, Mingmei mengangguk menanggapi ucapan Jiangying. sementara itu Ah long berkeringat dingin terlihat dari wajahnya mulai memerah menahan tekanan tersebut.


semua orang menjadi ketakutan melihat sosok Mingmei dan di waktu bersamaan mereka juga kasihan melihat murid - murid dari sekte pedang merah.


Mingmei mengeluarkan sebuah palu besar yang biasa ia gunakan untuk berlatih dari cincin penyimpanan miliknya. begitu keluar palu itu mendarat di tanah dan sebuah suara keras terdengar.


sfx : BOOM


di ikuti dengan debu yang mulai terbang setelah beberapa saat debu mulai menghilang ukuran dari palu tersebut membuat semua orang menjadi pucat sementara beberapa murid sekte pedang merah kehilangan kesadaran setelah berusaha mendongak untuk melihat asal suara tersebut.


sementara beberapa kultivator lain yang melihat itu berniat menolong para murid dari sekte pedang merah, menyadari itu Mingmei melihat sekeliling dan melepas 20 % aura membunuh miliknya dan memperluas area dari auranya dalam sekejap semua orang kesulitan bernafas.


ada juga yang kehilangan kesadaran dari mereka yang tak memiliki kultivasi yang cukup tinggi sementara kini tinggal ah long yang masih sadar temanya yang lain telah kehilangan kesadaran.


para kultivator lain mengurungkan niatnya untuk maju takut menyinggung apalagi membuat marah sosok berjubah di hadapan mereka , menyadari itu Mingmei kembali menyerap auranya kini tinggal 20 %, lalu menyentuh dan mengangkat palu raksasa latihan miliknya dan dengan satu tangan.


" ahhh sudah lama aku tak menggunakan palu ini !!" ucapnya, semua orang terkejut akan hal apa yang mereka saksikan sebuah palu berukuran raksasa dengan berat yang di taksir mencapai ribuan kilogram dengan mudah di angkat oleh sosok Ling Xia yang 2 x lebih kecil dari palu tersebut.


ia pun melangkah mendekati ah long yang masih berusaha untuk bangkit dari posisinya. suara langkah kakinya yang santai membuat semua orang semakin terkejut akan hal itu seolah olah sosok tersebut tidak membawa apapun.


sementara Ah long semakin pucat dari sudut matanya ia melihat Mingmei semakin mendekat. ia berusaha menjauh sambil merangkak sekuat tenaganya urat - urat terlihat dari wajahnya begitupun lengannya menandakan ia mengerahkan semua yang ia bisa.

__ADS_1


ia mengerahkan semua kekuatanya agar bisa menjauh dari mingmei namun setiap kali ia merangkak berat dari aura yang di keluarkan Mingmei meningkat sebesar 5 % sehingga itu membuatnya menjadi semakin pucat.


tak berapa lama akhirnya ia kehilangan kesadaran, sementara yang lain semakin pucat membayangkan apa yang selanjutnya akan terjadi, namun kelanjutannya membuat semua orang Terkejut.


__ADS_2