THE HIDDEN QUEEN

THE HIDDEN QUEEN
DARAH DI PAGI HARI


__ADS_3

matahari telah mulai bersinar menyinari jejeran bangunan yang berada di ibukota kekaisaran, semua penduduk sudah memulai aktivitas mereka sejak matahari belum mulai menampakan dirinya.


terlihat di barisan orang - orang yang sudah memulai memenuhi jalan - jalan, bergerak menuju tempat di mana akan berlangsungnya kompetisi kekaisaran yang merupakan ajang di mana para kultivator muda bisa mencari pengalaman.


serta pengetahuan untuk menambah wawasan mereka saat bertarung, karena sudah menjadi rahasia umum bagaimana kehidupan seorang kultivator yang di penuhi dengan pertarungan entah itu sesama manusia, beast atau bahkan ras lain yang berada di alam tersebut.


tak berapa lama terlihat pria yang mengenakan pakaian prajurit sedang memacu kudanya sambil berteriak meminta orang - orang untuk memberikanya jalan.


banyak orang yang hampir tertabrak oleh dirinya namun ia mengabaikan semua keluhan orang - orang yang ia lewati, tak berapa lama ia berhenti di depan sebuah kediaman yang cukup mengesankan.


setelah Turun dari kuda dengan cepat berjalan memasuki gerbang dari kediaman tersebut, terlihat seorang penjaga mencoba menghentikannya, sosok pria yang di tahan mengeluarkan sebuah plakat dari dalam bajunya yang terbuat dari platinum dengan gambar singa di tengahnya.


sang penjaga terlihat terkejut sebelum ia lalu mengantarkan sosok tersebut bertemu dengan sang pemilik kediaman. dalam perjalan terlihat beberapa orang tengah berlalu lalang.


selama perjalanan keduanya mendapati tatapan dari penghuni lain dari kediaman tersebut ada yang menatap mereka dengan tatapan penasaran dan tatapan terkejut namun keduanya abaikan dan fokus menuju tempat tujuannya.


tak berapa lama keduanya tiba di sebuah aula terlihat pria berusia sekitar 35 hingga 40 tengah duduk sambil menikmati secangkir teh, sang penjaga meminta pria berpakaian prajurit untuk menunggu di luar.


sang Pemilik kediaman melirik sang penjaga yang berjalan mendekatinya lalu meletakan gelasnya setelah itu ia menatap penjaga tersebut sang penjaga Langsung berhenti dan berdiri beberapa langkah dari sosok tuanya itu lalu memberi hormat sembari mencondongkan tubuhnya kedepan


" tuanku tuan Hong ingin bertemu dengan tuan !!" ucapnya lalu kembali berdiri tegap pria paruh baya itu terlihat bingung dengan hal itu karena bawahanya telah datang bahkan sebelum waktu kerja di mulai.


" terimakasih dan tolong persilahkan ia masuk " pintanya.


" baik tuanku " setelah itu sosok penjaga keluar lalu memberitahukan sosok berpakaian prajurit bahwa tuanya memintanya untuk masuk dengan cepat pria berbaju prajurit tersebut masuk.


begitu ia masuk sang pemilik kediaman memintanya untuk duduk dan menemaninya meminum teh bersamanya namun.


" maaf tuan Lao tetapi aku harus menolak keramah tamahan tuan ada hal mendesak yang harus ku beritahukan !!" ucapnya sedikit tergesa-gesa.

__ADS_1


" tenanglah tuan Hong, ahh kalau begitu silahkan katakan hal penting apa yang sampai bisa membuat salah satu penjaga terbaik kekaisaran menjadi seperti ini " sanjungnnya lalu meminum secangkir teh dengan tenang.


" tuan telah terjadi pembantaian di toko obat milik Huang,.hal ini ter... " ucapanya terhenti akibat melihat atasannya terkejut sambil menyeburkan teh dari mulutnya." tuan apa anda baik .." ucapnya dengan wajah khawatir.


" apa yang kau katakan tadi ??" ucapnya sambil mengusap mulutnya dengan lengan bajunya dengan cepat sang bawahan mengulangi kalimat nya.


" apa tuan baik - baik saja ??" mendengar itu wajah sang atasan menjadi terkejut.


" bukan yang itu yang satunya ??" bentaknya .


" ahhh yang pembantaian di toko obat milik Huang "jawabnya tampa berpikir.


" cepat jelaskan apa maksudnya itu semua !!" perintahnya lalu berdiri dari kursinya.


lalu sang bawahan mulai menjelaskan semua kronologi isi dari laporan tersebut sambil mengikuti atasannya keluar dari ruangan tersebut. sepanjang perjalanan tuan Lao terkejut dan terus terkejut lalu setelah mendengar bagian terakhir wajahnya semakin terkejut.


" di mana kudamu ??" tanyanya.


" eh iya tuan ?? ahh di sana " ucapnya sambil menunjuk ke arah kuda coklat yang terikat di samping.


melihat itu dengan cepat tuan Lao menghampiri kuda tersebut dan lalu melepas ikatan dari kayu yang memang di sediakan untuk menempatkan kuda - kuda dari tamu yang datang berkunjung.


tuan Lao lalu menaiki kuda tersebut melihat yang di lakukan atasannya itu Hong su menjadi kebingungan.


" tuan itu kudaku ?!" ucapnya.


" ia saya tahu " ucapnya sambil menarik tali kekang dari sang kuda ke arah kanan untuk membelokan arah dari kuda tersebut.


" tuan trus saya bagaimana ??" ucapnya bingung mendengar itu tuan Lao membuang nafas.

__ADS_1


" haaa inilah yang menyebabkan kau tak kunjung naik pangkat !! " lalu ia mulai memacu Kuda coklat tersebut meninggalkan sang prajurit yang masih kebingungan entah karena keadaan maupun karena ucapan dari atasannya.


** Skip **


tak berapa lama Lao meng telah tiba di tempat yang di maksud oleh Hong su bawahnya, terlihat begitu banyak orang yang kini berkerumun di sekitar tempat itu tak pikir panjang ia lalu mulai menerobos kerumunan tersebut.


begitu iya tiba di barisan paling depan ia menutup hidungnya akibat dari bau darah yang menyeruak keluar dari dalam lokasi tersebut. terlihat pria membawa tombak sedang menjaga tempat itu sambil mengenakan kain sebagai masker.


ia lekas menghampiri sang penjaga lalu menunjukan token miliknya yang berwarna emas, sang prajurit mengenali token tersebut lalu memberi hormat.


" tolong antar saya ke petugas yang bertanggung jawab di sini !!" perintahnya kepada sang prajurit penjaga.


" silahkan tuan, lewat sini " ucapnya sambil mengangkat tangan kanannya menunjukan arah lalu berjalan " tapi sebelum masuk silahkan kenakan ini !!" ucapnya sambil memberikan secarik kain.


Lao meng mengambil kain tersebut lalu memakainya bersamaan setelah ia masuk ia pun di kejutkan dengan tempat tersebut yang terlihat seperti gang yang biasa di gunakan sebagai tempat lalu lalang oleh para pembeli ataupun pengunjung.


yang di kanan dan di kirinya di penuhi oleh toko - toko dengan noda darah yang mengering bertebaran sejauh mata memandang.


matanya terbelalak akibat terkejut dengan apa yang ia lihat bersamaan dengan itu perasaan mual menghampiri nya namun ia berhasil menahan rasa mual setelah memenangkan diri. sang prajurit yang berada di depan menatapnya dengan tatapan paham akan reaksi yang di tunjukan oleh tuan Hong su.


bahkan menurut sang prajurit sikap tuan Hong Su lebih tenang karena saat pertama kali para prajurit mencapai tempat itu banyak yang mual dan ada juga pingsang akibat di kejutkan dengan keadaan di tempat itu, setelah tuan Hong su menenangkan diri keduanya pun kembali melanjutkan perjalanannya.


terlihat beberapa prajurit lain yang tengah memeriksa setiap bangunan dan tempat lain mencari petunjuk, semakin ke keduanya masuk tuan Hong su semakin terkejut dan terkejut dan bahkan lututnya lemas akibat hal yang ia saksikan dan membayangkan apa yang telah terjadi di tempat itu.


tak berselang lama mereka berada di depan toko milik Huang Sang atau lebih tepatnya paviliun milik organisasi topeng darah.


" sebelum kita masuk sebaiknya tuan mempersiapkan diri !! " ucap pria bertombak yang berada di depanya. Hong su menganggukan kepalanya paham setelah membulatkan tekadnya keduanya pun melangkah masuk.


namun tuan Hong Su berubah pucat karena tempat tersebut nyaris seluruhnya berwarna merah menandakan bahwa tempat itu telah menjadi tempat pertarungan yang mengerikan.

__ADS_1


__ADS_2