THE HIDDEN QUEEN

THE HIDDEN QUEEN
SELAMAT MALAM KAK


__ADS_3

riuh suara penonton menggema di seluruh stadiun bahkan mencakup area sekitar, banyak orang menatap penuh semangat terutama penampilan sebelumnnya dari gadis berbaju hijau.


yang sebelumnya di pojokan hingga tak mampu melakukan serangan balik, namun dengan tak tik yang jitu membuatnya mampu mengalahkan lawanya yang unggul dalam banyak aspek terhadap dirinya.


begitu arena terakhir selesai melakukan pertarungan kini memasuki putaran terakhir sehingga sudah pasti peserta yang menyadari hal itu mulai naik ke atas arena.


Jiangying pun mulai naik ke atas arena dengan langkah elegan penuh ketenangan. terdengar juga beberapa pembicaraan mengenai dirinya dari arah bangku penonton namun sama seperti Mingmei ia tak memikirkan hal itu.


beberapa penonton berpendapat ia mampu lolos ke babak ini karena keberuntungan yang di bantu lolos oleh temanya yang memiliki kemampuan yang luar biasa begitulah pemikiran hampir semua orang.


tetapi setelah berhasil menahan tubuh tuan muda Jhu sehingga membuat banyak orang mulai berpikir sebaliknya.


3 jam sebelumnya di dalam menara evil monastery ...


sementara itu di dalam menara evil monastery tepatnya di salah satu ruangan yang telah di bersihkan dan di ubah mengikuti gaya Eropa lalu di isi dengan fornitur menyesuaikan dengan gaya ruangan itu.


beberapa lukisan terpampang di sana kebanyakan berasal dari kehidupan Ling Xia seperti kuda, pemandangan alam. sementara di bagian atap terpasang lampu mewah menggantung megah di tengah ruangan.


sementara itu kursi sofa bergaya Eropa berwarna merah tengah di duduki oleh keduanya, serta meja kaca tepat di antara keduanya. di penuhi cemilan serta beberapa kue kue kering. dan beberapa cemilan lainya.


teko mewah dengan motif lukisan bunga mawar dan cangkir indah serta sebuah wadah yang menampung gula batu yang berbentuk kotak tertata rapi di atas meja, . dan vas bunga dengan warna merah membuat meja tersebut terlihat semakin indah.


dan tentu saja bukan hal yang murah untuk menghias ruangan tersebut, Ling Xia harus merogoh kocek hingga 200 Tael emas besar dan jika di konversi ke bentuk koin setara dengan 200.000 koin emas.


meskipun terdengar mahal namun untuk orang dengan finansial yang memumpuni sudah sewajarnya memiliki cita rasa tinggi dalam berbagai hal terutama hal ini dilakukan semata - mata agar membuat Ling Xia dapat merasa nyaman.


( yahh tak ada yang mahal jika kau punya uang )


aroma teh menyeruak tak kala Ling Xia menuangkan teh hangat dari dalam teko, suara indah tak kala teh mulai memenuhi cangkir indah terdengar dari dalam cangkir tersebut. layaknya seorang pelayan handal dari keluarga bangsawan Ling Xia menuangkan teh Tampa ada setetes pun yang keluar dari gelas.


" kak 1 gula atau 2 gula ??" ucapnya kepada Zhao Ciyi setelah mengisi 2 cangkir indah yang berada di atas meja.


" cukup 1 saja adik Ling !!" ucapnya sopan, mendengar itu Ling Xia mengambil 1 gula batu berbentuk kotak dari mangkuk kecilnya. lalu meletakan kedalam gelas milik Zhao Ciyi.


setelah mengaduk cangkir itu dengan sendok spesial. lalu meletakan cangkir itu di depan Zhao Ciyi .


" silahkan kak " ucapnya mempersilahkan Zhao Ciyi untuk menikmati secangkir teh tersebut.


Zhao Ciyi pun mengangkat gelas tersebut lalu menghirup aroma teh tersebut, mata Zhao Ciyi terpejam tak kalah merasa nyaman akan aroma dari teh tersebut. setelah meresapi aromanya Zhao Ciyi lalu menyeruputnya teh tersebut dan setelah itu ia tersenyum tak kala kagum akan cita rasa dari teh tersebut.


" bagaimana kak ?? apakah nikmat ??" tanya Ling Xia sambil mengangkat cangkir miliknya.


" seperti biasa teh buatan adik memang yang ternikmat yang bisa Kakak rasakan !!" ucapnya.


" terimakasih kak !!" lalu menyeruput teh miliknya, " kak boleh aku bertanya sesuatu ??" ucapnya lalu memangku cangkirnya.

__ADS_1


" iya apa itu adik Ling ??" jawabnya sambil mengambil biskuit kering dari tempatnya.


" kak apakah salah jika aku membebaskan ras naga hitam itu ??" tanya Ling Xia langsung to the point. Zhao Ciyi membeku sesaat mendengar pertanyaan dari adiknya.


" kenapa kamu menanyakan itu ?? kakak pasti selalu mendukungmu jadi lakukanlah hal yang menurutmu benar !!" ucapnya lalu menggigit biskuit tersebut.


" meskipun hal itu benar bukan berarti saya harus mengabaikan perasaan orang lain teru..." belum sempat menyelesaikan kalimatnya Zhao Ciyi memotong ucapan Ling Xia.


" jangan seperti itu adik, meskipun Kakak tidak menyukainya bukan berarti adik juga harus mengikutinya !!" ucapnya dengan nada yang terdengar menjanggal bagi Ling Xia.


" kak jangan seperti itu, jika kakak tidak menyukai mereka saya bisa menghancurkan mereka untuk kakak " ucap Ling Xia.


" tidak adik Ling perasaan kakak hanyalah sesuatu dari masa lalu yang terus mengikutiku hingga sekarang jadi adik tak perlu memikirkannya !!" jawab Zhao Ciyi.


" tapi kak aku tak ingin orang terdekatku harus merasakan ketidak nyamanan sementara saya sebagai adikmu harus menutup mata akan hal itu !! " ucapnya sambil menatap Ciyi dengan tatapan sedih.


" kakak paham dengan niat tulus dari adik tetapi kakak tidak ingin adik juga harus ikut menanggung hal ini, jadi lupakan hal itu !!" jawabnya.


" apakah kak..." sekali lagi ucapanya terhenti ketika jari Zhao Ciyi menyentuh bibir mungil Ling Xia.


" tidak usah di lanjutkan, lagi pula kakak telah menyadari bahwa kakak harus melangkah maju dengan melupakan masa lalu, apa adik paham " ucapnya lalu kembali duduk di sofa.


" adik paham kak tapi !!" ucap Ling Xia tertunduk sedih.


" hmm itu benar kakak karena terlalu sibuk kita tak tahu bagaimana kabar Kakak Tian Xue !!" jawabnya senang lalu menyeruput tehnya.


Zhao Ciyi mengangkat cangkir miliknya dan melihat bayangan dirinya di dalam cangkir tersebut lalu tersenyum.


' sepertinya memang benar aku harus melupakan masa lalu ' setelah itu ia menatap Ling Xia yang tengah memakan kue kering dengan lahap ' lagi pula sekarang aku sudah memiliki adik kecil yang harus ku lindungi sekarang !! jadi maaf kan aku tapi sepertinya aku harus melupakan dendam ini ' lalu sebuah bayangan muncul di belakang Ling Xia.


4 sosok transparan, sepasang suami istri dan 2 orang anak kecil lalu tersenyum ke arahnya dengan tanduk dan pupil mata berwarna merah, matanya tiba tiba berat dan akhirnya ia jatuh kekiri dan menutup mata


ketika ia membuka mata semuanya berwarna putih kini tinggal Zhao Ciyi dan ke 4 sosok itu yang ada di sana.


Zhao Ciyi masih menatap terkejut ke arah 4 sosok itu.


" lama tak bertemu yah anakku !!" mata Zhao Ciyi menjadi berlinang air mata mendengar suara tersebut.


" aduh lihat anak perempuanku ini sudah besar masih saja menangis !! " ucap pria tersebut, mendengar itu air mata Zho Ciyi mulai menetes tak kala rasa rindu selama jutaan tahun kini kembali ia rasakan.


" hahaha kakak seperti anak kecil saat menangis !!" ucap anak laki-laki tertawa ke arahnya.


" ihh kakak jangan menertawakan kakak perempuan itu tak baik, benar kan kak ??" tanya gadis kecil itu.


Zhao Ciyi mulai merasakan rasa sesak di dadanya seperti ada sesuatu di dalam dadanya yang ingin keluar namun tertahan di sana, hanya air mata yang terus menerus menetes.

__ADS_1


ia ingin bergerak untuk memeluk ke 4 sosok itu namun sayang sekeras apapun usahanya tubuhnya seolah - olah membeku di tempat.


" kamu telah banyak menderita karena kami, jadi sekarang sudah waktunya kamu merelakan kami !!" ucap sosok wanita dengan pakaian megah transparan.


" itu benar anakku dendammu membuatmu buta akan keadaan sehingga mengabaikan setiap kebaikan yang di tujukan kepadamu dan menyiksa diri sendiri karena kami ayah tak kuat melihat itu" ucap pria dengan tubuh besar dengan Ekspresi sedih.


" benar apa yang ayah bilang, adik tak suka melihat kakak terus menerus menyakiti diri sendiri karena kami " ucap gadis kecil dengan kuncir kuda.


" jadi kakak sekarang teruslah hidup dan jangan lupakan kami yah " ucapnya sosok anak laki laki berusia 10 tahun yang tengah tersenyum percaya diri.


" kamu dengar apa yang di ucapkan adik - adikmu sekarang teruslah hidup dan jangan lupa temukanlah kebahagiaanmu" ucap wanita yang terlihat berusia 25an sambil tersenyum hangat ke arah Zhao Ciyi setelah itu 4 sosok tersebut mulai memudar.


Zhao Ciyi pun mulai mengingat kenangan ketika bersama keluarga miliknya, satu persatu ingatan tersebut mulai memasuki kepalanya, ia tersenyum penuh arti mengingat semua kenangan indah tersebut.


dan sedih ketika tragedi itu terjadi dan terus menerus ia melihat kilas balik dirinya yang di penuhi kemarahan pembunuhan, pembantaian dan pemusnahan karena amarah yang di milikinya ketika tragedi yang merenggut orang orang yang di cintainya.


dan ketika ia berakhir di kurung di dalam menara evil monastery oleh sang pengawas yang menganggap bahwa Zhao Ciyi akan menyebabkan ke hancuran besar, ia pun di kurung bersama ke 5 bawahanya yang telah banyak melakukan tindakan brutal.


hingga pada saat ia melihat kenangan saat bertemu Ling Xia, bersama dengannya dan melewati waktu bersama ia pun akhirnya menyadari sesuatu untuk pertama kalinya ia sadar bahwa ia sering tersenyum tulus ketika bersama dengan adik angkatnya itu.


ia sadar bahwa di masa lalu meskipun ia tersenyum namun dari senyumanya itu mengandung niat buruk di dalamnya.


' ayahanda sepertinya ayah benar ' ucapnya lalu tersenyum ' ibunda tak perlu khawatir lagi sepertinya anak perempuanmu ini telah menemukan kebahagiaannya yang baru dan pasti kali ini anakmu ini pasti menjaganya semampuku ' sambil mengingat ucapan ibunya ' adik adikku sayang sepertinya kalian punya saudari perempuan pasti hebat ketika kalian bisa bermain bersama ' lalu ia tersenyum kecut mengingat sifat dan sikap Ling Xia tak seperti usianya.


sementara itu di ruangan sebelumnya.


Ling Xia tengah membetulkan posisi berbaring Zhao Ciyi yang sebelumnya kehilangan kesadaran karena obat tidur spesial yang Ling Xia telah campurkan ke dalam gula berbentuk kotak yang di masukan ke dalam cangkir Zhao Ciyi.


meskipun Zhao Ciyi memiliki kultivasi yang sangat tinggi yang membuatnya tak semua obat dapat berpengaruh kepadanya sehingga Ling Xia membeli obat dengan efektivitas tinggi dan tentu saja tak berbau tak berwarna, dan tak memiliki rasa aneh yang dapat merusak cita rasa dari teh.


Ling Xia khawatir karena Zhao Ciyi belum istarahat sejak di mulainya penaklukan hutan banyangan kematian sehingga Ling Xia memilih melakukan hal ini.


terutama karena Zhao Ciyi membentak dirinya sebelumnnya dan menarik kesimpulan bahwa Zhao Ciyi kelelahan sehingga ia mudah terpancing emosinya.


meskipun ia tahu bahwa Zhao Ciyi tak membutuhkan hal itu namun bagi Ling Xia hal itu penting sehingga ia melakukan tindakan seperti itu. meskipun ia tahu bahwa Zhao Ciyi pasti akan marah tetapi Ling Xia tak perduli yang penting kini Zhao Ciyi dapat beristirahat untuk sesaat itu prioritas utamanya.


setelah Zhao Ciyi berbaring Ling Xia manatap wajah Zhao Ciyi dan terkejut melihat air mata yang mengalir di pelipis Zhao Ciyi, Ling Xia mengusap air mata itu dan bertanya-tanya apa yang menyebabkan wanita yang terkenal kuat di antara bawahanya bisa menjadi seperti itu.


dan mulai khawatir bahwa penyebab semua ini karena dirinya yang membuat Zhao Ciyi sampai seperti ini. ia pun meminta maaf kepada Zhao Ciyi yang masih belum sadar.


" adik tahu ini salah tapi nanti adik akan meminta maaf kepada Kakak jadi untuk sekarang istrahatlah !!" lalu mengeluarkan selimut dari cincin dimensinya.


setelah menyelimuti tubuh Zhao Ciyi, Ling Xia mengaktifkan mata emas miliknya dan sebuah gerbang pun muncul tak jauh dari keduanya,Ling Xia melangkah mendekati pintu itu setelah berada tepat di depan pintu ia menoleh untuk melihat Zhao Ciyi.


" selamat tidur kak !!" ucapnya lalu pergi

__ADS_1


__ADS_2