THE HIDDEN QUEEN

THE HIDDEN QUEEN
SENYUM DI BALIK TOPENG


__ADS_3

akibat intensitas pertarungan di tempat itu membuat para penonton menjadi bersorak penuh semangat menyemangati para peserta. sementara itu para peserta yang berhasil menang maupun kalah langsung menuju tempat untuk berobat maupun beristirahat.


meskipun intensitasnya dapat membuat para penonton bersemangat namun bagi Jiangying dan Mingmei yang telah bertarung dengan berbagai jenis beast serta berlatih dalam pertarungan menghadapi para komandan pasukan kematian.


hal yang mereka saksikan kali ini membuatnya keduanya cukup kecewa sehingga ke duanya tak memiliki minat untuk bertarung jika ini bukan karena perintah dari master mereka ke duanya sudah pasti meninggalkan tempat itu.


hingga pertandingan ke 6 dan ke 7 di mana terdapat peserta yang memiliki kemampuan yang bisa di bilang cukup menarik untuk di hadapi bagi keduanya.


dengan berjalannya waktu dan mendekati pertarungan terakhir bangku peserta yang sebelumnya penuh dengan peserta lain kini yang terlihat hanya menyisakan sedikit pemuda dan gadis yang tengah duduk dengan jarak yang cukup senggang.


berbeda dengan para penonton yang semakin riuh karena beberapa hal.


" peserta dengan nomor 901 hingga 1000 silahkan naik ke arena " ucap pengurus acara.


Mingmei berdiri dengan semangat tinggi tak sabar untuk merenggangkan otot miliknya akibat kaku setelah menunggu hampir 4 jam dalam posisi duduk.


Jiangying menggengam tangan Mingmei yang melangkah dengan semangat tinggi, Mingmei terkejut lalu menoleh.


" kak apa lagi yang kakak tunggu ??" ucapnya.


" coba lihat ke sana ??" ucao Jiangying menatap para peserta lain yang tengah memperebutkan senjata yang akan mereka gunakan " tunggu mereka selesai lalu kita pergi memilih " ucapnya.


" haa baiklah !!" ucapnya lalu kembali terduduk.


setelah semuanya peserta lain selesai memilih dan naik ke atas arena kini keduanya pun memilih senjata mereka. Jiangying memilih jenis pedang, sementara Mingmei tengah berjalan menuju tempat senjata yang jarang di pilih jangankan di pilih di lirikpun tidak.


karena merupakan rak yang berisikan senjata yang memiliki ukuran besar atau lebih tepatnya raksasa sehingga senjatanya kebanyakan berdebu akibat tak pernah tersentuh. Mingmei mulai bingung dalam memilih antara palu raksasa ataukah senjata gada yang memiliki ukuran raksasa.


sementara para peserta lainya sudah mulai bersiap di atas arena sambil menatap peserta mana yang patut di waspadai, sementara dari bangku penonton terdengar orang - orang mulai ribut memilih dan menebak siapa yang akan menang.

__ADS_1


hingga beberapa saat Jiangying pun naik semua orang tak terlalu memperhatikannya karena penampilannya bisa di katakan lumrah atau biasa saja karena sudah banyak orang yang memiliki penampilan yang sama.


sang wasit melihat Mingmei belum naik karena kebingungan dalam memilih senjata yang akan dia gunakan ia tak marah melainkan bingung mengapa gadis itu bisa berada di sana.


sementara para peserta lain mulai merasa tidak sabar karena pertandingan tak kunjung di mulai, terutama sosok pemuda dengan senjata pedang di tanganya yang mulai bosan menunggu sehingga mengajukan pendapatnya.


" wasit mengapa pertandingannya belum di mulai ??" tanyanya dengan nada sedikit kesal.


" benar tuan wasit apakah ada masalah ??" ucap pria dengan senjata tombak miliknya.


" bu-bukan seperti ..!!" ucapanya terhenti bersamaan setelah menatap sekeliling dan tatapnya berhenti di sosok Mingmei begitupun semua penonton ikut terdiam, melihat reaksi itu para peserta yang sebelumnya memandang wasit kini melihat ke arah mana wasit manatap.


namun begitu mereka melihat ke arah yang di lihat oleh sang wasit mereka juga terkejut dan bahkan beberapa orang menjatuhkan senjata yang mereka pilih sebelumnnya tak kala melihat Mingmei yang datang membawa senjata berupa palu raksasa.


" AHH BUKANYA ITU IBLIS PALU !!" teriak seseorang dari barisan penonton.


semua orang tersentak akibat terkejut dan mulai mengingat rumor aneh yang beberapa hari terakhir mulai merebak mengenai sosok yang menggunakan senjata berupa palu berukuran mengerikan.


arena turnamen menjadi penuh ke ributan di bandingkan yang sebelum - sebelumnnya tak kala melihat Mingmei yang mengangkat palu berukuran 4 kali ukuran tubuhnya namun ia mengabaikan suara tersebut. dan mulai melangkah ke atas arena.


para petarung yang kalah dan kini berada di bangku penonton entah karena teman mereka masih mengikuti pertandingan atau hanya penasaran dengan pertandingan terakhir, namun begitu Mingmei muncul mereka kini menatap para peserta lain dengan tatapan iba.


Jiangying yang melihat itu hanya bisa menatap rumit ke arah adiknya.


" kak maaf aku tadi agak lama memilih !!" ucapnya kepada Jiangying.


" tak apa, kamu sekarang sudah di sini itu yang terpenting " ucapnya, lalu menatap sang wasit yang masih membuka mulutnya" tuan wasit terimakasih telah menunggu adiku, jadi saya harap tuan mau memulia pertandingan ini " mendengar itu semua orang terutama para peserta kembali mengalihkan pandangannya ke arah Jiangying.


selain karena pernyataannya suaranya juga terdengar lembut. sementara sang wasit menjadi semakin terkejut.

__ADS_1


' jika itu adiknya semengerikan ini pasti kakaknya jauh lebih mengerikan ' ucapnya dalam batin. begitupun para peserta yang lainnya.


" ba - baiklah, dengan ini pertandingan di mulai " begitu iya mengatakan aba abanya dengan cepat ia menyingkir dari arena tersebut.


tak ada yang bergerak sedikitpun pun dari tempatnya, namun setelah beberapa saat tiba - tiba sosok pemuda dengan postur tubuh besar maju kedepan.


" se-sebaiknya kita singkirkan terlebih dahulu yang terkuat bagaimana ??" ucapnya mengisyaratkan untuk beraliansi.mendenagr itu banyak peserta mulai menunjukkan ketertarikan dalam rencana tersebut.


terdengar hampir 80 orang yang mulai setuju mendengar ucapan yang barusan mereka dengarkan, sementara beberapa peserta lain merasa pilihan itu cukup berbahaya.


' tak kusangka ini akan lebih cepat selesai ' memandang kasihan ke arah orang orang yang mulai berkumpul ke sisi pria sebelum-nya, sementara Mingmei tersenyum di senang di balik topeng giok miliknya.


" dengar dengan senjata sebesar itu dia pasti tidak bisa bergerak dengan leluasa jadi ambil kesempatan ini untuk menyerangnya " perintah pria sebelum nya setelah mengingat bahwa Mingmei membutuhkan waktu untuk naik ke arena sehingga ia berpikir bahwa Mingmei kesulitan dalam pergerakanya karena berat dari senjata tersebut.


semua orang mulai maju dan bersiaga di sekitar Mingmei namun tak ada yang berani maju karena mereka tahu yang pertama maju akan menjadi pancingan. Mingmei semakin bahagia melihat peserta lain yang kini berada di sekitarnya.


terdengar beberapa orang dari arah penonton.


" hmm percuma senjata besar kalau kamu kesulitan untuk bergerak " suara pria dari barisan penonton.


" yah sungguh bodoh jika seperti itu, itu sama saja membatasi pergerakan diri sendiri" tambah yang lainya.


" Yah yang penting kita tahu siapa sekarang yang keluar terlebih dahulu hahah !! " ucap sosok lain penuh ejekan ke Mingmei,


" dasar bodoh apakah dia anak kecil tak mengetahui bagaimana pertandingan semacam ini ??"sahut yang lain.


semakin lama semakin banyak suara ejekan di tujukan ke pada Mingmei, Jiangying yang telinganya mulai memanas menatap sang wasit.


" tuan wasit jika arena ini hancur apakah tidak apa ?? " mendengar itu sang wasit menjadi bingung.

__ADS_1


" eh - eh jika arena ini hancur ?? itu tak masalah karena jika arena mengalami kerusakan maka panitia turnamen akan memperbaikinya serusak apapun itu " jelas sang wasit, mendengar itu Jiangying tersenyum puas.


" terimakasih atas penjelasannya !!" ucap Jianying lalu melangkah ke belakang adiknya lalu berbisik. " hancurkan mereka " perintahnya, mendengar itu Mingmei merasa senang bukan kepalang.


__ADS_2