
π€ Hay semua sebelum membaca π€
Tolong klik tombol π, Eiitttss jangan lupa juga dengan komentarnya yang positif dan membangun π.
Dan saya akan sangat senang jika para pembaca sekalian mau memberikan VOTE kepada saya, jadi saya tunggu nih vote dari kalian heheh π!! ... ππ
πHAPPY READING ALLπ₯°
Sementara itu di Hutan Rembulan.
" Kalau begitu untuk sementara tetap pertahankan posisi Black Orion saat ini !!" sambil memberikan potongan daging ayam ke atas nampang yang di bawah oleh sosok pria paruh baya.
" Terimakasih nona pendekar. " Ucapnya syukur, Ling Xia hanya tersenyum hangat menanggapi ucapan dari pria paruh baya tersebut.
[ BAIK MASTER, LALU BAGAIMANA DENGAN DESA TERSEBUT ?? ]
" Untuk saat ini cukup awasi saja 2 Mil dari desa tersebut hingga beberapa minggu ke depan dan juga untuk jaga - jaga jika ada anggota cobra hitam yang muncul meskipun kemungkinan mereka akan ke desa itu kecil tapi tidak menutup kemungkinan jika hal itu akan terjadi, lagi pula kita tak bisa membiarkan siapapun yang berhubungan dengan organisasi tersebut lolos bahkan jika itu semut sekalipun. " Sambil menjepit paha ayam.
[ JADI MASTER BERNIAT MENYIAPKAN JEBAKAN UNTUK SEMUT - SEMUT YANG TERSISAH ]
" Iyyaps " Ucapnya percaya diri.
[ JADI BAGAIMANA DENGAN PENGUJIAN SENJATA YANG AKAN DI LAKUKAN KEPADA PRAJURIT DARI PANGERAN KE 2 SERTA SEKUTUNYA ?? ]
" Untuk mereka ?? aku akan menyiapkan hadiah lainya yang jauh lebih hebat untuk mereka . "
[ APA MASTER BERNIAT MEMUSNAHKAN MEREKA MENGGUNAKAN BOM YANG LEBIH KUAT SEPERTI BOM ATOM ATAU SEMACAMNYA ]
" Ehh aku tak sekejam itu intinya kamu tak perlu cemas mengenai hal apa yang akan aku lakukan terhadap mereka tetapi aku bisa jamin bahwa hadiahnya akan lebih meriah di bandingkan bom atom sekalipun !!"
[ ....... ]
Pandora hanya terdiam mendengar pernyataan dari masternya dan bisa di pastikan jika masternya berkata seperti itu maka dapat di tebak bahwa hal itu memang akan sangat mengerikan, Pandora mengingat kalimat tersebut sebelumnya ketika Ling Xia tengah berniat membalaskan dendam atas kematian ibu angkat di kehidupan sebelumnya.
Yang mana Ling Xia berkata akan memberikan siksaan yang melebihi ekspektasi semua orang dan pada akhirnya ayah angkatnya yang bertanggung jawab atas kematian sosok wanita pertama yang untuk pertama kalinya di panggil ibu olehnya.
Sehingga ketika ayah angkatnya sudah berada di tangan Ling Xia ia menyiksanya awalnya dengan cara mencabut satu persatu kuku tangan dan kaki dari ayahnya tak puas sampai di situ ia kemudian penggelangan tangan dan kakinya di paku ke tembok beton dan untuk mengurangi kemungkinan ayah angkatnya mati karena ke habisan darah Ling Xia memerintahkan bawahanya untuk menutupi setiap luka dengan besi panas yang dilekatkan ke luka yang mengeluarkan darah.
Hari demi hari Ling Xia terus menyiksanya entah itu memotong jari jarinya satu persatu lalu memberikan potongan jari ayah angkatnya sendiri ke pada anjing di depan mata ayah angkatnya sendiri, meskipun ayah angkatnya meronta meminta maaf tetapi Ling Xia tidak menggubrisnya dan hanya terus melakukan hal tersebut.
Hingga 3 Minggu kemudian ayahnya menjadi gila karena di perlakukan secara tidak manusiawi, melihat hal itu Ling Xia tidak merasakan iba sedikitpun dan malah menjadi lebih emosi Ling Xia berkata saat itu.
" Kematian terlalu nyaman untukmu, dan menjadi gila terlalu bagus untukmu !!"
Setelah itu Ling Xia memutuskan untuk memotong - motong tubuh ayah angkatnya menjadi 4 potong kedua tangan, kakinya di pisah lalu ke dua tanganya di kubur di atas gunung yang mana ke duanya juga di pisah, sementara ke dua kakinya di tenggelamkan ke dalam selat yang dalam setelah di ikat pemberat berupa batang besi dan tentu ke dua kakinya di pisah cukup jauh antara satu dengan yang lain.
Sehingga ayah angkatnya kini hidup menjadi gila dan dengan tubuh cacat dan kekejaman Ling Xia tak berhenti sampai di situ saja bahkan karena kebenciannya masih belum mereda sehingga ia mengubur sisah tubuh ayah angkatnya ke dalam beton yang mana ayah angkatnya hanya mengatakan satu kalimat yang sama selama 1 Minggu terakhir ia terus meminta maaf, Ling Xia menatap setiap momen saat - saat ayah angkatnya terkubur semen dengan tatapan dingin baik itu ketika semen mulai memasuki mulutnya hidungnya hingga pada akhirnya terkubur sepenuhnya.
Ling Xia lalu berdiri dari kursinya dan melangkah mendekati semen yang belum kering tersebut dan berkata dengan pelan.
" Maafmu sedikit terlambat 11 tahun !!" Ucapnya lalu berbalik meninggalkan tempat tersebut.
Sementara para bawahannya yang menyaksikan semua itu menjadi ketakutan melihat tindakan mengerikan yang Ling Xia lakukan karena terlihat sangat kejam, bahkan beberapa orang langsung meminta berhenti atau meminta untuk beristirahat setelah menyaksikan hal tersebut karena meskipun mereka gengster yang terkenal kejam dengan kehidupan keras namun mereka tak pernah melihat kekejaman seperti itu bahkan itu di lakukan kepada orang yang pernah ia sebut ayah.
Pandora mengetahui semua itu karena Ling Xia mengatakannya ke pada Pandora secara langsung, anggapan mengapa Ling Xia melakukan itu mungkin karena sudah tidak kuat menanggung rasa bersalahnya tetapi itu hanya kesimpulannya, tetapi setelah melihat cara Ling Xia menjelaskan semua kejadian tersebut secara terperinci dengan penuh semangat sehingga Pandora yakin bahwa masternya telah melalui masa - masa kelam yang mana membuat kepribadiannya dapat di golongkan jenis psikopat.
Itu terbukti ketika Ling Xia melakukan hal yang sedemikian rupa terhadap lawanya dan bahkan terhadap para bawahannya yang mengkhianati dirinya juga berakhir dalam berbagai cara yang dapat di katakan mengerikan entah itu di mutilasi, di bakar bersama keluarganya atau mengikat daging segar ke leher mereka lalu melemparkan mereka ke dalam kandang anjink yang kelaparan.
Dan itulah alasanya mengapa Ling Xia di kehidupan sebelumnya mendapat julukan permaisuri iblis karena sikap dan kekejamannya sudah sangat berlebihan bahkan di antara orang - orang dunia bawah dan semua itu adalah awal dari kekejamannya hingga pada akhirnya semua berubah ketika ia menjadi ibu dengan 3 anak angkat yang ia adopsi ketika berusia 92 tahun.
flash back off
" Oh iya Pandora tolong periksa wilayah Yang akan di gunakan sebagai titik lokasi kabut darah akan di buka nanti !!"
[ TUNGGU DULU MASTER APA YANG HARUS SAYA LAKUKAN TERHADAP MEREKA YANG BERASAL DARI ORGANISASI COBRA HITAM TERSEBUT ]
" hmm... itu mudah cukup bunuh mereka ketika mendekati desa tersebut." jawabnya sambil mengangkat potongan daging terkahir yang di serahkan kepada sosok pemuda yang membawa tombak yang menatap Ling Xia dengan wajah merona.
Tetapi Ling Xia tak menggubrisnya lalu berbalik dan meninggalkan tempat itu untuk sarapan bersama orang - orang yang sebelumnya membantunya membagikan makanan, sementara itu Pandora yang mendapat perintah baru dari Ling Xia lalu mulai memindahkan Black Orion ke lokasi baru yang lainya.
__ADS_1
Tiba - tiba pandora lalu memberikan laporan yang membuat Ling Xia terkejut sesaat sebelum akhirnya tersenyum.
[ BAGAIMANA MASTER APA KITA PERLU MEMPERINGATI MEREKA DAN MENGIRIMKAN PENJAGA ]
" Tidak, itu tidak perlu lagi pula anggap saja ini kesempatan untuk menguji kesabaran mereka, apa bisa tetap menahan diri dan tetap tenang di sana atau tidak."
[ TETAPI BAGAIMANA JIKA MEREKA TIDAK DAPAT MENAHAN DIRI ]
" Percayalah kepada mereka pand, lagi pula mereka adalah murid murid ku apa kau paham pand ??"
[ PAHAM MASTER ]
" Oh iya bagaimana dengan tempat membuka kabut darah apa sudah kamu temukan tempat yang tepat ??"
[ SUDAH MASTER, BERIKUT LOKASI YANG SAYA REKOMENDASIKAN ]
Bersamaan dengan itu di depan Ling Xia muncul 4 gambar lokasi dari tempat yang di ambil dari langit tepatnya dari salah satu satelit yang mengorbit di luar angkasa.
" Hmmm kerja bagus Pandora !!" Sambil menatap layar hologram di hadapannya.
[ TERIMAKASIH MASTER ]
" Sekarang mari kita selesaikan urusan di sini dan melanjutkan rencana selanjutnya !!"
Lokasi : Ibukota kekaisaran
Waktu : 06 : 00 AM
" Ying Er, Mei Er cepat bangun jika tidak kalian akan terlambat untuk kompetisi hari ini" setelah mengetuk pintu kamar yang berwarna putih.
Sementara itu di dalam kamar tersebut terlihat 2 orang gadis yang tengah menyelimuti dirinya menggunakan selimut yang cukup tebal, Jiangying yang mendengar ucapan dari arah pintupun terbangun kemudian menjawab ibunya.
" Hmmmm iya bu Ying Er sudah bangun ..." Balas dari dalam.
" Kalau begitu jangan lupa bangunkan adikmu "
" Iya ibu " Balasnya singkat.
Mendengar itu Jiangying kemudian membuka selimut yang berada di sampingnya yang tengah membukus sosok gadis lain.
" Mei cepat bangun dan mulai bersiap siap untuk pergi." Ucapnya sambil menggoyangkan bahu milik Mei.
" Ahh kak tolong mandi saja duluan dan biarkan adikmu ini tidur lebih lama. " Ucapnya sambil menarik selimut lalu menutup kepalanya.
" Tidak - tidak adik kembalilah ke kamarmu dan mandi di sana, kita harus cepat jika tidak ibu bisa marah. " Ucapnya lalu turun dari tempat tidur, Mingmei yang mendengar itu lalu membuka selimut yang menutupi kepalanya lalu mengambil posisi duduk.
" Hmm baiklah kak." Balasnya menyetujui ucapan dari Jiangying lalu turun dari tempat tidur dengan malasnya.
30 menit kemudian
" Ibu selamat pagi !!" Ucap ke duanya kepada nyonya Jian yang sedang melapisi roti dengan selai strawberry untuk ke dua putrinya.
Mendengar itu ke ia kemudian menoleh ke arah sumber suara di sana ia melihat 2 orang gadis dengan gaun bergaya cina dengan warna biru langit yang di kenakan oleh Jiangying sementara Mingmei mengenakan gaun berwarna putih.
Dengan rambut di ikat ekor kuda rambut keduanya yang telah di rawat sangat baik menggunakan kondisioner serta sampo bermerek dari bumi sehingga rambut keduanya sangatlah indah layaknya sutra yang menjuntai ke bawah.
" Oh lihat ke dua putriku ini sungguh cantik dan menawan !!" Ucapanya dengan tatapan penuh kebahagiaan, karena siapa yang akan menyangka bahwa ia akan melihat ke dua putrinya yang pernah di sangka sudah dibunuh oleh bandit.
" Ahh ibu juga sangat cantik pagi ini !!" Balas Jiangying.
" Hari ini ibu mengenakan warna hijau itu serasi dengan warna mata ibu " Tambah Mingmei.
" Hmmm ?? Lihat kedua putriku ini sekarang sudah pandai berkata - kata manis rupanya" ucapnya melirik ke duanya dengan tatapan nakal.
"lAhh ibu ini bukan sekedar pujian ini adalah fakta !!" Jawab Jiangying.
" Benar ibu " Ucap Mingmei.
" Ahh baiklah baiklah kalian berdua kemarilah dan lekas sarapan kalian tidak ingin terlambat bukan ??" Mendengar itu dengan cepat Jiangying dan Mingmei kemudian pergi dan duduk di kursi mereka.
__ADS_1
Merekapun sarapan dengan penuh suasana hangat dengan sesekali di selipkan oleh candaan dari kedua putrinya membuat nyonya Han semakin senang dan bersyukur atas semua hal yang kini ia rasakan.
" haaa aku berharap waktu damai seperti ini akan bertahan selamanya " Gumamnya lalu menyeruput teh dari cangkir dengan motif phionix.
" Ibu apa ibu mengatakan sesuatu ?? " Ucap Mingmei dan jiangying menatap ibunya dengan tatapan penasaran setelah keduanya tidak sengaja mendengar ucapan ibunya meskipun suaranya kecil namun karena keduanya merupakan kultivator tingkat saint puncak sehingga keduanya pun dapat mendengar hal tersebut apalagi jaraknya yang hanya beberapa centimeter saja.
" Tidak ada. kalian cepat selesaikan sarapan kalian dan lekas lah pergi !!" Ucapnya.
Keduanya pun sedikit terkejut lalu menghabiskan sarapan mereka setelah selesai Jiangying dan Mingmei lalu berniat membersihkan meja namun di hentikan oleh ibu keduanya.
" Sudah kalian pergilah biar ibu yang membereskannya " Ucapnya karena setelah melihat waktu yang berada di dinding menunjukan angka 7 lewat 47 menit
" Benarkah ibu." Ucap Jiangying.
" Setidaknya izinkan kami untuk membersihkan sedikit sebelum berangkat !" Tambah Mingmei Jiangying yang mendengar itu mengangguk.
" Tidak kalian pergilah lihat itu !!" Ucapnya sambil menunjuk ke arah jam yang berada di dinding.
Jianying dan Mingmei terkejut melihat itu dan lekas berdiri dari kursinya.
" Ya ampun adik Mei cepat kita terlambat ini karena kamu yang bangunnya lambat " Jiangying panik.
" Ini karena kakak mandinya lama terus menyalahkan adik !!" Lalu berdiri.
Keduanya kemudian menghampiri ibunya silih bergantian lalu mencium pipi dari nyonya Han yang sedang mulai membereskan piring nyonya Han terkejut mendapatkan ciuman tersebut.
" IBU KAMI BERANGKAT " Teriak keduanya lalu melangkah masuk ke dalam kabut darah.
Meninggalkan nyonya Han yang termenung sambil memegangi pipinya yang sudah di cium oleh ke dua putrinya.
" Hmmm " tersenyum hangat " Dari mana mereka mempelajari kebiasaan seperti itu ??" Ucapnya.
[ APAKAH NYONYA HAN KECEWA DENGAN HAL ITU ?? ]
" Tidak " balas nyonya Han terhadap suara yang terdengar dari sudut ruangan.
" malah sebaliknya aku sangat senang akan hal itu. lagi pula itu sungguh sesuatu... " Ucapnya lalu mulai membereskan piring serta beberapa cangkir.
[ SESUATU ?? ]
" Maksud saya itu manis " Tambah nyonya Han.
[ ..... ]
Pandora hanya terdiam tentang hal tersebut meskipun ia mengetahui maksud nyonya Han tetapi terkadang ada hal yang tak perlu untuk di katakan.
Sementara itu di dalam kamar dari penginapan yang sebelumnya keduanya telah tempati sebuah kabut darah muncul dari dalamnya melangkah keluar sosok gadis berbaju biru langit, tak berapa lama terdengar suara ketukan dari arah pintu kamarnya.
" Kak !!" Panggil Mingmei dari balik pintu.
Jiangying tersenyum karena begitu cepatnya Mingmei menghampiri kamar miliknya bahkan bisa di katakan bahwa ke duanya hampir bersamaan memasuki kabut darah milik keduanya, Jiangying pun memakai topeng giok miliknya lalu pergi untuk membuka pintu yang mana di balik pintu tersebut sudah terlihat Mingmei tengah berdiri menunggunya.
" Kakak ayo cepat. " Sambil menarik lengan Jiangying.
" Baiklah - baiklah kalau begitu biarkan Kakak menutup pintu ini sebelum kita pergi !!" Ia pun berbalik lalu menutup pintu.
" Hmm baiklah kak " Jawabnya pasrah.
Tiba - tiba 2 pria berniat muncul di ujung koridor berniat menghampiri ke duanya, Mingmei yang menyadari dari sorot mata mereka di tambah lagi dengan salah satu di antara keduanya di kenali olehnya sehingga Mingmei langsung melepas niat membunuh yang kuat terhadap ke dua pria tersebut terlihat aura hitam memancar keluar dari dalam tubuhnya.
2 pria tersebut langsung membeku di tempat setelah mendapatkan tekanan membunuh yang begitu kuat, keringat dingin mengucur di kening keduanya hingga ke pipinya bukan hanya itu ke duanya juga berusaha bernafas wajah pucat menghiasi wajah keduanya.
mingmei kemudian mendengar suara pintu tertutup lalu dengan cepat ia menyerap aura membunuhnya dan bersikap seolah tidak terjadi apa apa.
" Adik ada apa ?? " Tanya Jiangying lembut karena penasaran dengan ekpresi Mingmei.
" Tidak kak !!" balasnya ketika Jiangying menyentuh pundaknya.
Tak ingin membuat Jiangying lebih penasaran mingmei langsung menarik tangan Jiangying agar ia tak melihat 2 orang tersebut.
__ADS_1
Terimakasih atas kunjungannya dan jangan lupa sebelum membaca kelanjutannya tolong klik tombol π yaahh !!....
Kalau bisa tolong di berikan komentar serta sarang dalam mengembangkan cara penulisan untuk karya saya, tetapi jika semuanya merasa sudah puas akan karya saya ini tolong berikan vote-nya. ππ