THE HIDDEN QUEEN

THE HIDDEN QUEEN
KONDISI DESA HONG NANG


__ADS_3

πŸ€— Hay semua sebelum membaca πŸ€—


Tolong klik tombol πŸ‘, Eiitttss jangan lupa juga dengan komentarnya yang positif dan membangun πŸ™.


Dan saya akan sangat senang jika para pembaca sekalian mau memberikan VOTE kepada saya, jadi saya tunggu nih vote dari kalian heheh πŸ˜‹!! ... πŸ˜‰πŸ˜‰


πŸŽ‰HAPPY READING ALLπŸ€—


Ling Xia sambil di ikuti oleh orang - orang yang telah ia selamatkan, berjalan di jalan selebar 6 meter dengan tanah yang di keraskan sementara itu di kanan dan di kirinya di penuhi oleh padi - padi kehijauan yang mulai berbuah membuat orang - orang yang berjalan di belakangnya terheran - heran melihat pemandangan hamparan sawah di hadapan mereka.


Mereka menatap sekeliling mereka dengan kagum serta tak sedikit pula yang terkejut dengan hal tersebut karena dengan melihat pemandangan itu membuat mereka seolah - olah merasakan berada di wilayah lain yang jauh dari tempat mereka serta ada juga yang tak percaya bahwa mereka masih di kerajaan yang sama dengan desa mereka yang tengah terkena kekeringan.


Ling Xia tak menggubris sikap yang di perlihatkan oleh orang - orang yang mengikutinya.


[ MASTER ADA PESAN DARI RATU ZHAO CIYI MASTER ]


" Hmm benarkan??, kalau begitu silahkan katakan !" Perintahnya melalui pikirannya.


[ RATU ZHAO CIYI MENEMUKAN ADA MANUSIA YANG BERHASIL MASUK KE DALAM MENARA EVIL MONASTERY MASTER ]


Mendengar itu Ling Xia sedikit terkejut mengenai hal tersebut namun ia tetap bersikap tenang.


" Hmmm Manusia yah ??, aku tak menyangka akan ada manusia yang berhasil masuk hingga kesana, jadi apa yang terjadi pada manusia tersebut ?? apakah dia telah di bereskan oleh kakak ??" tanyanya penasaran.


[ MENGENAI HAL ITU SAAT INI DIA TENGAH BERADA DI LANTAI 790 UNTUK MENDAPATKAN PERAWATAN, DAN RATU CIYI MEMBERIKAN KEPUTUSAN AKHIR DARI MANUSIA ITU BERADA DI TANGAN MASTER ]


Mata Ling Xia melebar sesaat akibat terkejut akan fakta tersebut sehingga iapun sedikit bingung dalam menebak apa yang terjadi namun yang membuatnya lebih terkejut adalah hal tersebut di putuskan oleh Zhao Ciyi yang notabenenya lebih memilih menyelesaikan masalah dengan kekerasan.


" Yah jika seperti itu cukup obati dia dan lalu tahan, selanjutnya tolong interogasi dia dengan cara yang halus " Jawabnya sambil terus berjalan.


[ BAIK MASTER AKAN KU KATAKAN KEPADA PARA PENJAGA MENARA UNTUK MEMASUKAN MANUSIA ITU KE PENJARA DI LANTAI TERBAWAH ]


Ling Xia sekali lagi di kejutkan dengan argumen dari asisten terbaiknya dan dengan cepat meluruskan kesalahpahaman yang terjadi.


" Tidak - tidak, maksudku cukup kirim salah satu penjaga kematian untuk tetap mengawasinya dan juga jika kita memasukannya ke lantai terbawa itu sama saja jika kita mengeksekusinnya secara tidak langsung !!" Jelasnya.


[ SESUAI KEINGINAN MASTER ]

__ADS_1


Tiba tiba dari tengah tengah sawah terdengar suara teriakan memangil nama Ling Xia


" NONA MUDA APAKAH ITU ANDA !!" Suara teriakan sosok pria paruh baya terdengar sangat keras sehingga spontan Ling Xia menghentikan langkahnya lalu menoleh ke ke arah sumber suara itu berasal, Ling Xia dapat melihat sepasang lansia sedang berjalan di atas pematang sawah dan salah satu diantara mereka sedang memanggul sebuah cangkul di pundaknya.


" IYA KAKE JUAN, INI SAYA !!" Balasnya singkat, sementara itu ke dua Lansia itu kemudian mempercepat langkahnya menelusuri pematang sawah sambil mendekati rombongan yang di pimpin oleh Ling Xia sendiri.


Orang - orang yang berada di belakangnya hanya diam tak bersuara melihat hal tersebut.


" Oh selamat pagi kakek juan nenek Juan !!" salam Ling Xia kepada pasangan lansia tersebut.


" Ahhh lihat nona muda kita ini sungguh sopan !!" Balas kakek Juan.


" Itu benar sekali nek, Kakek bahkan tersanjung karena ia berasal dari desa kita ini !!" Tambah nenek Juan.


" Ahhh kakek nenek bisa saja, dan juga bukankah saya sudah bilang kalau aku tak ingin di panggil nona muda lagi !!" jawabnya sambil memayungkan bibirnya cemberut.


" Ohh astaga coba lihat ini sekarang nona muda dari desa kita sedang merajuk kelihatannya " goda sang kakek.


" Kakek !!" ucapnya merajuk sambil menghentakkan kakinya ke tanah. sehingga kini Ling Xia terlihat seperti bocah pada umumnya, sementara orang - orang yang Ling Xia selamatkan Sebelumnnya terkejut akan perubahan sikapnya.


" Ahahah baiklah - baiklah, ahh jadi Ling Er siapa mereka ini ?? " Tanya kakek Juan penasaran setelah melihat rombongan yang mengikuti Ling Xia.


" Ah sampai lupa, mereka adalah penduduk dari desa lain yang berniat bergabung dengan desa kita, aku bertemu mereka setelah menyelesaikan tugas dari master dan lokasinya tidak jauh dari sini tempat mereka berada sebelumnnya " Jawabnya singkat, sementara itu bebapa orang yang berada di belakang Ling Xia sedikit terkejut bahwa Ling Xia dapat menjawab hal itu dengan mudah sehingga beberapa orang mulai menatap sosok Ling Xia dengan berbagai jenis tatapan.


" Ahh akhirnya desa kita akan lebih ramai sekarang !!" Jawab nenek Juan.


" Benar sekali nek, jadi Ling Er mau kemana sekarang ??" tanya kakek Juan.


" Ling Er berniat ingin melaporkan ini dulu kepada kepala desa, apa kepala desa sudah kembali ??" Tanya Ling Xia karena terakhir kali kepala desa sedang pergi mengantarkan pajak ke kota terdekat yang berjarak 5 hari untuk kesana.


" Kakek kira kepala desa belum pulang, mungkin sore ini atau paling lambat lusa nanti dia baru akan kembali !!" Jawab kakek Juan setelah mengingat ingat pengalamanya di masa lalu.


" Begituya, lalu kakek dan nenek ingin kemana sekarang ??" tanya Ling Xia.


" Setelah ini kami akan pergi untuk memeriksa kebung sayur kami di pinggiran desa nanti." Jawabnya.


" Aduhh kakek nenek tolong jangan memaksakan diri seperti itu nanti kalian sakit bagaimana ??" jawabnya Ling Xia khawatir khawatir.

__ADS_1


" Aduh Ling Er ini bukankah jika kami sakit nona masih ada untuk merawat kami. " Jawab kakek juan, sementara itu Ling Xia yang mendengar hal itu hanya menghela nafas mendengarnya.


" Kakek nenek, aku memang bisa merawat kalian tapi tolong tetap jaga kesehatan kalian !!" tegas Ling Xia.


" Tenang saja Ling Er nanti biar nenek yang memukul kakek jika dia bekerja terlalu keras nanti. " Tambah nenek Juan.


" Ahh aku bisa tenang kalau seperti itu, kalau begitu kami akan pergi ke klinik dulu untuk merawat mereka yang sakit !!" Ucapnya sambil menengok beberapa anak yang masih berwajah pucat.


" Oh ya ampun maaf kalau begitu, silahkan silahkan." Jawab kakek Juan mempersilahkan.


" Kalau begitu kami permisi !!" Pamit Ling Xia kepada ke dua pasangan lansia tersebut lalu melangkah pergi meninggalkan pasangan itu .


Sementara itu keduanya hanya tersenyum menanggapi sikap Ling Xia yang sopan sehingga membuat keduanya bangga karena memiliki anak jenius seperti dirinya di desa tersebut karena sudah tak terhitung lagi jasa baik Ling Xia terhadap desa tersebut, bahkan jika ia berusia cukup dewasa Tak akan ada yang protes jika Ling Xia di angkat menjadi kepala desa.


Tetapi semua orang tahu fakta bahwa hal itu mungkin tidak akan terjadi akibat sifat yang ia miliki namun tak sedikit pula yang berharap agar Ling Xia di masa depan merubah pikiranya dan mau menjadi kepala desa selanjutnya.


Tak berselang lama rombongan tersebut telah tiba di desa kecil tersebut. terlihat rumah rumah tua namun terurus berjajar rapi, meskipun siang hari namun tetap saja desa tersebut tetap sepi sehingga membuat beberapa orang merasa penasaran karena hal tersebut.


Bahkan beberapa orang merasa khawatir jika telah terjadi sesuatu yang mengerikan di tempat itu dan karena hal itu membuat seorang pria yang sebelumnya menjadi perwakilan menjadi penasaran dan memberanikan diri untuk bertanya.


" Nona, nona Ling !!" Panggilnya dari belakang sehingga membuat Ling Xia yang berjalan di depan menoleh.


" Iya paman Hua ??" Jawabnya dengan singkat.


" Nona apakah semuanya baik - baik saja ?? " tanyanya, namun karena hal itu membuat Ling Xia tak paham akan maksud dari pria tersebut.


" Maksud paman apa ?? tolong di perjelas " Tanyanya balik.


" Ma, maksud paman bukanya desanya terlalu sepi !!" Jawabnya memperjelas maksudnya.


" Ohh itu karena sekarang sedang musim memanen sayur sehingga kebanyakan penduduk saat ini sedang berada di kebun mereka, mungkin sebentar sore mereka akan kembali, jadi mohon di maklumi suasana desanya seperti ini !!" Ucap Ling Xia.


Orang orang menjadi tenang setelah mendengar jawaban Ling Xia, dan sudah menjadi fakta bahwa karena Ling Xia sehingga membuat desa tersebut dapat terus bereproduksi baik itu dari sawah maupun dari sayuran karena setahun yang lalu Ling Xia beserta penduduk desa bergotong royong untuk membuat irigasi yang akan mempermudah pertanian mereka sehingga bahkan jika tak ada musim hujan semuanya akan tetap baik baik saja.


Terimakasih atas kunjungannya dan jangan lupa sebelum membaca kelanjutannya tolong klik tombol πŸ‘ yaahh !!....


Kalau bisa tolong di berikan komentar serta sarang dalam mengembangkan cara penulisan untuk karya saya, tetapi jika semuanya merasa sudah puas akan karya saya ini tolong berikan vote-nya. πŸ˜‰πŸ˜‰

__ADS_1


__ADS_2