
* chapter sebelumnya, Ling Xia dan bawahanya berniat untuk menguasai hutan bayangan kematian dan berencana mendirikan kekaisaran Blood Moon meskipun memiliki bahaya yang bersembunyi dalam hutan tersebut namun dengan adanya para prajurit yang memiliki reputasi yang mengerikan dalam peperangan mereka mampu menguasai nyaris 80% dari rentang luas hutan tersebut dan dalam kurung waktu 9 bulan. meskipun terbilang lama dalam rencana penguasaan namun dengan adanya aray yang menutupi pusat hutan tersebut menyebabkan sehingga waktu penaklukanya bertambah lama dari target sebelumnya yakni 6 bulan.
namun karena adanya aray tersebut menyebabkan kekuatan yang berada di dalam tidak mampu keluar sehingga untuk berjaga jaga Ling Xia memerintahkan 16 juta prajurit kematian miliknya untuk mengepung hutan tersebut, setelah Zhau Chu berhasil menghancurkan aray tersebut di dalamnya terlihat sebuah pemandangan mengejutkan karna hutan yang selama ini di lindungi adalah hutan mati dengan ribuan bahkan jutaan orang yang telah terbunuh serta sebuah kerangka naga berukuran besar yang tergeletak tak jauh dari pinggiran hutan tersebut, di sana terlihat juga aura kematian yang menyeruak keluar dari tanah sehingga bisa di pastikan bahwa di hutan tersebut sehingga dapat di simpulkan bahwa perang tersebut telah merenggut begitu bayaknya jiwa karna mampu mencemari tanah meskipun mereka telah tiada untuk ribuan tahun setelahnya.
sementara itu para prajurit yang melakukan penelusuran telah mencapai 70 % namun salah satu kelompok berhenti bergerak meskipun Ling Xia telah melihat hal itu namun dia tak begitu tertarik karena jika mereka menemukan musuh yang kuat dan jika sampai hal itu terjadi mereka akan mengirim pesan dalam bentuk telepati ke pada jendral Ning Li Bei, Zhao Ciyi ataupun langsung menuju Ling Xia. *
back to story
seorang gadis kecil dengan tubuh kurus dan luka di sekujur tubuhnya dibungkus dengan kain kecoklatan karena tanah yang melekat di kain tersebut dalam jangka waktu lama sedang terduduk akibat rasa takut dari hawa membunuh yang di keluarkan sosok di yang kini berjalan mendekat. setelah berada di depannya prajurit tersebut mengangkat pedangnya tinggi - tinggidan mengayungkan oedangnya, sementara sang gadis hanya menunjukan wajah ketakutan begitu pedang tersebut akan mengenainya dia menunduk dan secara spontan mengangkat ke dua tangan kurus kecilnya ke atas kepalanya untuk menghalangi ayunan pedang tersebut
sfx: Ting ( suara pedang menghantam sesuatu )
melihat hal itu semua prajurit terkejut dengan apa yang mereka baru saja saksikan pedang tersebut terpental kebelakang dan ujungnya bilahnya retak menandakan benturan tersebut sangat keras, sementara itu di tubuh gadis itu kini di selimuti dengan sebuah Aray pelindung.
【 menatap sinis 】 " hmmm teryata kita bertemu kura kura di tempat ini rupanya, mari kita lihat seberapa kerasnya cangkangmu menghadapi senjataku ini !!" tiba tiba dari jarinya mengeluarkan aura hijau yang menjalar ke telapak tanganya dan setelah itu membentuk sebuah palu setelah itu kabut tersebut memudar dan muncullah palu besar yang indah dengan bilah kapak di belakangnya di tengahnya di hiasi sebuah Cristal berwarna hijau dan semacam selendang berwarna hijau yang melayang di udara yang merupakan energi yang mencuat dari kristal tersebut.
【 wajah terkagum kagum 】 " it-itu adalah palu penghancur bumi tingkat surga !!" ucap salah satu prajurit.
【 terkejut 】" ternyata itu hadiahnya aku tak menyangka komandan bisa mendapatkan hadiah sehebat itu !!" ucapnya kagum meskipun komanda mereka hanya dari
__ADS_1
【 dengan wajah bangga 】 " hahaha lihatlah kekuatan dari senjata yang di berikan permaisuri kepadaku " tawanya sambil mengalirkan energi qi ke senjatanya Cristal yang melakay di ujung tongkat tersebut bersinar seolah menghimpung energi ke dalamnya dan setelah itu Cristal itupun bercahaya terang menandakan konsentrat di senjata tersebut telah penuh.
menyadari bahwa senjatanya telah siap memutuskan untuk melompat ke udara untuk memperkuat kekuatan saat benturan. sementara itu sang prajurit yang sebelumnya menyerang dengan sigap melompat menjauh begitupun prajurit yang sebelumnya berada di belakang sang komandan, menyadari semuanya telah menjauh sang komandan dengan mantab mengayungkan palu raksasanya
sfx : BOOM ( suara palu menghantam )
pukulannya pun mendarat debu beterbangan di mana - mana tak ada suara cipratan ataupun genangan darah membuat sang komandan sempat berpikir bahwa seranganya di gagalkan. tiba tiba matanya terbuka lebar saat melihat sosok gadis lain berhasil menahan senjata tersebut dengan tang yang di selimuti api dan pupil mata emasnya yang mamandang tajam ke arah pria yang baru saja mengayungkan senjatanya.
di lain pihak Setelah debu yang beterbangan menghilang mata yang mengeluarkan aura merah membelalakkan mata mereka akibat terkejut, begitupun sang komandan yang terkejut akan apa yang dia lihat dengan bola matanya sendiri tampak permaisuri mereka yang saat ini sedang menahan palu raksasa tersebut, sontak membuat semua prajurit lalu berlutut satu kaki sementara sang komandan menjadi gelagapan dan dengan sigap memasukan kembali senjatanya ke dalam cincin penyimpananya.
【 ketakutan 】 " HORMAT KAMI KEPADA YANG MULIA !! " ucap mereka kompak. sementara itu Ling Xia menatap ke arah para prajurit dan komandan mereka dengan tatapan dingin.
【 Gemetar 】 "Ha-hamba memang pantas untuk di hukum dan ha-hamba sudah siap karna sudah bersikap kurang ajar terhadap yang yang mulia !!" ucapnya gelagapan.
【 menatap tenang 】 " menghukum atau tidak menghukum komandan itu tergantung dari jawaban yang anda berikan maka dari itu aku mau mendengar alasan komandan sekarang !!" ucapnya tegas. meskipun aneh melihat kondisi saat ini di mana seorang gadis kecil membentak sosok besar ini namun tak ada yang berani protes karna mengetahui hal apa yang sedang terjadi.
【 gemetar 】 " ba-baik yang mulia, ka-kami berniat membunuh gadis ini dan mengambil ekstrak esensi darahnya untuk di hadiahkan kepada yang mulia permaisuri !!" jelasnya, Ling Xia pun menoleh dan menatap gadis kecil yang masih menyilangkan tanganya di atas kepalanya sambil menunduk, melihat tubuh gadis kecil itu hati Ling Xia terasa ter iris iris melihat hal itu Ling Xia.
[[ FLASH BACK ON ]]
__ADS_1
kejadian saat dia menjadi seorang ibu, Ling Xia mengingat saat anak angkat perempuannya masih SMP ada anak yang angkuh di karnakan posisi ayahnya yakni presiden group yang terbilang sukses anak dari prsedident perusahaan itu melukai anak angkat Ling Xia dikarnakan anak angkat Ling Xia enggang mengikuti perkataannya sehingga pembullyan pun terjadi sementara pihak sekolah menutup mata akan kejadian tersebut karna menganggap anak Ling Xia memang patut di korbankan alasanya di karnakan posisi dari si pembully tersebut.
hingga suatu hari Ling Xia melihat anaknya pulang dalam keadaan memar di bibirnya dan rambutnya di gunting acak acakan dan tasnya di penuhi chat air sehingga membuat ling Xia merasakan kemarahan yang sangat besar, tepat ketika acara ulang tahun dari president tersebut tiba Ling Xia memerintahkan semua bawahanya untuk menyerang keluarga tersebut saat acara tersebut terjadi kepala sekolah, dan para guru ikut hadir di sana beserta keluarga besar mereka di tambah lagi para kolega perusahaan tersebut acara yang harusnya penuh hiruk pikuk kebahagian berubah saat Ling Xia tiba di sana.
kedatanganya membuat semua terkejut dalam pikiran mereka " mengepa permaisuri Dunian bawah samapi hadir di tempat ini " hal tersebut membuat ayah dari anak itu dengan bangga berniat menyambut sehingga di memberanikan diri untuk menyambut namun begitu tiba di hadapan wanita berusia 89 tahun itu bukannya sambutan balasan yang di dapat melainkan todongan senjata dari pria berjas hitam di sekitarnya begitupun jendela semua kaca di pecah dari lantai dua muncul prajurit dengan pakaian hitam dengan lambang bertuliskan kematian di bahu mereka sambil menodongkan senjata ke arah pada kelompok orang yang tengah berkumpul di sana dalam sekejap suasana menjadi pemandangan yang menakutkan suasana menjadi hening bahkan suara sekecil apapun dapat terdengar dengan jelas.
bawahan Ling Xia mengambil kursi untuk Ling Xia duduki, lalu dengan wajah angkuhnya menatap semua orang yang hadir di sana setelah memberikan isyarat berupa hentikan jari salah satu bawahan Ling Xia datang membawa sebuah kotak berwarna merah di bungkus dengan pita biru.
【 menatap angkuh 】 " tolong terima ini sebagai hadiahku !! " ucapnya tenang. sementara itu pria yang berdiri ketakutan disana dengan perlahan mendekat dan membuka kotak di dalamnya terlihat kertas bukti dari penggelapan dana dan penipuan terhadap nasabah perusahaan miliknya. dengan wajah pucat dia terjatuh dengan lemas.
【 menatap ketakutan 】 "a-apakah ini ancaman ??" ucapnya gelagapan mendengar itu Ling Xia tersenyum.
【 ternyum bengis 】 " apakah ini menurutmu ancaman?? baiklah karna kamu berharap seperti itu, mulai besok saya harap anda bisa menjual semua saham perusahaan anda untuk menutupi hutang dan mengganti kerugian para nasabah yang telah tertipu oleh anda, bagaimana ?? " mendengar hal itu membuat pria tersebut menjadi semakin pucat.
【 berdiri 】 " jika saja anak perempuan kesayanganmu tidak mengganggu putri tercintaku, mungkin aku akan menutup mata akan apa yang kau lakukan, tapi kenyataan berkata lain jadi jika ingin menyalahkan seseorang salahkan anakmu itu !!" ucapnya bengis meskipun itu yang dia ucapkan namun niatnya sudah sejak lama Ling Xia berencana menjatuhkan perusahaan tersebut karena selain mengganggu perkembangan kota tersebut Ling Xia tak ingin ada benalu yang tumbuh melekat di pohon ( kota ) yang telah dia jaga lama.
setelah berkata demikian Ling Xia berdiri dan memberikan hormat gaya bangsawan Eropa dan melangkah meninggalkan rumah tersebut begitupun para prajurit yang lain mulai menghilang ke dalam gelapnya malam.
FLASH BACK OFF
__ADS_1