
Dengan wajah penuh emosi membuat beberapa hal manjadi lebih rumit dari yang di harapkan, akibat ucapan Mingmei membuat sang putri menjadi tidak senang.
Sementara itu Mingmei yang menyadari bahwa emosi sang putri mudah di manipulasi, membuat Mingmei tak bisa menahan keinginannya untuk tersenyum di balik topengnya, sang putri pun mengeluarkan pedangnya yang sejak awal telah ia pegang.
dari gagangnya terlihat pola ukir yang indah dengan corak rumit menghias bilah pedang miliknya, tak lupa pula sebuah bulu berwarna hijau yang tergantung di belakang gagang pedangnya, di tambah lagi dengan aura yang terpancarkan dari pedang miliknya.
Semua orang yang berada di stadion merasa tertegun, akan hal itu dan tentu mereka juga kagum akan pedang tersebut yang berada pada level langit, juga merupakan sebuah senjata yang di khususkan hanya bisa di miliki oleh keluarga kekaisaran.
" Sungguh senjata yang menarik !!" ucap kagum Mingmei kepada sang putri.
mendengar hal itu tentu saja membuat sang putri menjadi bangga akan pujian tersebut, namun kebanggaan yang ia miliki dengan cepat berubah menjadi amarah, tak kala Mingmei berkata.
" Tapi itu hanya menarik tak lebih !!" Ucap Mingmei sarkas, mendengar hal itu membuat sang putri dan bahkan pata penonton menjadi tersinggung, bahkan keluarga kekaisaran yang hadir menganggap Mingmei sudah keterlaluan, karena sarkasme yang ia ucapkan.
bahkan para penonton langsung mencemooh Mingmei dengan berbagai sebutan, yang mana mereka terlihat melupakan bagaimana mengerikannya kemampuan gadis yang kini mereka cemooh.
" Akan ku buat gadis sepertimu bertekuk lutut di kakiku !!" Ucapnya dengan nada emosi.
" Berhenti bicaranya yang mulia " begitu Mingmei selesai berbicara ia langsung menghilang dari tempatnya dan tiba tiba salah persekian Mili detik sebuah kepalan tangan milik Mingmei sudah berada tepat di depan wajah sang putri.
Anging bertiup sangat kencang menerpa wajah sang putri, bahkan sakin kencangnya bahkan para penonton yang berada cukup jauh dari arena ikut terkena hembusannya, semua mata melotot terkejut dan seolah-olah tersadar akan sesuatu.
Tak ada lagi yang bersuara bahkan karena hal itu membuat stadion menjadi sunyi senyap.
Sementara itu sang putri hanya berdiri mematung dengan wajah pucat Pasih.
__ADS_1
" Yang mulia apa anda baik baik saja ??" tanya Mingmei dan tepat ketika itu juga sang putri terjatuh terduduk akibat kakinya yang lemas seolah-olah kehilangan kekuatannya entah kemana.
" Dasar adik sudah kubilang jangan berlebihan " sedikit kecewa kepada Mingmei, setelah melihat hal yang di lakukan adiknya.
Sang wasit beserta wakil di ikuti oleh beberapa orang lainya dengan cepat naik ke atas arena lalu menghampiri sang putri yang terduduk dengan ekspresi ketakutan.
" Ya..Yang mulia... yang mulia apa anda baik baik saja ?? yang mulia " Ucapnya dengan ekspresi penuh kekhawatiran.
tak berselang lama seorang pria dengan jubah berwarna hitam muncul di tengah arena.
" Ti..tidak saya baik baik saja, hanya sedikit terkejut barusan !!" Ucapnya dengan nada yang getir karena ketakutan.
" Gadis ini cukup hebat dalam menutupi ketakutannya, tetapi menurutmu siapa yang kau kelabui yang mulia !!" Pikir Mingmei sambil tetap berdiri santai melihat kondisi di atas arena.
" Ap..apakah yang mulia putri masih bisa melanjutkan pertandingan ini ??" Tanya sang wasit dengan nada sedikit khawatir, karena jika sang putri merasa tersinggung, bisa jadi ialah yang akan menjadi tempat pelampiasan.
" Ba..baiklah yang mulia putri jika itu kehendak anda !!" Ucap wasit sambil menyeka keringat miliknya.
Tak berapa lama semua orang yang sebelumnya naik untuk mengecek sang putri pun mulai Turun dari panggung arena, Mingmei hanya berdiri sambil menatap sekeliling dan Tampa sengaja sekali lagi ia bertatapan dengan jendral besar Gu Wang, alis Mingmei mengkerut sesaat karena ia yakin bahwa tatapan intens yang ia dapatkan berasal dari pria tersebut.
Tetapi dengan cepat ia mengabaikannya dan kembali fokus, tak kala sang wasit mengumumkan bahwa pertandingan akan di lanjutkan.
Sementara itu di tempat duduk lainya.
" Apakah gadis itu merupakan murid dari sebuah sekte ??" tanya seorang pria paruh baya dengan wajah yang terlihat garang.
__ADS_1
" Murid menjawab master, maaf master menurut kabar yang saya temukan gadis yang master sebutkan, memiliki informasi yang sangat sedikit bahkan bisa di katakan tidak ada !!" jawabnya sambil membungkuk.
" apakah kamu sudah mencarinya dengan teliti ??" tanya gurunya dengan nada kurang senang.
" Master saya sudah mencari info mengenai gadis itu ke 2 organisasi yang menjual informasi terbaik di ibukota kekaisaran, namun fakta yang saya dapatkan memang hanya sedikit master, selain tempat ia menginap saat ini serta usianya tak ada lagi informasi lainya " Menjelaskan.
" Kalau begitu kenapa kamu tidak pergi menemuinya langsung ??" ucapnya mulai memanas.
" sekali lagi maaf master kami tak di izinkan untuk masuk untuk menemui mereka bahkan staf mereka pun jarang bertemu dengan mereka selain mengantarkan makanan tak ada lagi kontak yang terjadi, bahkan menurut kabar yang saya dapatkan bahwa mereka membayar para staf untuk tutup mulut mengenai mereka !!"
" Mereka maksudmu ??" Jawabnya sedikit bingung.
" Master mungkin karena baru tiba di ibukota kekaisaran sehingga mungkin tak mengetahui ini, tetapi sebenarnya gadis yang master maksud itu bukanlah gadis yang saat ini bertarung !!" Ucapnya menjelaskan ke salah pahaman. " Gadis yang master maksud adalah peserta dengan tingkat saint bukan ?? " masternya mengangguk " Tetapi gadis yang itu berada di sana di kursi peserta dengan topeng yang sama dengan yang berada di atas arena !! "
" Jadi maksudmu ada dua peserta dengan kemampuan seluar biasa ini yang hadir saat ini !!" ucapnya mulai bersemangat.
" Benar master !!" mengkonfirmasi pertanyaan masternya.
" Kalau begitu antarkan aku untuk menemui mereka, aku yakin setelah mendengar bahwa kita dari Pedang Putih pasti mereka akan senang !!" Ucapnya dengan nada bangga.
" Master maaf jika aku mengecewakan master, tetapi selain sulit di temui keduanya juga telah di incar oleh sekte besar bahkan keluarga besar beserta pihak kekaisaran juga berniat merekrut mereka !!" Mendengar itu masternya menjadi semakin berkecil hati, setiap kali pihak yang lebih kuat di sebutkan.
" Kalau begitu dekati mereka setelah mereka keluar dari penginapan !!" Gagas masternya.
" ..... " Melihat reaksi muridnya masternya pun semakin kehilangan semangat.
__ADS_1
Terimakasih atas kunjungannya, dan jangan lupa sebelum membaca kelanjutannya tolong klik tombol like yaahh !!....
Kalau bisa tolong di berikan komentar serta sarang dalam mengembangkan cara penulisan untuk karya saya, tetapi jika semuanya merasa sudah puas akan karya saya ini tolong berikan vote-nya. 😉😉