THE HIDDEN QUEEN

THE HIDDEN QUEEN
PAVILIUN TOPENG DARAH ( Bagian 2 )


__ADS_3

para prajurit kematian mulai bergerak dalam sunyi dan senyap,menuju posisi mereka masing - masing meskipun banyak orang yang berada di lokasi tersebut namun karena kemampuan dari team 4 yang bertugas mengamankan sekeliling dari wilayah tersebut bergerak dengan sangat halus karena dalam hal menyelinap ke 40 unit ini merupakan yang paling ahli dari 1000 prajurit elit lainya.


sehingga hanya sedikit di antara orang orang yang bisa menyadari keberadaan dari para prajurit kematian yang tengah menyelinap.


beberapa individu yang memiliki insting atau kemampuan yang cukup tajam sehingga dapat merasakan ke hadiran mereka yang samar - samar namun mereka beranggapan bahwa hal itu merupakan hal biasa yang sering terjadi di tempat itu sehingga mereka memilih untuk mengabaikan hal tersebut.


di atap salah satu bangunan terlihat team 1sedang melompat menuju ke atap bangunan yang merupakan target mereka, ke 4 sosok berpakaian serba hitam itu mendarat Tampa suara sedikitpun, lalu setelah memastikan keadaan sekitar aman dengan perlahan mereka menyelinap masuk melalui jendela yang berada tepat di bawah atap yang sedang mereka pijak.


di tempat lain para prajurit kematian dari team 2 yang berjumlah 40 unit telah bersiap untuk menyerang bersama dengan team 3 yang bertugas melakukan pembersihan setelah team 2 selesai membunuh dan sekaligus pihak yang harus memastikan tak ada lagi yang hidup. setelah semua prajurit berada di posisi, mereka pun langsung menyerang masuk kebangunan dengan 5 lantai tersebut.


team 2 yang terdiri dari 40 unit terbagi menjadi 4 bagian 10 menyerang lantai satu.10 menyerang lantai 2 dan 10 orang lagi menyerang lantai 3 dan seterusnya sementara team 3 yang bertugas melakukan pembersihan bergerak dalam 4 unit mengikuti team 2.


di pintu depan terlihat penjaga berjumlah 2 orang yang sedang terlihat berjaga dengan wajah mengantuk, ketika salah satu dari kedua penjaga itu menguap sambil menutup mulut menggunakan tanganya, tiba - tiba sebuah belati terbuat dari es meluncur menembus telapak tangan dan mananncap masuk ke mulut hingga melewati belakang leher dari sang penjaga.


temanya yang berjaga yang sebelumnya mengantuk tiba - tiba terkejut sambil melihat temanya yang kini telah menjadi mayat. namun belum sempat ia tersadar dari keterkejutanya. tiba tiba sebuah jarum sepanjang 5 cm meluncur dan mendarat ke batang leher si penjaga.


jarum tersebut terdapat aura hijau menandakan bahwa jarum itu bukan jarum sembarangan, sang penjaga berniat mencabut jarum tersebut.namun anehnya jarum tersebut menyerap masuk ke dalam tubuh sang penjaga.


mulut dari prajurit tersebut mulai mengeluarkan busa dan tak berapa lama dari dalam mata hidung dan telinganya keluar darah segar berwarna merah ke hijau - hijauan menandakan bahwa darah tersebut mengandung racun mengerikan.


ke 14 unit penyerang tersebut bergerak cepat dan begitu melewati ke 2 penjaga itu unit dari team ke 3 dengan cepat memasukan tubuh dari penjaga kedalam cincin dimensi yang mereka bawa bersamaan dengan itu mereka juga mendobrak pintu di lantai satu.

__ADS_1


lantai 1


begitu para prajurit kematian masuk seluruh orang yang berada didalamnya di buat terkejut akan kejadian itu. namun ada beberapa pihak yang menyadari niat membunuh yang berasal dari pihak prajurit kematian yang baru saja menerobos masuk ke markas mereka dengan sigap salah satu dari pembunuh topeng merah melompat ke arah sekumpulan para pihak asing tersebut.


namun begitu hendak mencapai sosok asing itu tiba - tiba dalam sekejap tubuhnya telah terbelah dua. semua orang yang menyaksikan hal itu terkejut, lalu dengan cepat semua orang menyiapkan senjata dan berniat melancarkan serangan mereka mengeluarkan senjata mereka.


suasana menjadi berat karena akan nafsu membunuh yang tiba - tiba memenuhi ruangan tersebut. para penjaga dari setiap pengunjung yang berniat memasang perintah pembuhmnuhan menjadi siaga akan hal tersebut.


sementara mereka yang hanya pengunjung dari kaum bangsawan maupun dari kelompok lain menjadi ketakutan dan mencoba mencari jalan keluar. para penjaga di paviliun tersebut mulai berniat menyerang sambil melepas aura mereka.


suasana menjadi semakin menegang terlihat dari bulir bulir keringat yang muncul dari penjaga paviliun, penjaga yang di bawa beberapa pengunjung, para bangsawan kelas 4 yang bisa bertarung ikut merasakan suasana mencekam tersebut.


namun begitu mereka bersiap menyerang dengan cepat 9 prajurit kematian lain melompat menyebar dan lalu menyerang ke segerombolan orang - orang yang tengah memperlihatkan berbagai ekspresi.


berusaha sekuat tenaga untuk melarikan diri namun begitu mereka akan mencapai pintu sebuah senjata dari prajurit kematian menancap tepat ke punggung mereka.


karena jumlah dari para pengunjung cukup banyak sehingga ada beberapa yang berhasil melarikan diri. kurang dari 2 menit pertarungan atau lebih tepatnya pembantaian telah selesai. semua prajurit kematian menatap sekeliling dan tak melihat siapapun yang terlihat hidup mereka lalu mengalirkan energi qi mereka ke pendengaran untuk mempertajam pendengaran mereka.


setelah melakukan hal tersebut salah satu prajurit kematian melirik ke arah senjata yang tergeletak di lantai berupa sebilah golok berukuran besar. ia pun menghentakan kakinya kelantai dengan cukup kuat hingga golok tersebut terpental ke udara.


lalu dengan sigap sang prajurit menendang gagang dari golok tersebut. dengan kecepatan tinggi pedang tersebut meluncur ke arah meja dengan taplaknya yang menjuntai kebawah, golok tersebut menancap dan tak lama berselang darah segar pun mengalir keluar dari bawah meja tersebut.

__ADS_1


setelah itu sekali lagi mereka menajamkan pendengaran dan tak merasakan siapapun lalu dengan sigap mereka pun pergi meninggalkan ruangan yang kini di penuhi dengan mayat mayat mulai dari pengunjung, penjaga dan Sampai pada para pelayan.


setelah itu pasukan ke 3 yang bertugas membersihkan mulai memasukan setiap potongan tubuh ke dalam cincin dimensi yang di percayakan kepada mereka, dan dalam sekejap tempat itu kini telah bersih meninggalkan noda darah di mana mana.


setelah yakin pembersihan telah di lakukan mereka pun pergi menyusul ke 10 prajurit kematian yang telah menyelesaikan tugas mereka menuju titik penjemputan.


lantai ke 2 ( 5 menit sebelum penyerangan di lantai 1 di mulai )


ruangan di lantai tersebut di bagi menjadi beberapa bagian mulai dari tempat penyimpanan informasi sekaligus tempat jual beli dan ada juga tempat untuk orang - orang bertemu dansaling bertukar informasi dengan kebanyakan dari yang berada di ruangan tersebut merupakan para kultivator jalur hitam yang sedang melakukan pertukaran dan mengumpulkan informasi.


batas batas setiap ruangan di batasi dengan dinding tipis dengan pola indah meskipun tipis namun tak akan ada suara yang dapat terdengar dari kedua sisi karena terdapat Aray kecil yang terukir di setiap sisi dari pembatas tersebut.


tak berapa lama jendela dari lantai tersebut hancur akibat serangan yang mengandung enegi qi, bersaman dengan itu beberapa sosok masuk ke dalam ruangan tersebut terlihat 3 orang yang tengah duduk di kursi dengan jubah menutupi hampir seluruh tubuhnya namun terlihat dari wajah mereka nampak terkejut.


sosok yang berada paling dekat dari ke 3 penghuni ruangan tersebut menghentakan tangannya ke arah kanan bawah terlihat sebilah pedang berwarna hijau gelap yang terbuat dari energi qi.


wajah salah satu dari ke 3 orang tersebut kini terkejut belum sempat bereaksi sang prajurit mangayungkan tanganya ke arah kanan seolah olah memotong sesuatu. tiba - tiba kepala ke 3 orang tersebut terjatuh karena ukuran tinggi ketiganya yang berbeda sehingga ada yang terpotong mulai dari telinga dan yang satunya lagi terpotong tepat di bewah matanya dan darah segar keluar dari bekas potongan yang rapi tersebut.


pria paling depan setelah memeriksa sekitar ia memberikan isyarat tangan ke pada unit lain untuk berpencar, unit lain yang paham dengan isyarat tersebut mulai berpencar menyerang ruangan lainya yang berada di lantai tersebut.


terlihat bercak noda darah yang merembes ke permukaan dinding tipis yang merupakan pembatas di ruangan tersebut, di salah satu ruangan terjadi pertarungan yang melibatkan antara para unit prajurit kematian dan salah satu pembunuh yang cukup kuat yang kebetulan berada di lantai tersebut.

__ADS_1


ia sempat merasakan hawa pembunuh yang tiba - tiba mengarah ke pada dirinya dengan cepat ia mengangkat pedangnya yang di aliri energi qi bertepatan dengan sebuah bilah pedang terbuat dari qi menghantam pedang tersebut.


meskipun berhasil menahan serangan tersebut namun pria tersebut tergeser beberapa meter akibat kekuatan dari serangan tersebut.


__ADS_2