THE HIDDEN QUEEN

THE HIDDEN QUEEN
PERTARUNGAN KE 13 ( PART 2 )


__ADS_3

Bahkan berita tersebut mulai merebak setelah pertandingan ke 4 sudah di mulai, melihat hal itu banyak peserta yang memiliki basis kultivasi tingkat pembentukan jiwa tahap ke 8 kebawah, merasa frustasi akan fakta tersebut serta mengurangi semangat para peserta lainya.


Meskipun demikian masih tetap ada beberapa peserta yang merasa bersemangat, dan berani mengambil resiko untuk di kalahkan tetapi memiliki kesempatan melawan, ketimbang menghadapi Jiangying tahap saint dengan kemungkinan tak mampu berbuat apa apa. Sehingga pertarungan dengan sang putri patut di perhitungkan.


" Hei apakah kau berniat menghadapi yang mulia ??" Suara seorang wanita yang berada di bangku barisan tengah.


" Menurutku itu pilihan yang lebih baik, ketimbang menghadapi tahap saint yang duduk di sana " Jawabnya sambil menatap ke arah tempat duduk milik Jiangying.


" Apakah kamu yakin, ini yang mulia putri loh apa kamu tidak takut menghadapinya lagi pula jika di bandingkan dengan kultivasi yang mulia bukankah itu terlihat seperti lelucon !!" ejek seorang pemuda dengan baju berwarna biru kusam.


" Aduh apa kalian lupa dengan peraturan dalam pertandingan terakhir ini ??" tanya pemuda sebelumnya dengan nada misterius " coba kalian dengarkan jika kalian kalah kita akan mendapatkan pill tingkat 3, sementara jika kita menang kita bisa memilih antara senjata ataupun Pill tingkat 4, jadi bagaimana apakah kalian tidak semangat mendengarnya ?? " tambahnya.


" Yah itu lebih baik di bandingkan pulang dengan tangan kosong !!" Tambah gadis dengan pakaian berwarna biru tua.


Mendengar hal itu semua orang menjadi bersemangat, bukan hanya 1 atau 2 peserta melainkan semua peserta yang tersisa, selain Jiangying dan Mingmei mereka semua memancarkan sorot mata penuh semangat. Sehingga menyingkirkan suasana suram sebelumnya, tetapi mereka mengingat hal yang mana hanya satu di antara ke 10 peserta yang masih tersisa.


Dan tiba - tiba suasana menjadi sunyi tak kala nomor 24 yang merupakan nomor milik Mingmei di sebutkan oleh panitia penyelenggara, semua orang terkejut dan bukan hanya itu banyak orang yang menunjukan berbagai reaksi, namun kebanyakan dari mereka hanya memperlihatkan ekspresi terkejut. Sementara para peserta lain hanya bisa menahan kekecewaan di dalam hati mereka.


" Adik kali ini jangan berlebihan !!" Ucap Jiangying mengingatkan Mingmei.


" Untuk kakak yang sudah melakukan hal seperti sebelumnya apakah kakak pantas mengatakan hal tersebut ??" Balas mingmei bercanda.


" Ohh apakah adik mengejek Kakak ??" Tanya Jiangying dengan nada menggoda sambil memancarkan aura mengintimidasi, melihat reaksi kakaknya membuat Mingmei menjadi risau.

__ADS_1


" Ti..tidak kak adik hanya bercanda, kalau begitu saya ...!!" ucapnya dengan kabut darah yang mulai muncul.


" Kakak bilang tidak berlebihan, apakah sesulit itu berjalan ke arena ??" Tanya Jiangying menanggapi niat adiknya.


" Ahhh baiklah kak, jika itu mau kakak !!" Jawab Mingmei dengan nada sedih, iapun melangkah pergi meninggalkan tempat duduknya.


Mingmei pun berjalan menuju arena, sementara itu di kursi penonton.


" Apakah gadis itu yang kau maksud ??" Ucap seorang pria dengan pakaian biasa dengan warna putih, di barisan bangku yang biasa di tempati oleh keluarga penting di kekaisaran.


" Benar tuan, dia adalah gadis yang saya maksudkan dalam laporan saya !!" Ucap pria yang berdiri di belakangnya.


" Hmm ... Kurasa kamu memang benar mengenai hal itu, entah mengapa aku memiliki firasat baik dari gadis tersebut !!" Tambah sang jendral muda Gu Wang, Sambil menatap serius ke arah sang gadis yang saat ini berjalan menaiki podium.


" Ada apa tuan ??" Tanyanya khawatir.


" Tidak, tidak apa apa !!" Jawabnya singkat, mendengar hal itu bawahannya hanya bisa menyimpan rasa penasaran miliknya di dasar hatinya yang terdalam, karena ia tahu bahwa tak ada yang boleh menentang pemikirannya jika kastanya berada di bawah sang jendral muda.


" Apakah tadi kami saling menatap ?? tapi jarak kami hmmm" Tanyanya dalam hati. " Haa sudah lupakan, sebaiknya aku pastikan apakah benar dia si gadis bercadar itu atau bukan lewat kemampuannya bertarung , jika itu benar dia akan kubawa dia ke Ibunda !!" Tambahnya dalam hati


Kembali ke atas arena.


" Hawa dingin apa ini ??" Gumam Mingmei menyikapi aura dingin yang tiba tiba ia rasakan.

__ADS_1


Begitu Mingmei naik ke atas arena, Tak ada seorang pun yang berbicara di antara mereka bertiga ia, sang wasit dan tentu saja sang putri.


" ba..baiklah apakah keduanya sudah bersiap ??" Tanya sang wasit, dengan nada bersemangat kepada keduanya.


" KALAU BEGITU MULAI !!" Teriak sang wasit lalu pergi ke tempatnya untuk mengawasi jalanya pertandingan.


" Perkenalkan namaku Qin Xiao Yi " Ucap sang putri sambil membungkuk ke arah Mingmei.


" Salam kenal putri " Balas mingmei nampa menyebutkan namanya.


" Hmm jadi seperti ini sikap orang bar bar ??" tanya sang putri dengan senyum sinisnnya.


" Apa maksud anda yang mulia ??" Tanya Mingmei.


" Sungguh orang bar bar bahkan tak paham dengan sindiran seperti itu !!" tambah sang putri, mendengar itu Mingmei mulai merasa tidak senang dengan ucapan sang putri yang menyindirnya " apa kau tak paham ?? haaaa.. sungguh menyedihkan, kalau begitu apa kamu paham mengenai etika memperkenalkan diri ??" Tanya sang putri dengan nada arogan.


Mingmei tersenyum di balik topeng karena kini paham atas maksud sang putri.


" Jika yang mulia ingin mengetahui namaku sebaiknya kalahkan aku terlebih dahulu, karena hanya orang pantas saja yang bisa mengetahui namaku !!" Balas mingmei menandakan deklarasi perang di antara ke duannya, mendengarkan itu kini giliran sang putri yang naik pitam.


Terimakasih atas kunjungannya dan jangan lupa sebelum membaca kelanjutannya tolong klik tombol 👍 yaahh !!....


Kalau bisa tolong di berikan komentar serta sarang dalam mengembangkan cara penulisan untuk karya saya, tetapi jika semuanya merasa sudah puas akan karya saya ini tolong berikan vote-nya. 😉😉

__ADS_1


__ADS_2