
Mendengar jawaban Jiangying sang putri menyadari bahwa kebencian tersebut memang sudah mengakar kuat di dalam hati sang pemilik, bukan hanya itu ia juga menyadari perubahan ekspresi dari ke 2 orang di sisi lain meja makan tersebut.
" Lagi pula yang mulia dendam ini sudah melibatkan banyak pihak, sehingga saya juga tidak bisa mengabaikan pihak lainya !!" Tambah Jiangying, Xiao Yi semakin terkejut akan hal itu.
" A-apakah itu juga melibatkan master dari saudari Jiang ??" Jiangying hanya tersenyum menanggapi pertanyaan tersebut, sehingga sang putri menjadi kalang kabut dan panik, dan juga mulai mengira ngira sekuat apa master dari gadis yang memancarkan aura yang mengintimidasi di hadapannya itu.
" Sudah sudah makan lah ini, ini untukmu Mei dan ini untuk kalian, makan saja untuk masalah itu di bahas lain kali saja !!" Ucap nyonya Han sembari memberikan potongan daging ke mangkuk gadis - gadis tersebut.
Sementara itu di perbatasan antara Kekaisaran Blood moon dengan Kekaisaran Langit agung....
Di atas langit beberapa beast yang mampu terbang tengah berpatroli mengamati sekeliling, sementara di bawahnya terlihat ribuan tenda meskipun gelap cahaya kebiruan menyinari tempat tersebut oleh cahaya api dari obor yang ada di pasang untuk menyinari setiap tempat, meskipun terkesan aneh untuk cahaya api namun faktanya api tersebut memang bukan api normal seperti pada umumnya melainkan api dingin yang merupakan tehnik dari salah satu clan yang bergabung ke dalam jajaran prajurit kematian.
Sesekali terlihat beberapa prajurit berzirah lengkap tengah berpatroli sambil membawa tombak mengamati sekeliling dengan mata merahnya yang identik dengan prajurit kematian atau ras iblis, terkadang terlihat juga beberapa beast seperti Harimau api ungu, Ular sisik berlian hitam, atau bahkan Gajah 4 gading emas berjalan berpatroli.
Di antara banyaknya tenda terdapat sebuah tenda yang cukup besar terlihat tengah di jaga oleh 4 prajurit berzira merah berdiri di sekitar pintu masuk tenda, sambil membawa senjata mereka masing - masing dinginnya malam tak membuat ke 4 prajurit tersebut terganggu karena fakta bahwa mereka sudah mati sehingga suhu udara tak terlalu berlaku untuk mereka, tiba - tiba suasana berubah tak kala sekumpulan kabut merah terkumpul di hadapan mereka, ke 4 prajurit dengan cepat mengenali siapa pemilik dari aura yang akan muncul dengan cepat berlutut di tanah sambil memberi hormat.
" SALAM KAMI KEPADA YANG MULIA PERMAISURI !!" Teriak ke 4nya kompak, semua prajurit yang menyadari kehadirannya termasuk prajurit yang tengah berjalan berkelompok yang sedang melintas juga ikut melakukan hal serupa.
Dengan cepat pemilik dari tenda berjalan keluar dengan gagahnya, sebelum akhirnya juga ikut berlutut sambil memberi hormat.
" HORMAT HAMBA KEPADA SANG PERMAISURI !!" Ucapnya kemudian sosok dari pemilik kabut tersebut muncul dari kepulan kabut berwarna darah.
" Kalian semua berdiri dan lanjutkan kegiatan kalian !!" Meskipun mulutnya terbuka sedikit namun suaranya dapat di dengar hingga puluhan meter dari tempatnya berdiri.
__ADS_1
" TERIMAKASIH YANG MULIA !!" Ucap mereka kompak.
" Silahkan yang mulia !!" Ucap sang jendral besar mempersilahkan Ling Xia untuk berjalan lebih dulu.
" Terimakasih Jendral " Balas Ling Xia sebelum berjalan lebih dahulu sambil di ikuti oleh sang jendral dengan tubuh besarnya.
Sesampainya di dalam Ling Xia kemudian duduk di kursi yang paling besar nan indah dan jendral besar Ning Li Bei berdiri menunggu perintah selanjutnya.
" Jendral besar silahkan !" Ucapnya sambil menunjuk ke arah kursi besar lainya.
" Terimakasih yang mulia !!"
" Jendral mohon maaf saya berkunjung malam malam begini !!" Ucapnya Ling Xia basa basi.
" Terimakasih atas pengertiannya jendral !!" ucapnya dan kemudian 2 sosok prajurit berpakaian zirah yang terlihat feminim masuk kedalam tenda sambil membawa beberapa teko berisi teh hangat, setelah mereka meletakkan teh serta cangkirnya di atas meja mereka kemudian membungkuk kemudian berjalan mundur pergi meninggalkan tempat tersebut.
" Kalau boleh hamba tahu alasan apa yang mulia sehingga menemui hamba, apakah ini perihal pembahasan yang akan di rapatkan namun di batalkan ??" Ucap jendral Ning Li Bei sambil mengisi cangkir teh milik Ling Xia.
"Itu benar jendral saya " Ucapnya kemudian menyeruput teh " Ini permasalahan menyangkut perihal benteng Giok Hitam, saya berniat untuk menukarnya dengan kebebasan keluarga Nona Jiangying, bagaimana menurut anda jendral ?? " Ucap Ling Xia.
" Mengenai hal itu hamba sedikit kurang setuju perihal ide yang mulia !!" Jawabnya dengan nada tenang.
" Kalau boleh tahu apa alasannya !!"
__ADS_1
" Hamba memiliki 3 poin penting yang mana yang mulia lupakan !!" Ucapnya sambil memperlihatkan 3 jarinya yang di bungkus sarung tangan besi.
" Tolong sebutkan jendral !!" Ucapnya tertarik.
" Terimakasih yang mulia, yang pertama kita sejak awal memiliki kekuatan yang cukup besar untuk merebut benteng tersebut kapanpun yang mulia Inginkan, yang kedua mau bagaimana pun tempat yang berada di belakang benteng tersebut merupakan wilayah kita meskipun mereka menganggap tanah itu milik mereka dengan alasan telah menempati tempat tersebut cukup lama namun faktanya kita dapat merebutnya " Ling Xia sedikit terkejut akan hal itu karena faktanya ia memang melupakan kekuatan yang ia miliki beserta Kekaisaran nya miliki " Lalu yang terakhir kita memiliki kekuatan untuk meratakan kekaisaran dan mengklaim bahwa keluarga nona Jiangying berada di bawah perlindungan kekaisaran, jika mereka menolaknya kita berikan peringatan untuk memulai perang " Ucapnya bangga.
" Jadi maksud Jendral, kita dapat menentukan syaratnya karena kita memiliki kekuatan begitu ??"
" Benar sekali yang mulia !!" Jawabnya dengan nada semangat dan percaya diri.
" Itu memang masuk akal, tetapi jika seperti itu apakah aman, maksudku jika mereka membentuk aliansi dengan Kekaisaran lain atau kekuatan lain untuk menyerang kita bagaimana ??" Tanya Ling Xia mengeluarkan hal yang juga mengganggu dirinya sebelumnya.
" Itu memang besar kemungkinannya akan terjadi, tetapi fakta atas kekuatan yang kita miliki sudah cukup membuatku yakin dimana yang mulia bisa menguasai alam ini !!" Jawabnya dengan semangat terlihat sinar matanya bertambah cerah.
" Hmmm Kalau begitu aku setuju dengan ide anda jendral, besok bersiaplah untuk pergi bersamaku ke istana kaisar musuh !!"
" Tidak yang mulia saya menentangnya !!" jawabnya.
" Kenapa jendral apakah anda bisa mengatakan alasannya !!"
" Bukan alasan yang mulia tetapi lebih tepatnya saya punya ide yang jauh lebih menarik ..... " Jendral besar Ning Li Bei mulai menjelaskan maksudnya sehingga membuat Ling Xia terkejut ia hanya mendengarkan dengan tenang sambil menyeruput teh miliknya sesekali ia terkejut akan ide tersebut dan akhirnya terjadilah diskusi di antara keduanya lebih jauh.
Terimakasih atas kunjungannya dan jangan lupa sebelum membaca kelanjutannya tolong klik tombol 👍 yaahh !!....
__ADS_1
Kalau bisa tolong di berikan komentar serta sarang dalam mengembangkan cara penulisan untuk karya saya, tetapi jika semuanya merasa sudah puas akan karya saya ini tolong berikan vote-nya. 😉😉